๐ง๐ธ๐ฒ๐ฐ๐บ๐จ๐ฏ ๐ณ๐ฌ๐ณ๐จ๐ฒ๐ฐ ๐ฉ๐จ๐ต๐ฐ ๐ฐ๐บ๐น๐จ๐ฐ๐ณ ๐ด๐ฌ๐ต๐ฐ๐ป๐ฐ๐ท๐ฒ๐จ๐ต ๐ผ๐จ๐ต๐ฎ ๐ฒ๐ฌ๐ท๐จ๐ซ๐จ ๐จ๐ณ๐ณ๐จ๐ฏ ๐บ๐พ๐ป
⚛️*"๐๐ฌ๐ฐ๐๐ฃ๐_๐๐ฒ๐๐๐ซ"*๐ก ⬇️ Telegram Link Https://t.me/Andi_Chavlins Https://t.me/Aswaja_Cyber ┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈ ๐ง๐ธ๐ฒ๐ฐ๐บ๐จ๐ฏ ๐ณ๐ฌ๐ณ๐จ๐ฒ๐ฐ ๐ฉ๐จ๐ต๐ฐ ๐ฐ๐บ๐น๐จ๐ฐ๐ณ ๐ด๐ฌ๐ต๐ฐ๐ป๐ฐ๐ท๐ฒ๐จ๐ต ๐ผ๐จ๐ต๐ฎ ๐ฒ๐ฌ๐ท๐จ๐ซ๐จ ๐จ๐ณ๐ณ๐จ๐ฏ ๐บ๐พ๐ป ๐ณImam Ahmad bin Hanbal dan Imam Bukhari ๐Meriwayatkan sebuah hikayat dua laki-laki dari kalangan Bani Israil yang terlibat dalam transaksi utang-piutang. ๐Kisah yang tertuang dalam hadits shahih ini menampilkan sebuah perilaku yang unik namun sekaligus mengandung pesan mendalam. ๐ง๐ธPria pertama secara khusus mendatangi temannya sesama Bani Israil untuk keperluan meminjam uang sebesar seribu dinar. ๐ณPemilik uang pun mengajukan syarat kepada si peminjam agar mendatangkan saksi. ๐ง✒️"Kafรข billรขh syahรฎdan (cukup Allah saja sebagai saksi)." ๐ณ✒️"Kalau begitu, berikan aku penjamin!" ๐ง✒️"Kafรข billรขhi wakรฎlan (cukuplah Allah sebagai penjamin)," jawab lagi si peminjam uang. ๐ณ✒️Pemilik uang itu pun ridha. ๐ธ...