👐VONIS KAFIR YANG DISESALKAN RASULULLAH
⚛️*"𝐀𝐬𝐰𝐚𝐣𝐚_𝐂𝐲𝐛𝐞𝐫"*📡
┈┈••••❁✵🕌✵❁••••┈┈
🕌Mutiara Aswaja :
👐VONIS KAFIR YANG DISESALKAN RASULULLAH
🤗Marilah kita senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhânahu wa ta’âla dengan sebenar-benarnya takwa; takwa dalam artian menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya.
🤗Dengan meningkatkan ketakwaan, maka kita telah menjalankan ikhtiar kita untuk menjadi sebaik-baiknya hamba Allah.
☪️Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah subhânahu wa ta’âla dalam Al-Quran surat al-Hujurat ayat 13:
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ
⬇️Artinya:
✒️“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”
✍️Betapa pentingnya menjaga dan meningkatkan persaudaraan di antara umat muslim.
Jika tali persaudaraan di antara kita, orang-orang muslim, selalu dijaga,
☪️Maka kita telah mengamalkan pesan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam dalam
📖Hadits riwayat Imam Muslim, yaitu:
اَلْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَهُنَا يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ: بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ
⬇️Artinya:
✒️“Muslim satu dengan muslim lainnya saling bersaudara, tidak boleh menyakiti, merendahkan, ataupun menghina.
✒️Takwa itu ada di sini (Rasulullah sambil menunjuk dadanya), beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.
✒️Seseorang telah dianggap berbuat jahat apabila ia menghina saudaranya sesama muslim.
✒️Muslim yang satu dengan yang Iainnya haram darahnya. Hartanya dan kehormatannya.”
✍️Dari hadits yang telah disebutkan tadi, terdapat larangan bagi kita sebagai orang Muslim, di antaranya adalah
⛔Larangan menghina dan menyakiti saudara sesama muslim.
Dan bentuk dari menyakiti saudara sesama muslim yang sangat disayangkan adalah vonis kafir kepada orang-orang muslim, padahal satu muslim dengan muslim lainnya adalah bersaudara.
☪️Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam sendiri telah memperingatkan umatnya agar tidak serampangan menuduh kafir terhadap sesama muslim.
Sebab, jika tuduhan tersebut tidak benar, maka akan jatuh kepada dirinya sendiri.
📖Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadits:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إذَا قَالَ الرَّجُلُ لِأَخِيهِ: يَا كَافِرُ، فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا. فَإنْ كَانَ كَمَا قَالَ، وَإلَّا رَجَعَتْ عَلَيْهِ. (متفق عليه)
⬇️Artinya,
✒️“Diriwayatkan dari Ibn Umar radliyallâhu ‘anhumâ, ia berkata:
☪️Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:
✒️‘Ketika seseorang mengucapkan kepada saudaranya: ‘Wahai kafir’, maka ucapan itu akan kembali kepada salah satunya.
✒️Bila orang yang dituduh memang kafir maka sudah jelas, bila tidak maka dosa tuduhan itu kembali kepadanya’.”
📖(Muttafaq ‘Alaih)
☪️Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda:
وَمَنْ رَمَى مُؤْمِنًا بِكُفْرٍ فَهُوَ كَقَتْلِهِ. (متفق عليه)
⬇️Artinya,
✒️“Siapa saja yang menuduh kufur seorang mukmin maka ia seperti membunuhnya.”
📖(Muttafaq ‘Alaih)
📜Mengenai tuduhan kafir seorang muslim kepada saudara muslim lainnya, sungguh hal ini telah terjadi di masa Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam,
Tepatnya tahun ke delapan Hijriah.
🐫Kala itu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam mengutus sekelompok pasukan yang dipimpin oleh Abu Qatadah Al-Anshari ke gunung Adham dekat kota Makkah untuk mengecoh musuh.
👳Di sana mereka bertemu dengan ‘Amir bin Al-Athbat, ‘Amir pun segera mengucapkan salam kepada mereka.
👺Di luar dugaan, salah seorang prajurit bernama Muhallim bin Juttsamah justru membunuhnya karena menganggapnya tidak beriman.
📜Akhirnya peristiwa itu pun sampai kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam dan turunlah ayat:
وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا (النساء: ٩٤)
⬇️Artinya,
✒️“Dan janganlah kalian katakan kepada orang yang mengucapkan salam kepada kalian: ‘Kamu tidak beriman’'
📖(QS An-Nisa: 94).
😭Di kemudian hari Muhallim menghadap kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam agar dimintakan ampunan kepada Allah ta’ala atas perbuatannya.
🤔Namun bagaimana respons Rasulullah?
✍️Bukan hanya menolak karena menyesalkan kesalahan Muhallim yang serampangan memvonis kafir ‘Amir bin Al-Athbat bahkan sampai membunuhnya
☪️Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam justru tegas bersabda:
✒️“Allah tidak akan mengampunimu.”
😭Muhallim beranjak pergi penuh penyesalan dan menangis sejadi-jadinya.
🌴Tujuh hari kemudian ia meninggal dan ketika akan dikuburkan, bumi enggan menerimanya.
Karena bingung, orang-orang menghadap Rasulullah untuk meminta petunjuk.
☪️Lalu beliau bersabda:
إِنَّ الْأَرْضَ تَقْبَلُ مَنْ هُوَ شَرٌّ مِنْ صَاحِبِكُمْ، وَلَكِنَّ اللّٰهَ أَرَادَ أَنْ يَعِظَكُمْ مِنْ حُرْمَتِكُمْ.
⬇️Artinya,
✒️“Sungguh bumi menerima orang yang lebih buruk dari teman kalian itu, namun Allah berkehendak menasihati kalian sebab kemuliaan kalian.”
📜Dari kisah tadi, marilah kita ambil pelajaran yang sangat penting dalam bermuamalah dan bersosial dengan sesama muslim,
⬇️Yaitu
⛔Jangan sekali-kali kita mengafirkan saudara sesama muslim, bahkan dalam kondisi konflik apa pun.
⚠️Karena, dengan mengafirkan sesama muslim, maka secara sadar ia telah menghalalkan darah saudaranya sendiri padahal Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam dengan tegas melarang perbuatan tersebut.
🤲Semoga, kita dapat menjadi seorang muslim yang berhati-hati dalam berbicara, memiliki sifat toleransi, saling mengasihi dan berbaik sangka kepada semua orang, khususnya orang-orang muslim yang semuanya adalah saudara kita.
┈┈••••❁✵🕌✵❁••••┈┈
✍️Semoga bermanfaat.Silahkan di share.
🙏Salam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber
Komentar
Posting Komentar