๐ณ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐๐ฅ๐๐ฆ๐ :๐KAIDAH MENANDAI LAILATUL QADAR MENURUT IMAM AL-GHAZALI
⚛️*"๐๐ฌ๐ฐ๐๐ฃ๐_๐๐ฒ๐๐๐ซ"*๐ก
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
๐ณ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐๐ฅ๐๐ฆ๐ :
๐KAIDAH MENANDAI LAILATUL QADAR MENURUT IMAM AL-GHAZALI
☪️Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah teladan kita dalam melaksanakan ibadah.
☪️Rasulullah menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak ibadah pada bulan Ramadhan, antara lain dengan
๐memperbayak
๐คSedekah,
๐Membaca Al-Quran,
๐Dan i’tikaf.
✍️Hal ini karena di antara keutamaan waktu di bulan Ramadhan adalah adanya pelipatgandaan pahala, dan termudahkannya beramal kebaikan.
✍️Anjuran banyak melakukan ibadah ini lebih ditekankan lagi ketika memasuki sepuluh akhir Ramadhan.
☪️Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mengharap dianugerahi Lailatul Qadar pada bulan yang sepuluh pertamanya adalah rahmat, sepuluh keduanya adalah ampunan, dan sepuluh akhirnya adalah bebas dari neraka ini. Walaupun, hakikatnya memang tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan terjadinya Lailatul Qadar kecuali Allah SWT.
☪️Hanya saja, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan dalam sabdanya:
ุชَุญَุฑَّْูุง ูููุฉ ุงููุฏุฑ ูู ุงูุนุดุฑ ุงูุฃูุงุฎุฑ ู
ู ุฑู
ุถุงู
✒️“Carilah Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. ”
(Muttafaqun ‘alaihi dari Aisyah radliyallahu ‘anha)
๐Dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan, dari Aisyah radliyallahu anha, ia berkata:
َูุงَู ุฑَุณُُْูู ุงููู ุฅِุฐَุง ุฏَุฎََู ุงูุนَุดْุฑُ ุดَุฏَّ ู
ِุฆْุฒَุฑَُู َูุฃَุญَْูุง ََُْูููู، َูุฃََْููุธَ ุฃََُْููู{ ูุฐุง ููุธ ุงูุจุฎุงุฑู}
✒️“Bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.”
๐Demikian menurut lafadz Al-Bukhari.
✍️Dalam riwayat lain, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radliyallahu anha:
َูุงَู ุฑَุณُُْูู ุงِููู َูุฌْุชَِูุฏُ ِْูู ุงูุนَุดْุฑِ ุงูุฃََูุงุฎِุฑِ ู
َุงูุงَ َูุฌْุชَِูุฏُ ِْูู ุบَْูุฑِِู
✒️“Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersungguh-sungguh dalam sepuluh hari akhir bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya.”
๐(HR Muslim) Dalam shahihain disebutkan, dari Aisyah radliyallahu 'anha:
ุฃََّู ุงَّููุจَِّู َูุงَู َูุนْุชَُِูู ุงูุนَุดْุฑَ ุงูุฃََูุงุฎِุฑَ ู
ِْู ุฑَู
َุถَุงَู ุญَุชَّู ุชَََّููุงُู ุงููู
✒️“Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, sehingga Allah mewafatkan beliau.”
✍️Lebih khusus lagi, adalah malam-malam ganjil sebagaimana sabda beliau:
ุชَุญَุฑَّْูุง ََْูููุฉَ ุงَْููุฏْุฑِِูู ุงِْููุชْุฑِู
َِู ุงْูุนَุดْุฑِุงْูุฃََูุงุฎِุฑِู
ِْู ุฑَู
َุถَุงَู
✒️“Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan)”.
๐(HR. Al-Bukhari dari Aisyah radliyallahu ‘anha)
๐Dan lebih khusus lagi adalah malam-malam ganjil pada rentang tujuh hari terakhir dari bulan tersebut.
๐ณBeberapa shahabat Nabi pernah bermimpi bahwa Lailatul Qadar tiba di tujuh hari terakhir.
☪️Maka Rasulullah bersabda:
ุฃَุฑَู ุฑُุคَْูุงُูู
ْ َูุฏْ ุชََูุงุทَุฃَุชْ ِูู ุงูุณَّุจْุนِ ุงْูุฃََูุงุฎِุฑِ َูู
َْู َูุงَู ู
ُุชَุญَุฑَِّููุง ََْูููุชَุญَุฑََّูุง ِูู ุงูุณَّุจْุนِ ุงْูุฃََูุงุฎِุฑِ
“Aku juga bermimpi sama sebagaimana mimpi kalian bahwa Lailatul Qadar pada tujuh hari terakhir, barangsiapa yang berupaya untuk mencarinya, maka hendaknya dia mencarinya pada tujuh hari terakhir. ”
๐(muttafaqun ‘alaihi dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)
๐Dalam riwayat Muslim dengan lafazh:
ุงْูุชَู
ِุณَُููุง ِูู ุงْูุนَุดْุฑِ ุงْูุฃََูุงุฎِุฑِ َูุนِْูู ََْูููุฉَ ุงَْููุฏْุฑِ َูุฅِْู ุถَุนَُู ุฃَุญَุฏُُูู
ْ ุฃَْู ุนَุฌَุฒَ ََููุง ُูุบَْูุจََّู ุนََูู ุงูุณَّุจْุนِ ุงْูุจََูุงِูู
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir, jika salah seorang dari kalian merasa lemah atau tidak mampu, maka janganlah sampai terlewatkan tujuh hari yang tersisa dari bulan Ramadhan.”
๐(HR. Muslim dari Ibnu ‘Umar radliyallahu ‘anhuma)
๐Yang lebih khusus lagi adalah malam 27 sebagaimana sabda Nabi tentang Lailatul Qadar:
ََْูููุฉُ ุณَุจْุน َูุนِุดْุฑَِْูู
✒️“(Dia adalah) malam ke-27. ”
๐(HR. Abu Dawud, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radliyallahu ‘anhuma,alam Shahih Sunan Abi Dawud.
๐ณSahabat Ubay bin Ka’b radliyallahu ‘anhu menegaskan:
ูุงููู ุฅูู ูุฃุนูู
ูุง ูุฃูุซุฑ ุนูู
ู ูู ุงููููุฉ ุงูุชู ุฃู
ุฑูุง ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุจููุงู
ูุง ูู ูููุฉ ุณุจุน ูุนุดุฑูู
✒️"Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27."
๐(HR. Muslim)
✍️Dengan demikian dapat dibuat kesimpulan bahwa Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh akhir Ramadhan, terutama pada malam tanggal ganjil.
๐Dalam hadits Abu Dzar disebutkan:
ุฃََُّูู َูุงู
َ ุจِِูู
ْ ََْูููุฉَ ุซَูุงَุซٍ َูุนِุดْุฑَِْูู، َูุฎَู
ْุณٍ َูุนِุดْุฑَِْูู، َูุณَุจْุนٍ َูุนِุดْุฑَِْูู، َูุฐََูุฑَ ุฃََُّูู ุฏَุนَุง ุฃََُْููู َِููุณَุงุกَُู ََْูููุฉَ ุณَุจْุนٍ َูุนِุดْุฑَِْูู ุฎَุงุตَّุฉً
✒️“Bahwasanya Rasulullah melakukan shalat bersama mereka (para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak salat keluarga dan istri-istrinya pada malam dua puluh tujuh (27).”
๐ณPara ulama kemudian berusaha meneliti pengalaman mereka dalam menemukan Lailatul Qadar. Menurut keterangan Fathul Qarib, Hasyiah Al-Bajury, dan Fathul Muin beserta 'Ianatut Thalibin, Imam Syafii menyatakan bahwa Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh akhir Ramadhan, lebih-lebih pada malam ganjilnya, dan yang paling diharapkan adalah pada malam 21, atau 23 Ramadhan.
๐ณDi antara ulama yang menyatakan bahwa ada kaidah atau formula untuk mengetahui itu adalah Imam Abu Hamid Al-Ghazali (450 H- 505 H) dan Imam Abul Hasan as Syadzili. Bahkan dinyatakan bahwa Syekh Abu Hasan semenjak baligh selalu mendapatkan Lailatul Qadar dan menyesuai dengan kaidah ini.
๐ณMenurut Imam Al-Ghazali dan juga ulama lainnya, sebagaimana disebut dalam I’anatut Thalibin juz 2, hal. 257, bahwa cara untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari hari pertama dari bulan Ramadhan:
ูุงู ุงูุบุฒุงูู ูุบูุฑู ุฅููุง ุชุนูู
ููู ุจุงูููู
ุงูุฃูู ู
ู ุงูุดูุฑ ูุฅู ูุงู ุฃููู ููู
ุงูุฃุญุฏ ุฃู ููู
ุงูุฃุฑุจุนุงุก ููู ูููุฉ ุชุณุน ูุนุดุฑูู ุฃู ููู
ุงูุงุซููู ููู ูููุฉ ุฅุญุฏู ูุนุดุฑูู ุฃู ููู
ุงูุซูุงุซุงุก ุฃู ุงูุฌู
ุนุฉ ููู ูููุฉ ุณุจุน ูุนุดุฑูู ุฃู ุงูุฎู
ูุณ ููู ูููุฉ ุฎู
ุณ ูุนุดุฑูู ุฃู ููู
ุงูุณุจุช ููู ูููุฉ ุซูุงุซ ูุนุดุฑูู ูุงู ุงูุดูุฎ ุฃุจู ุงูุญุณู ูู
ูุฐ ุจูุบุช ุณู ุงูุฑุฌุงู ู
ุง ูุงุชุชูู ูููุฉ ุงููุฏุฑ ุจูุฐู ุงููุงุนุฏุฉ ุงูู
ุฐููุฑุฉ
✒️1. Jika awalnya jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29
✒️2. Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21
✒️3. Jika awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum'at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27
✒️4. Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25
✒️5. Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23
๐ณSyekh Abul Hasan As-Syadzili berkata:
✒️“Semenjak saya menginjak usia dewasa Lailatul Qadar tidak pernah meleset dari jadwal atau kaidah tersebut."
๐Kaidah ini sesuai dengan keterangan dalam Hasyiah al-Jamal, hal. 480:
ูู
ุง ุงุฎุชุงุฑู ุงูุบุฒุงูู ูุบูุฑู ููุงููุง ุฅููุง ุชุนูู
ููู ุจุงูููู
ุงูุฃูู ู
ู ุงูุดูุฑ ูุฅู ูุงู ุฃููู ููู
ุงูุฃุญุฏ ุฃู ุงูุฃุฑุจุนุงุก ููู ูููุฉ ุชุณุน ูุนุดุฑูู ุฃู ููู
ุงูุงุซููู ููู ูููุฉ ุฅุญุฏู ูุนุดุฑูู ุฃู ููู
ุงูุซูุงุซุงุก ุฃู ุงูุฌู
ุนุฉ ููู ูููุฉ ุณุจุน ูุนุดุฑูู ุฃู ููู
ุงูุฎู
ูุณ ููู ูููุฉ ุฎู
ุณ ูุนุดุฑูู ุฃู ููู
ุงูุณุจุช ููู ูููุฉ ุซูุงุซ ูุนุดุฑูู.
๐Berbeda dari keterangan dalam I'anatut Thalibin dalam halaman 258, kitab Hasyiah al-Bajury dalam juz pertama halaman 304, mencantumkan kaidah lain:
ูุฅูุงุฌู
ูุนุง ุฅู ูุตู
ููู
ุฌู
ุนุฉ # ููู ุชุงุณุน ุงูุนุดุฑูู ุฎุฐ ูููุฉ ุงููุฏุฑ ูุฅู ูุงู ููู
ุงูุณุจุช ุฃูู ุตูู
ูุง#ูุญุงุฏู ูุนุดุฑูู ุฅุนุชู
ุฏู ุจูุงุนุฐุฑ ูุฅู ّูู ููู
ุงูุตูู
ูู ุฃุญุฏ # ููู ุณุงุจุน ุงูุนุดุฑูู ู
ุงุฑู
ุช ูุงุณุชูุฑ ูุฅู ّูู ุจุงูุฅุซููู ูุงุนูู
ุจุฃّูู # ููุงููู ููู ุงููุตู ูู ุชุงุณุน ุงูุนุดุฑู ูููู
ุงูุซูุงุซุงุฅู ุจุฏุง ุงูุดูุฑูุงุนุชู
ุฏ # ุนูู ุฎุงู
ุณ ุงูุนุดุฑูู ุชุญุธ ุจูุง ุงููุฏุฑ ููู ุงูุฃุฑุจุนุงุก ุฅู ّูู ูุงู
ู ูุฑูู
ูุง # ูุฏููู ูุงุทูุจ ูุตููุง ุณุงุจุน ุงูุนุดู ูููู
ุงูุฎู
ูุณ ุฅู ุจุฏุง ุงูุดูุฑ ูุงุฌุชูุฏ # ุชูุงููู ุจุนุฏ ุงูุนุดุฑ ูู ูููุฉ ุงููุชุฑ
✒️(Jika awal puasanya Jumat maka pada malam ke-29;
✒️Jika Sabtu maka pada malam ke-21;
✒️Jika Ahad maka pada malam ke-27;
✒️Jika pada Senin maka pada malam ke-29;
✒️Jika Selasa maka pada malam ke-25;
✒️Jika Rabu maka pada malam ke-27;
✒️Jika Kamis maka pada sepuluh akhir malam-malam ganjil).
๐คJika kita mengikuti kaidah ini, malam Lailatul Qadar pada 1443 Hijriah atau 2022 Masehi ini bisa berbeda-beda, tergantung keterangan dari kitab mana yang hendak kita pedomani.
๐Kaidah ini tercantum dalam kitab-kitab para ulama termasuk dalam kitab-kitab fiqih bermazhab Syafi’i (fiqh Syafi’iyyah). Rumus ini teruji dari kebiasaan para ulama yang telah menemui Lailatul Qadar.
๐ณDemikianlah ijtihad Imam Al-Ghazali dan disetujui oleh banyak ulama sebagaimana termaktub dalam kitab-kitab fiqih.
๐คTentang hakikat kepastian kebenarannya, jawaban terbaiknya adalah wallahu ‘a’lam (hanya Allah yang paling tahu).
✍️Karena itu, walaupun titik pusat konsentrasi qiyam ramadhan dan ibadah kita boleh diarahkan sesuai dengan kaidah tersebut, hendaknya kita terus mencari malam yang penuh kemuliaan itu di malam atau tanggal apa dan mana pun, dan terutama pada malam ganjil, dan terutama pada malam-malam sepuluh akhir, dan terutama lagi pada malam ganjil di sepuluh akhir.
Ustadz Yusuf Suharto, Penulis buku Khazanah Aswaja; Anggota Aswaja NU Center PWNU Jatim ::: Catatan: Naskah ini terbit pertama kali di NU Online pada 13 Agustus 2012, pukul 08.36.
⚛️Sumber: https://islam.nu.or.id/ramadhan/kaidah-menandai-lailatul-qadar-menurut-al-ghazali-Mnwgs
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
✍️Semoga bermanfaat.Silahkan di share.
๐Salam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber
Komentar
Posting Komentar