๐๐ฒ๐๐๐๐ ๐ญ๐๐๐๐ :๐๐๐ฅ๐๐ฅ๐ฎ ๐๐๐ง๐ ๐๐ฅ๐ฎ๐ก ๐ค๐๐ซ๐๐ง๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐ง๐ฎ๐ง๐ ๐ค๐๐ง๐ฅ๐๐ก ๐๐๐ฌ๐๐ก๐๐ญ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐
⚛️*"๐๐ฌ๐ฐ๐๐ฃ๐_๐๐ฒ๐๐๐ซ"*๐ก
⬇️ Telegram Link
Https://t.me/Andi_Chavlins
Https://t.me/Aswaja_Cyber
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
๐*๐๐๐ฎ๐ฌ๐ข๐ฒ๐๐ก :
๐พ๐๐๐ฅ๐๐ฅ๐ฎ ๐๐๐ง๐ ๐๐ฅ๐ฎ๐ก ๐ค๐๐ซ๐๐ง๐ ๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐ง๐ฎ๐ง๐ ๐ค๐๐ง๐ฅ๐๐ก ๐๐๐ฌ๐๐ก๐๐ญ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐
๐Dalam Kitรขb al-Imtรข wa al-Mu’รขnasah,
๐ณImam Abu Hayyan al-Tauhidi (w. 414 H)
✍️Mencatat perkataan
☪️Nabi Isa ‘alaihissalam tentang pentingnya melihat Pelajaran dalam mencari rezeki.
๐Berikut riwayatnya:
ููุงู ุนูุณู ุนููู ุงูุณูุงู
: ูุง ุงุจู ุขุฏู
ุงุนุชุจุฑْ ุฑِุฒูู ุจุทูุฑ ุงูุณู
ุงุก, ูุง ูุฒุฑَุนْู ููุง ูุญْุตُุฏู ูุฅูู ุงูุณู
ุงุก ูุฑุฒُّููู. ูุฅู ููุชَ: ููุง ุฃุฌูุญุฉٌ ูุงุนุชุจุฑْ ุจุญู
ุฑ ุงููุญْุด ูุจูุฑ ุงููุญْุด ู
ุง ุฃุณู
ููุง ูู
ุง ุฃุจุดู
ูุง ูุฃุจุฏููุง
☪️Isa ‘alaihissalam berkata:
๐ช“Wahai anak cucu Adam,
๐️Ambillah pelajaran rezekimu dengan burung di langit.
๐ฆMereka tidak pernah menanam dan menuai (memanen).
☪️Tuhan langitlah yang memberikan mereka rezeki.
๐ชJika kau (anak cucu Adam) ⬇️Beralasan:
๐️‘Mereka (burung) memiliki sayap.’
๐Maka ambillah pelajaran dari keledai dan sapi liar,
๐(lihatlah) betapa gemuknya mereka, betapa banyaknya makan mereka dan betapa gempalnya tubuh mereka”
๐(Imam Abu Hayyan al-Tauhidi, Kitรขb al-Imtรข wa al-Mu’รขnasah, Beirut: al-Maktabah al-‘Ashriyyah, 2011, h. 246).
๐Tidak sedikit orang yang mengeluh kekurangan rezeki dan nikmat.
๐ขSebagian bersedih,
๐ Sebagian lagi marah.
๐Perasaan kurang memang hampir selalu diekspresikan dengan kesedihan, keluhan, prasangka buruk dan amarah.
๐คMungkin karena manusia lebih sering merasa disalahi daripada disayangi;
๐คDikorbankan daripada diperjuangkan,
๐ Sehingga ia mudah marah, menyalahkan, mengeluh dan bersedih ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya.
๐คPerasaan seperti itu memang wajar terjadi di setiap manusia,
⬇️Karena
๐กPerasaan manusia memang lebih kuat ketika berposisi sebagai objek (penderita).
✍️Contohnya,
๐กKetika kita dihina, amarah kita bangkit, dan ingatan kita tentang si penghina sangat kuat.
๐คTapi, ketika kita yang menghina, kita menganggapnya biasa, bahkan tidak sering melupakannya begitu saja.
☪️Oleh karena itu, Nabi Isa ‘alaihissalam menyuruh anak cucu Adam untuk mengambil pelajaran, terutama soal rezeki.
☪️Ia berkata (terjemah bebas):
๐️“Lihatlah burung yang terbang di kolong langit, ia bisa makan tanpa harus menanam dan memanen, karena Allah lah yang memberi mereka makan.”
๐ฆBurung yang tidak difasilitasi kemampuan bercocok tanam, dapat memenuhi kebutuhannya.
๐คLalu kenapa manusia yang diberikan banyak perangkat kemampuan, terus mengeluhkan rezekinya.
๐Meskipun mengeluh itu wajar dan tidak haram.
๐งSetiap manusia berhak mengadukan keluhannya kepada Tuhan.
๐คฒKarena itu Tuhan memberikan hak berdoa kepada manusia.
☪️Jadi, nasihat Nabi Isa di atas bukan soal boleh-tidaknya mengeluh,
๐งTapi lebih kepada bagaimana agar manusia bisa berkembang secara spiritual dan mental.
⬇️Artinya,
๐ชNasihat di atas bertujuan mendidik jiwa manusia agar tidak rapuh dan mudah berputus asa, apalagi jika keputus-asaan itu dicarikan alasan logisnya,
๐Seperti perkataan (terjemah bebas):
๐️“Burung memiliki sayap, sedangkan kami tidak.”
☪️Kemudian Nabi Isa merubah objek “i’tibรขr”nya ke keledai dan sapi liar yang tetap gemuk, gempal dan banyak makannya tanpa bercocok tanam.
✍️Dengan mengatakan itu,
☪️Nabi Isa sedang mengajari kita bahwa ada pelajaran dalam segala sesuatu.
๐งJika cara pandang kita baik, pikiran kita jernih, dan iman kita kuat, kita akan menemukan bermacam-macam pelajaran dari setiap peristiwa hidup.
๐ณSayyidina Luqman al-Hakim pernah berkata:
ุฅّู ุงูุฐّูุจ ُูุฌุฑَّุจ ุจุงّููุงุฑ ูุฅّู ุงูู
ุคู
ู ُูุฌุฑَّุจ ุจุงูุจََูุงุก
✒️“Sesungguhnya emas ditempa dengan api, dan orang beriman ditempa (diuji) dengan kesusahan (musibah)”
๐(Imam Abu Hayyan al-Tauhidi, Kitรขb al-Imtรข wa al-Mu’รขnasah, 2011, h. 242).
๐ชIni menunjukkan bahwa jiwa kita sebagai manusia harus berkembang.
๐ชTanpa ditempa dan diuji, perkembangan kita sebagai manusia akan terhenti.
✅Jika perkembangan kita terhenti, kita hanya akan menjalani hidup yang berulang.
✅Hari ini tidak ubahnya hari kemarin; hari esok tidak ubahnya hari ini.
✍️Penjelasan sederhananya begini.
๐ขDengan adanya musibah,
☪️Allah sedang mendidik kesabaran kita agar bertambah, sehingga kita menjadi orang yang lebih sabar dari kita yang kemarin;
☪️Dengan adanya limpahan anugerah, Allah sedang mendidik rasa syukur kita, sehingga kita menjadi orang yang lebih bisa mensyukuri nikmat daripada kita yang kemarin, dan begitu seterusnya.
☪️Karena itu, Nabi Isa menyuruh kita untuk mengambil pelajaran dari burung, sapi dan keledai liar, agar kita bisa terus mendidik diri kita sendiri, terutama dalam cara pandang kita tentang rezeki.
✍️Perasaan kekurangan rezeki inilah yang paling sering memantik kekufuran, kemarahan dan keputus-asaan manusia.
☪️Padahal, jika kita melihatnya lebih jauh, Allah selalu memberikan rezeki-Nya kepada kita, hanya saja kita tidak menyadarinya.
๐คฒSegala sesuatu yang ada di sekitar kita adalah rezeki-Nya, dari mulai udara yang kita hirup, tanah yang kita pijak, langit yang kita pandang, tangan yang kita gerakan, mata yang kita gunakan, sampai matahari yang kita rasakan.
๐คฒItu semua adalah rezeki-Nya, tapi kita sering lupa menganggap semua itu sebagai rezeki-Nya.
๐คPertanyaannya, seberapa sering kita meluangkan waktu untuk mengambil pelajaran?
✍️Sumber: nu online
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Salam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber
Komentar
Posting Komentar