๐๐จ๐ ๐ฏ๐๐๐๐ :๐ฐ๐ฉ๐ต๐ผ ๐จ๐ป๐ฏ๐จ๐ฐ๐ณ๐ณ๐จ๐ฏ ๐ป๐ผ๐ต๐ฑ๐ผ๐ฒ๐ฒ๐จ๐ต ๐ฉ๐จ๐ต๐๐จ๐ฒ ๐ฑ๐จ๐ณ๐จ๐ต ๐ด๐ฌ๐ต๐ผ๐ฑ๐ผ ๐จ๐ณ๐ณ๐จ๐ฏ
⚛️*"๐๐ฌ๐ฐ๐๐ฃ๐_๐๐ฒ๐๐๐ซ"*๐ก
⬇️ Telegram Link
Https://t.me/Andi_Supriadi65
Https://t.me/Aswaja_Cyber
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
๐๐จ๐ ๐ฏ๐๐๐๐ :
๐ฐ๐ฉ๐ต๐ผ ๐จ๐ป๐ฏ๐จ๐ฐ๐ณ๐ณ๐จ๐ฏ ๐ป๐ผ๐ต๐ฑ๐ผ๐ฒ๐ฒ๐จ๐ต ๐ฉ๐จ๐ต๐๐จ๐ฒ ๐ฑ๐จ๐ณ๐จ๐ต ๐ด๐ฌ๐ต๐ผ๐ฑ๐ผ ๐จ๐ณ๐ณ๐จ๐ฏ
๐ณSyekh Ibnu Athaillah dalam salah satu hikmahnya mengatakan :
✒️Bahwa setiap momentum apapun mesti ada kewajiban manusia terhadap Allah.
✍️Dari situ kemudian disimpulkan bahwa momentum inilah yang mengantarkan manusia berjalan menuju Allah.
✍️Momentum ini teramat banyak dan beragam.
๐ณSyekh Ibnu Athaillah mengatakannya dalam hikmah berikut ini:
ุฅุฐ ู
ุง ู
ู ููุช ูุฑุฏ ุฅูุง ูููู ููู ุญู ุฌุฏูุฏ ูุฃู
ุฑ ุฃููุฏ ูููู ุชูุถู ููู ุญู ุบูุฑู؟ ูุฃูุช ูู
ุชูุถ ุญู ุงููู ููู
๐Artinya,
✒️“Tak ada satupun waktu yang berlalu tanpa kewajiban baru dan perintah kuat dari Allah.
✒️Jadi, bagaimana kaubisa mengqadha kewajiban terhadap orang lain?
✒️Sementara kau belum menunaikan kewajiban Allah.”
๐ณSyekh Ahmad Zarruq memahami hikmah ini sebagai pernyataan atas jumlah tak terhingga dan varian jalan menuju Allah.
๐งBanyak sekali jalan yang tak terduga ternyata dapat mengantar seseorang kepada Allah.
๐Jalan ini tidak selalu ibadah mahdhah yaitu shalat puasa zakat, haji, dan lain sebagainya.
ููุช ู
ุง ู
ู ููุช ูุฅู ูุงู ََููุณًุง ูุงุญุฏุง ูุฃู ูู ููุณ ููุชุถู ุชุฌููุง ูุฐูู ุงูุชุฌูู ููุชุถู ุนุจูุฏูุฉ ูุชูู ุงูุนุจูุฏูุฉ ุชูุชุถู ุชุฌููุง ูุฃูุช ูู ูู ููุณ ุณุงูู ุทุฑููุง ุฅูู ุงูุญู ุณุจุญุงูู ุจููุน ู
ู ุงูุณููู ููุฐุง ููู ุงูุทุฑู ุฅูู ุงููู ุจุนุฏุฏ ุฃููุงุณ ุงูุฎูุงุฆู
๐Artinya,
✒️“Menurutku, pengertian dari ‘tiada waktu yang berlalu’ mencakup setiap saat meski hanya sekali nafas.
✒️Setiap nafas menuntut adanya tajalli.
✒️Setiap tajalli menuntut penghambaan.
✒️Penghambaan itu menuntut hadirnya tajalli.
✒️Jadi, engkau pada setiap nafasmu tengah menapaki jalan menuju Allah dengan berbagai macam cara.
✒️Oleh karena itu, ada ungkapan bahwa banyak jalan menuju Allah itu sebilangan nafas makhluk-Nya,”
๐(Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, [Kairo, As-Syirkatul Qaumiyyah: 2010 M/1431 H], halaman 165-166).
๐ณHikmah yang disampaikan Syekh Ibnu Athaillah ini sebenarnya merupakan lanjutan hikmah perihal kategori kewajiban seseorang manusia di momentum-momentum tertentu sebagai berikut:
ุญููู ูู ุงูุฃููุงุช ูู
ูู ูุถุงุคูุง ูุญููู ุงูุฃููุงุช ูุง ูู
ูู ูุถุงุคูุง
๐Artinya,
✒️“Ada jenis tuntutan kewajiban pada waktu tertentu yang bisa diqadha. Tetapi ada jenis tuntutan kewajiban yang tak mungkin diqadha.”
✍️Saking banyak dan berdesakannya kewajiban itu, seseorang tidak mungkin bisa lepas dari tanggung jawab yang beragam itu sesuai kondisi riil seseorang.
๐ญOrang yang tertimpa musibah wajib bersabar dan ridha.
๐คฒOrang yang telah terlepas dari musibah wajib bersyukur dan seterusnya.
๐ณDari sini para ulama menyimpulkan bahwa orang-orang saleh itu adalah anak zamannya karena mereka sadar benar terhadap tuntutan kewajiban waktu, tanpa lengah.
๐คKalau diberi nikmat, mereka tidak lupa lalu menyombongkan diri.
๐คฒYang mereka lakukan adalah bersyukur.
ููุฐุง ูููููู ุงููููุฑ ุงุจู ููุชู ุฃู ูุชุฃุฏุจ ู
ุนู ููุนุทูู ุญูู ูู
ุง ูุชุฃุฏุจ ุงูููุฏ ู
ุน ุฃุจูู
๐Artinya,
✒️“Para ulama mengatakan bahwa sufi adalah anak zamannya.
✍️Maksudnya, sufi itu menjalankan adab waktu dan menunaikan hak waktu tersebut sebagaimana anak ber”
๐(Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, [Semarang, Toha Putra: tanpa catatan tahun], juz II, halaman 37).
✍️Hikmah ini bukan mengajarkan kita untuk mengabaikan tanggung jawab terhadap orang lain atau tanggung jawab sosial lalu mengutamakan kewajiban terhadap Allah di waktu-waktu tertentu.
๐คHikmah ini mengajarkan kita untuk disiplin terhadap tanggung jawab sesuai kondisi riil masing-masing orang. Wallahu a‘lam.
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Salam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber
Komentar
Posting Komentar