๐Ÿ“–๐Ÿ‘ณ๐‘ต๐’‚๐’”๐’†๐’‰๐’‚๐’• ๐‘ผ๐’๐’‚๐’Ž๐’‚ :๐“๐€๐๐€๐‘๐‘๐”๐Š ๐ƒ๐„๐๐†๐€๐ ๐Œ๐„๐Œ๐ˆ๐๐“๐€ ๐ƒ๐Ž'๐€๐๐˜๐€ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐’๐‡๐€๐‹๐„๐‡

⚛️*"๐€๐ฌ๐ฐ๐š๐ฃ๐š_๐‚๐ฒ๐›๐ž๐ซ"*๐Ÿ“ก

⬇️ Telegram Link 
Https://t.me/Andi_Chavlins
Https://t.me/Aswaja_Cyber

             ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

๐Ÿ“–๐Ÿ‘ณ๐‘ต๐’‚๐’”๐’†๐’‰๐’‚๐’• ๐‘ผ๐’๐’‚๐’Ž๐’‚ :
๐“๐€๐๐€๐‘๐‘๐”๐Š ๐ƒ๐„๐๐†๐€๐ ๐Œ๐„๐Œ๐ˆ๐๐“๐€ ๐ƒ๐Ž'๐€๐๐˜๐€ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐’๐‡๐€๐‹๐„๐‡

✍️Selain bertabarruk kepada Nabi, ada beberapa orang yang benar-benar shalih yang bisa diambil berkahnya.
๐Ÿง”Ada yang kemudian beranggapan bahwa tabarruk hanya boleh terhadap Rasulullah dan para Nabi saja.
❎Tentu hal ini kurang tepat,
☪️Karena Rasulullah justru mengajarkan berbertabarruk dengan umat Islam.
☪️Nabi Muhammad meminum air wudhu’nya orang-orang muslim dan mengharapkan berkah dari tangan-tangan mereka.

ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุนُู…َุฑَ ู‚َุงู„َ: ู‚ُู„ْุชُ: ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ، ุงู„ْูˆُุถُูˆุกُ ู…ِู†ْ ุฌَุฑٍّ ุฌَุฏِูŠุฏٍ ู…ُุฎَู…َّุฑٍ ุฃَุญَุจُّ ุฅِู„َูŠْูƒَ ุฃَู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุทَุงู‡ِุฑِ؟ ูَู‚َุงู„َ: ู„َุง، ุจَู„ْ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุทَุงู‡ِุฑِ، ุฅِู†َّ ุฏِูŠู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ْุญَู†ِูŠูِูŠَّุฉُ ุงู„ุณَّู…ْุญَุฉُ . ู‚َุงู„َ: ูˆَูƒَุงู†َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَุจْุนَุซُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْู…َุทَุงู‡ِุฑِ، ูَูŠُุคْุชَู‰ ุจِุงู„ْู…َุงุกِ، ูَูŠَุดْุฑَุจُู‡ُ، ูŠَุฑْุฌُูˆ ุจَุฑَูƒَุฉَ ุฃَูŠْุฏِูŠ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠู†َ

๐Ÿ‘ณDiriwayatkan dari Ibn Umar, ia bertanya kepada Nabi :
✒️“Ya Rasulullah, apakah berwudhu dari wudhu baru yang tertutup atau dari tempat-tempat yang lebih engkau senangi?”
☪️Rasulullah menjawab:
✒️Tidak. Tapi dari tempat-tempat berwudhu’.
✒️Agama Allah adalah yang lurus dan mudah.
๐Ÿ‘ณIbn Umar berkata:
✒️“Kemudian Rasulullah menyuruh seseorang menuju tempat-tempat berwudhu dan beliau diberi air, kemudian meminumnya.
✒️Beliau mengharap berkah dari tangan-tangan umat Islam.”
๐Ÿ“š(HR. At-Thabarani dan al-Baihaqi).

๐ŸคฒSalah satu tabarruk kepada orang shalih adalah meminta doa darinya.
๐Ÿ“–Padahal dalam Al-Qur’an disebutkan

ูˆَู‚َุงู„َ ุฑَุจُّูƒُู…ُ ุงุฏْุนُูˆู†ِูŠ ุฃَุณْุชَุฌِุจْ ู„َูƒُู…ْ

✒️Berdoalah kepadaku maka akan Aku kabulkan.
๐Ÿ“š(QS. Ghafir: 60)

๐Ÿค”Kenapa tidak berdoa langsung kepada Allah, malah meminta doa kepada orang lain?
๐Ÿ‘†❎Sebenarnya pertanyaan ini tidak tepat.
❎Maka jawabnya pasti keliru.
✍️Pernyataan yang benar adalah berdoa tetap meminta kepada Allah,
๐ŸคฒTetapi doanya orang yang shalih diharapkan lebih mustajab, dan mengharapkan keberkahan dari doa itu.

๐Ÿ‚Mengenai tabarruk dengan menziarahi kuburnya orang shalih.
✅Tak ada satupun ulama yang melarang ziarah kubur, baik kuburan kerabatnya atau kuburan orang lain, baik orang lain itu ulama atau bukan.
✅Bahkan ziarah kubur itu hukumnya sunnah.
✅Termasuk ziarah kubur orang shalih dalam rangka agar mendapatkan berkahnya.

๐Ÿค”๐Ÿ‚Apakah orang mati bisa memberikan berkah?
๐Ÿ‘†Jika ada pertanyaan seperti itu,
๐Ÿค—Kita bisa balik bertanya,
✍️Apakah orang yang masih hidup bisa memberikan berkah?
๐Ÿค—Atas dasar apa dibedakan antara berkah orang shalih itu bisa didapatkan saat masih hidup dengan sudah wafat?
๐Ÿค—Bukankah keyakinan seperti itu berbahaya, bahwa orang shalih yang masih hidup bisa memberi berkah, sedangkan jika sudah meninggal tak bisa memberi berkah?
๐Ÿค—Siapakah yang memberi berkah?
๐Ÿค—Apakah orang shalih itu atau Allah ?

✍️Jika orang shalih masih hidup itu bisa mendoakan kita, sedangkan jika sudah meninggal sudah tidak bisa mendoakan kita, ya itu benar. Tapi keberkahan itu bukan orang shalih tadi yang memberikan.

๐Ÿค”Bagaimana jika kuburnya itu jauh, sehingga harus mempersiapkan bekal?
๐Ÿง”Memang ada sebagian orang yang melarangnya dengan alasan hadits yang tak boleh mengadakan perjalanan kecuali kepada 3 masjid.

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ، ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ: “ู„ุงَ ุชُุดَุฏُّ ุงู„ุฑِّุญَุงู„ُ ุฅِู„َّุง ุฅِู„َู‰ ุซَู„ุงَุซَุฉِ ู…َุณَุงุฌِุฏَ: ุงู„ู…َุณْุฌِุฏِ ุงู„ุญَุฑَุงู…ِ، ูˆَู…َุณْุฌِุฏِ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ، ูˆَู…َุณْุฌِุฏِ ุงู„ุฃَู‚ْุตَู‰” ุตุญูŠุญ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ

✒️Tidaklah dilakukan perjalanan kecuali kepada 3 masjid, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjidil Aqsha.
๐Ÿ“š(Muttafaq alaih).

๐Ÿ‘ณHanya saja, para ulama tak memahami hadits tadi dengan literal.
๐ŸซBuktinya banyak perjalanan selain kepada 3 masjid yang dibolehkan.
⚖️Seperti perjalanan dagang, perjalanan menuntut ilmu, perjalanan wisata, dll.
☪️Bahkan Nabi dahulu mendatangi masjid Quba setiap hari Sabtu, yang mana kebiasaan itu dilanjutkan oleh Ibnu Umar.

ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„ู‡ِ ุจْู†ِ ุฏِูŠู†َุงุฑٍ، ุฃَู†َّ ุงุจْู†َ ุนُู…َุฑَ ูƒَุงู†َ ูŠَุฃْุชِูŠ ู‚ُุจَุงุกً ูƒُู„َّ ุณَุจْุชٍ، ูˆَูƒَุงู†َ ูŠَู‚ُูˆู„ُ: ุฑَุฃَูŠْุชُ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَุฃْุชِูŠู‡ِ ูƒُู„َّ ุณَุจْุชٍ

๐Ÿ‘ณDari Abdullah bin Dinar, sesungguhnya Ibnu Umar mendatangi Quba’ setiap sabtu.
๐Ÿ‘ณDia berkata:
✒️Saya melihat Nabi mendatanginya setiap Sabtu.
๐Ÿ“š(HR. Muslim).

๐Ÿ‘ณPara ulama menafsiri tidak diadakan perjalanan itu tidak adanya keutamaan masjid kecuali dari 3 masjid diatas, maksudnya semua masjid selain 3 masjid diatas itu sama kedudukannya.
๐Ÿ‘ณIbnu Qudamah al-Hanbali (w. 620 H) menyebutkan dalam al-Mughni:

ูَุตْู„ٌ: ูَุฅِู†ْ ุณَุงูَุฑَ ู„ِุฒِูŠَุงุฑَุฉِ ุงู„ْู‚ُุจُูˆุฑِ ูˆَุงู„ْู…َุดَุงู‡ِุฏِ. ูَู‚َุงู„َ ุงุจْู†ُ ุนَู‚ِูŠู„ٍ: ู„َุง ูŠُุจَุงุญُ ู„َู‡ُ ุงู„ุชَّุฑَุฎُّุตُ؛ ู„ِุฃَู†َّู‡ُ ู…َู†ْู‡ِูŠٌّ ุนَู†ْ ุงู„ุณَّูَุฑِ ุฅู„َูŠْู‡َุง، ู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ – ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ -: ู„َุง ุชُุดَุฏُّ ุงู„ุฑِّุญَุงู„ُ ุฅู„َّุง ุฅู„َู‰ ุซَู„َุงุซَุฉِ ู…َุณَุงุฌِุฏَ. ู…ُุชَّูَู‚ٌ ุนَู„َูŠْู‡ِ، ูˆَุงู„ุตَّุญِูŠุญُ ุฅุจَุงุญَุชُู‡ُ، ูˆَุฌَูˆَุงุฒُ ุงู„ْู‚َุตْุฑِ ูِูŠู‡ِ؛ ู„َุงู†َ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ – ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ – ูƒَุงู†َ ูŠَุฃْุชِูŠ ู‚ُุจَุงุกَ ุฑَุงูƒِุจًุง ูˆَู…َุงุดِูŠًุง، ูˆَูƒَุงู†َ ูŠَุฒُูˆุฑُ ุงู„ْู‚ُุจُูˆุฑَ، ูˆَู‚َุงู„َ: ุฒُูˆุฑُูˆู‡َุง ุชُุฐَูƒِّุฑْูƒُู…ْ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉَ

๐ŸซJika seseorang bepergian ke Kuburan atau tempat-tempat bersejarah,
๐Ÿ‘ณMaka Ibnu Aqil berkata:
✒️Dia tidak mendapatkan rukhshah (qashar), karena Nabi melarang bepergian jauh kecuali ke 3 masjid.
๐Ÿ‘ณAdapun pendapat yang shahih
๐Ÿ‘‡Adalah
✅Boleh, dan mendapatkan rukhshah qashar.
✅Karena Nabi juga bepergian ke Quba’,
✅Nabi juga ziarah kubur.
☪️Nabi bersabda:
✒️Ziarah kuburlah, karena akan mengingatkan akhirat.

๐Ÿ“–Hadits tentang tidak boleh bepergian kecuali ke tiga masjid ini selalu dijadikan dalil pelarangan bepergian, terkhusus ke kubur para ulama’.
๐Ÿง”Jika dalil ini digunakan secara umum pelarangan bepergian, pastinya bepergian ke daerah lain untuk kunjungan, studi banding, belajar, bekerja atau hanya sekedar wisata juga dilarang.
๐Ÿง”Nyatanya hal-hal itu juga tidak dilarang bahkan oleh kalangan yang melarang ziarah makam ulama’ sekalipun.
๐Ÿค”Jika bepergian hanya sekedar wisata ke Eropa saja tidak dilarang, mengapa bepergian untuk ziarah kubur para ulama itu dilarang.

๐Ÿ‘ณPara ulama memaknai hadits ini, bahwa tidak ada bumi yang mulya untuk dikunjungi kecuali kepada tiga masjid tadi.
๐Ÿ‘‡Artinya
✅Tidak ada sejengkal bumi yang mulya yang mempunyai kemulyaan untuk dikunjungi kecuali ke tiga masjid tadi. Sebagaimana dikutip dari fatwa Daar Al Ifta

✅Karena mustatsna itu ada dari jenisnya mustasna minhu.
๐Ÿ‘‡Artinya:
๐Ÿ•ŒYang dikecualikan adalah tiga masjid dari mustastna minhu masjid juga, maka tidak dibenarkan mengkhususkan bepergian kepada selain tiga masjid tadi karena keyakinan tempat itu mempunyai keutamaan.

๐ŸซTetapi jika bepergian kepada suatu tempat bukan karena meyakini keutamaan tempatnya, tetapi orang yang menempati tempat itu maka hukumnya boleh.
๐Ÿ•ŒSebagaimana pergi ke suatu masjid karena di masjid itu ada kajian seorang ustadz atau karena silaturrahim maka hukumnya boleh.
๐Ÿ‚Maka mengadakan bepergian untuk ziarah kubur Ulama hukumnya boleh. Ini berbicara tentang hukum mengadakan bepergiannya.
๐Ÿ‘ณSebagaimana Ibnu Hajar dalam
๐Ÿ“šKitabnya Fathu al-Bari berkata:

ู‚ูˆู„ู‡ : ุฅู„ุง ุฅู„ู‰ ุซู„ุงุซุฉ ู…ุณุงุฌุฏ ุงู„ู…ุณุชุซู†ู‰ ู…ู†ู‡ ู…ุญุฐูˆู،ูุฅู…ุง ุฃู† ูŠู‚ุฏุฑ ุนุงู…ุงً ููŠุตูŠุฑ:ู„ุง ุชุดุฏ ุงู„ุฑุญุงู„ ุฅู„ู‰ ู…ูƒุงู† ููŠ ุฃูŠ ุฃู…ุฑ ูƒุงู† ุฅู„ุง ู„ุซู„ุงุซุฉ ุฃูˆ ุฃุฎุต ู…ู† ุฐู„ูƒ ،ู„ุง ุณุจูŠู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฃูˆู„ ู„ุฅูุถุงุฆู‡ ุฅู„ู‰ ุณุฏ ุจุงุจ ุงู„ุณูุฑ ู„ู„ุชุฌุงุฑุฉ ูˆุตู„ุฉ ุงู„ุฑุญู… ูˆุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ูˆุบูŠุฑู‡ุง، ูุชุนูŠู† ุงู„ุซุงู†ูŠ، ูˆุงู„ุฃูˆู„ู‰ ุฃู† ูŠู‚ุฏุฑ ู…ุง ู‡ูˆ ุฃูƒุซุฑ ู…ู†ุงุณุจุฉ ูˆู‡ูˆ : ู„ุง ุชุดุฏ ุงู„ุฑุญุงู„ ุฅู„ู‰ ู…ุณุฌุฏ ู„ู„ุตู„ุงุฉ ููŠู‡ ุฅู„ุง ุฅู„ู‰ ุงู„ุซู„ุงุซุฉ ، ููŠุจุทู„ ุจุฐู„ูƒ ู‚ูˆู„ ู…ู† ู…ู†ุน ุดุฏ ุงู„ุฑุญุงู„ ุฅู„ู‰ ุฒูŠุงุฑุฉ ุงู„ู‚ุจุฑ ุงู„ุดุฑูŠู ูˆุบูŠุฑู‡ ู…ู† ู‚ุจูˆุฑ ุงู„ุตุงู„ุญูŠู†

✒️Adapun sabda Nabi [tidak boleh bepergian kecuali kepada tiga masjid] maka mustatsna minhunya dibuang. Jika dikira-kirakan keumuman larangan itu, maka akan menjadi tidak boleh bepergian kemanapun kecuali ke tiga tempat itu.
✒️Maka hal itu akan menghalangi bolehnya bepergian untuk bisnis, silaturrahim, mencari ilmu dan lain sebagainya.

            ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Ÿ™Salam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber


Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad