⚛️๐๐๐ฃ๐ข๐๐ง ๐๐ค๐ข๐๐๐ก :๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐'๐๐?
⚛️*"๐๐ฌ๐ฐ๐๐ฃ๐_๐๐ฒ๐๐๐ซ"*๐ก
⬇️ Telegram Link
Https://t.me/Andi_Supriadi65
Https://t.me/Aswaja_Cyber
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
⚛️๐๐๐ฃ๐ข๐๐ง ๐๐ค๐ข๐๐๐ก :
๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐'๐๐?
๐ณAhlussunnah Wal Jamฤ'ah (Aswaja)
Membedakan antara teks wahyu (Al-Qur'an dan Sunnah), Penafsiran dan penerapannya, dalam upaya melakukan tahqฤซq manฤth (memastikan kecocokan sebab hukum pada kejadian) dan takhrฤซj manฤth (memahami sebab hukum). Metodologi inilah yang melahirkan Aswaja.
๐ณAswaja adalah mayoritas umat Islam sepanjang masa dan zaman, sehingga golongan lain menyebut mereka dengan sebutan:
✅"Al-'ฤmmah (orang-orang umum) atau Al-Jumhลซr",
✅Karena lebih dari 90 persen umat Islam adalah Aswaja.
๐ณMereka mentransmisikan teks wahyu dengan sangat baik,
✅Mereka menafsirkannya,
✅Menjabarkan yang mujmal (global),
✅Kemudian memanifestasikannya dalam kehidupan dunia ini,
✅Sehingga mereka memakmurkan bumi dan semua yang berada di atasnya.
๐ณAswaja adalah golongan yang
๐Menjadikan
๐Hadis Jibrฤซl yang diriwayatkan oleh
๐ณMuslim dalam Shahฤซh-nya,
✍️Sebagai Dalil pembagian pilar agama menjadi tiga:
✅Iman,
✅Islam
✅Dan Ihsฤn,
✍️Untuk kemudian membagikan Ilmu kepada tiga ilmu utama, yaitu:
✅Akidah,
✅Fiqih
✅Dan suluk.
๐ณSetiap imam dari para imam Aswaja telah melaksanakan tugas sesuai bakat yang Allah berikan.
๐ณMereka bukan hanya memahami teks wahyu saja,
✅Tapi mereka juga menekankan pentingnya memahami realitas kehidupan.
๐ณAl-Qarฤfฤซ dalam kitab Tamyฤซz Al-Ahkฤm menjelaskan:
✒️Kita harus memahami realitas kehidupan kita.
✒️Karena jika kita mengambil hukum yang ada di dalam kitab-kitab dan serta-merta menerapkannya kepada realitas apapun, tanpa kita pastikan kesesuaian antara sebab hukum dan realitas kejadian, maka kita telah menyesatkan manusia.
✍️Disamping memahami teks wahyu dan memahami realitas,
๐ณAswaja juga menambahkan unsur penting ketiga,
๐Yaitu
✅Tata cara memanifestasikan atau menerapkan teks wahyu yang absolut kepada realitas kejadian yang bersifat relatif.
✅Semua ini ditulis dengan jelas oleh mereka, dan ini juga yang dijalankan hingga saat ini.
๐คฒSegala puji hanya bagi Allah yang karena anugerah-Nya semua hal baik menjadi sempurna.
๐งInilah yang tidak dimiliki oleh kelompok-kelompak radikal.
๐งMereka tidak memahami teks wahyu.
๐งMereka meyakini bahwa semua yang terlintas di benak mereka adalah kebenaran yang wajib mereka ikuti dengan patuh.
๐งMereka tidak memahami realitas kehidupan.
๐งMereka juga tidak memiliki metode dalam menerapkan teks wahyu pada tataran realitas.
๐งKarena itu mereka sesat dan menyesatkan,
๐ณSeperti yang imam Al-Qarฤfฤซ jelaskan di atas.
๐ณAswaja tidak mengafirkan siapapun,
๐Kecuali
✅Orang yang mengakui bahwa ia telah keluar dari Islam,
✅Juga orang yang keluar dari barisan umat Islam.
๐ณ๐Aswaja tidak pernah mengafirkan orang yang salat menghadap kiblat.
๐ณ๐Aswaja tidak pernah menggiring manusia untuk mencari kekuasaan,
๐Menumpahkan darah,
๐Dan tidak pula mengikuti syahwat birahi (yang haram).
๐คAswaja menerima perbedaan dan menjelaskan dalil-dalil setiap permasalahan,
๐คSerta menerima kemajemukan dan keragaman dalam akidah, atau fiqih, atau tasawuf:
(Mengutip 3 bait dari Al-Burdah):
✒️"Para nabi semua meminta dari dirinya.
✒️Seciduk lautan kemuliaannya dan setitik hujan ilmunya.
✒️Para nabi sama berdiri di puncak mereka.
✒️Mengharap setitik ilmu atau seonggok hikmahnya.
✒️Dialah Rasul yang sempurna batin dan lahirnya.
✒️Terpilih sebagai kekasih Allah Pencipta manusia."
๐ณAswaja berada di jalan cahaya terang yang malamnya seterang siangnya,
๐งOrang yang keluar dari jalan itu pasti celaka.
๐ณAswaja menyerukan pada kebajikan,
๐Dan melarang kemungkaran.
๐ณMereka juga waspada dalam menjalankan agama,
๐Mereka tidak pernah menjadikan kekerasan sebagai jalan.
๐ณDiriwayatkan dari sahabat Abu Musa Al-Asy'arฤซ,
☪️Bahwa Rasulullah SAW. bersabda:
✒️"...hingga seseorang membunuh tetangganya, saudaranya, pamannya dan sepupunya.",
๐ณPara sahabat tercengang:
✒️"Subhฤnallah, apakah saat itu mereka punya akal yang waras?"
☪️Rasulullah menjawab:
✒️"Tidak. Allah telah mencabut akal orang-orang yang hidup pada masa itu, sehingga mereka merasa benar, padahal mereka tidaklah dalam kebenaran."
☪️Rasulullah juga bersabda:
✒️"Barangsiapa yang keluar dari barisan umatku, menikam (membunuh) orang saleh dan orang jahatnya, ia tidak peduli pada orang mukmin juga tidak menghormati orang yang melakukan perjanjian damai (ahlu dzimmah), sungguh dia bukanlah bagian dari saya, dan saya bukanlah bagian dari dia."
๐ณAswaja memahami syariat dari awalnya.
๐Mereka memahami ✅"Bismillฤhirrahmฤnirrahฤซm" (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).
☪️Allah Menyebutkan dua nama-Nya, yaitu Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
☪️๐Allah tidak mengatakan:
✅"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Membalas dan Maha Kuat".
☪️Justru Allah menyampaikan pesan keindahan dalam keindahan (melalui Ar-Rahmฤn dan Ar-Rahฤซm).
☪️Allah tidak mengenalkan diri-Nya dengan keagungan-Nya SWT.
๐ณKami belajar
✅"Bismillฤhirrahmฤnirrahฤซm" di Al-Azhar.
๐ณPara ulama Al-Azhar saat menafsirkannya menjelaskan dengan banyak ilmu.
๐ณMereka menjelaskan
✅"Bismillฤhirrahmฤnirrahฤซm" dari banyak perspektif ilmu: fiqih, mantiq (logika), akidah, suluk dan balaghah.
๐ณMereka sabar duduk menjelaskannya dengan begitu lama dan panjang, hingga kita menyangka bahwa penjelasan mereka tidak ada ujungnya.
๐Kemudian,
๐งSetelah musibah (teror golongan radikal) ini menimpa,
๐คKita baru memahami bahwa metode mengajar ulama Al-Azhar itu merupakan kebenaran.
๐ณMereka membangun piramida (ilmu kita) sesuai cara yang benar:
✅Membangun pondasi piramida dari bawah, hingga sampai pada ujung lancipnya yang berada di atas.
๐งSementara kelompok radikal membalik cara membangun piramida (ilmu mereka, ujungnya di bawah, dan pondasinya di atas) hingga piramida itu runtuh mengenai kepala mereka sendiri.
๐ณAswaja tidak memungkiri peran akal, bahkan mereka mampu mensinergikan akal dan teks wahyu, serta mampu hidup damai bersama golongan lain.
๐ณ๐Aswaja tidak pernah membuat opini umum palsu (memprovokasi).
๐ณMereka tidak pernah bertabrakan (melakukan kekerasan) dengan siapapun di jagad raya.
๐ณ๐คAswaja justru membuka hati dan jiwa mereka untuk semua orang, hingga mereka berbondong-bondong masuk Islam.
๐ณPara ulama Aswaja telah melaksanakan apa yang harus mereka lakukan pada zaman mereka.
✍️Karena itu kita juga harus melaksanakan kewajiban kita di zaman ini dengan baik.
✍️Kita wajib memahami teks wahyu, memahami realitas dan mempelajari metode penerapan teks wahyu pada realitas.
๐ณAswaja memperhatikan dengan cermat 4 faktor perubahan,
๐Yaitu:
✅Waktu, tempat, individu dan keadaan.
๐ณAl-Qarฤfฤซ menulis kitab luar biasa yang bernama
๐Al-Furลซq untuk membangun naluri ilmiah (malakah) hingga kita mampu melihat perbedaan detail.
๐ณAwal yang benar akan mengantar pada akhir yang benar juga.
๐งKarena itu, barangsiapa yang mempelajari alfabet ilmu (pondasi awal ilmu) dengan salah, maka ia akan membaca dengan salah juga, lalu memahami dengan salah, kemudian menerapkan dengan salah, hingga ia menghalangi manusia dari jalan Allah tanpa ia sadari.
✍️Inilah yang terjadi (dan yang membedakan) antara orang yang belajar ilmu bermanfaat,
๐Terutama
๐Al-Azhar sebagai pemimpin lembaga-lembaga keilmuan,
๐งDan antara orang yang mengikuti hawa nafsunya, merusak dunia dan menjelekkan citra Islam serta kaum muslimin.
๐ณPesan saya kepada umat Islam dan dunia luar:
✒️Ketahuilah bahwa Al-Azhar adalah pembina Aswaja.
๐งSungguh oknum-oknum (yang membencinya) telah menyebar kabar keji, dusta dan palsu bahwa Al-Azhar telah mengalami penetrasi (dan lumpuh).
๐งMereka ingin membuat umat manusia meragukan Al-Azhar sebagai otoritas yang terpercaya, hingga mereka tidak mau kembali lagi kepada Al-Azhar sebagai tempat rujukan dan perlindungan.
๐Al-Azhar tetap berdiri dengan pertolongan Allah SWT, dibawah pimpinan grand syaikhnya.
๐Setiap hari Al-Azhar berusaha untuk mencapai tujuan-tujuan mulianya, juga membuka mata seluruh dunia, menyelamatkan mereka dari musibah (radikalisme) yang menimpa.
๐Al-Azhar tidak disusupi dan tak akan lumpuh selamanya hingga hari akhir, karena Allah Yang membangunnya dan melindunginya.
☪️Allah juga Yang mentakdirkan orang-orang pilihan-Nya untuk mejalankan manhaj Aswaja di Al-Azhar, meski orang fasik tidak menyukainya.
๐คฒDoakanlah untuk kami, semoga Allah memberi kami tuntunan taufฤซq agar kami bisa melakukan hal yang dicintai dan diridhoi-Nya.
๐คฒDoakan agar kami mampu menyebar luaskan agama yang benar ini, dengan pemahaman dan praktek yang benar juga, dan semoga kami mampu menjelaskan jalan yang penuh cahaya ini kepada umat manusia, sesuai ajaran Rasulullah.
๐คฒDoakan kami semoga Allah membimbing kita semua -di muktamar ini, dan pasca muktamar- semoga muktamar ini bisa menjadi awal perbaikan citra Islam di kalangan korban Islamophobia, baik muslim maupun non-muslim.
✍️Oleh :
๐ณMaulana Syekh Ali Jum'ah
*) Tulisan ini disampaikan pada sambutan pembukaan Muktamar Ahlussunnah wal-Jama'ah di Chechnya, 25 Agustus 2016. Teks Arab dialihbahasakan ke bahasan Indonesia oleh KH Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriyah PBNU
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Salam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber
Komentar
Posting Komentar