๐๐๐ฒ๐ผ๐ช๐ฑ ๐ก๐ช๐ผ๐พ๐ต๐พ๐ต๐ต๐ช๐ฑ ๐ข๐๐ฆ :๐ง๐ด๐ฌ๐ต๐ฎ๐ฌ๐ต๐จ๐ณ ๐ด๐จ๐น๐ฐ๐๐จ๐ฏ ๐จ๐ณ - ๐ธ๐ฐ๐ฉ๐ป๐ฐ๐๐จ๐ฏ
๐ข⃤*๐๐ฌ๐ฐ๐๐ฃ๐_๐๐ฒ๐๐๐ซ*๐ก
๐ Telegram⬇️
Https://t.me/tinta_sufi
Https://t.me/Aswaja_Cyber
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
๐๐๐ฒ๐ผ๐ช๐ฑ ๐ก๐ช๐ผ๐พ๐ต๐พ๐ต๐ต๐ช๐ฑ ๐ข๐๐ฆ :
๐ง๐ด๐ฌ๐ต๐ฎ๐ฌ๐ต๐จ๐ณ ๐ด๐จ๐น๐ฐ๐๐จ๐ฏ ๐จ๐ณ - ๐ธ๐ฐ๐ฉ๐ป๐ฐ๐๐จ๐ฏ๐งSeorang wanita asal Mesir yang dihadiahkan
๐Oleh
๐Muqauqis, penguasa Mesir,
๐Kepada
☪️Rasulullah SAW tahun 7 H.
๐งSetelah dimerdekakan lalu dinikahi
๐Oleh
☪️Rasulullah dan mendapat seorang putra bernama Ibrahim.
๐งSepeninggal Rasulullah dia dibiayai
๐Oleh
๐ณAbu Bakar kemudian Umar dan meninggal pada masa kekhalifahan Umar.
๐ซDari Mesir ke Yastrib
๐งTentang nasab Mariyah, tidak banyak yang diketahui selain nama ayahnya.
๐งNama lengkapnya adalah Mariyah binti Syama’un dan dilahirkan di dataran tinggi Mesir yang dikenal dengan nama Hafn.
๐ณAyahnya berasal dan Suku Qibti, dan ibunya adalah penganut agama Masehi Romawi.
๐งSetelah dewasa, bersama saudara perempuannya, Sirin, Mariyah dipekerjakan pada Raja Muqauqis.
☪️Rasulullah mengirim surat kepada Muqauqis
๐Melalui
๐ณHatib bin Abi Baltaah, rnenyeru raja agar memeluk Islam.
๐Raja Muqauqis menerima Hatib dengan hangat,
๐คNamun dengan ramah dia menolak memeluk Islam, justru dia mengirimkan Mariyah, Sirin, dan seorang budak bernama Maburi, serta hadiah-hadiah hasil kerajinan dari Mesir untuk Rasulullah.
๐ซDi tengah perjalanan, Hatib rnerasakan kesedihan hati Mariyah karena harus meninggalkan kampung halamannya.
๐ณHatib menghibur mereka dengan menceritakan tentang Rasulullah dan Islam, kemudian mengajak mereka memeluk Islam. Mereka pun menerima ajakan tersebut.
☪️Rasulullah telah menerima kabar penolakan Muqauqis dan hadiahnya, dan betapa terkejutnya Rasulullah terhadap budak pemberian Muqauqis itu.
☪️Beliau mengambil Mariyah untuk dirinya dan menyerahkan Sirin kepada penyairnya, Hasan bin Tsabit.
๐งIstri-istri Nabi yang lain sangat cemburu atas kehadiran orang Mesir yang cantik itu sehingga Rasulullah harus menitipkan Mariyah di rumah Haritsah bin Nu’man yang terletak di sebelah masjid.
☪️Allah menghendaki Mariyah al-Qibtiyah melahirkan seorang putra Rasulullah setelah Khadijah. Betapa gembiranya Rasulullah mendengar berita kehamilan Mariyah, terlebih setelah putra-putrinya, yaitu Abdullah, Qasim, dan Ruqayah meninggal dunia.
๐งMariyah mengandung setelah setahun tiba di Madinah. Kehamilannya membuat istri-istri Rasul cemburu karena telah beberapa tahun mereka menikah, namun tidak kunjung dikaruniai seorang anak pun.
☪️Rasulullah menjaganya dan kandungannya dengan sangat hati-hati.
๐คฑPada bulan Dzulhijjah tahun kedelapan hijrah, Mariyah melahirkan bayinya yang kemudian Rasulullah memberinya nama Ibrahim demi mengharap berkah dari nama bapak para nabi, Ibrahim. Lalu beliau memerdekakan Mariyah sepenuhnya. Kaum muslimin menyambut kelahiran putra Rasulullah dengan gembira.
๐งAkan tetapi, di kalangan istri Rasul lainnya api cemburu tengah membakar, suatu perasaan yang Allah ciptakan dominan pada kaum wanita. Rasa cemburu semakin tampak bersamaan dengan terbongkarnya rahasia pertemuan Rasulullah dengan Mariyah di rumah Hafshah, sedangkan Hafshah tidak berada di rumahnya. Hal ini menyebabkan Hafshah marah. Atas kemarahan Hafshah itu Rasulullah mengharamkan Mariyah atas diri beliau.
๐Kaitannya dengan hal itu,
☪️Allah telah menegur lewat firman-Nya (yang artinya),
َٰูุٓฃََُّููุง ูฑَّููุจُِّู ِูู
َ ุชُุญَุฑِّู
ُ ู
َุงٓ ุฃَุญََّู ูฑَُّููู ََูู ۖ ุชَุจุۡชَุบِู ู
َุฑุۡถَุงุชَ ุฃَุฒَٰูุۡฌَِู ۚ َููฑَُّููู ุบَُููุฑٌ ุฑَّุญِูู
ٌ
✒️Hai Muhammad, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
๐(QS At-Tahriim:1)
๐งAisyah mengungkapkan rasa cemburunya kepada Mariyah,
✒️“Aku tidak pernah cemburu kepada wanita kecuali kepada Mariyah karena dia berparas cantik dan Rasulullah sangat tertarik kepadanya.
✒️Ketika pertama kali datang, Rasulullah menitipkannya di rumah Haritsah bin Nu’man al-Anshari, lalu dia menjadi tetangga kami.
✒️Akan tetapi, beliau sering kali di sana siang dan malam. Aku merasa sedih.
✒️Oleh karena itu, Rasulullah memindahkannya ke kamar atas, tetapi beliau tetap mendatangi tempat itu.
✒️Sungguh, itu lebih menyakitkan bagi karni.”
๐Di dalam riwayat lain dikatakan bahwa Aisyah berkata,
✒️“Allah memberinya anak, sementara kami tidak dikaruni anak seorang pun.”
๐งBeberapa orang dari kalangan golongan munafik menuduh Mariyah telah melahirkan anak hasil perbuatan serong dengan Maburi, budak yang menemaninya dari Mesir dan kemudian menjadi pelayan bagi Mariyah.
๐Akan tetapi,
☪️Allah membukakan kebenaran untuk diri Mariyah setelah Ali radhiallahu ‘anhu menemui Maburi dengan pedang terhunus. Maburi menuturkan bahwa dirinya adalah laki-laki yang telah dikebiri oleh raja.
๐ถPada usianya yang kesembilan belas bulan, Ibrahim jatuh sakit sehingga meresahkan kedua orang tuanya. Mariyah bersama Sirin senantiasa menunggui Ibrahim.
๐Suatu malam, ketika sakit Ibrahim bertambah parah, dengan perasaan sedih Nabi bersama Abdurrahman bin Auf pergi ke rumah Mariyah.
๐ถKetika Ibrahim dalam keadaan sekarat,
☪️Rasulullah bersabda,
✒️“Kami tidak dapat menolongmu dari kehendak Allah, wahai Ibrahim.”
๐ขTanpa beliau sadari, air mata telah bercucuran.
๐Ketika Ibrahim meninggal dunia,
☪️Beliau kembali bersabda,
✒️“Wahai Ibrahim, seandainya ini bukan perintah yang haq, janji yang benar, dan masa akhir kita yang menyusuli masa awal kita, niscaya kami akan merasa sedih atas kematianmu lebih dari ini.
✒️Kami semua merasa sedih, wahai Ibrahim…Mata kami menangis, hati kami bersedih, namun kami tidak akan mengucapkan sesuatu yang menyebabkan murka Allah.”
☪️Demikianlah keadaan Nabi ketika menghadapi kematian putranya. Walaupun tengah berada dalam kesedihan, beliau tetap berada dalam jalur yang wajar sehingga tetap menjadi contoh bagi seluruh manusia ketika menghadapi cobaan besar. Rasulullah mengurus sendiri jenazah anaknya kemudian beliau menguburkannya di Baqi’.
☪️๐Setelah Rasulullah wafat,
๐งMariyah hidup menyendiri dan menujukan hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah.
๐Dia wafat lima tahun setelah wafatnya Rasulullah, yaitu pada tahun ke-46 hijrah, pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab.
๐ณKhalifah sendiri yang menyalati jenazah Mariyah al-Qibtiyah, kemudian dikebumikan di Baqi’.
๐คฒSemoga Allah menempatkannya pada kedudukan yang mulia dan penuh berkah. Amin.
✍️Sumber:
๐Buku Dzaujatur-Rasulullah.
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Salam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber
Komentar
Posting Komentar