๐๐๐ฒ๐ผ๐ช๐ฑ ๐ก๐ช๐ผ๐พ๐ต๐พ๐ต๐ต๐ช๐ฑ ๐ข๐๐ฆ :☪️๐ต๐จ๐ฉ๐ฐ ๐ด๐ผ๐ฏ๐จ๐ด๐ด๐จ๐ซ ๐บ๐จ๐พ ๐ฉ๐ฌ๐น๐๐ฐ๐จ๐น๐จ๐ฏ ๐ฒ๐ฌ ๐ด๐จ๐ฒ๐จ๐ด ๐ฐ๐ฉ๐ผ๐ต๐ซ๐จ๐ต๐๐จ
๐๐๐ฒ๐ผ๐ช๐ฑ ๐ก๐ช๐ผ๐พ๐ต๐พ๐ต๐ต๐ช๐ฑ ๐ข๐๐ฆ :
☪️๐ต๐จ๐ฉ๐ฐ ๐ด๐ผ๐ฏ๐จ๐ด๐ด๐จ๐ซ ๐บ๐จ๐พ ๐ฉ๐ฌ๐น๐๐ฐ๐จ๐น๐จ๐ฏ ๐ฒ๐ฌ ๐ด๐จ๐ฒ๐จ๐ด ๐ฐ๐ฉ๐ผ๐ต๐ซ๐จ๐ต๐๐จ๐ณBanyak kaum muslimin yang antusias melakukan ziarah kubur.
๐Ziarah kubur menurut hukum asalnya adalah boleh karena bertujuan untuk mengingatkan manusia kepada akhirat.
๐Disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW sebagaimana yang
๐Diriwayatkan oleh
๐ณImam Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata,
✒️“Rasulullah SAW ziarah ke makam ibunya, beliau menangis, membuat orang-orang di sekelilingnya ikut menangis.”
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ، َูุงَู: ุฒَุงุฑَ ุงَّููุจُِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ َูุจْุฑَ ุฃُู
ِِّู، َูุจََูู َูุฃَุจَْูู ู
َْู ุญََُْููู، ََููุงَู: ุงุณْุชَุฃْุฐَْูุชُ ุฑَุจِّู ِูู ุฃَْู ุฃَุณْุชَุบِْูุฑَ ََููุง ََููู
ْ ُูุคْุฐَْู ِูู، َูุงุณْุชَุฃْุฐَْูุชُُู ِูู ุฃَْู ุฃَุฒُูุฑَ َูุจْุฑََูุง َูุฃُุฐَِู ِูู، َูุฒُูุฑُูุง ุงُْููุจُูุฑَ َูุฅََِّููุง ุชُุฐَِّูุฑُ ุงْูู
َْูุชَ
๐ณDari Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb,
๐Mereka berdua berkata:
๐ณMuhammad Bin Ubaid menuturkan kepada kami:
๐Dari
๐ณYaziid bin Kasyaan, ia berkata:
๐Dari
๐ณAbu Haazim, ia berkata:
๐Dari
๐ณAbu Hurairah, ia berkata:
✒️Rasulullah berziarah kepada makam ibunya, lalu beliau menangis, kemudian menangis pula lah orang-orang di sekitar beliau
๐ถBeliau lalu bersabda:
✒️“Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun aku tidak diizinkan melakukannya.
✒️Maka aku pun meminta izin untuk menziarahi kuburnya, aku pun diizinkan. Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkan engkau akan kematian”
๐(HR. Muslim)
๐Diantara faedah dari hadits ini adalah bolehnya mengadakan ziarah ke makam orang tua.
☪️Bahkan Nabi Muhammad ShallaAllahu memerintahkan berziarah ke kubur, karena hal itu bisa mengingatkan kepada kematian.
✍️Sudah banyak yang tahu bahwa
๐Makam Aminah, ibu Nabi Muhammad ShallaAllahu alaihi wa sallam berada di sebuah desa bernama Abwa’. Daerah yang sekarang disebut dengan nama kharibah. Jarak dari Abwa’ ke Madinah adalah 180 Km, tulis salah satu artikel alarabiya.net
๐ซJarak 180 km zaman dahulu pasti bukan jarak yang pendek lagi.
๐Dalam kitab fiqih disebutkan bahwa jarak bepergian yang dibolehkan safar diantaranya adalah sekitar 85 km.
๐Artinya
☪️Nabi Muhammad telah mengadakan perjalanan untuk mengunjungi makam Ibunya.
ููุช ูููุชูู
ุนู ุฒูุงุฑุฉ ุงููุจูุฑ ุฃูุง ูุฒูุฑููุง ูุฅููุง ุชุฑู ุงูููุจ ، ูุชุฏู
ุน ุงูุนูู ، ูุชุฐูุฑ ุงูุขุฎุฑุฉ ، ููุง ุชููููุง ูุฌุฑุง
✒️Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur.
✒️Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur.
✒️Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah
๐(HR. Al Haakim)
๐ณPara Ulama ahli ushul fiqih berbeda pendapat mengenai Amar setelah Nahyi, perintah setelah larangan.
๐Pendapat pertama,
✅Amar setelah Nahyi berfaedah “Wajib“.
✅Ini adalah pendapat sebagian Hanafiyyah, Syafi’iyyah, Ibnu Hazm.
๐Pendapat kedua,
✅Berfaedah “Mubah“.
✅Ini adalah pendapat Malik, Syafi’i dan Hanbaliyah.
๐Pendapat ketiga,
✅Hukum dikembalikan kepada hukum awal sebelum adanya nahyi.
๐งIni adalah pendapat Ibnu Taymiyyah ( Rujukan para Wahabi ).
๐Pendapat keempat;
✅Tawaqquf atau tidak menentukan sikap.
✅Ini adalah pendapat Al Juwaini dan Al Amidi.
๐✅Artinya semua sepakat tidak ada larangan untuk ziarah kubur, baik kedua orang tua, saudara, teman termasuk kubur orang shalah.
๐Dalam Ushul Fiqih, dikenal kaedah:
ุฃู ูููุณุงุฆู ุฃุญูุงู
ุงูู
ูุงุตุฏ
✒️Wasilah/perantara terhadap sesuatu itu hukumnya seperti tujuan sesuatu tersebut.
๐Sebagai contoh
๐งSholat lima waktu hukumnya wajib, maka mengetahui masuknya waktu shalat hukumnya juga wajib.
๐Sebagaimana ziarah ke kubur itu hukumnya sunnah, ada yang mengatakan mubah. Maka mengadakan perjalanan untuk ziarah hukumnya mubah.
๐ณTernyata para ulama salaf dahulu juga punya kebiasaan untuk tetap menziarahi ulama lain meski sudah wafat..
๐Dalam kitab Dzail Thabaqat al-Hanabilah, Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H) menceritakan,
๐Suatu ketika
๐ณIbnu al-Jauzi (w. 597 H) berkata:
ูุงู: ูุชููู
ุช ูู ุฌุงู
ุน ุงูู
ูุตูุฑ ูุฐู ุงูุฃูุงู
. ูุจุงุช ูููุชู ูู ุงูุฌุงู
ุน ุฎูู ูุซูุฑ. ูุฎุชู
ุช ุงูุฎุชู
ุงุช. ูุงุฌุชู
ุน ุงููุงุณ ุจูุซุฑุฉ. ูุญุฑุฒ ุงูุฌู
ุน ุจู
ุงุฆุฉ ุฃูู. ูุชุงุจ ุฎูู ูุซูุฑ. ููุทุนุช ุดุนูุฑูู
، ุซู
ูุฒูุช ูู
ุถูุช ุฅูู ูุจุฑ ุฃุญู
ุฏ. ูุชุจุนูู ุฎูู ูุซูุฑ ุญุฑุฒูุง ุจุฎู
ุณุฉ ุขูุงู
✒️Saya berbicara di al-Jami’ (masjid) al-Manshur hari-hari ini.
✒️Banyak orang menginap disitu, mereka juga mengkhatamkan al-Qur’an berkali-kali.
✒️Orang-orang bertambah banyak, hingga sampai seratus ribuan orang.
✒️Banyak yang bertaubat disana.
✒️Lalu saya turun dari masjid dan menuju kuburan Imam Ahmad bin Hanbal.
✒️Orang-orang banyak yang mengikuti saya, sampai sekitar lima ribuan orang
๐ณBeliau beserta sekitar 5 ribuan jama’ahnya ziarah ke makam Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) di Baghdad, di pekuburan Bab Harb di Daerah Harbiyyah.
๐Kuburan Imam Ahmad ini memang banyak yang menziarahinya, sebagaimana dikatakan oleh sejarawan Ibnu Khallikan (w. 681 H)
๐Hal ini memberikan gambaran kepada kita bahwa makam Imam Ahmad bin Hanbal memang diziarahi umat muslim, Imam Ibnu al-Jauzi (w. 597 H) dan para jama’ahnya juga berziarah kesana.
๐ณSelain Ibnu al-Jauzi (w. 597 H) gemar ke kubur orang shalih, beliau juga menganjurkan untuk menziarahinya jika dalam waktu tertentu.
๐Beliau tuliskan dalam buku Shaidu al-Khathi
ูููุฌุนู ุฎููุชู ุฃููุณู، ูุงููุธุฑ ูู ุณูุฑ ุงูุณูู ุฌููุณู! ููุชูู ูู ูุธููุฉ ู
ู ุฒูุงุฑุฉ ูุจูุฑ ุงูุตุงูุญูู ูุงูุฎููุฉ ุจูุง!
✒️Dan sebaiknya seorang itu membiasakan diri menyendiri (khalwat), sering membaca teladan-teladan para ulama salaf.
✒️Sebaiknya seorang juga membiasakan diri untuk ziarah ke kuburan orang-orang shalih dan berkhalwat disana.
Komentar
Posting Komentar