๐Ÿง˜๐Ÿคฒ๐ด๐ท๐ด๐ต ๐ต๐ธ๐‘…๐ท๐‘‚๐ด ๐พ๐ธ๐‘ƒ๐ด๐ท๐ด ๐ด๐ฟ๐ฟ๐ด๐ป ๐ท๐ผ๐ด๐‘Š๐ด๐ฟ๐ผ ๐ท๐ธ๐‘๐บ๐ด๐‘ ๐‘‡๐ด๐‘Š๐ด๐‘†๐‘†๐‘ˆ๐ฟ


⚛️*"๐€๐ฌ๐ฐ๐š๐ฃ๐š_๐‚๐ฒ๐›๐ž๐ซ"*๐Ÿ“ก

⬇️ Telegram Link 
Https://t.me/Andi_Chavlins
Https://t.me/Aswaja_Cyber

             ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

๐Ÿง˜๐Ÿคฒ๐ด๐ท๐ด๐ต ๐ต๐ธ๐‘…๐ท๐‘‚๐ด ๐พ๐ธ๐‘ƒ๐ด๐ท๐ด ๐ด๐ฟ๐ฟ๐ด๐ป ๐ท๐ผ๐ด๐‘Š๐ด๐ฟ๐ผ ๐ท๐ธ๐‘๐บ๐ด๐‘ ๐‘‡๐ด๐‘Š๐ด๐‘†๐‘†๐‘ˆ๐ฟ

๐Ÿ‘ณKH. Mbah Maimoen Zubair Hafidzahullaahu berwasiat tentang pentingnya wasilah (Tawassul).
⬇️Beliau mengingatkan bahwa,
✒️“Yang termasuk orang yang tidak punya adab terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala itu nak,
๐Ÿ‘‡
๐Ÿคฒ❎Orang yang selalu berdo’a langsung minta yang diinginkan tanpa memuji Allah dahulu,
๐Ÿคฒ❎Tanpa wasilah menggunakan salah satu Asma’ul Husnahnya Allah tanpa wasilah kepada baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dahulu,
๐Ÿคฒ❎Sukanya langsung minta apa yang di inginkan”.

๐Ÿง˜Salah satu perintah Allah SWT adalah berdoa kepadaNya diawali dengan bertawasul
☪️Firman Allah Ta’ala yang artinya
✒️“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan (washilah) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”
๐Ÿ“š(QS Al Maa’idah [5]: 35 )”

๐Ÿ“–Pada hakikatnya hadiah bacaan Al Fatihah, surat Yasin dan surat lainnya
❎Bukanlah “transfer pahala”
⬇️Namun
๐Ÿง˜Bagian dari tawasul dengan amal kebaikan berupa bacaan surat sebelum doa inti kepada Allah SWT yang kita panjatkan untuk ahli kubur maupun kepentingan kita sendiri.

๐ŸคฒSedangkan berdoa kepada Allah diawali
⬇️Bertawassul dengan
☪️Rasulullah, Ahlul Bait, Salafush Sholeh, para Wali Allah maupun guru-guru agama kita terdahulu adalah sebagai wujud syukur kita kepada mereka sehingga agama Islam sampai kepada kita dan sekaligus untuk menyambung tali silaturrahmi dengan ahli kubur.

๐Ÿง˜Jadi bertawassul adalah adab dalam berdoa ,
⬇️Yakni
๐ŸคฒBerdoa kepada Allah diawali dengan permohonan keberkahan (bertabarruk) kepada Allah dengan hadiah bacaan surat, ucapan salam atau pujian bagi ahli kubur ataupun istighatsah dengan menyebut para Nabi, para kekasih Allah (wali Allah) atau orang-orang sholeh sebelum doa inti kepada Allah SWT yang dipanjatkan untuk ahli kubur maupun kepentingan sendiri.

✍️Tabaruk berasal dari kata al-Barakah.
⬇️Arti al-Barakah adalah
✅Tambahan dan perkembangan dalam kebaikan / keutamaan (az-Ziyadah Wa an-Nama’ Fi al-Khair) atau sesuatu yang mempunyai keutamaan (berkat).
✍️Contoh :
๐ŸคฒBerdoa kepada Allah untuk kesembuhan, bertawasul dengan bertabarruk atau berperantara dengan barokah bacaan Al Fatihah

๐Ÿ“–Telah menceritakan kepada kami
๐Ÿ‘ณYahya bin Yahya At Tamimi;
⬇️Telah mengabarkan kepada kami
๐Ÿ‘ณHusyaim dari Abu Bisyr dari Abu Al Mutawakkil dari Abu Sa’id Al Khudri
⬇️Bahwa
๐ŸซBeberapa orang sahabat melakukan perjalanan jauh dan berhenti untuk istirahat pada salah satu perkampungan ‘Arab,
๐Ÿฝ️Lalu mereka minta dijamu oleh penduduk kampung itu.
๐Ÿ‘Tetapi penduduk enggan menjamu mereka.
✍️Penduduk bertanya kepada para sahabat;
✒️‘Adakah di antara tuan-tuan yang pandai mantera? Kepala kampung kami digigit serangga.’
๐Ÿ‘ณMenjawab seorang sahabat;
✒️‘Ya, ada!
๐Ÿ“–Kemudian dia mendatangi kepala kampung itu dan memanterainya dengan membaca surat Al Fatihah.
๐ŸคฒMaka kepala kampung itu pun sembuh.
๐ŸKemudian dia diberi upah kurang lebih tiga puluh ekor kambing.
๐Ÿ‘ณTetapi dia enggan menerima seraya mengatakan;
✒️‘Tunggu! Aku akan menanyakannya lebih dahulu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, apakah aku boleh menerimanya.’
๐Ÿ‘ณLalu dia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menanyakannya hal itu,
⬇️Katanya;
✒️‘Ya, Rasulullah! Demi Allah, aku telah memanterai seseorang dengan membacakan surat Al Fatihah.’
☪️Beliau tersenyum mendengar cerita sahabatnya dan bertanya:
✒️‘Bagaimana engkau tahu Al Fatihah itu mantera? ‘
☪️Kemudian sabda beliau pula: ✒️‘Terimalah pemberian mereka itu, dan berilah aku bagian bersama-sama denganmu.’
๐Ÿ“–Telah menceritakan kepada kami
๐Ÿ‘ณMuhammad bin Basysyar dan Abu Bakr bin Nafi’
⬇️Keduanya dari
๐Ÿ‘ณGhundar Muhammad bin Ja’far
⬇️Dari
๐Ÿ‘ณSyu’bah
⬇️Dari
๐Ÿ‘ณAbu Bisyr melalui jalur ini, dia menyebutkan di dalam Haditsnya;
✒️‘Kemudian orang itu mulai membacakan Ummul Qur’an, dan mengumpulkan ludahnya lalu memuntahkannya, setelah itu orang itu sembuh.
๐Ÿ“š(HR Muslim 4080)

✍️Contoh :
๐ŸคฒBerdoa kepada Allah meminta kesembuhan, bertawassul dengan bertabarruk atau berperantara dengan
⬇️Barokah
๐Ÿ“–Mu’awwidzat (surat Al Ikhlas, An Nas dan Al Falaq)

๐Ÿ“–Telah menceritakan kepada kami
๐Ÿ‘ณAbdullah bin Yusuf
⬇️Telah mengabarkan kepada kami
๐Ÿ‘ณMalik dari Ibnu Syihab
⬇️Dari
๐Ÿ‘ณUrwah
⬇️Dari
๐Ÿง•Aisyah radliallahu ‘anha,
✒️Bahwasanya;
☪️Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menderita sakit,
☪️Maka beliau membacakan Al Mu’awwidzaat untuk dirinya sendiri, lalu beliau meniupkannya.
๐Ÿง•Dan ketika sakitnya parah, maka akulah yang membacakannya pada beliau, lalu mengusapkan dengan menggunakan tangannya guna mengharap keberkahannya.
๐Ÿ“š(HR Bukhari 4629)

✍️Contoh :
๐ŸคฒBerdoa kepada Allah untuk kesembuhan, bertawasul dengan bertabarruk atau berperantara dengan “ludah sebagian kami” yakni ludah hambaNya yang telah meraih maqom (derajat) disisiNya.

๐Ÿ“–Telah menceritakan kepadaku
๐Ÿ‘ณShadaqah bin Al Fadl
⬇️Telah mengabarkan kepada kami
๐Ÿ‘ณIbnu ‘Uyainah
⬇️Dari
๐Ÿ‘ณ‘Abdurrabbihi bin Sa’id
⬇️Dari
๐Ÿ‘ณ‘Amrah
⬇️Dari
๐Ÿง•‘Aisyah dia berkata;
⬇️Biasanya dalam meruqyah,
☪️Beliau membaca:
✒️BISMILLAHI TURBATU ARDLINA BI RIIQATI BA’DLINA YUSYFAA SAQIIMUNA BI IDZNI RABBINA
๐Ÿคฒ(Dengan nama Allah, Debu tanah kami dengan ludah sebagian kami semoga sembuh orang yang sakit dari kami dengan izin Rabb kami
๐Ÿ“š(HR Bukhari 5304)

✍️Contoh :
๐ŸคฒBerdoa kepada Allah untuk kesembuhan, bertawasul dengan bertabarruk atau berperantara dengan barokah jubah atau gamis

☪️Firman Allah Ta’ala yang artinya,
✒️“Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia kewajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku”
๐Ÿ“š(QS Yusuf [12]:93)

⬇️Setelah itu,
๐Ÿ‘ณIa meneruskan ucapannya;
✒️‘Jubah ini dahulu ada pada Aisyah hingga ia meninggal dunia.
✒️Setelah ia meninggal dunia, maka aku pun mengambilnya.
✒️Dan dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering mengenakannya.
✒️Lalu kami pun mencuci dan membersihkannya untuk orang sakit agar ia lekas sembuh dengan mengenakannya.
๐Ÿ“š(HR Muslim 3855)

✍️Begitupula yang sudah kita kenal
⬇️Adalah
☪️Sunnah Rasulullah bertawasul (beperantara) sebelum doa inti yang dipanjatkan kepada Allah SWT dengan permohonan keberkahan (bertabarruk) kepada Allah dengan
⬇️Tempat seperti
✅Multazam,
✅Raudah,
✅Hijr Ismail,
✅Hajar Aswad,
✅Maqom Ibrahim (tempat pijakan Nabi Ibrahim Alaihisalam) dan lain lain.

✍️Contoh :
๐ŸคฒBerdoa kepada Allah untuk kesembuhan, bertawasul dengan bertabarruk atau berperantara dengan barokah menyebut nama orang yang dicintai dari para kekasih Allah (Wali Allah)

๐Ÿ‘ณDari Al Haitsam ibn Khanas, ia berkata,
✒️“Saya berada bersama Abdullah Ibn Umar.
๐Ÿ‘ณLalu kaki Abdullah mengalami kram.
✒️“Sebutlah orang yang paling kamu cintai !”,
⬆️๐Ÿ‘ณSaran seorang lelaki kepadanya.
✒️“Yaa Muhammad,”
⬆️Ucap Abdullah.
๐ŸคฒMaka seolah-olah ia terlepas dari ikatan.

๐Ÿ‘ณDari Mujahid, ia berkata,
✒️“Seorang lelaki yang berada dekat Ibnu Abbas mengalami kram pada kakinya.
✒️“Sebutkan nama orang yang paling kamu cintai,”
⬆️๐Ÿ‘ณKata Ibnu Abbas kepadanya.
๐Ÿ‘ณLalu lelaki itu menyebut nama Muhammad dan akhirnya hilanglah rasa sakit akibat kram pada kakinya.

๐Ÿ•ŒUmat Islam setiap hari selalu
⬇️Bertawasul dengan
☪️Rasulullah yang sudah wafat dengan mengucapkan
✒️“ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN-NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH,”

๐Ÿ‘ณSejak dahulu kala, para Sahabat bertawasul dengan penduduk langit yakni para malaikat dan kaum muslim yang meraih manzilah (maqom/derajat) disisiNya yakni orang-orang shalih baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup

๐Ÿ‘ณPada awalnya para Sahabat bertawasul dengan ucapan
✒️ASSALAAMU ‘ALAA JIBRIIL, ASSSALAAMU ‘ALAA MIKAA`IIL, ASSALAAMU ‘ALAA FULAAN WA FULAAN
๐Ÿคฒ(Semoga keselamatan terlimpah kepada Jibril, Mika’il, kepada fulan dan fulan)

☪️Namun kemudian Rasulullah menyederhanakan ucapan tawasulnya dengan ucapan
✒️“ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALA ‘IBAADILLAAHISH SHAALIHIIN”
๐Ÿคฒ(Keselamatan juga semoga ada pada hamba-hamba Allah yang shalih)

☪️Kemudian Rasulullah menjelaskan
✒️“Sesungguhnya jika ia mengucapkannya, maka hal itu sudah mencakup seluruh hamba-hamba yang shalih baik di langit maupun di bumi“

๐Ÿ“–Telah menceritakan kepada kami
๐Ÿ‘ณUmar bin Hafsh
⬇️Telah menceritakan kepada kami
๐Ÿ‘ณAyahku
⬇️Telah menceritakan kepada kami
๐Ÿ‘ณAl A’masy dia berkata;
⬇️Telah menceritakan kepadaku
๐Ÿ‘ณSyaqiq
⬇️Dari
๐Ÿ‘ณAbdullah dia berkata;
✒️Ketika kami membaca shalawat di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
✍️Maka kami mengucapkan:
✒️ASSALAAMU ‘ALALLAHI QABLA ‘IBAADIHI, ASSALAAMU ‘ALAA JIBRIIL, ASSSALAAMU ‘ALAA MIKAA`IIL, ASSALAAMU ‘ALAA FULAAN WA FULAAN
๐Ÿคฒ(Semoga keselamatan terlimpahkan kepada Allah, semoga keselamatan terlimpah kepada Jibril, Mika’il, kepada fulan dan fulan).
☪️Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selesai melaksanakan shalat, beliau menghadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda:
✒️Sesungguhnya Allah adalah As salam, apabila salah seorang dari kalian duduk dalam shalat (tahiyyat), hendaknya mengucapkan;
✒️AT-TAHIYYATUT LILLAHI WASH-SHALAWAATU WATH-THAYYIBAATU, ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN-NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH, ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALA ‘IBAADILLAAHISH SHAALIHIIN,
๐Ÿคฒ(penghormatan, rahmat dan kebaikan hanya milik Allah.
๐ŸคฒSemoga keselamatan, rahmat, dan keberkahan tetap ada pada engkau wahai Nabi.
๐ŸคฒKeselamatan juga semoga ada pada hamba-hamba Allah yang shalih).
๐ŸคฒSesungguhnya jika ia mengucapkannya, maka hal itu sudah mencakup seluruh hamba-hamba yang shalih baik di langit maupun di bumi,
☪️lalu melanjutkan;
✒️ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASUULUH
๐Ÿคฒ(Aku bersaksi bahwa tiada Dzat yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya).
๐ŸคฒSetelah itu ia boleh memilih do’a yang ia kehendaki.
๐Ÿ“š(HR Bukhari 5762)

๐Ÿคฒ๐Ÿง˜Oleh karenanya berdoa setelah sholat lebih mustajab karena sholat berisikan pujian kepada Allah, bertawasul dengan bershalawat kepada Nabi -shallallahu alaihi wasallam dan tawasul dengan hamba-hamba yang shalih baik di langit maupun di bumi

๐ŸคฒBegitupula dalam susunan doa setelah sholat, sebelum doa inti, kita bertawasul dengan memohonkan ampunan kepada kaum muslim yang telah wafat.
✒️“Astaghfirullahalazim li wali waa lidaiya wali jami il muslimina wal muslimat wal mukminina wal mukminat al ahya immin hum wal amwat”
๐Ÿคฒ“Ampunilah aku ya Allah yang Maha Besar, kedua ibu bapaku, semua muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat yang masih hidup dan yang telah mati.”

☄️๐ŸคฒSebaliknya penduduk langit mendoakan penduduk dunia yang menjalin tali silaturahmi dengan mereka
☪️Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
✒️“Hidupku lebih baik buat kalian dan matiku lebih baik buat kalian.
✒️Kalian bercakap-cakap dan mendengarkan percakapan.
✒️Amal perbuatan kalian disampaikan kepadaku.
✒️Jika aku menemukan kebaikan maka aku memuji Allah.
✒️Namun jika menemukan keburukan aku memohonkan ampunan kepada Allah buat kalian.”
๐Ÿ“š(Hadits ini diriwayatkan oelh Al Hafidh Isma’il al Qaadli pada Juz’u al Shalaati ‘ala al Nabiyi Shallalahu alaihi wasallam.
๐Ÿ‘ณAl Haitsami menyebutkannya dalam Majma’u al Zawaaid dan mengkategorikannya sebagai hadits shahih)

☪️Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
✒️“Sesungguhnya perbuatan kalian diperlihatkan kepada karib-kerabat dan keluarga kalian yang telah meninggal dunia.
✒️Jika perbuatan kalian baik, maka mereka mendapatkan kabar gembira, namun jika selain daripada itu, maka mereka berkata:
๐Ÿคฒ“Ya Allah, janganlah engkau matikan mereka sampai Engkau memberikan hidayah kepada mereka seperti engkau memberikan hidayah kepada kami.”
๐Ÿ“š(HR. Ahmad dalam musnadnya).

๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‚Jadi jika seseorang melakukan ziarah kubur dalam rangka silaturahmi dan berbicara hajatnya dengan ahli kubur
๐Ÿ‘๐Ÿ‚Bukan berarti ahli kubur yang mengabulkan atau mewujudkan hajat pemohon melainkan ahli kubur dengan maqamnya (manzilah, kedudukan, derajat) disisi Allah mendoakan hajat pemohon kepada Allah SWT.

✍️Contoh :
๐ŸคฒBerdoa kepada Allah untuk meminta ampunan, bertawasul dengan bertabaruk atau berperantara dengan barokah pujian kepada Rasulullah adalah sebagaimana kisah yang termuat dalam kitab tafsir Ibnu Katsir tentang Arab Badui yang bertawassul ke makam Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.
✍️Amat disayangkan dalam kitab tafsir Ibnu Katsir terbitan akhir ada pula kisah tawasul tersebut telah “dihilangkan” oleh tangan-tangan jahil.

๐Ÿ“šKita masih bisa mendapatkannya pada kitab Tafsir Ibnu Katsir , terbitan Sinar Baru Algensindo, th 2000, juz 5, hal 283-284.

             ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Ÿ™Salam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad