๐Ÿ“œ๐Š๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐‡๐ข๐ค๐ฆ๐š๐ก :๐Ÿค—๐‘บ๐‘ฐ๐‘ฒ๐‘จ๐‘ท ๐‘ป๐‘ฌ๐‘น๐‘ฉ๐‘จ๐‘ฐ๐‘ฒ ๐‘บ๐‘จ๐‘จ๐‘ป ๐‘ฏ๐‘จ๐‘น๐‘จ๐‘ท๐‘จ๐‘ต ๐‘ป๐‘จ๐‘ฒ ๐‘ป๐‘ฌ๐‘น๐‘ช๐‘จ๐‘ท๐‘จ๐‘ฐ

⚛️*"๐€๐ฌ๐ฐ๐š๐ฃ๐š_๐‚๐ฒ๐›๐ž๐ซ"*๐Ÿ“ก

⬇️ Telegram Link 
Https://t.me/Andi_Supriadi65
Https://t.me/Aswaja_Cyber

             ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

๐Ÿ“œ๐Š๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐‡๐ข๐ค๐ฆ๐š๐ก :
๐Ÿค—๐‘บ๐‘ฐ๐‘ฒ๐‘จ๐‘ท ๐‘ป๐‘ฌ๐‘น๐‘ฉ๐‘จ๐‘ฐ๐‘ฒ ๐‘บ๐‘จ๐‘จ๐‘ป ๐‘ฏ๐‘จ๐‘น๐‘จ๐‘ท๐‘จ๐‘ต ๐‘ป๐‘จ๐‘ฒ ๐‘ป๐‘ฌ๐‘น๐‘ช๐‘จ๐‘ท๐‘จ๐‘ฐ

๐ŸšถDalam kehidupan, tidak setiap harapan manusia dapat tercapai. Kadang berhasil, kadang gagal. Kadang sukses, kadang kurang beruntung.
๐Ÿ˜ Umumnya orang akan kecewa bila harapan atau keinginannya tak tercapai.
๐Ÿค”Tapi bagi seorang muslim, sebenarnya bagaimana sikap terbaik ketika harapannya tak tercapai?

๐Ÿ“œKalam Hikmah Imam Ibnu Athaillah as-Sakandari
Imam Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam masterpiecenya, al-Hikam, menyatakan:

ุฑُุจَّู…َุง ุฃَุนْุทَุงูƒَ ูَู…َู†َุนَูƒَ ูˆَุฑُุจَّู…َุง ู…َู†َุนَูƒَ ูَุฃَุนْุทَุงูƒَ

๐Ÿ‘‡Artinya,
✒️“Bisa jadi Allah memberimu suatu anugerah kemudian menghalangimu darinya; dan boleh jadi Allah menghalangimu dari suatu anugerah kemudian Ia memberimu anugerah yang lain.”

๐Ÿ‘ณMenurut Imam Ibnu Athaillah,
✅Anugerah yang sebenarnya dan patut disyukuri adalah anugerah memeluk agama Islam sebagai nikmat yang sangat hakiki.
✅Segala pemberian yang Allah berikan tidak ada yang dapat menandingi anugerah keislaman seseorang.
✅Orang yang masih memeluk agama Islam berarti masih menikmati anugerah yang sangat besar dari Allah.

๐Ÿ“œDengan kalam hikmah di atas,
๐Ÿ‘ณImam Ibnu Athaillah seakan hendak menyampaikan,
✅Terkadang Allah memberikan sesuatu yang dianggap baik menurut pikiran manusia, namun tanpa disadari pemberian itu sebenarnya menghalangi dirinya dari taufiq dan hidayah untuk semakin dekat kepada-Nya.
✅Apalah artinya terpenuhi semua harapan, sementara cahaya Islam dan iman di hati justru padam?

๐ŸงNamun, yang sering terjadi adalah manusia sulit memahami hakikat anugerah yang diberikan Allah.
๐Ÿ˜ Ketika harapannya tidak sesuai kenyataan, betapa banyak manusia yang sering menyalahkan takdir, seolah Allah tidak adil kepadanya.
✍️Padahal, jika mau memahami, semestinya ia akan sadar bahwa semua anugerah yang telah Allah berikan maupun yang Allah halangi darinya merupakan kebaikan yang hakiki baginya.

๐Ÿ‘ณImam Ibnu Athaillah melanjutkan kalam hikmahnya:

ู…َุชَู‰ ูَุชَุญَ ู„َูƒَ ุจَุงุจُ ุงู„ْูَู‡ْู…ِ ูِูŠ ุงู„ْู…َู†ْุนِ ุนَุงุฏَ ุงู„ْู…َู†ْุนُ ุนَูŠْู†َ ุงู„ْุนَุทَุงุกِ

๐Ÿ‘‡Artinya,
✒️“Ketika Allah membukakan pintu pemahaman kepadamu tentang pecegahan-Nya dari suatu anugerah, maka penolakan Allah itu pun berubah menjadi anugerah yang sebenarnya.”

๐Ÿ‘ณPenjelasan Ibnu Ajibah
Syekh Ibnu Ajibah
๐Ÿ“šDalam kitabnya รŽqรขdhul Himam
๐Ÿ‘‡Mengibaratkan
Pemberian Allah kepada manusia dengan orang yang diundang ke suatu jamuan makanan di tempat gelap tanpa lampu.
Makanan yang tersedia sangat banyak, namun bisakah saat itu ia mengetahui makanan mana yang akan diambil dan yang akan dimakan? Begitulah pemberian Allah kepada manusia, ketika diberi kecukupan di satu sisi, ia akan selalu merasa kekurangan di sisi lainnya.
๐Ÿ“š(Ibnu Ajibah, รŽqรขdhul Himam Syarhu Matnil Hikam, [Bairut, Darul Ma’rifah: 2000], halaman 97).

๐Ÿ“œKalam hikmah Imam Ibnu Athaillah di atas terkonfirmasi oleh ayat Al-Qur’an:

ูˆَุนَุณَู‰ ุฃَู† ุชَูƒْุฑَู‡ُูˆุงْ ุดَูŠْุฆًุง ูˆَู‡ُูˆَ ุฎَูŠْุฑٌ ู„َّูƒُู…ْ ูˆَุนَุณَู‰ ุฃَู† ุชُุญِุจُّูˆุงْ ุดَูŠْุฆًุง ูˆَู‡ُูˆَ ุดَุฑٌّ ู„َّูƒُู…ْ، ูˆَุงู„ู„ู‡ُ ูŠَุนْู„َู…ُ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู„َุง ุชَุนْู„َู…ُูˆู†َ

๐Ÿ‘‡Artinya,
✒️“Boleh jadi kalian tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagi kalian; dan boleh jadi kalian menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagi kalian.
Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.”
๐Ÿ“š(QS al-Baqarah:216)

๐Ÿ‘ณKarenanya, orang-orang pilihan yang telah mencapai derajat ma’rifat billรขh, sering merasa takut ketika ia menerima anugerah Allah.
๐Ÿ‘ณSyekh Ibnu Ajibah mengatakan:

ุงَู„ْุนَุงุฑِูُูˆْู†َ ุฅِุฐَุง ุจُุณِุทُูˆุง ุฃَุฎْูˆَูُ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ุฅِุฐَุง ู‚ُุจِุถُูˆْุง

๐Ÿ‘‡Artinya,
✒️“Orang-orang ‘รขrifbillรขh lebih takut ketika diberikan kelapangan daripada diberikan kesempitan.”
๐Ÿ“š(Ibnu Ajibah, รŽqรขdhul Himam, halaman 97).

๐ŸคฒTerpenuhinya semua harapan merupakan kebahagiaan dan seakan menjadi nikmat yang sangat besar. Namun, semua itu justru menakutkan bagi orang-orang ‘รขrifbillรขh.
๐Ÿค”Kenapa demikian?
๐Ÿง˜Sebab, bagi mereka dalam keadaan sempit orang yang dekat kepada Allah akan lebih tenang dan lebih tentram menjalankan semua perintah-Nya.
๐Ÿ•บSedangkan dalam keadaan semua keinginan terpenuhi, orang akan berpotensi sombong dan tidak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya. 

✍️Dalam menyikapi kelapangan dan kesempitan hidup,
๐Ÿ‘ณSyekh Ibnu Ajibah mengatakan:

ุงَู„ْุจَุณْุทُ ุชَุฃْุฎُุฐُ ุงู„ู†َّูْุณُ ู…ِู†ْู‡ُ ุญَุธَّู‡َุง ุจِูˆُุฌُูˆْุฏِ ุงู„ْูَุฑْุญِ، ูˆَุงู„ْู‚َุจْุถُ ู„َุงุญَุธَّ ู„ِู„ู†َّูْุณِ ูِูŠْู‡ِ

๐Ÿ‘‡Artinya,
✒️“Dalam kelapangan hidup, nafsu manusia ikut ambil bagian (menikmatinya), sebab adanya rasa gembira; sedangkan dalam kondisi sempit, nafsu manusia tidak ikut ambil bagian (merasakannya).”
๐Ÿ“š(Ibnu Ajibah, รŽqรขdhul Himam, halaman 97).

๐Ÿ•บBegitulah kelapangan, ia bisa menjadi faktor yang menumbuhkan kecenderungan nafsu untuk melupakan Allah yang memberikan anugerah.
๐Ÿ•บOrang yang lapang cenderung memanjakan dirinya dengan segala sesuatu yang diinginkan.
๐Ÿ•บSikap memanjakan diri inilah yang terkadang menjadi penyebab orang lalai.
๐Ÿ•บSeolah, saat demikian kewajiban agama menjadi beban dan ibadah pun dilakukan dengan hati gundah tidak ikhlas.

๐ŸšถBerbeda ketika dalam kondisi sempit atau kesusahan.
๐ŸšถBanyak hal yang tertahan dan tidak bisa didapatkan.
๐ŸšถKondisi penuh keterbatasan menjadikan manusia tidak dapat memanjakan dirinya.
๐Ÿง˜Karenanya, tidak ada godaan untuk lalai memanjakan diri dan kewajiban agama pun dapat ditunaikan tanpa beban.
๐Ÿค—Bagaimana mungkin bisa memanjakan diri, sedangkan ia dalam keadaan yang kurang?

๐Ÿ‘ณDalam kesempatan lain Syekh Ibnu Ajibah mengibaratkan manusia seperti anak kecil yang masih sangat polos dan tidak tahu apa-apa, yang menginginkan manisan atau permen beracun. Ia berkata:

ูَูƒُู„َّู…َุง ุจَุทَุดَ ุงู„ุตَّุจِูŠُّ ู„ِุฐَู„ِูƒَ ุงู„ุทَّุนَุงู…ِ ุฑَุฏَّู‡ُ ุฃَุจُูˆْู‡ُ، ูَุงู„ุตَّุจِูŠ ูŠَุจْูƒِูŠ ุนَู„َูŠْู‡ِ ู„ِุนَุฏَู…ِ ุนِู„ْู…ِู‡ِ، ูˆَุฃَุจُูˆْู‡ُ ูŠَุฑُุฏُّู‡ُ ุจِุงู„ْู‚َู‡ْุฑِ ู„ِูˆُุฌُูˆْุฏِ ุนِู„ْู…ِู‡ِ

๐Ÿ‘‡Artinya,
✒️“Ketika Si Anak mengambil makanan beracun, Sang Ayah menolaknya; maka Si Anak menangisinya karena ketidaktahuannya, sedangkan Sang Ayah menolaknya secara paksa karena tahu ada racunnya.”
๐Ÿ“š(Ibnu Ajibah, รŽqรขdhul Himam, halaman 100).

๐ŸคฒBegitulah gambaran hubungan manusia dengan Allah swt berkaitan dengan anugerah dan harapan.
๐Ÿ‘ถManusia tak ubahnya seperti anak kecil yang masih lugu dan sangat polos, sementara Allah menghalangi berbagai harapan dan keinginannya karena bahaya yang tidak diketahuinya.

✍️Penilaian akhir yang paling baik dalam hidup adalah ketika sesuai dengan kehendak-Nya.
✍️Sangat mungkin, segala anggapan baik yang manusia wacanakan, justru merupakan keburukan yang tidak Allah inginkan.
✍️Tidak ada hal yang lebih baik atas semua kejadian yang menimpa manusia melainkan dengan mempelajari dan menggali hikmah demi meraih keridhaan-Nya.
✍️Sebab setiap ketentuan Allah selalu beriringan dengan kebijaksanaan-Nya.

๐Ÿ“œSyair Imam al-Bushiri
Kalam hikmah Imam Ibnu Athaillah yang kemudian dijelaskan secara panjang lebar oleh Syekh Ibnu Ajibah di atas selaras dengan syair Imam al-Bushiri dalam al-Burdah:

ูƒَู…ْ ุญَุณَّู†َุชْ ู„َุฐَّุฉً ู„ِู„ْู…َุฑْุกِ ู‚َุงุชِู„َุฉً *** ู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُ ู„َู…ْ ูŠَุฏْุฑِ ุฃَู†َّ ุงู„ุณَّู…َّ ูِู‰ ุงู„ุฏَّุณَู…ِ

๐Ÿ‘‡Artinya,
✒️“Betapa banyak kenikmatan justru berujung pada kematian, karena orang tidak menyadari bahaya racun yang terkandung di dalamnya.” Wallรขhu a’lam.

Sumber : 
Sunnatullah, Pengajar di Pesantren Al-Hikmah Darussalam Kokop, Bangkalan.

            ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Ÿ™Salam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad