⚛️*๐‘จ๐’Œ๐’Š๐’…๐’‚๐’‰ ๐‘จ๐’‰๐’๐’–๐’”๐’”๐’–๐’๐’‚๐’‰ ๐‘พ๐’‚๐’ ๐‘ฑ๐’‚๐’Ž๐’‚๐’‚๐’‰ :☪️๐ด๐ฟ๐ฟ๐ด๐ป ๐ด๐ท๐ด ๐‘‡๐ด๐‘๐‘ƒ๐ด ๐‘ƒ๐ธ๐‘…๐‘€๐‘ˆ๐ฟ๐ด๐ด๐‘.๐Ÿง”๐Ÿ‘๐‘Š๐‘Žโ„Ž๐‘Ž๐‘๐‘– ๐‘‡๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘˜๐‘ข๐‘– ๐‘ ๐‘–๐‘“๐‘Ž๐‘ก ๐‘„๐ผ๐ท๐ด๐‘€ ๐ด๐ฟ๐ฟ๐ด๐ป๐Ÿง”๐Ÿ‘๐‘Š๐‘Žโ„Ž๐‘Ž๐‘๐‘– ๐‘‡๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐ผ๐‘š๐‘Ž๐‘›๐‘– ๐‘†๐‘–๐‘“๐‘Ž๐‘ก ๐‘„๐ผ๐ท๐ด๐‘€ ๐ด๐ฟ๐ฟ๐ด๐ป ๐ท๐‘Ž๐‘› ๐‘๐ด๐‘€๐ด๐‘ ๐ด๐‘๐ด๐ฟ๐ผ

๐ŸŸข⃤‌*๐€๐ฌ๐ฐ๐š๐ฃ๐š_๐‚๐ฒ๐›๐ž๐ซ*๐Ÿ“ก

๐ŸŒ Telegram⬇️
Https://t.me/tinta_sufi
Https://t.me/Aswaja_Cyber

             ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

⚛️*๐‘จ๐’Œ๐’Š๐’…๐’‚๐’‰ ๐‘จ๐’‰๐’๐’–๐’”๐’”๐’–๐’๐’‚๐’‰ ๐‘พ๐’‚๐’ ๐‘ฑ๐’‚๐’Ž๐’‚๐’‚๐’‰ :
☪️๐ด๐ฟ๐ฟ๐ด๐ป ๐ด๐ท๐ด ๐‘‡๐ด๐‘๐‘ƒ๐ด ๐‘ƒ๐ธ๐‘…๐‘€๐‘ˆ๐ฟ๐ด๐ด๐‘.
๐Ÿง”๐Ÿ‘๐‘Š๐‘Žโ„Ž๐‘Ž๐‘๐‘– ๐‘‡๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘˜๐‘ข๐‘– ๐‘ ๐‘–๐‘“๐‘Ž๐‘ก ๐‘„๐ผ๐ท๐ด๐‘€ ๐ด๐ฟ๐ฟ๐ด๐ป
๐Ÿง”๐Ÿ‘๐‘Š๐‘Žโ„Ž๐‘Ž๐‘๐‘– ๐‘‡๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐ผ๐‘š๐‘Ž๐‘›๐‘– ๐‘†๐‘–๐‘“๐‘Ž๐‘ก ๐‘„๐ผ๐ท๐ด๐‘€ ๐ด๐ฟ๐ฟ๐ด๐ป ๐ท๐‘Ž๐‘› ๐‘๐ด๐‘€๐ด๐‘ ๐ด๐‘๐ด๐ฟ๐ผ

✅Qidam = Sudah sedia ada ( adanya tidak didahului oleh tidak adanya)
๐Ÿ‘‡Dalil :
✒️Huwal awwalu wal akhiiru
Huwa yaitu Allah, al awwalu, Dzat yang awal, wal akhiiru dan Dzat yang akhir
Sifat mustahil / lawan ( muhal ) qidam = huduts ( baru )

๐ŸคฑSEDANGKAN MAKHLUQ ADALAH BARU…..

✍️DEFINISI MAKHLUQ DAN ZAMAN AZALI :

[ 1. ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : [ู„َูŠุณ ูƒَู…ْุซู„ู‡ ุดู‰ุกٌ] [ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุดูˆุฑู‰: 11

☪️Allah ta’ala berfirman:
✒️“Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi maupun semua segi), dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”.
๐Ÿ“š(Q.S. as-Syura: 11)

๐Ÿ“–Ayat ini adalah ayat yang paling jelas dalam al Qur’an
๐Ÿ‘‡Yang menjelaskan
☪️๐Ÿ‘Bahwa Allah sama sekali tidak menyerupai makhluk-Nya.
๐Ÿ‘ณUlama Ahlussunnah menyatakan bahwa alam (makhluk Allah) terbagi
atas dua bagian;
๐Ÿ‘‰Yaitu benda dan sifat benda.
✍️Kemudian benda terbagi menjadi dua,
๐Ÿ‘‡Yaitu
✅Benda yang tidak dapat terbagi lagi karena telah mencapai batas terkecil (para ulama menyebutnya dengan al Jawhar Al Fard),
✅Dan benda yang dapat terbagi menjadi bagian-bagian (jisim).

✍️Benda yang terakhir ini terbagi menjadi dua macam;
1️⃣. Benda Lathif :
✅Sesuatu yang tidak dapat dipegang oleh tangan, seperti cahaya, kegelapan, ruh, angin dan sebagainya.
2️⃣. Benda Katsif :
✅Sesuatu yang dapat dipegang oleh tangan seperti manusia, tanah, benda-benda padat dan lain sebagainya.
✍️Adapun sifat-sifat benda adalah seperti bergerak, diam, berubah, bersemayam, berada di tempat dan arah, duduk, turun, naik dan sebagainya.
๐Ÿ“–Ayat di atas menjelaskan kepada kita
☪️๐Ÿ‘Bahwa Allah ta’ala tidak menyerupai makhluk-Nya,
๐Ÿ‘Bukan merupakan al Jawhar al Fard,
๐Ÿ‘Juga bukan benda Lathif atau benda Katsif.
☪️๐Ÿ‘Dan Dia tidak boleh disifati dengan apapun dari sifat-sifat benda.
๐Ÿ“–Ayat tersebut cukup untuk dijadikan sebagai dalil
๐Ÿ‘‡Bahwa
☪️๐Ÿ‘‰Allah ada tanpa tempat dan arah.
✍️Karena seandainya Allah mempunyai tempat dan arah, maka akan banyak yang serupa dengan-Nya.
✍️Karena dengan demikian berarti ia memiliki dimensi (panjang, lebar dan kedalaman).
✍️Sedangkan sesuatu yang demikian, maka ia adalah makhluk yang membutuhkan kepada yang menjadikannya dalam dimensi tersebut.

ูƒَุงู†َ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆู„َู… ูŠ ُ ูƒู† ุดู‰ุกٌ ุบَูŠ  ุฑู‡ ” (ุฑูˆุงู‡ ” :r 2. ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡
ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆุงู„ุจูŠู‡ู‚ูŠ ูˆุงุจู† ุงู„ุฌุงุฑูˆุฏ)

☪️Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
✒️“Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada sesuatupun selain-Nya”.
๐Ÿ“š(H.R.Al Bukhari, Al Bayhaqi dan Ibn Al Jarud).

๐Ÿ“–Makna hadits ini
๐Ÿ‘‡Bahwa
☪️Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan), tidak ada sesuatu (selain-Nya) bersama-Nya.
Pada azal belum ada angin, cahaya, kegelapan, ‘Arsy, langit, manusia, jin, malaikat, waktu, tempat dan arah.
☪️Maka berarti Allah ada sebelum terciptanya tempat dan arah,
✅Maka Ia tidak membutuhkan kepada keduanya dan Ia tidak berubah dari semula,
✅Yakni tetap ada tanpa tempat dan arah,
✅Karena berubah adalah ciri dari sesuatu yang baru (makhluk).

๐Ÿ‘ณAl Imam Abu Hanifah dalam kitabnya
๐Ÿ“šAl Fiqh al Absath berkata :
✒️“Allah ta’ala ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada tempat,
✒️Dia ada sebelum Menciptakan makhluk,
✒️Dia ada dan belum ada tempat, makhluk dan sesuatu dan Dia pencipta segala sesuatu”.

๐Ÿ‘ณAl Imam Fakhruddin ibn ‘Asakir (W. 620 H) dalam risalah aqidahnya mengatakan :
✒️“Allah ada sebelum ciptaan, tidak ada bagi-Nya sebelum dan sesudah, atas dan bawah, kanan dan kiri, depan dan belakang, keseluruhan dan bagian-bagian,
⛔Tidak boleh dikatakan
๐Ÿ‘“Kapan ada-Nya ?”,
๐Ÿ‘“Di mana Dia ?” atau
๐Ÿ‘“Bagaimana Dia ?”,
✅Dia ada tanpa tempat”.

✍️Maka sebagaimana dapat diterima oleh akal,
☪️Adanya Allah tanpa tempat dan arah sebelum terciptanya tempat dan arah, begitu pula akal akan menerima wujud-Nya tanpa tempat dan arah setelah terciptanya tempat dan arah.
✍️Hal ini bukanlah penafian atas adanya Allah.
๐Ÿ‘ณAl Imam al Bayhaqi (W. 458 H) dalam kitabnya
๐Ÿ“šAl Asma wa ash-Shifat, hlm. 506, mengatakan:
✒️“Sebagian sahabat kami dalam menafikan tempat bagi Allah mengambil dalil dari
☪️Sabda Rasulullah shalllallahu ‘alayhi wa sallam:

ุฃَู†ุช ุงู„ุธَّุง  ู‡  ุฑ ูَู„َูŠุณ ูَูˆู‚َูƒ ุดู‰ุกٌ ูˆุฃَู†ุช ” :r 3. ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡
ุงู„ْุจุง  ุท  ู† ูَู„َูŠุณ ุฏูˆู†ูƒ ุดู‰ุกٌ ” (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… ูˆุบูŠุฑู‡)

๐Ÿ‘‡Maknanya:
✒️“Engkau azh-Zhahir (yang segala sesuatu menunjukkan akan ada-Nya), tidak ada sesuatu di atas-Mu dan Engkaulah al Bathin (yang tidak dapat dibayangkan) tidak ada sesuatu di bawah-Mu”
๐Ÿ“š(H.R. Muslim dan lainnya).

✍️Jika tidak ada sesuatu di atas-Nya dan tidak ada sesuatu di
bawah-Nya berarti Dia tidak bertempat”.

๐Ÿง”๐Ÿ‘‡SEDANGKAN IBNU TAIMIYAH DAN WAHABI
๐Ÿ‘TIDAK MENGAKUI ADANYA ZAMAN AZALI …
๐Ÿ‘๐Ÿ‘‡TIDAK MENGAKUI
☪️“BAHWA ALLAH ITU ZAT YANG ADA TANPA ADA PERMULAAN”
๐Ÿ‘๐Ÿ‘‡TIDAK MENGAKUI BAHWA
๐Ÿคฑ“ADANYA MAKHLUQ DICIPTAKAN OLEH ALLAH. DAN MAKHLUQ ADA PERMULAAN”

๐ŸคฑPADAHAL MAKHLUQ ADALAH BARU ATAU HADITS INI DIBUKTIKAN KETIKA DITANYA:
๐Ÿค”DIMANAKAH ALLAH PADA ZAMAN AZALI (PADA ZAMAN DIMANA ALLAH BELUM MENCIPTAKAN SEMUA MAKHLUQ, BELUM MENCIPTAKAN, ARSY, LANGIT, ARAH, TEMPAT, ATAS, BAWAH DSB”)????

๐Ÿง”MEREKA AKAN MENJAWAB ALLAH BERTEMPAT DIATAS/ DILANGIT/ DIARSY/ NAIK TURUN DSB

๐Ÿง”๐Ÿ‘INILAH BUKTI MEREKA TIDAK MENGIMANI ZAMAN AZALI

๐Ÿ‘‡UNTUK LEBIH JELAS DOWNLOAD AQIDAH AHLUSUNNAH :
http://darulfatwa.org.au/languages/Indonesian/Kitab_Al-%5EAqidah_print3.pdf

✍️๐Ÿง”Jika anda bertemu bertemu dengan mereka,
๐Ÿ‘‡Berilah 4 pertanyaan ini :
๐Ÿง”Abdul jalas!!!!!!
Itulah sebutan orang2 yg mengartikan “istiwa dgn jalas (duduk) padahal duduk adalah sifat makhluq, dan istiwa punya 15 arti(jalasa (duduk), qadara(menguasai)….. dsb) dan arti yg sesuai dalam ayat2 alquran dan hadis yg sesuai dalah qadara (menguasai)
padahal dlm asmaul husna 99 jg tdk ada sifat jalasa (duduk) mane luh jawab nih pertanyaan ini :
1️⃣.๐Ÿง”Wahabi katakan :
๐Ÿ‘“Allah punya Tangan tetapi beda dng tangan Makhluk”.
๐Ÿง”Mereka katakan mereka menerima secara zahir,lalu mereka katakan lagi bahwa yg zahir itu beda dng zahirnya makhluk….
๐Ÿ‘ณKami bertanya :
✅Lalu makna zahir mana yg mereka katakan “menerima secara zahir” ??
๐Ÿ‘Inilah akidah akal akalan mereka tak ada satu orangpun salaf al shalih yg berakal seperti ini…..

2️⃣.๐Ÿง”Yang punya keyakinan keyakinan kalian bahwa Tuhan bersemayam di ‘arsy.
๐Ÿ‘ณManakah yang berjarak lebih dekat ke ‘arsy :
๐Ÿค”Seseorang dalam keadaan berdiri atau sujud?
๐Ÿ‘ณCoba kalian pikirkan, manakah yang berjarak lebih dekat ke ‘arsy :
๐Ÿค”Seseorang dalam keadaan berdiri atau sujud?
✅Sudah tentu berdiri lebih dekat ke ‘arsy.
✍️Jadi apabila kalian berpendapat bahwa Allah bersemayam di ‘arsy,
๐Ÿ‘‡๐Ÿ“–Maka dimanakah hadits yang mengatakan,
✅“Paling dekatnya kedudukan seorang hamba dengan Tuhannya adalah apabila dia dalam keadaan sujud”.

3️⃣.☪️Sebelum allah ciptakan semua makhluq (zaman azali)….. semua makhluq tidak ada ( langit, arsy, tempat, ruang, arah, cahaya, atas, bawah.. semua makluq tidak ada,karena Allah blm ciptakan…..
๐Ÿค”Pada saat itu dimana allah?
☪️Dan setelah allah ciptakan semua makhluq (langit,arsy,arah,tempat dsb),
๐Ÿค”Dimana allah?
๐Ÿ‘‡Ingat :
☪️Sifat allah tetap tidak berubah..sifat allah tidak sama dengan makhluq….

๐Ÿ‘ณAl Imam Abu Hanifah dalam kitabnya
✒️Al Fiqh al Absath berkata :
✒️“Allah ta’ala ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada tempat, Dia ada sebelum Menciptakan makhluk, Dia ada dan belum ada tempat, makhluk dan sesuatu dan Dia pencipta segala
sesuatu”.

4️⃣.๐Ÿ•‹Kenapa anda solat masih menghadap kekiblat,
๐Ÿง”Katanya Allah diatas?
๐Ÿง”Menghadaplah keatas kalau sholat!!

             ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Ÿ™Salam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad