π§πΌππΈπ π΄π ππ΄ππππΌπ΄ππππ·π΄π» π·πΌ πππΏπΌππΎπ΄π π·πΌ πΏπ΄ππ»πΌπΏ ππ΄π»πΉπππ»
♻️*"ππ¬π°ππ£π_ππ²πππ«"*π‘
⬇️ Telegram Link
Https://t.me/abi_aqilla
Https://t.me/Aswaja_Cyber
┈┈••••❁✵π✵❁••••┈┈
π§πΌππΈπ
π΄π ππ΄ππππΌπ΄
ππππ·π΄π» π·πΌ πππΏπΌππΎπ΄π π·πΌ πΏπ΄ππ»πΌπΏ ππ΄π»πΉπππ»
πBerwasiat kepada para pelajar (santri) di Hadhramaut, Yaman
✒️“Adapun bagi mereka yang menuduh bahwa kita adalah musyrikin,
✒️Kita doakan semoga mereka mendapat hidayah dari Allah, itu saja cukup.
✒️Karena hanya hidayahlah yang dibutuhkan.
✒️Tiada gunanya memperdebatkan perbedaan dengan mereka kalau ujungnya adalah pertikaian”.
π€²Hanya hidayah dari Allah SWT yang dapat merubah perilaku atau akhlak mereka.
π§Terpulang kepada mereka,
apakah mereka dapat atau tidak dapat menggunakan hidayah dari Allah karena pada hakikatnya setiap jiwa telah diilhami pilihan yang haq dan bathil.
☪️Firman Allah Ta’ala yang artinya,
✒️“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan”
(pilihan haq atau bathil)
π(QS Al Balad [90]:10 )
✒️“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya“.
π(QS As Syams [91]:8 )
π§Dengan kehadiran orang-orang yang suka mencela atau bahkan mengkafirkan muslim lain yang tidak sepaham (sependapat) dengan mereka, mengingatkan kami kepada sebuah lirik lagu bahwa dunia ini panggung sandiwara.
π§Mereka di kehidupan dunia ini mendapatkan “peran” menjadi pengikut Wahabisme penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah pada hakikatnya kehendak Allah Ta’ala semata dan menjadi cobaan bagi umat Islam yang mengikuti Rasulullah dengan mengikuti Imam Mazhab yang empat
✍️Pada hakikatnya “peran” seorang manusia di dunia ini telah ditulis di lauhil mahfuzh jauh sebelum manusia itu lahir, termasuk apakah kelak akan masuk surga atau neraka.
πTelah menceritakan kepada kami
π³Adam
⬇️Telah menceritakan kepada kami
π³Syu’bah
⬇️Telah menceritakan kepada kami
π³Al A’masy
⬇️Aku mendengar
π³Zaid bin Wahb
⬇️Aku mendengar
π³‘Abdullah bin Mas’ud radliyallahu’anhu,
⬇️Telah menceritakan kepada kami
☪️Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam
☪️Yang beliau adalah seorang yang jujur menyampaikan,
πDan berita yang disampaikan kepadanya adalah benar,
π€°Bahwa penciptaan salah seorang diantara kalian dihimpun dalam perut ibunya selama empat puluh hari, atau empat puluh malam,
π€°Kemudian menjadi segumpal darah dalam empat puluh hari berikutnya, kemudian menjadi segumpal daging dalam empat puluh hari berikutnya,
☄️Kemudian Allah mengutus malaikat kepadanya dan memerintahkan untuk menetapkan empat kalimat (empat hal);
✅Tentang rejekinya,
✅Ajalnya,
✅Amalnya,
✅Sengsara ataukah bahagia.
☪️Kemudian Allah meniupkan ruh padanya,
π§Sungguh ada salah seorang diantara kalian yang melakukan amalan-amalan penghuni surga hingga tak ada jarak antara dia dan surga selain sehasta,
✍️Namun kemudian takdir telah mendahului dia,
π₯πΊLantas ia pun melakukan amalan penghuni neraka dan akhirnya masuk neraka.
πΊDan sungguh ada salah seorang diantara kalian yang melakukan amalan penghuni neraka, hingga tak ada jarak antara dia dan neraka selain sehasta,
✍️Namun kemudian takdir mendahuluinya,
π§☄️Lantas ia pun mengamalkan amalan penghuni surga sehingga ia memasukinya.”
π(HR Bukhari 6900)
πDari hadits tersebut dapat kita ketahui
π§Bahwa ada orang-orang yang pada awalnya selalu melakukan amalan-amalan penghuni surga
✍️Namun kemudian takdir telah mendahului dia,
πΊLantas ia pun melakukan amalan penghuni neraka
π₯Dan akhirnya masuk neraka
πSebaliknya
πΊAda orang -orang yang pada awalnya selalu melakukan amalan-amalan penghuni neraka
✍️Namun kemudian takdir telah mendahului dia,
π§Lantas ia pun melakukan amalan penghuni surga dan
☄️Akhirnya masuk surga.
π€Apakah kita pasrah saja menunggu apa yang sudah ditentukan buat kita dan kita tidak perlu beramal?
πTentu tidak boleh pasrah karena kita tidak tahu apakah telah ditetapkan (ditakdirkan) akan masuk surga atau neraka
⬇️Oleh karenanya
π€✅Selalulah melakukan kebaikan dan
π‘❎Bencilah kepada keburukan.
☪️Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
✒️“Tidak ada seorangpun dari kalian dan juga tidak satupun jiwa yang bernafas melainkan telah ditentukan tempatnya di surga atau di neraka dan melainkan sudah ditentukan jalan sengsaranya atau bahagianya.
π³Kemudian ada seorang yang berkata :
✒️Wahai Rasulullah, dengan begitu apakah kita tidak pasrah saja menunggu apa yang sudah ditentukan buat kita dan kita tidak perlu beramal?
✒️Karena barangsiapa diantara kita yang telah ditentukan sebagai orang yang berbahagia, maka pasti dia sampai kepada amalan orang yang berbahagia,
✒️Sebaliknya siapa diantara kita yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara maka pasti dia akan sampai kepada amalan orang yang sengsara.
☪️Maka Beliau bersabda:
✒️(Tidak begitu).
✒️Akan tetapi siapa yang telah ditetapkan sebagai orang yang berbahagia, dia akan dimudahkan untuk beramal amalan orang yang berbahagia
✒️Dan sebaliknya orang yang telah ditetapkan sebagai orang yang akan sengsara maka dia pasti akan dimudahkan beramal amalan orang yang sengsara.
☪️Kemudian Beliau membaca
☪️Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala
πQS Al Lail [92]:5-6
✒️Fa’ammaa man ‘athaa wattaqqa wa shaddaqa bil husnaa yang artinya:
✒️“Adapun orang yang memberikan dan bertakwa serta membenarkan kebaikan”
π(HR Bukhari 1274)
┈┈••••❁✵π✵❁••••┈┈
✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
πSalam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber
Komentar
Posting Komentar