๐Ÿ•Œ*๐‘บ๐’†๐’“๐’Š ๐‘ฐ๐’ƒ๐’‚๐’…๐’‚๐’‰ :☪️*๐‘ด๐’†๐’Ž๐’ƒ๐’‚๐’„๐’‚ " ๐‘ฉ๐‘จ๐‘บ๐‘ด๐‘จ๐‘ณ๐‘ณ๐‘จ๐‘ฏ "๐Ÿ“–๐’Œ๐’†๐’•๐’Š๐’Œ๐’‚ ๐’Ž๐’†๐’Ž๐’ƒ๐’‚๐’„๐’‚ ๐’”๐’–๐’“๐’‚๐’• ๐‘จ๐’-๐‘ธ๐’–๐’“๐’‚๐’ ๐’…๐’‚๐’๐’‚๐’Ž ๐’”๐’‰๐’‚๐’๐’‚๐’•


⚛️*"๐€๐ฌ๐ฐ๐š๐ฃ๐š_๐‚๐ฒ๐›๐ž๐ซ"*๐Ÿ“ก
๐ŸŒ.Https://t.me/Andi_Chavlins
๐ŸŒ.Https://t.me/Aswaja_Cyber

             ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

๐Ÿ•Œ*๐‘บ๐’†๐’“๐’Š ๐‘ฐ๐’ƒ๐’‚๐’…๐’‚๐’‰ :
☪️*๐‘ด๐’†๐’Ž๐’ƒ๐’‚๐’„๐’‚ " ๐‘ฉ๐‘จ๐‘บ๐‘ด๐‘จ๐‘ณ๐‘จ๐‘ฏ "
๐Ÿ“–๐’Œ๐’†๐’•๐’Š๐’Œ๐’‚ ๐’Ž๐’†๐’Ž๐’ƒ๐’‚๐’„๐’‚ ๐’”๐’–๐’“๐’‚๐’• ๐‘จ๐’-๐‘ธ๐’–๐’“๐’‚๐’ ๐’…๐’‚๐’๐’‚๐’Ž ๐’”๐’‰๐’‚๐’๐’‚๐’•

✍️Sebelum menguraikan hukum membaca basmalah ada baiknya jika kita ketahui terlebih dahulu hukum membaca Surat Al-Fatihah di dalam shalat.

๐Ÿ“–Hukum membaca Al-Fatihah

⚛️Mazhab Maliki, Syafii dan Hanbali sepakat bahwa hukum membaca
๐Ÿ“–Surat Al-Fatihah di dalam setiap rakaat shalat adalah fardu,
๐Ÿ‘‡Yang disebut juga sebagai
๐Ÿง˜Rukun atau wajib shalat.
⚛️Sementara mazhab Hanafi berpendapat bahwa membaca
๐Ÿ“–Surat Al-Fatihah adalah wajib,
๐Ÿ‘Bukan fardu.
๐Ÿ‘‡Yang difardukan adalah
๐Ÿ“–Membaca ayat apa pun dari Al-Qur’an.

๐Ÿ‘ณBahkan menurut Imam Abu Hanifah dan muridnya Imam Abu Yusuf (w. 798 M),
๐Ÿ‘‡Yang diwajibkan adalah
๐Ÿ“–Tidak semua ayat Surat Al-Fatihah, ✅Tetapi sebagian besarnya saja. ✅Mereka membedakan antara fardu dan wajib. 

⚛️Fardu menurut mazhab Hanafi adalah :
๐Ÿ“–✅Hukum yang ditetapkan dari dalil qath’i (bersifat pasti) dan tidak ada syubhat (ketidakjelasan) di dalamnya.
๐Ÿ“–✅Sedangkan wajib adalah hukum yang ditetapkan dari dalil yang zhanni (bersifat dugaan) yang terdapat syubhat di dalamnya.
✅Meninggalkan fardu menyebabkan batalnya amal ibadah,
✅Sedangkan meninggalkan wajib tidak membatalkan amal ibadah. 

๐Ÿ‘‡Namun,
๐Ÿ‘Konsekuensinya adalah apabila seseorang sama sekali tidak membaca ayat Al-Qur'an di dalam shalat, maka shalatnya batal.
๐Ÿ‘‡Hal ini
๐Ÿง˜Karena ia meninggalkan fardu shalat.
๐Ÿ“–Apabila ayat atau surat yang dibaca adalah bukan Surat Al-Fatihah,
๐Ÿง˜Maka ia wajib menggantinya dengan sujud sahwi dan shalatnya berjalan dengan sah.
๐Ÿง˜Jika ia tidak melakukan sujud sahwi, maka ia harus mengulang shalatnya.
⛔Jika tidak mengulang shalatnya, maka ia fasik dan berdosa.

๐Ÿ“–Kefarduan membaca ayat apa pun dari Al-Qur’an ini berdasarkan
☪️Firman Allah:

ูَุงู‚ْุฑَุกُูˆุง ู…َุง ุชَูŠَุณَّุฑَ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ

✅Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an.
๐Ÿ“š(QS. Al-Muzammil [73]: 20).

๐Ÿ“–⚛️Ayat ini dijadikan dalil untuk membaca ayat apa pun dari Al-Qur’an ketika shalat dalam mazhab Hanafi.
⚛️Sedangkan mazhab lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan
๐Ÿ‘‡“apa yang mudah” di dalam ayat di atas
๐Ÿ“–Adalah Surat Al-Fatihah. 

☪️Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู„ุงَ ุตَู„ุงَุฉَ ู„ِู…َู†ْ ู„َู…ْ ูŠَู‚ْุฑَุฃْ ุจِูَุงุชِุญَุฉِ ุงู„ูƒِุชَุงุจِ

✅Tidak ada shalat (yang sah) bagi orang yang tidak membaca Fatihahnya Al-Kitab
๐Ÿ“š(HR. Bukhari no. 756).

⚛️Ketiga mazhab menjadikan hadis di atas sebagai dalil kewajiban membaca Surat Al-Fatihah.
⚛️Sementara menurut mazhab Hanafi,
๐Ÿ‘‡Hadis tersebut menunjukkan
๐Ÿง˜๐Ÿ“–Kesempurnaan shalat dengan membaca Surat Al-Fatihah, bukan sahnya shalat.
๐Ÿ‘‡Selain itu,
๐Ÿ“–๐Ÿ‘ณHadis ini dinilai sebagai ahad (hadis yang diriwayatkan oleh satu, dua atau tiga orang saja, dan tidak sampai mutawatir (diriwayatkan banyak orang).
✅Dalil berupa hadis ahad adalah zhanni.

๐Ÿ“–Basmalah di dalam Al-Qur’an

๐Ÿ‘ณUlama sepakat bahwa basmalah di dalam Surat An-Naml adalah ayat Al-Quran.
☪️Allah berfirman:

ุฅِู†َّู‡ُ ู…ِู†ْ ุณُู„َูŠْู…َุงู†َ ูˆَุฅِู†َّู‡ُ ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ

✅Sesungguhnya (surat) itu berasal dari Sulaiman yang isinya (berbunyi,)
✒️“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
๐Ÿ“š(QS. An-Naml [27]: 30).

๐Ÿ‘ณNamun, para ulama berbeda pendapat dalam posisi basmalah di awal surat.
✍️Setidaknya ada tiga pendapat dalam hal ini. 

1️⃣. Pertama,
๐Ÿ‘ณImam Abu Hanifah dan Imam Malik mengungkapkan bahwa :
๐Ÿ“–✅Basmalah bukan termasuk ayat dari Surat Al-Fatihah dan surat-surat lainnya dalam Al-Qur’an.
๐Ÿ‘ณ✅Para qari’ (orang yang ahli dalam ilmu qira’at Al-Qur’an) Madinah dan Basrah di masa lalu juga berpendapat demikian. 

2️⃣. Kedua,
๐Ÿ‘ณImam Syafii, Imam Ahmad bin Hanbal, dan ulama fikih terkemuka Imam Abdullah bin Al-Mubarak (w. 797 M) mengungkapkan bahwa :
๐Ÿ“–✅Basmalah adalah ayat dari semua Surat Al-Qur’an
๐Ÿ“–✅Kecuali Surat At-Taubah. 
๐Ÿ‘ณBeberapa Sahabat Rasulullah ๏ทบ juga berpendapat demikian, di antaranya adalah :
๐Ÿ‘ณSayyidina Ali bin Abi Thalib,
๐Ÿ‘ณAbu Hurairah,
๐Ÿ‘ณAbdullah bin Abbas, dan
๐Ÿ‘ณAbdullah bin Umar.
✍️Pendapat ini adalah yang digunakan oleh para qari’ Mekah dan Kufah di masa lampau.
☪️Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุฅِุฐَุง ู‚َุฑَุฃْุชُู…ُ ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ูَุงู‚ْุฑَุกُูˆุง ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ ุฅِู†َّู‡َุง ุฃُู…ُّ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ูˆَุฃُู…ُّ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ูˆَุงู„ุณَّุจْุนُ ุงู„ْู…َุซَุงู†ِูŠ ูˆَุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ ุฅِุญْุฏَุงู‡َุง

✅Apabila kalian membaca Alhamdulillah (Surat Al-Fatihah),
✅Maka bacalah bismillahirrahmanirrahim. Sesungguhnya Al-Fatihah adalah induknya Al-Qur’an, induknya Al-Kitab dan as-sab’ al-matsani (tujuh yang berulang-ulang).
✅Dan bismillahirrahmanirrahim adalah salah satunya
๐Ÿ“š(HR. Ad-Daraquthni no. 1190 & Al-Baihaqi no. 2390, Sahih menurut Ibnu Hajar Al-'Asqalani).

3️⃣. Ketiga,
⚛️Pendiri mazhab Zhahiri
๐Ÿ‘ณImam Dawud Azh-Zhahiri (w. 833 M) mengungkapkan bahwa :
๐Ÿ“–✅Basmalah adalah satu ayat tersendiri (mandiri) yang berada di permulaan setiap surat,
๐Ÿ“–✅Tetapi ia tidak termasuk ke dalam surat dalam Al-Qur’an.
๐Ÿ“–๐Ÿ‘ณHal ini juga merupakan salah satu pendapat dari Imam Ahmad bin Hanbal.

๐Ÿ‘‡Meskipun demikian,
๐Ÿ‘ณPara ulama sepakat bahwa Surat Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat.
๐Ÿ‘ณMenurut ulama yang berpendapat basmalah termasuk bagian ayat dari Surat Al-Fatihah,
✅Maka basmalah merupakan ayat pertama.
๐Ÿ‘ณSedangkan menurut ulama yang menganggap basmalah bukan bagian dari ayat Surat Al-Fatihah,
๐Ÿ‘‡Maka penomoran ayatnya adalah sebagai berikut:

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ (1) ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ (2) ู…َุงู„ِูƒِ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ (3) ุฅِูŠَّุงูƒَ ู†َุนْุจُุฏُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒَ ู†َุณْุชَุนِูŠู†ُ (4) ุงู‡ْุฏِู†َุง ุงู„ุตِّุฑَุงุทَ ุงู„ْู…ُุณْุชَู‚ِูŠู…َ (5) ุตِุฑَุงุทَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَู†ْุนَู…ْุชَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ (6) ุบَูŠْุฑِ ุงู„ْู…َุบْุถُูˆุจِ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَู„َุง ุงู„ุถَّุงู„ِّูŠู†َ (7)

๐Ÿ‘ณPara ulama berbeda pendapat tentang hukum membaca basmalah di dalam Surat Al-Fatihah ketika shalat.
⚛️Mazhab Syafii dan satu riwayat dari mazhab Hanbali berpendapat bahwa :
✅Wajib hukumnya membaca basmalah di awal Surat Al-Fatihah,
๐Ÿ‘‡Karena ia adalah
๐Ÿ“–Bagian ayat dari Surat Al-Fatihah.
๐Ÿ‘Jika tidak membaca basmalah, maka shalatnya batal,
๐Ÿ“–๐Ÿง˜Karena membaca seluruh ayat Surat Al-Fatihah adalah termasuk rukun shalat. 

⚛️Sedangkan menurut mazhab Hanafi, Maliki, dan satu riwayat dari mazhab Hanbali menyatakan bahwa :
๐Ÿ“–✅Membaca basmalah di awal Surat Al-Fatihah hukumnya tidak wajib, melainkan sunnah, karena basmalah bukan bagian ayat dari Surat Al-Fatihah.
๐Ÿ“–๐Ÿ‘Jika tidak membacanya, maka shalatnya sah dan tidak batal.

๐Ÿ“–Basmalah di awal surat At-Taubah

๐Ÿ‘ณUlama berbeda pendapat tentang alasan kenapa tidak terdapat basmalah di Surat At-Taubah.
✅Sebagian ulama mengatakan bahwa alasannya karena Surat At-Taubah diturunkan untuk menghilangkan rasa aman,
✅Sedangkan basmalah sendiri tujuannya memberi rasa aman,
✅Sehingga hal tersebut dianggap saling bertolak belakang. 

๐Ÿ‘ณSebagian ulama lain mengungkapkan bahwa
☪️Rasulullah ๏ทบ senantiasa memberitahukan susunan surat dan ayat yang turun ketika hendak ditulis di dalam mushaf.
๐Ÿ“–Adapun Surat At-Taubah,
☪️Rasulullah ๏ทบ menginformasikan susunannya dalam mushaf sampai beliau ๏ทบ wafat.
๐Ÿ‘‡Dengan alasan tersebut,
๐Ÿ“–Surat At-Taubah kemudian diletakkan dengan tanpa basmalah setelah Surat Al-Anfal.
✍️Alasannya karena terdapat kesesuaian dan kesamaan kisah di antara keduanya.

๐Ÿ‘‡Sementara itu,
๐Ÿ‘ณUlama tafsir Imam Al-Qurthubi (w. 1273 M) mengatakan bahwa :
๐Ÿ‘‡Pendapat yang benar adalah :
☄️Karena Malaikat Jibril tidak membawa basmalah ketika menurunkan Surat ini.

๐Ÿ“–Hukum membaca basmalah di awal surat selain Al-Fatihah dan At-Taubah

๐Ÿ‘ณ๐Ÿ“–Para ulama sepakat tentang kesunnahan membaca surat setelah membaca Surat Al-Fatihah di rakaat pertama dan kedua shalat.
๐Ÿ‘ณ๐Ÿ“–Mereka juga sepakat bahwa membaca basmalah di awal surat tidaklah wajib.
๐Ÿ‘ณ๐Ÿ“–Membaca beberapa ayat Al-Qur’an saja sudah cukup dan dianggap mendapatkan pahala dari kesunnahannya. 

๐Ÿ‘‡Hanya saja,
⚛️Menurut mazhab Syafii jika
๐Ÿง˜๐Ÿ“–Seseorang membaca satu surat utuh dalam shalat,
๐Ÿ‘‡Tapi tidak didahului basmalah,
๐Ÿง˜๐Ÿ“–Maka bacaan tersebut tidak terhitung sebagai bacaan satu surat yang lengkap.

๐Ÿ‘‡Misalnya,
๐Ÿง˜๐Ÿ“–Seseorang membaca Surat Al-Kautsar tanpa basmalah,
✅Maka bacaan tersebut tidak terhitung sebagai Surat Al-Kautsar yang lengkap,
✅Karena basmalah merupakan bagian dari ayat Surat Al-Kautsar.
๐Ÿ‘‡Namun,
๐Ÿง˜✅Shalatnya tetap dianggap sah,
✅Karena tidak wajib membaca satu surat lengkap ketika shalat.

๐Ÿ‘ณImam Syafii dan murid-muridnya berkata:

ูŠُุณْุชَุญَุจُّ ุฃَู†ْ ูŠَู‚ْุฑَุฃَ ุงู„ْุฅِู…َุงู…ُ ูˆَุงู„ْู…ُู†ْูَุฑِุฏُ ุจَุนْุฏَ ุงู„ْูَุงุชِุญَุฉِ ุดَูŠْุฆًุง ู…ِู†ْ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ูِูŠ ุงู„ุตُّุจْุญِ ูˆَูِูŠ ุงู„ْุฃُูˆْู„َูŠَูŠْู†ِ ู…ِู†ْ ุณَุงุฆِุฑِ ุงู„ุตَّู„َูˆَุงุชِ ูˆَูŠَุญْุตُู„ُ ุฃَุตْู„ُ ุงู„ْุฅِุณْุชِุญْุจَุงุจِ ุจِู‚ِุฑَุงุกَุฉِ ุดَูŠْุกٍ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ูˆَู„َูƒِู†َّ ุณُูˆุฑَุฉً ูƒَุงู…ِู„َุฉً ุฃَูْุถَู„ُ ุญَุชَّู‰ ุฃَู†َّ ุณُูˆุฑَุฉً ู‚َุตِูŠุฑَุฉً ุฃَูْุถَู„ُ ู…ِู†ْ ู‚َุฏْุฑِู‡َุง ู…ِู†ْ ุทَูˆِูŠู„َุฉٍ

✅Imam dan orang yang shalat sendirian setelah Al-Fatihah disunnahkan membaca sesuatu (ayat) dari Al-Qur’an dalam shalat Subuh dan dua rakaat pertama shalat lainnya.
✅Hukum asal kesunnahan bisa diperoleh dengan membaca sedikit saja (kalimat) dari Al-Qur’an, tetapi membaca satu surat yang sempurna itu lebih baik, sehingga satu surat pendek lebih baik daripada kadarnya dari surat yang panjang.

๐Ÿ‘ณSyeikh Wahbah Az-Zuhali menyebutkan pendapat ulama mazhab Maliki dan Hanbali sebagai berikut:

ูˆَู‚َุงู„َ ุงู„ْู…َุงู„ِูƒِูŠَّุฉُ ูˆَุงู„ْุญَู†َุงุจِู„َุฉُ: ูˆَูŠُุณَู†ُّ ุฃَู†ْ ูŠَูْุชَุชِุญَ ุงู„ุณُّูˆْุฑَุฉَ ุจِู‚ِุฑِุงุกَุฉِ ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ

✅Mazhab Maliki dan mazhab Hanbali berkata,
✒️‘Disunnahkan bagi seseorang untuk memulai bacaan Surat dengan membaca “Bismillahirrahmanirrahim”’.

⚛️Mazhab Syafii berpendapat bahwa:
๐Ÿ“–๐Ÿ—ฃ️Basmalah ini disunnahkan dibaca secara keras di dalam shalat jahriyah (shalat yang bacaannya keras, yaitu Maghrib, Isya, Subuh dan shalat Jumat).
⚛️Sedangkan mazhab Hanbali dan Hanafi berpendapat bahwa :
๐Ÿ“–✅Membaca basmalah disunnahkan pelan, meskipun di dalam shalat jahriyah.

✍️Kesimpulan

⚛️Dapat disimpulkan bahwa seluruh ulama mazhab sepakat bahwa shalat seseorang yang tidak membaca basmalah di awal surat selain Al-Fatihah tetap dinyatakan sah.
๐Ÿ‘ณDan semua ulama sepakat bahwa membaca basmalah di awal surat adalah sunnah.
๐Ÿ‘‡Hanya saja,
⚛️Menurut mazhab Syafii,
๐Ÿ“–๐Ÿ‘Seseorang tidak disebut membaca satu surat Al-Qur’an,
๐Ÿ“–✅Jika ia tidak membaca basmalah dan ayat-ayat dalam surat Al-Qur’an hingga selesai.

✍️Referensi:
๐Ÿ“šAl-Fiqh Al-Islami wa Adillatuh;
๐Ÿ‘ณWahbah Az-Zuhaili;
๐Ÿ“šUshul Al-Fiqh;
๐Ÿ‘ณMuhammad Abu Zahrah;
๐Ÿ“šTafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim;
๐Ÿ‘ณIbnu Katsir;
๐Ÿ“šAnwar At-Tanzil wa Asrar At-Ta’wil;
๐Ÿ‘ณAl-Baidhawi;
๐Ÿ“šAl-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an;
๐Ÿ‘ณAl-Qurthubi;
๐Ÿ“šAl-Majmu’;
๐Ÿ‘ณAn-Nawawi. 

             ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Ÿ™Salam santun.
๐ŸŒhttps://t.me/Aswaja_Cyber


Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad