๐ง*๐บ๐๐๐๐๐ ๐บ๐๐๐ :๐ณ*๐บ๐๐๐๐๐ ๐จ๐๐ ๐ฏ๐๐๐๐ ๐จ๐-๐จ๐๐'๐๐๐
⚛️*"๐๐ฌ๐ฐ๐๐ฃ๐_๐๐ฒ๐๐๐ซ"*๐ก
๐.Https://t.me/abi_aqilla
๐.Https://t.me/Aswaja_Cyber
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
๐ง*๐บ๐๐๐๐๐ ๐บ๐๐๐ :
๐ณ*๐บ๐๐๐๐๐ ๐จ๐๐ ๐ฏ๐๐๐๐ ๐จ๐-๐จ๐๐'๐๐๐
✍️Nama lengkapnya adalah :
๐ณAli bin
๐ณIsma’il bin
๐ณAbi Basyar Ishaq bin
๐ณSalim bin
๐ณIsma’il bin
๐ณAbdullah Bin Musa bin
๐ณBilal Bin
๐ณAbi Burdah Bin
๐ณShohib Rosulallahi Sollallahu ‘Alaihi Wasallam Abi Musa Abdullah bin
๐ณQois Al-Asy’ari.
๐Dia adalah
⚛️Al-Imam al-Mutakallim al-Faqih al-Ushuli yang sangat luas ilmunya sangat terkenal namanya di Maghrib (ujung barat) dan Masyriq (ujung timur),
⚛️Sang Pembela as-Sunnah dan Penolong Ilmu Agama.
๐ณAl-Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dilahirkan pada tahun 260 H.
⚛️Awal mulanya al-Asy’ari mengikuti Madzhab Mu’tazilah yang diajarkan oleh ayah tirinya
๐Yaitu
๐งImam Ali al-Jubba’i Al-mu’tazili.
๐ณBahkan al-Imam al-Asy’ari sering menggantikan ayah tirinya untuk
๐ฃ️Menghadiri Majelis perdebatan,
✅Dan semua orang mengakui kecerdesannya dan ilmunya.
๐ณSampai pada umur 40 tahun al-Imam al-Asy’ari
๐Menjadi
⚛️Imamnya Mu’tazilah akhirnya al-Imam al-Asy’ari keluar dari Madzhab Mu’tazilah dikarenakan muncul sebuah pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh ayah tirinya yaitu Ali Al-Jubba’i.
๐ณAl-Imam al-Asy’ari bertanya kepada Ali al-Jubba’i bagaimana tanggapan ayah tentang tiga bersaudara ini?
1️⃣. Pertama:
๐Orang yang mati dalam keadaan taat.
2️⃣. Kedua:
๐Orang yang mati dalam keadan bermaksiat.
3️⃣. Ketiga:
๐Anak kecil (belum baligh) yang sudah mati.
๐งAli Al-jubba’i menjawabnya :
✅Orang yang pertama mati dalam keaadan taat masuk surga,
✅Sedangkan yang kedua masuk neraka karna bermaksiat dan yang
✅Ketiga anak yang mati masih kecil tidak masuk surga tidak pula neraka.
๐คTimbul pertayaan lagi di benak Imam Asy’ari,
๐Jika orang yang mati dalam keadaan kecil kemudian dia menggugat kepada Allah :
✅“Wahai Tuhanku kenapa engkau tidak matikan saya dalam keadaan besar saja, maka aku akan selalu berbuat ta’at kepadaMu, sehingga aku bisa masuk surga?”.
๐งAli al-Jubba’i menjawabnya :
☪️“Maka, Allah akan menjawab :
✅“Sesungguhnya aku lebih mengetahui dari pada engkau, jika Aku besarkan engkau niscaya engkau akan bermaksiat sehingga engkau akan masuk neraka, maka alangkah baiknya Aku wafatkan dirimu dalam keadaan kecil”.
๐ณKemudian al-Imam al-Asy’ari bertaya lagi :
✅“Jika orang yang kedua yaitu orang yang mati dalam keadaan bermaksiat,
๐Kemudian dia juga menggugat kepada Allah :
✅“Wahai Tuhanku, mengapa engkau tidak matikan diriku dalam keadaan kecil saja, sehingga aku dan para Ahli Neraka tidak masuk Neraka”.
๐งAkhirnya Imam Ali al-Jubba’i menjawabnya :
✅“Wahai Asy’ari, kamu sudah menyalahi aturan Aqidah yang sudah ada”.
๐ณAkhirnya al-Imam Asy’ari keluar dari Madzhab Mu’tazilah yang katanya Madzhab Mu’tazilah selalu mendahulukan/mengunggulkan Rasio (akal).
4️⃣Setelah perdebatan sudah tidak terpecahkan oleh ayah tirinya Ali al-Jubba’i,
๐Pada waktu itu al-Imam Asy’ari keluar menuju Menara Masjid Jami’ Bashroh,
๐ณKemudian naik ke Mimbar dengan suara yang sangat keras seraya berkata :
✅“Wahai para Manusia, barang siapa yang kenal padaku sungguh aku telah mengenalnya dan barang siapa yang tidak kenal kepadaku maka aku akan perkenalkan diriku siapa aku sebenarnya.
✅Aku adalah Ali Bin Isma’il Bin Abi Basyar Ishaq Bin Salim Bin Ismail Bin Abdullah Bin Musa Bin Bilal Bin Abi Burdah Bin Shohib Rosulallah Sollallahu Alaihi Wasallam Abi Musa Abdullah Bin Qois Al-Asy’ari,
✅Dan aku adalah orang yang mengatakan bahwa Al-Qur’an Al-Karim adalah Makhluq dan Allah SWT tidak bisa dilihat di akhirat dengan suatu pandangan, begitupun seorang hamba yang menjadikan pekerjaannya dengan kehendaknya sendiri.
✅Semua perkataanku ini aku cabut dan aku bertaubat dari Madzhab Mu’tazilah,
✅Dan aku telah membantah mereka (Mu’tazilah) dengan kejelekan-kejelekan mereka”.
✅“Wahai para manusia, jika di antara kalian tidak ada yang hadir pada saat ini sungguh aku telah mempunyai Dalil yang mencukupi untuk bekal hidup.
✅Dan aku tidak mengunggulkan sesuatu apapun dengan sesuatu yang lain.
✅Dengan dalil ini Allah telah memberikan petunjuk kepadaku menuju Aqidah yang lurus.
✅Dan sungguh aku telah mencabut semuanya yang dulu aku yakini Aqidah Mu’tazilah sebagaimana aku mencabut baju yang dipenuhi kotoran dan telah aku buang jauh-jauh baju itu, dan yang aku ikuti sekarang adalah Madzhab yang benar yang merupakan Madzhabnya para Fuqoha’ dan Muhadditsin”.
๐ณDi antara murid Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari
1️⃣. ๐ณAl-Imam Abu Hasan Al-Bahili Al-Bashri.
2️⃣. ๐ณAl-Imam Abu Abdullah bin Mujahid Al-Basri.
3️⃣. ๐ณAl-Imam Abu Muhammad Ath-Thobari Al-Ma’ruf Bil-‘Iroqi.
4️⃣. ๐ณAl-Imam Abu Bakar Al-Qoffal Asy-Syasi.
5️⃣. ๐ณAl-Imam Abu Sahal Ash-Shohluki An-Naisaburi.
๐ณDi antara penerus Ulama’ Ahlus Sunnah Wal Jama’ah
1️⃣. ๐ณAl-Imam Al-Qodi Abi bakar Al-Bakilani Al-Maliki.
2️⃣. ๐ณAl-Imam Abu Thoyyib bin Abi Sahal Ash-Shohluki.
3️⃣. ๐ณAl-Imam Abu Ali ad-Daqqok.
4️⃣. ๐ณAl-Imam Al-Hakim An-Naisaburi.
5️⃣. ๐ณAl-Imam Abu Bakar bin Furok.
6️⃣. ๐ณAl-Imam Al-Hafidz Abu Nu’aim Al-Asbahani.
⚛️Kesemuanya adalah Murid dan Murid dari Muridnya Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari yang telah membangkitkan tegaknya Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah di seluruh jagat bumi selalu menyampaikan Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah di siang hari dan malam hari, mereka juga adalah orang yang menjunjung nama besar Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
๐ณKomentar Ulama’ tentang Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari
1️⃣. ๐ณAl-Imam Al-Hafidz Ibnu ‘Asakir berkata :
✅“Al-Imam Al-Asy’ari adalah orang yang perpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah,
✅Orang yang sabar atas Agamanya dan penyabar atas cobaan-cobaan dan ujian yang menimpanya”.
2️⃣. ๐ณAl-Imam Al-Hafidz Al-Baihaqi berkata :
✅“Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari adalah Imam Mujaddid di abad ketiga dan
✅Al-Imam Al-Asy’ari tidak memperbarui Agama Allah dan tidak mendatangkan Bid’ah,
✅Bahkan Al-Imam Al-Asy’ari mengumpulkan Qoul-Qoulnya para sahabat dan tabi’in dan penolong Qoul-Qoulnya para Imam Mujtahid seperti :
๐ณImam Abu Hanifah,
๐ณImam Sofyan Ats-Tsauri dari Ahli Kufah, dan
๐ณImam Al-Auza’i dari Ahli Syam, dan
๐ณImam Malik,
๐ณImam Syafi’i dari Ahli Haromain, dan
๐ณImam Ahmad Bin Hanbal Imam,
๐ณAl-Laits Bin Sa’at,
๐ณImam Abi Abdullah Muhammad Bin Isma’il Al-Bukhori dan
๐ณImam Abu Al-Husain Muslim Bin Al-Hujjaj An-Naisaburi dari Ahli hadist dan Atsar”.
3️⃣. ๐ณSulthon Al-Ulama’ Al-Imam Izzuddin berkata :
✅“Sesungguhnya Aqidahnya Al-Imam Al-Asy’ari adalah Aqidah yang dikumpulkan dari Madzhab 4,
๐Yaitu :
๐ณAl-Imam Abu Hanifah,
๐ณAl-Imam Malik,
๐ณAl-Imam Asy-Syafi’i dan
๐ณAl-Imam Ahmad Bin Hanbal.
✍️Sungguh telah disepakati pada masanya Al-Imam Umar Bin Al-Hajib dari kalangan Malikiyah dan juga disepakati pada masanya Al-Imam Jamaluddin Al-Husairi dari kalangan Hanafiyah”.
4️⃣. ๐ณAl-Imam Ibnu Kholkon berkata :
✅“Al-Imam Al-Asy’ari adalah Sang Pendiri Ilmu Teologi (Ilmu Tauhid) dan penegak ilmu Agama,
✅Pembela Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
✅Memang awal mulanya Al-Imam Abu Hasan Al-Asy’ari adalah penganut Madzhab Mu’tazilah tapi di kemudian hari Al-Imam Abu Hasan Al-Asy’ari bertaubat dari semua perkataanya”.
5️⃣. ๐ณAl-Imam Ibnu Furok berkata :
✅“Pindahnya Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari kepada Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dengan Hujjah ‘Aqliyah (Argumen Rasio/Akal)”.
6️⃣. ๐ณAl-Imam Al-Hafidz Adz-Dhahabi juga berkata :
✅“Sesungguhya Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari bertaubat dan menaiki Mimbar Masjid Jami’ Bashroh dan
๐ณAl-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari berkata :
✒️“Sungguh aku bertaubat dari apa yang aku katakan dan aku membantah Madzhab Mu’tazilah yang selalu mengandalkan akalnya”.
๐Karangan Kitab Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari melebihi 200 karangan lebih di antaranya :
1️⃣. ๐Kitab al-Ibanah,
๐Tapi
๐๐งKitab ini sudah banyak mendapat Tahrif (perubahan) oleh para Wahabi,
✅๐Cuma ada sebagian cetakan kitab al-Ibanah sedikit yang di-tahrif versi cetakan Baghdad.
2️⃣. ๐Kitab al-Luma’:
✅Yaitu kitab yang juga dikarang oleh Al-Imam Al-Asy’ari setelah mengarang kitab al-Ibanah.
๐Syubhat Perjalanan
๐ณAl-Imam Abul Hasan Al-Asyari
๐Yang dilontarkan
๐งKaum Wahhabi
๐ณAl-Imam Abul Hasan al-Asy’ari
๐Diduga oleh para
๐งKaum Wahhabi bahwasannya
๐ณAl-Imam Abu Hasan al-Asy’ari mengalami Tiga Fase peralihan Aqidah selama hidupnya.
1️⃣. Fase Pertama :
๐ณAl-Imam Abu hasan al-Asy’ari mengikuti Madzhab Mu’tazilah.
2️⃣. Fase Kedua :
๐ณAl-Imam Abu Hasan al-Asy’ari mengikuti al-Imam Abdullah bin Sa’id bin Kullab.
3️⃣. Fase Ketiga :
๐ณAl-Imam Abu Hasan al-Asy’ari kembali pada Madzhab Salafi
๐Versi
๐งWahhabi.
❎Semua Fase yang diikuti al-Imam Abu Hasan al-Asy’ari ternyata salah,
✅Akan tetapi yang benar al-Imam Abul Hasan al-Asy’ari cuma mengalami dua fase peralihan saja,
๐Yaitu :
1️⃣. Fase Pertama:
๐ณAl-Imam Abu Hasan al-Asy’ari mengikuti Madzhab Mu’tazilah
2️⃣. Fase Kedua:
๐ณAl-Imam Abu Hasan al-Asy’ari
๐Mengikuti
⚛️Madzhab al-Imam Abdullah bin Sa’id Bin Kullab yang tak lain adalah Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dari generasi Salaf.
✅Fase Pertama:
๐ณAl-Imam Abul Hasan al-Asy’ari di masa hidupnya mengikuti Madzhab Mu’tazilah kemudian setelah keluar dari Madzhab Mu’tazilah al-Imam Abul Hasan al-Asy’ari
๐Mengikuti
⚛️Madzhab al-Imam Ibnu Kullab dan di akhir hayatnya
Al-Imam Abul Hasan Al-Asyari
๐Kembali ke
⚛️Madzhab Salafi
๐Versi
๐งWahabi.
✅Fase Kedua:
๐ณAl-Imam Abdullah bin Sa’id Bin Kullab bukan termasuk Ahlus Sunnah Wal Jama’ah
๐Menurut
๐งKaum Wahhabi.
✅Fase Ketiga:
๐Kitab al-Ibanah karya al-Imam Abu Hasan al-Asyari
๐Adalah
๐Kitab ketika di karang kembalinya al-Imam al-Asy’ari ke madzhab Salafus Sholeh
๐Versi
๐งWahabi.
๐๐Bantahan Kepada
๐งKaum Wahhabi Yang Mengaku Bahwa al-Imam al-Asy’ari Mengalami Tiga Fase Peralihan Aqidah
1️⃣. Bantahan Pertama :
๐ณAl-Imam Abu Hasan al-Asy’ari adalah Imam yang sangat ‘Alim di kalangan kaum Muslimin dan juga bukan laki-laki yang menyamarkan dirinya apalagi dalam kasus pengakuannya, dan sungguh masyhur beritanya,
๐ณAl-Imam al-Asy’ari memang awal mulanya menganut Madzhab Mu’tazilah, di kemudian hari Al-Imam al-Asy’ari merujuk menjadi Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
๐ณAl-Imam Abu Bakar bin Furok berkata:
✅“Al-Imam al-Asy’ari memang pertama kali mengikuti Madzhab Mu’tazilah tapi setelah itu pindah ke Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”.
2️⃣. Bantahan kedua :
๐ณAl-Imam Abdullah Bin Sa’id bin Kullab adalah Imam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah,
๐Di dalam kitabnya Ghoyah al-Marom Fi Ilmi Kalam,
๐ณAl-Imam Ibnu Kullab berkata :
✅“Aku adalah termasuk Ahlus Sunnah di masa Kholifah al-Makmun Abdullah Bin Sa’id at-Tamimi,
✅Dan akulah yang membantah kaum Mu’tazilah di Majelis Kholifah al-Makmun dan aku jelaskan tentang kebusukan Mu’tazilah”.
๐ณAl-Imam Ibnu Kholdun juga berkata :
✅“Sesungguhnya al-Imam Abul Hasan al-Asy’ari mengikuti Metode (jalan) al-Imam Ibnu Kullab dan al-Imam al-Haris al-Mahasibi dan al-Imam al-Qolanisi, mereka semua adalah Ulama’ yang selalu mengikuti Metode (jalan) Salaf versi Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”.
3️⃣. Bantahan ketiga :
๐Kitab al-Ibanah karya al-Imam Al-Asy’ari juga mengikuti metode al-Imam Ibnu Kullab,
❎Bukan berarti al-Imam al-Asy’ari mengarang kitab al-Ibanah kembali ke Madzhab Salaf versi Wahhabi”.
๐ณAl-Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-‘Asqolani berkata :
✅“Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari mengarang kitab Al-Ibanah di akhir hidupnya juga mengikuti metode Al-Imam Ibnu Kullab dan metode Al-Imam Ibnu Kullab juga sama dengan Metode Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari”.
๐Wafatnya Al-Imam Abu Hasan Al-Asy’ari.
๐ณAl-Imam Abu Hasan al-Asy’ari wafat pada tahun 324 H.
๐ญDan sungguh ketika itu para Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sangat bersedih,
๐ง๐Sedangkan orang-orang Ahli Bid’ah sangat senang dengan Wafatnya al-Imam Abul hasan al-Asy’ari.
✍️Referensi :
1️⃣. ๐Thobaqot al-Kubro asy-Asyafi’iyah
๐ณKarya al-Imam Tajuddin as-Subuki (Juz 3. Hal 365).
2️⃣. ๐Tabyin Kidibz
๐ณKarya al-Hafidz Ibnu ‘Asakir (Hal 103).
3️⃣. ๐Thobaqot al-Kubro Asy-Asyafi’iyah
๐ณKarya al-Imam Tajuddin as-Subuki (Juz 3. Hal 360).
4️⃣. ๐Muqaddimah al-Luma’
๐ณKarya Doktor al-Ustadz Hamudah Ghorobah.
5️⃣. ๐Wafiyat al-A’yan
๐ณKarya al-Imam ash-Sofadi ( Juz 3. Hal 284).
6️⃣. ๐Siyar an-Nubula’
๐ณKarya al-Hafidz adz-Dhahabi (Juz 15. Hal 89).
7️⃣. ๐Muqaddimah
๐ณAl-Imam Ibnu Kholdun (Hal 853).
8️⃣. ๐Thobaqot asy-Syafi’iyah
๐ณKarya al-Imam Ibnu Qodi Suhbah (Juz 1. Hal 78).
9️⃣. ๐Muqaddimah
๐ณAl-Imam Ibnu Kholdun (Ibid).
๐. ๐Thobaqot asy-Syafi’iyah
๐ณKarya al-Imam al-Asnawi (Juz 2. Hal 178).
1️⃣1️⃣. ๐Lisan al-Mizan
๐ณKarya al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani (Juz 3. Hal 291).
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Salam santun.
๐https://t.me/Aswaja_Cyber
Komentar
Posting Komentar