sLEBIH MEMAHAMI TENTANG 6 ALIRAN MU'TAZILAH


LEBIH MEMAHAMI TENTANG 6 ALIRAN MU'TAZILAH

Aliran mu'tazilah merupakan salah satu aliran teologi yang dapat dikelompokkan sebagai kaum rasionalis dalam islam,aliran ini muncul pada abad pertama hijriyah.

A.Munculnya golongan atau kelompok Mu'tazilah

Sejarah munculnya aliran mu'tazilah oleh para pemuja dan aliran mu'tazilah muncul dikota Bashrah, pada abad ke 2 hijriyah, tahun 105-110 H,tepatnya pada masa pemerintahan khalifah Abdul Malik Bin Marwan dan khalifah Hisam Bin Abdul Malik. Pelopor munculnya aliran mu'tazilah yaitu seorang pemuda mantan murid Al-Hasan Al-Basri yang bernama Washil bin Atha' Al-Makhzmi Al-Ghozzal yang tidak setuju dengan gurunya tentang masalah dosa besar dia berpendapat bahwa orang yang melakukan dosa besar tidak dianggap mukmin dan tidak pula dianggap kafir, tetapi berada diantaranya keduanya yaitu (al manzilah baina al manzilataini). Secara harfiah kata Mu'tazilah berasal dari I'tazala yang berarti pisah atau memisahkan diri, yng berarti juga menjauhkan diri secara teknis, istilah Mu'tazilah merujuk pada dua golongan:

Golongan pertama[disebut Mu'tazilah 1]muncul sebagai respon politik murni, golongan ini tumbuh sebagai golongan netral politik, maksudnya tidak memihak salah satu baik dari golongan Ali bin Abi Thalib dan lawan-lawannya, terutama Muawiyah, Aisyah, dan Abdullah bin zubair.

Golongan kedua,(disebut Mu'tazilah ll) muncul sebagai respon persoalan teologis yang berkembang di kalangan Khawarij dan Mur'jiah akibat adanya peristiwa tahkim.Golongan ini muncul karena mereka berbeda pendapat dengan golongan Khawarij dan Mur'jiah tentang pemberian status kafir kepada yang berbuat dosa besar.

B.Tokoh-Tokoh Aliran Mu'tazilah

1.Wasil Bin Atha.

Wasil Bin Atha adalah orang pertama yang meletakkan dasar ajaran mu'tazilah. Ada tiga ajaran pokok yang dicetuskan oleh Wasil bin Atha, yaitu paham al-manzilah bain al-manzilatain, paham kadariyah (yang diambilnya dari ma'bad dan gailan, dua tokoh aliran Kadariyah), dan paham peniadaan sifat-sifat Tuhan. Dua dari tiga ajaran itu kemudian menjadi doktrin ajaran Mu'tazilah, yaitu al manzilah bain al-manzilatain dan peniadaan sifat-sifat Tuhan.

2. Abu Huzail al-Allaf

Abu Huzail al-'Allaf (wafat. 235 H), seorang pengikut aliran Wasil bin Atha, mendirikan sekolah Mu'tazilah pertama dikota Bashrah (Iraq). Melalui sekolah ini, pemikiran Mu'tazilah sempat menjadi madzhab resmi Negara.

Abu Huzail al-Allaf adalah seorang filosof islam. Ia banyak mngetahui falsafah yunani dan itu memudahkannya untuk menyusun ajaran-ajaran Mu'tazilah yang bercorak filsafat. Diantaranya ia membuat uraian mengenai pengertian Nafy as-sifat. Ia menjelaskan bahwa" Tuhan Maha Mengetahui" dengan pengetahuannya dan pengetahuannya itu adalah Zat-Nya bukan sifatnya, Tuhan Maha Kuasa dengan kekuasaannya dan kekasaannya itu juga Zat-Nya bukan sifatnya dan begitu seterusnya. Penjelasan dimaksudkan oleh Abu Huzail untuk menghindari adanya yang kadim selain Tuhan, karena kalau dikatakan ada sifat (dalam arti sesuatu yang melekat di luar zat Tuhan), berarti sifatnya itu kadim ini akan membawa kepada kemusyrikan.

3. Al-Jubba'i

Al-Jubba'I adalah guru Abu Hasan al- Asy'ari pendiri aliran Asy'ariah. Pendapatnya yang masyhur adalah mengenai kalam Allah SWT, sifat Allah SWT, kewajiban manusia, dan daya akal. Mengenai sifat Allah SWT, ia menerangkan bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat

4. An-Nazzam

Pendapatnya yang terpenting adalah mengenai keadilan Tuhan. Karena

Tuhan itu Maha adil, maka ia tidak berkuasa untuk berlaku zalim. Dalam hal ini pendapatnya lebih jauh dari gurunya, Al-Allaf. Kalau Al-Allaf mengatakan bahwa Tuhan mustahil berbuat zalim kepada hambanya, maka An-Nazzam menegaskan bahwa hal itu bukanlah hal yang mustahil, bahkan Tuhan tidak mempunyai kemampuan untuk berbuat zalim. Ia berpendapat bahwa perbuatan zalim hanya dilakukan oleh orang yang bodoh dan tidak sempurna, sedangkan Tuhan jauh dari keadaan yang demikian.

5. Al-Jahiz

Dalam tulisan-tulisan Al- Jahiz Abu Usman bin Bahar dijumpai paham naturalism atau kepercayaan akan hukum alam yang oleh kaum Mu'tazilah disebut sunnah Allah. Ia menjelaskan bahwa perbuatan-perbuatan manusia tidaklah sepenuhnya diwujudkan oleh manusia itu sendiri, melainkan ada pengaruh hukum alam.

6. Mu'amar bin Abbad

Pendapatnya tentang kepercayan pada hukum alam dan pendapatnya ini sama dengan pendapat Al-jahiz. Ia mengatakan bahwa Tuhan hanya menciptakan benda-benda materi. Adapun sesuatu yang datang pada benda-benda itu adalah hasil dari hukum alam. Misalnya, jika sebuah batu dilemparkan ke dalam air maka gelombang yang dihasilkan oleh lemparan batu itu adalah hasil dari kreasi batu itu sendiri bukan ciptaan Tuhan.

7. Bisyr al- Mu'tamir

Ajarannya yang penting menyangkut pertanggungjawaban perbuatan manusia. Seorang yang berdosa besar kemudian bertobat, lalu mengulangi lagi perbuatan dosa besar,akan mendapan siksa ganda, meskipun ia telah bertobat atas dosa besarnya yang terdahulu

8. Abu Musa al-Mudrar

Al- Mudrar dianggap sebagai pemimpin Mu'tazilah yang sangat ekstrim, karena pendapatnya yang mudah mudah mengkafirkan orang lain.Menurut Syahristani, ia menuduh semua orang kafir yang mempercayai kekadiman Al-qur'an. Ia juga menolak pendapat bahwa di akhirat Allah SWT dapat dilihat dengan mata kepala.

C.Ajaran yang Diajarkan oleh Golongan Mu'tazilah

Ada beberapa ajaran yang diajarkan oleh golongan Mu'tazilah yaitu:

1.Al-'adl (Keadilan), yang dimaksud keadilan adalah keyakinan bahwasannya kebaikan itu datang dari Allah, sedangkan kejelekan itu datang dari makhluk (manusia) dan diluar kehendak Allah. Seperti firman Allah; " Dan Allah tidak suka terhadap kerusakan". (Al-Baqarah: 205). Adapun ayat yang lain ; "Dan dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya".(Az-Zumar;7). Menurut mereka keinginan dan kesukaan tidak dapat dipisahkan, sehingga mustahil bila Allah tidak suka terhadap kejelekan, kemudian menghendaki untuk terjadi (mentakdirkan) oleh karena itumereka menamakan mereka dengan nama Ahlul'Adl atau Al-'Adliyyah.

2.Tauhid (keesaan tuhan), merupakan prinsip utama dalam ajaran Mu'tazilah. Mereka berpendapat bahwa tuhan itu esa, takada satu pun yang menyamainya.

3.Al-Wa'd Wa-Al-wai'd( janjibaik dan ancaman),Janji akan dipenuhi oleh tuhan karena tuhan tidak akan ingkar terhadap janjinya. Dalamhal ini mu'tazilah menolakadanya syafaat.Sebab syafa'at bertentangan dengan janji tuhan.

4.Al-manzilah bain Al-Manzilatain( posisi diantara dua posisi) dalamajaran ini orang yang melakukuan dosa besar maka dia tidak dianggap orang mukmin dan tidak juga orang kafir, melainkan diantara keduanya.

5.AmalMakruf nahi mungkar, ajaran kelima ini menyuruh untuk melakkan kebajikan dan melarang pada kemungkaran, pengakuan keimanan harus dibuktikan dengan kebaikan. Perbedaan aliran mu'tazilan dengan mazhab yang lain terletak pada pelaksanaannya.Menurut Mu'tazilah, jika harus melakukan kekerasan untuk menempuh ajaran ini, maka kerjakanlah.

Kaum Mu'tazilah adalah golongan yang membawa persoalan teologi yang lebih mendalam dan bersifat filosofis dari pada persoalan-persoalan yang dibawa oleh kaum khawarij dan murji'ah. Dalam pembahasan mereka banyak memakai akal sehingga mereka mendapat nama " Kaum Rasionalisme Islam".



Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad