Kitab Fathur Rabbani
Kitab Fathur Rabbani
Jangan Pernah Berpaling Dari Allah
“Berpaling dari Allah SWT ketika takdir datang itu bisa mematikan agama, mematikan tauhid, mematikan tawakal dan mematikan ikhlas. Bahwa hati orang Mu’min itu tidak bisa diketahui bagaimana dan mengapa tidak bisa diketahui.
Bahkan mukmin ketika itu berkata:
“Ya, jiwa semuanya berselisih saling kontra itu sebabnya barangsiapa hendak memperbaiki jiwa, hendaklah bersungguh-sungguh (bertekun atau mujahadah) menekan diri sampai terbebas dari keburukannya. Semua keburukan bertempat dalam keburukan. Kala engkau bertekun diri penuh ketenangan, semua yang bersemayam dalam jiwa jadilah baik. Karena proses terjadinya persesuaian itu berada dalam segala kepasrahan jiwa untuk menjauhi segala ma’siyat.
Itu sebabnya pada jiwa dikatakan:
“Wahai Jiwa yang tenang.”
(Qs.Al-Fajr :27).
Kecuian jiwa adalah takwa, sedang kelepasan jiwa dari suci adalah keburukannya. Keburukan jiwa bukanlah karena manusia. Untuk membuktikan lihatlah kesucian jiwa yang bernasab dari nenek moyang Ibrahim as. Semua yang ada dalam jiwanya merdeka dari buruk dan tetap tanpa nasfu. Ia mengalir hatinya tenteram. Ia datang kepada makhluk yang bermacam ragam mereka sama memalingkan jiwa merke dari Ibrahim untuk memberi pertolongan.
Ia berkata: Aku tidak menghendaki pertolongan kalian untuk menyelmatkan daku. Manakala telah nyata keprasahan Ibrahim, Allah berfiman “pada api” (wahai api) jadilah dingin dan membawa selamat untuk Ibrahim.” Pertolongan Allah tetap atas orang-orang sabar. Ia bersama Dia di dunia tanpa batas, dan kenikmatan-Nya di akhirat tanpa ukur.
Firman Allah:
“Sesungguhna (Allah) memberi pahala bagi orang-orang yang sabar tanpa menngenal batas.”
Tidak ada kata tersembunyi bagi Allah, sesuatu pun yang terbebankan atas manussia berdasar kekuasaan-Nya. Bersabarlah bersama Dia setiap waktu, sedang engkau melihat kehalusan dan nikmat-Nya terlimpahkan atasmu. Saja’ah (menurut bahasa tasawuf berarti berani berkorban dalam rangka menegakkan kalimat Allah sepanjang masa), adalah sabar setiap masa. “Sesungguhnya Allah besrt orang-orang yang sabar.”
Dengan pertolongan dan pengharapan bersabarlah bersama Dia, janagan lupakan Dia, karena setelah engkau mati akan terbangun, dan hal itu tidak membawa manfaat bagimu. Bangunlah untuk Dia sebelum kamu menjumpai-Nya, bangunlah sebelum engkau idbangunkan tanpa nyawa sehingga engkau menyesal. Waktu itu tidak beguna penyesalan.
Perbaikilah hatimu, karena jika hati sudah baik segala perilakumu pun baik.
Sebagaimana disabda Nabi SAW
“Di dalam tubuh bani Adam terdapat segumpal daging, jika daging itu baik, maka baiklah semua anggota tubuh, jika daging itu buruk, maka buruk pulalah seluruh anggota tubuh, ingatlah ia adalah HATI”
Adapun hati itu baik bila diselimuti takwa, tawakal kepada Allah, mengesakan Dia, ikhlas dalam beramal dan yakin akan keruskan semua itu jika tidak ada tindakan-tindakan tersebut. Hati itu laksana burung yang berada dalam sangkar, juga seperti permata dalam tambangnya. Adapun perumpaan burung dalam sangkar itu sama dengan permata tanpa tambang.
Wahai Allah, bersihkanlah organ tubuh kita dengan taubat, dan hati kita dengan ma’rifat kepada-Mu, sibukkanlah hidup kita sepanjang masa bersama-Mu, siang dan malam, dan luruskanlah kita melalui orang-orang shalih yang mendahului kita.
Wahai manusia, marilah kita berlemah lembut untuk Allah atas ketentuan Dia dan perbuatan-Nya. Maka haruslah kita junjung ketentuan-Nya itu. Bila kita telah berbuat demikian terhadap Dia berarti kita telah menjalin persahabatan menuju ketentuan Dia.
Firman Allah:
“Di sanalah pertolongan itu hanya dari Allah yang Hak.”
(Qs. 28 : 44).
Jika engkau merasa segar minum dari samudera ilmu-Nya dan memakan dari rangkaian keutamaan-Nya, berjinak-jinak bersama kejinakan-Nya dan melimpit dengan rakhmat-Nya. Inilah batasan individu dari setiap sejuta “satu” meliputi seluruh keluarga dan golongan manusia.
Wahai sahaya peliharalah takwa, periharalah hukum syari’at, siagakan dirimu untuk kontra dengan nafsu, hawa, setan dan teman buruk. Mukmin dalam misinyaberjihad dengan hal-hal tersebut akan membuka kepalanya dari ketopong perang, sehingga tidak terlimputi pedangnya, tidak telanjang beahan punggungnya dari sinar penerang.
Engkau jika memperbanyak tidur seperti tidurnya mereka itu bisa mengalahkan santapan mereka mempersempit bicara mereka. Tingkah laku mereka terserang kelu. Sesungguhnya Kuasa Allah berlaku atas mereka, karena Allah juga bersabda kepadamereka, sedang mereka menggerakkan pembicaraan di dunia seperti bicara masing-masing organ tubuh di hari kiamat setelah mereka dibicarai oleh Allah.
Bicara mereka tetap seperti sedia kala ketika masih di dunia. Meliputi sebab-sebab mengaa mereka bicara. Jika mereka menghendaki sesuatu tindakan segera terlaksana. Mereka hendak menyampaikan misi kepada manusia dengan berita takut dan gembira, bukan menyampaikan kata salah kepada mereka maka para Nabi dan Utusan sama bicara. Katika mereka dicabut kembali kepada Dia tumbuhlah Ulama’ dengan disiplin ilmu mereka bicara --- mereka – mengganti kedudukan para Nabi dan Rasul.
Nabi SAW. bersabda:
“Ulama adalah eksponen pewaris para Nabi.”
Wahai manusia bersyukurlah kepada Allah, atas pelbagai nikmat karunia-Nya dan lihatlah (perhatikan) kekuasaan-Nya melalui nikmat itu.
Sesungguhnya Dia berfirman:
“Dan sesuatu nikmat yang ada padamu hanyalah dari Allah.”
Di manakah rasa syukurmu, wahai para pemutar balik nikmat Allah. Wahai, siapa orang yang meilhat nikmat datang dari selain Allah? Adakalanya engkau melihat bahwa nikmat Dia terasa datang bukan dari-Nya, tetapi suatu ketika engkau menghadap-Nya dan melihat akan kekosongan dirimu. Terkadang engkau minta tolong kepada-Nya dengan menentang-Nya.
Wahai manusia engkau butuh kesunyianmu terjaga dari kemaksiatan, kegoncanga jiwa dan keterkejutan yang membawa peringatan bagimu, padahal Allah melihat kamu. Mengapa engkau butuh mudharat ini ada padamu dalam kesunyianmu, lalu kamu juga butuh membinasakan nafsu, hawa, dan setan, Kebesaran manusia itu runtuh karena kegoncangan jiwa, karena kecerdasan berfikir (kecepatan otak) dan perlintasan hati dalam kesunyiannya, sedang runtuhnya kebenaran itu pada kerlip mata. Bandingkan kesibukan mereka, mampu merekrut jiwa mereka, karena itu mereka tidur di pintu para penguasa.
Wahai hamba, engkau jangan bersama nafsu, hawa, dunia dan jangan pula dengan yang lain yang engkau ikuti selain Al-Haq. Jika engkau bertaubat, bertaubatlah secara lahir dan batin. Taubat itu pusat perputaran hati. Tanggalkanlah baju kemaksiatan ganti dengan taubat-taubat ikhlas, cinta kepada Allah itu sebagai hakikat bukan arti kias. Demikian rupa perbuatan hati setelah penyucian anggota tubuh dengan syari’at. Hati baginya sebagai amalan. Hati kala keluar dari lingkaran sebab lalu bergantung pada watak ia mengendari bahtera tawakkal dan ma’rifat kepada Allah, mengakui Dia. Meninggalkan sebab untuk mencari pendatang sebab.
Maka kala ia telah sampai ke tengah samudera ini di sanalah ia menemukan
firman-Nya:
“Dia yang menciptakan aku dan Dia pula yang memberi petunjuk.”
Jika demikian maka tertujuki ia dari pantai ke pantai, dari satu tempat ke tempat lain. Sampai engkau terhenti pada kebenaran yang tegak. Kala disebut Asma Tuhan tampaklah kebesaran-Nya dan terbukalah gulita dari mengenalnya.
Wahai hamba, bila sakit menimpamu, hadapilah dengan tangan terbuka penuh sabar. Bertahanlah sampai datang obat. Jika pengobatan telah datang terimalah dengan rasa syukur. Kalau kamu demikian tentulah hidupmu di permudah.
Takut api neraka itu sebagai jalan yang bisa memutus derita orang-orang mukmin, berdampak membawa kekuningan di wajah mereka dan kesedihan di hati mereka. Bilamana hal ini sangat mungkin terjadi pada mereka niscaya Allah menuangkan air rakhmat dan karunia dalam hati mereka. Baginya dibukakan pintu akhirat.
Sehingga ia melihat kebenaran janji yang disampaikan kepadanya. Bila mereka telah bertempat, berdiam dan beistirahat sedikit niscaya bagi mereka dibukakan pintu Kagungan, sehingga patahlah hati dan rahasia mereka, sebaliknya rasa takut lebih kuat dari yang datang pertama kali. Jika hal ini telah sempurna atas mereka niscaya mereka dibukakan pintu kebaikan, lalu mereka berdiam di sana penuh ketenangan, selalu jaga dan sama mendapat derajat, yaitu satu tingkat setelah satu tingkatan.
Wahai hamba jangan jadikan himmahmu sesuatu yang kau makan, yang engkau minum, yang engkau pakai, yang engkau kawini, yang engkau diamidan yang engkau kumpuli. Setiap permasalahan tersebut adalah kepentingan nafsu dan watak kemanusiaan saja. Lalu di manakah himmah hati, rahasia, yaitu mencari kebenaran Azza wa Jalla. Himmah haruslah sesuatu yang engkau pentingkan. Maka jadikanlah kepentinganmu untuk bertaubat kepada Allah dan apa yang ada pada-Nya.
Dunia adalah pengganti, yaitu pengganti akhirat, bagi makhluq terlukar oleh Al Khaliq. Kala engkau tinggalkan sesuatu dari dunia ini maka terbaharui penggantinya, bahkan lebih baik daripada dunia. Perkiraan bahwa selisih usiamu pada hari ini sudah cukup untuk persiapan akhirat, yaitu dalam menghadapi Malakul Maut. Dunia adalah bagaikan barang masakan yang disediakan untuk manusia, dan akhirat sebagai kehidupan mereka. Manakala datang kecemburuan dari Allah terjadilah pemisahan antara mereka dan dunia, dunia lalu menempati tempat akhirat.
Wahai pendusta, engkau katakan cinta Allah dalam situasi yang penuh nikmat, tetapi ketika datang cobaan engkau lari, seakan dalam jiwamu tidak ada rasa cinta kepada Allah. Hanya orang disebut hamba yang menunjukkan ikhtiar menakala cobaan Allah datang kepadanya lalu ia tetap bertahan dan mempertahankan cinta Dia. Jika hal ini sampai berobah dengan adanya dustamu maka tercabutlah yang pertama dan lenyap. “Wahai Tuhan kami, berilah kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaiakn dan peliharalah kami dari api neraka.”
Menu
Komentar
Posting Komentar