๐Ÿ‘ณ๐Ÿง•*๐‘ด๐’‚๐’‹๐’†๐’๐’Š๐’” ๐‘จ๐’‰๐’๐’–๐’ ๐‘ฉ๐’‚๐’Š๐’• :๐Ÿ“–๐‘ฒ๐’Š๐’”๐’‚๐’‰ ๐‘ฐ๐’ƒ๐’๐’– ๐‘ฏ๐’‚๐’‹๐’‚๐’“ ๐‘จ๐’-๐‘ฏ๐’‚๐’Š๐’•๐’‚๐’Ž๐’Š & ๐‘ฐ๐’”๐’•๐’“๐’Š ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’Ž๐’†๐’Ž๐’Š๐’๐’Š๐’‰ ๐’‰๐’Š๐’…๐’–๐’‘ ๐‘ด๐’Š๐’”๐’Œ๐’Š๐’


♻️*"๐€๐ฌ๐ฐ๐š๐ฃ๐š_๐‚๐ฒ๐›๐ž๐ซ"*๐Ÿ“ก

⬇️Link
Https://t.me/abi_aqilla
Https://t.me/Aswaja_Cyber

           ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

๐Ÿ‘ณ๐Ÿง•*๐‘ด๐’‚๐’‹๐’†๐’๐’Š๐’” ๐‘จ๐’‰๐’๐’–๐’ ๐‘ฉ๐’‚๐’Š๐’• :
๐Ÿ“–๐‘ฒ๐’Š๐’”๐’‚๐’‰ ๐‘ฐ๐’ƒ๐’๐’– ๐‘ฏ๐’‚๐’‹๐’‚๐’“ ๐‘จ๐’-๐‘ฏ๐’‚๐’Š๐’•๐’‚๐’Ž๐’Š & ๐‘ฐ๐’”๐’•๐’“๐’Š ๐’š๐’‚๐’๐’ˆ ๐’Ž๐’†๐’Ž๐’Š๐’๐’Š๐’‰ ๐’‰๐’Š๐’…๐’–๐’‘ ๐‘ด๐’Š๐’”๐’Œ๐’Š๐’

๐Ÿ‘ณUlama besar Imam Ibnu Hajar Al-Haitami memperlihatkan karamahnya kepada sang istri yang terlena dengan harta.
๐Ÿ‘ณImam Ibnu Hajar Al-Haitami rahimahullah‎ (909-973 Hijriyah) adalah ulama besar yang memiliki karamah luar biasa.
๐ŸคฑLahir di Mahallah Abi Al-Haitam, Mesir bagian Barat pada Rajab 909 Hijriyah dan
๐Ÿ‚Wafat di Makkah pada bulan Rajab 973 Hijriyah.
๐Ÿ‘ณBeliau adalah seorang ulama ahli fikih mazhab Syafi'i, ahli kalam dan tasawuf.

๐Ÿ‘ณIbnu Hajar Al-Haitami telah hafal Al-Qur'an di waktu kecil.
๐Ÿ‘ณGuru-gurunya mengizinkannya berfatwa dan mengajar dan pada waktu usianya belum mencapai 20 tahun.
๐Ÿ‘ณNama lengkapnya Al-Imam al-Faqih al-Mujtahid Syihabuddin Ahmad bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Hajar as Salmunti al-Haitami al-Azhari al-Wa'ili as-Sa'di al-Makki al-Anshari asy-Syafi'i.

๐Ÿ‘ณImam Ibnu Hajar Al-Haitami hidup dalam kemiskinan selama 4 tahun.
๐ŸฅฉBeliau tak pernah makan daging karena tak punya uang untuk membelinya, walaupun sesungguhnya dia sangat menginginkannya.

⛲Istrinya sejak lama ingin mandi di pemandian umum khusus air panas,
๐Ÿ‘ณAkan tetapi Imam Ibnu Hajar tidak mampu membelikan tiket masuknya.
๐Ÿง•⛲Istrinya Ibnu Hajar sangat ingin ke pemandian umum khusus air panas,
๐Ÿ‘ณIbnu Hajar berkata kepadanya:
✅"Bersabarlah wahai istriku, saya kumpulkan uang dulu untuk ongkos masuk ke sana."

๐Ÿ’ฐBiasanya ketika Allah Ta'ala membukakan rezeki kepada Beliau, maka disisakan sedikit sampai terkumpul setengah Riyal, lalu di berikan kepada istrinya.
๐Ÿ’ฐSetelah uangnya terkumpul, istrinya pergi ke pemandian air panas,
⛲Ketika sampai di sana dia meminta penjaganya untuk membukakan pintu untuknya tapi ditolak.

๐Ÿ‘ฎPenjaga berkata:
✅"Hari ini saya tidak akan membukakan pintu ini untuk siapapun,
✅๐Ÿง•Karena istrinya Syaikh Al 'Alim Al-Faqih Muhammad Ar-Romli sedang berada di dalam bersama para sahabatnya.
๐Ÿง•Beliau berpesan untuk tidak membukakan pintu ini untuk siapapun pada hari ini dan Beliau telah memberi kepada kami semua ongkos yang biasa masuk kepada kami setiap harinya, yaitu 25 Riyal.
✅Jika engkau ingin masuk ke pemandian datanglah besok pagi, kalau hari ini tidak bisa."

๐Ÿง•Istrinya pulang menemui suaminya sambil mengembalikan uang setengah riyal dia berkata:
✅"Sekarang ini yang mempunyai ilmu adalah Syeikh Muhammad Ar-Romli yang istrinya hari ini masuk ke pemandian air panas dengan membayar 25 Riyal dan tidak mengizinkan seorangpun untuk masuk kesana.
✅"Lalu mana ilmumu? sudah fakir, kesulitan, susah payah sendiri dan tidak mendapat sesuatupun dari ilmumu.
✅Ambillah uangmu yang kau kumpulkan berhari-hari ini," kata istrinya. 

๐Ÿ‘ณKetika Imam Ibnu Hajar mendengar ucapan istrinya,
๐Ÿ‘ณBeliau berkata:
๐Ÿ‘"Aku ini tidak menghendaki dunia dan ridho atas apa yang Allah tetapkan kepadaku di dalamnya,
✅Sedangkan engkau jika menginginkan dunia, mari kita ke sumur zamzam".

๐Ÿ’งKeduanya pergi kesumur zamzam, ketika sampai di sana,
๐Ÿ‘ณImam Ibnu Hajar menimba sekali, ternyata satu timba isinya penuh dengan uang dinar.
๐Ÿ‘ณBeliau berkata:
๐Ÿ’ฐ"Apakah segini cukup?"

๐Ÿง•Istrinya berkata:
✅"Kurang."

๐Ÿ‘ณIbnu Hajar menimba untuk kedua kalinya,
๐Ÿ’ฐTernyata isinya penuh dengan uang dinar lagi.
๐Ÿ‘ณBeliau berkata:
✅๐Ÿ’ฐ"Apakah segini cukup?"
๐Ÿง•Istrinya berkata:
✅๐Ÿ’ฐ"Aku ingin tiga timba."

๐Ÿ‘ณBeliau menimba untuk yang ketiga kalinya dan isinya juga sama dengan sebelumnya.
๐Ÿ‘ณImam Ibnu Hajar berkata kepada istrinya:
✅"Aku suka keadaan fakir berdasarkan pilihanku sendiri, kupilih untuk diriku sendiri apa yang ada di sisi Allah.
✅Adapun dunia maka semuanya sama bagiku, dunia lewat, umurnya pendek dan kehidupannya hina, dan sekarang ini aku punya dua pilihan untukmu:
๐Ÿ’ฐ'Kembalikan semua uang emas ini ke dalam sumur zamzam dan engkau masih bersamaku,
atau
๐Ÿ’ฐKau bawa semua uang emas ini, kau pulang ke rumah keluargamu dan
๐Ÿ’”Kau ambil talakmu dariku,
๐Ÿ‘Karena aku tidak menginginkan dunia."

๐Ÿง•Istrinya berkata:
๐Ÿ’ฐ"Bagaimana kalau kita nikmati saja semua uang ini seperti yang dilakukan oleh orang-orang."

๐Ÿ‘ณBeliau berkata:
๐Ÿ‘"Tidak mau,
๐Ÿ’ฐKau kembalikan semua emasnya ke dalam sumur
atau
๐Ÿ Kau ambil semuanya, bawa pulang ke rumah keluargamu dan
๐Ÿ’”Ambil talakmu."

๐Ÿง•Istrinya berkata:
๐Ÿ’ฐ"Bagaimana kalau kita kembalikan satu timba saja ke dalam sumur."

๐Ÿ‘ณBeliau berkata:
๐Ÿ‘"Tidak mau,
๐Ÿ’ฐKau kembalikan semua emasnya ke dalam sumur
atau
๐Ÿ Kau ambil semuanya, bawa pulang ke rumah keluargamu dan
๐Ÿ’”Ambil talakmu.

๐Ÿง•Istrinya berkata:
๐Ÿ’ฐ"Bagaimana kalau kita kembalikan dua timba dan yang satu timba kita simpan".

๐Ÿ‘ณImam Ibnu Hajar kembali berkata:
๐Ÿ‘"Tidak mau,
๐Ÿ’ฐKau kembalikan semua emasnya ke dalam sumur
atau
๐Ÿ Kau ambil semuanya, bawa pulang ke rumah keluargamu dan
๐Ÿ’”Ambil talakmu."

๐Ÿง•Istrinya berkata:
๐Ÿ’ฐ"Kita ambil satu dinar saja untuk bersenang-senang hari ini."

๐Ÿ‘ณBeliau berkata:
๐Ÿ‘"Tidak mau,
๐Ÿ’ฐKau kembalikan semua emasnya ke dalam sumur
atau
๐Ÿ’ฐKau ambil semuanya,
๐Ÿ Bawa pulang ke rumah keluargamu
๐Ÿ’”dan ambil talakmu".

๐Ÿง•Istrinya berkata:
๐Ÿ’ฐ"Kita kembalikan semuanya ke dalam sumur,
๐Ÿ‘Aku tidak ingin berpisah denganmu karena kita sudah bersama-sama selama bertahun-tahun.
☪️Engkau telah memperlihatkan karomah ini dan kita berpisah di hari ini?
๐Ÿ‘Aku tidak mau.
๐ŸคฒAku memilih untuk bersabar saja bersamamu.
๐Ÿ’‘Aku semakin mantap hidup bersamamu, walau kita hidup dalam keadaan miskin.
๐ŸคฒDemi Allah, aku akan bersabar dengan segala kesulitan hidup ini."

๐Ÿ“–Al-Qur'an memperingatkan adanya fitnah istri, anak-anak dan harta benda yang bisa menjadi sebab kelalaian dalam mewujudkan ketaatan, dan terkadang menjerumuskan ke dalam kemaksiatan .

๐Ÿ“–Sebagaimana dijelaskan dalam Surat At-Tagabun Ayat 14:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฅِู†َّ ู…ِู†ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِูƒُู…ْ ูˆَุฃَูˆْู„َุงุฏِูƒُู…ْ ุนَุฏُูˆًّุง ู„َูƒُู…ْ ูَุงุญْุฐَุฑُูˆู‡ُู…ْ ۚ ูˆَุฅِู†ْ ุชَุนْูُูˆุง ูˆَุชَุตْูَุญُูˆุง ูˆَุชَุบْูِุฑُูˆุง ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ

✅"Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
๐Ÿ“š(At-Tagabun Ayat 14).

⬇️Sumber:
๐Ÿ“šKitab Tuhfatul Asyrof dan Kisah Sejuta Hikmah Kaum Sufi

             ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Ÿ™Salam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber


Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad