๐Ÿ“š๐Ÿ“–*๐‘ฒ๐’‚๐’๐’‚๐’Ž ๐‘ผ๐’๐’‚๐’Ž๐’‚ ๐‘จ๐’”๐’˜๐’‚๐’‹๐’‚ :๐Ÿ“ฟ๐Ÿค๐‘ฒ๐‘ฌ๐‘ผ๐‘ป๐‘จ๐‘ด๐‘จ๐‘จ๐‘ต ๐‘ซ๐’๐‘ฐ๐‘ฒ๐‘ฐ๐‘น ๐‘บ๐‘ฐ๐‘น๐‘น๐‘ฐ ๐‘ซ๐‘จ๐‘ต ๐‘ซ๐’๐‘ฐ๐‘ฒ๐‘ฐ๐‘น ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘บ๐‘จ๐‘ต

๐ŸŸข⃤‌*๐€๐ฌ๐ฐ๐š๐ฃ๐š_๐‚๐ฒ๐›๐ž๐ซ*๐Ÿ“ก

๐ŸŒ Telegram⬇️
Https://t.me/tinta_sufi
Https://t.me/Aswaja_Cyber

             ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

๐Ÿ“š๐Ÿ“–*๐‘ฒ๐’‚๐’๐’‚๐’Ž ๐‘ผ๐’๐’‚๐’Ž๐’‚ ๐‘จ๐’”๐’˜๐’‚๐’‹๐’‚ :
๐Ÿ“ฟ๐Ÿค๐‘ฒ๐‘ฌ๐‘ผ๐‘ป๐‘จ๐‘ด๐‘จ๐‘จ๐‘ต ๐‘ซ๐’๐‘ฐ๐‘ฒ๐‘ฐ๐‘น ๐‘บ๐‘ฐ๐‘น๐‘น๐‘ฐ ๐‘ซ๐‘จ๐‘ต ๐‘ซ๐’๐‘ฐ๐‘ฒ๐‘ฐ๐‘น ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘บ๐‘จ๐‘ต

๐Ÿ“ฟJika Asma Allah diucapkan sekali saja dengan lisan,
⬇️Itu disebut
๐Ÿ“ฟDzikir (mengingat) Lisan,
๐ŸคNamun jika Nama Allah diingat dengan hati,
⬇️Maka itu
๐Ÿ“ฟAkan sebanding dengan dengan tiga puluh lima juta ucapan-ucapan (dzikir) lisan.
๐ŸคItulah dzikir hati atau dzikir sirr.

๐Ÿซ€Ada 35 juta pembuluh darah dalam tubuh, dan semua terhubung ke jantung.
☪️Jika Nama Allah diucapkan bahkan sekali saja (dengan hati) maka semua yang mengalir mengucapkan juga.

☪️Rasulullah saww bersabda,
✅“Wahai Abu Dzarr!
๐Ÿ“ฟBerzikirlah kepada Allah dengan zikir khamilan!”,
๐Ÿ‘ณAbu Dzarr bertanya :
✅“Apa itu khamilan?”
☪️Sabda Rasul :
๐Ÿค“Khafi (dalam hati)”
๐Ÿ“š(Mizan al-Hikmah 3 : 435)

๐Ÿ“ฟTahap pertama zikir adalah zikir lisan.
๐ŸคKemudian zikir kalbu yang cenderung diupayakan dan dipaksakan.
⬇️Selanjutnya,
๐ŸคDzikir kalbu yang berlangsung secara lugas, tanpa perlu dipaksakan.
✍️Serta yang terakhir adalah ketika Allah sudah berkuasa di dalam kalbu disertai sirnanya zikir itu sendiri.
☪️Inilah rahasia dari sabda Nabi saw :
✅” Siapa ingin bersenang – senang di taman surga,
✅Perbanyaklah mengingat Allah”

๐Ÿ“ฟTanda bahwa sebuah zikir sampai pada sir (nurani yang terdalam yang menjadi tempat cahaya penyaksian)
⬇️Adalah
๐ŸคKetika pelaku zikir dan objek zikirnya lenyap tersembunyi.
๐ŸคZikir Sir terwujud ketika seseorang telah terliputi dan tenggelam di dalamnya.
⬇️Tandanya,
๐ŸคApabila engkau meninggalkan zikir tersebut, ia takkan meninggalkanmu.

๐ŸคZikir tersebut terbang masuk ke dalam dirimu untuk menyadarkanmu dari kondisi tidak sadar kepada kondisi hudhur (hadirnya kalbu).
⬇️Salah satu tandanya,
๐ŸคDzikir itu akan menarik kepalamu dan seluruh organ tubuhmu sehingga seolah–olah tertarik oleh rantai.
⬇️Indikasinya,
๐ŸคDzikir tersebut tak pernah padam dan cahayanya tak pernah redup.

⬇️Namun,
☄️Engkau menyaksikan cahayanya selalu naik turun,
๐Ÿ”ฅSementara api yang ada di sekitarmu senantiasa bersih menyala.
๐ŸคZikir yang masuk ke dalam sir terwujud dalam bentuk diamnya si pelaku zikir seolah–olah lisannya tertusuk jarum.
⬇️Atau,
๐Ÿง˜Semua wajahnya adalah lisan yang sedang berzikir dengan cahaya yang mengalir darinya.

⬇️Ketahuilah,
๐ŸคSetiap zikir yang disadari oleh kalbumu didengar oleh para malaikat penjaga.
⬇️Sebab,
☄️Perasaan mereka beserta perasaanmu.
๐ŸคDi dalamnya ada sir sampai saat zikirmu sudah gaib dari perasaanmu karena engkau sudah sirna bersama Tuhan, zikirmu juga gaib dari perasaan mereka.

✍️Kesimpulannya,
๐Ÿ“ฟBerzikir dengan ungkapan kata–kata tanpa rasa hudhur (kehadiran hati) disebut zikir lisan,
๐ŸคBerzikir dengan merasakan kehadiran kalbu bersama Allah disebut zikir kalbu,
๐Ÿง˜Sementara berzikir tanpa menyadari kehadiran segala sesuatu selain Allah disebut Zikir Sir.
✍️Itulah yang disebut dengan Zikir Khafiy.

☪️Allah SWT berfirman:
✅“Dan berzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu (nafsika) dengan merendahkan dirimu dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai”
๐Ÿ“š(QS 7 : 205)

๐ŸŒพRezeki lahiriah terwujud dengan gerakan badan,
๐Ÿ’žRezeki batiniah terwujud dengan gerakan kalbu,
๐ŸคซRezeki sir terwujud dengan diam,
๐Ÿง Sementara rezeki akal terwujud dengan fana dari diam sehingga seorang hamba tinggal dengan tenang untuk Allah dan bersama Allah.

๐Ÿ“Nutrisi dan makanan bukanlah konsumsi rohani, melainkan komsumsi badan.
๐Ÿง˜Adapun yang menjadi konsumsi rohani dan kalbu adalah mengingat Allah Zat Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.

☪️Allah SWT berfirman,
✅“Orang–orang beriman dan kalbu mereka tenteram dengan mengingat (zikir kepada) Allah.”

๐Ÿ•Š️Semua makhluk yang mendengarmu sebenarnya juga ikut berzikir bersamamu.
⬇️Sebab,
๐Ÿ“ฟEngkau berzikir dengan lisanmu,
๐ŸคLalu dengan kalbumu,
๐Ÿง˜Kemudian dengan nafs–mu,
☄️Kemudian dengan rohmu,
☄️Selanjutnya dengan akalmu,
๐ŸคDan setelah itu dengan sirmu.

๐Ÿ“ฟBila engkau berzikir dengan lisan,
⬇️Pada saat yang sama
๐ŸชจSemua benda mati akan berzikir bersamamu.
๐ŸคBila engkau berzikir dengan kalbu,
⬇️Pada saat yang sama
๐ŸŒAlam beserta isinya ikut berzikir bersama kalbumu.
๐Ÿง˜Bila engkau berzikir dengan nafs–mu,
⬇️Pada saat yang sama
๐ŸชSeluruh langit beserta isinya juga turut berzikir bersamamu.
☄️Bila engkau berzikir dengan rohmu,
⬇️Pada saat yang sama
✍️Singgasana Allah (‘Arsy) beserta seluruh isinya ikut berzikir bersamamu.
๐Ÿง Bila engkau berzikir dengan akalmu,
⬇️
☄️Para malaikat pembawa Arsy dan roh orang–orang yang memiliki kedekatan dengan Allah juga ikut berzikir bersamamu.
๐ŸคBila engkau berzikir dengan sirmu,
⬇️
✍️Arsy beserta seluruh isinya turut berzikir hingga zikir tersebut bersambung dengan zat–Nya.

๐Ÿ‘ณImam al-Baqir dan Imam ash-Shadiq as berkata :
✅“Para malaikat tidak mencatat amal shalih seseorangkecuali apa-apa yang didengarnya,
☪️Maka ketika Allah berfirman :
✅“Berzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu (nafsika)”,
๐Ÿ‘Tidak ada seorangpun yang tahu seberapa besar pahala zikir di dalam hati dari seorang hamba-Nya kecuali Allah Ta’ala sendiri”.

๐Ÿ“–Di dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa
☪️Rasulullah saw bersabda :
✅“Zikir diam (khafiy) 70 kali lebih utama daripada zikir yang terdengar oleh para malaikat pencatat amal.“
๐Ÿ“š(Al-Hadits)

๐ŸคBila sang hamba mampu melanggengkan Zikir Khafi serta meyakini bahwa semua Alam Lahir dan Alam Batin merupakan pengejewantahan dari nama-nama-Nya maka ia akan merasakan kehadiran-Nya di semua tempat dan merasakan pengawasan-Nya dan jutaan nikmat-nikmat-Nya.

๐Ÿง˜Perasaan akan kehadiran-Nya ini akan mencegah sang hamba dari berbuat dosa dan maksiat.
๐ŸคญJika di hadapan anak yang sudah akil baligh saja manusia malu untuk berbuat dosa dan membuka auratnya,
๐ŸคญMaka bagaimana ia tidak malu untuk membuka auratnya dihadapan Sang Khaliq?

๐ŸคญMengapa kita tidak merasa sungkan dan malu berbuat hal-hal yang tidak layak di hadapan Sang Khaliq?
๐Ÿง˜Itu karena keyakinan kita atas kehadiran-Nya di setiap eksistensi tidak sebagaimana keyakinan kita ketika kita melihat kehadiran sang anak yang akil baligh tersebut.

✍️Apabila kita ingin mencapai keyakinan seperti ini kita mesti mempersiapkan latihan-latihan untuk melaksanakan Zikir Khafi sampai pada suatu tahapan di mana hati kita berzikir secara otomatis seperti gerak detak jantung dan tarikan-tarikan nafas kita (yang tidak kita kendalikan)

๐Ÿ‘ณImam Ali Zainal ‘Abidin as di dalam do’anya :
๐Ÿคฒ“Ilahi, Ilhamkanlah kepada kami Zikir kepada-Mu
๐Ÿง˜Di kesendirian maupun di keramaian,
๐ŸŒ—Di malam hari maupun di siang hari,
๐Ÿ™„Secara terang-terangan, maupun secara rahasia (sembunyi),
๐ŸฅฒDi saat gembira maupun di saat kesusahan,
๐ŸคJadikanlah hati kami menjadi senang dengan berzikir al-khafi “
๐Ÿ“š(Bihar al-Anwar 94 : 151)

             ┈┈••••❁✵๐Ÿ•Œ✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Ÿ™Salam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad