๐*๐น๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐บ๐๐๐๐๐๐๐ :๐*๐ฒ๐๐๐๐ 1️⃣ - ๐ฐ๐ฒ๐ฏ๐ณ๐จ๐บ
⚛️*"๐๐ฌ๐ฐ๐๐ฃ๐_๐๐ฒ๐๐๐ซ"*๐ก
⬇️ Telegram Link
Https://t.me/Andi_Chavlins
Https://t.me/Aswaja_Cyber
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
๐*๐น๐๐๐๐
๐๐๐ ๐บ๐๐๐๐๐๐๐ :
๐*๐ฒ๐๐๐๐ - 1️⃣
๐ค๐ฐ๐ฒ๐ฏ๐ณ๐จ๐บ
๐-๐ฒ๐๐๐๐ ๐จ๐-๐ธ๐๐'๐๐.
☪️Allah Ta'ala berfirman:
ูู
ุง ุฃู
ุฑูุง ุฅูุง ููุนุจุฏูุง ุงููู ู
ุฎูุตูู ูู ุงูุฏูู ุญููุงุก ููููู
ูุง ุงูุตูุงุฉ، ููุคุชูุง ุงูุฒูุงุฉ، ูุฐูู ุฏูู ุงูููู
ุฉ
✅"Dan tidaklah mereka itu diperintahkan melainkan supaya sama menyembah Allah,
✅Dengan tulus ikhlas menjalankan agama untuk-Nya semata-mata,
✅Berdiri lurus dan menegakkan shalat serta menunaikan zakat dan yang sedemikian itulah agama yang benar."
๐(QS.Al-Bayyinah: 5)
☪️Allah Ta'ala berfirman pula:
ูู ููุงู ุงููู ูุญูู
ูุง ููุง ุฏู
ุงุคูุง ูููู ููุงูู ุงูุชููู ู
ููู
✅"Sama sekali tidak akan sampai kepada Allah daging-daging dan darah-darah binatang korban itu,
✅Tetapi akan sampailah padaNya ketaqwaan dan engkau sekalian."
๐(QS.Al-Haj: 37).
☪️Allah Ta'ala berfirman pula:
ูู ุฅู ุชุฎููุง ู
ุง ูู ุตุฏูุฑูู
ุฃู ุชุจุฏูู ูุนูู
ู ุงููู
✅"Katakanlah - wahai Muhammad,
✅Sekalipun engkau semua sembunyikan apa-apa yang ada di dalam hatimu ataupun engkau sekalian tampakkan, pasti diketahui juga oleh Allah."
๐(QS.Ali-lmran: 29)
๐-๐ฏ๐๐
๐๐๐ 1️⃣.
ูุนู ุฃู
ูุฑ ุงูู
ุคู
ููู ุฃุจู ุญูุต ุนู
ุฑ ุจู ุงูุฎุทุงุจ ุจู ูููู ุจู ุนุจุฏ ุงูุนุฒู ุจู ุฑูุงุญ ุจู ูุฑุท ุจู ุฑุฒุงุญ ุจู ุนุฏู ุจู ูุคู ุงุจู ุบุงูุจ ุงููุฑุดู ุงูุนุฏูู. ุฑุถู ุงููู ุนูู، ูุงู: ุณู
ุนุช ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูููู: " ุฅูู
ุง ุงูุฃุนู
ุงู ุจุงูููุงุช، ูุฅูู
ุง ููู ุงู
ุฑูุก ู
ุง ููู ูู
ู ูุงูุช ูุฌุฑุชู ุฅูู ุงููู ูุฑุณููู ููุฌุฑุชู ุฅูู ุงููู ูุฑุณููู، ูู
ู ูุงูุช ูุฌุฑุชู ูุฏููุง ูุตูุจูุง، ุฃู ุงู
ุฑุฃุฉ ูููุญูุง ููุฌุฑุชู ุฅูู ู
ุง ูุงุฌุฑ ุฅููู" ((ู
ุชูู ุนูู ุตุญุชู. ุฑูุงู ุฅู
ุงู
ุง ุงูู
ุญุฏุซูู: ุฃุจู ุงูุญุณูู ู
ุณูู
ุจู ุงูุญุฌุงุฌ ุจู ู
ุณูู
ุงููุดูุฑู ุงูููุณุงุจูุฑู ุฑุถู ุงููู ุนููู
ุง ูู ุตุญูุญูู
ุง ุงููุฐูู ูู
ุง ุฃุตุญ ุงููุชุจ ุงูู
ุตููุฉ)).
⬇️Artinya :
✍️Dari Amirul mu'minin Abu Hafs
๐Yaitu
๐ณUmar bin Al-khaththab bin Nufail bin Abdul 'Uzza bin Riah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin 'Adi bin Ka'ab bin Luai bin Ghalib al-Qurasyi al-'Adawi r.a.
✍️Berkata:
☪️Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :
✅"Bahwasanya semua amal perbuatan itu dengan disertai niat-niatnya dan bahwasanya bagi setiap orang itu apa yang telah menjadi niatnya.
✅Maka barangsiapa yang hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itupun kepada Allah dan RasulNya.
✅Dan barangsiapa yang hijrahnya itu untuk harta dunia yang hendak diperolehinya, ataupun untuk seorang wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnyapun kepada sesuatu yang dimaksud dalam hijrahnya itu."
๐(Muttafaq (disepakati) atas keshahihannya Hadis ini)
๐Diriwayatkan oleh dua orang imam ahli Hadis
⬇️Yaitu
๐ณAbu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Almughirah bin Bardizbah Alju'fi Albukhari, - lazim disingkat dengan Bukhari RA
๐ณDan Abulhusain Muslim bin Alhajjaj bin Muslim Alqusyairi Annaisaburi, - lazim disingkat dengan Muslim RA.
๐Dalam kedua kitab masing-masing yang keduanya itu adalah seshahih-shahihnya kitab Hadis yang dikarang.
๐-๐ฒ๐๐๐๐๐๐๐๐๐.
๐Hadis di atas adalah berhubung erat dengan persoalan niat.
☪️Rasulullah SAW bersabda ialah karena di antara para sahabat Nabi SAW sewaktu mengikuti untuk
๐ซBerhijrah dari Makkah ke Madinah,
๐ฅฐSemata-mata sebab terpikat oleh seorang wanita
๐Yakni
๐งUmmu Qais.
☪️Beliau SAW mengetahui maksud orang itu, lalu bersabda sebagaimana di atas.
๐ณ๐Oleh karena orang itu memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan maksud yang terkandung dalam hatinya,
✍️Meskipun sedemikian itu boleh saja,
✍️Tetapi sebenarnya tidak patut sekali sebab saat itu sedang dalam suasana yang amat genting dan rumit,
☪️Maka ditegurlah secara terang-terangan oleh Rasulullah SAW
๐คBayangkanlah,
๐๐งBetapa anehnya orang yang berhijrah dengan tujuan memburu wanita yang ingin dinikahi,
๐ณSedang sahabat beliau SAW yang lain-lain dengan tujuan menghindarkan diri dari amarah kaum kafir dan musyrik yang masih tetap berkuasa di Makkah,
Hanya untuk kepentingan penyebaran agama dan keluhuran Kalimatullah.
๐คBukankah tingkah-laku manusia sedemikian itu tidak patut sama-sekali.
✍️Jadi oleh sebab niatnya sudah keliru, maka pahala hijrahnya pun kosong.
๐ณLain sekali dengan sahabat-sahabat beliau SAW yang dengan
๐คKeikhlasan hati bersusah payah
๐ซMenempuh jarak yang demikian jauhnya untuk menyelamatkan keyakinan kalbunya, pahalanya pun besar sekali karena hijrahnya memang dimaksudkan untuk mengharapkan keredhaan Allah dan RasulNya.
๐Sekalipun datangnya Hadis itu mula-mula tertuju pada manusia yang salah niatnya ketika ia mengikuti hijrah, tetapi sifatnya adalah umum.
๐ณPara imam mujtahidin berpendapat bahwa sesuatu amal itu dapat sah dan diterima serta dapat dianggap sempurna apabila disertai niat.
๐คNiat itu ialah sengaja yang disembunyikan dalam hati, ialah seperti ketika mengambil air sembahyang atau wudhu', mandi shalat dan lain-lain sebagainya.
✍️Perlu pula kita maklumi bahwa barangsiapa berniat mengerjakan suatu amalan yang bersangkutan dengan ketaatan kepada Allah ia mendapatkan pahala.
✍️Demikian pula jikalau seseorang itu berniat hendak melakukan sesuatu yang baik, tetapi tidak jadi dilakukan, maka dalam hal ini orang itupun tetap juga menerima pahala.
๐Ini berdasarkan Hadis yang berbunyi:
✅"Niat seseorang itu lebih baik daripada amalannya."
๐Maksudnya:
✍️Berniat sesuatu yang tidak jadi dilakukan sebab adanya halangan yang tidak dapat dihindarkan itu adalah lebih baik daripada sesuatu kelakuan yang benar-benar dilaksanakan, tetapi tanpa disertai niat apa-apa.
✍️Hanya saja dalam menetapkan wajibnya niat atau tidaknya,agar amalan itu menjadi sah, maka ada perselisihan pendapat para imam mujtahidin.
๐ณImam-imam Syafi'i, Maliki dan Hanbali
✅Mewajibkan niat itu dalam segala amalan, baik yang berupa wasilah yakni perantaraan seperti wudhu', tayammum dan mandi wajib, atau dalam amalan yang berupa maqshad (tujuan) seperti shalat, puasa, zakat, haji dan umrah.
๐ณTetapi imam Hanafi
✅Hanya mewajibkan adanya niat itu dalam amalan yang berupa maqshad atau tujuan saja sedang dalam amalan yang berupa wasilah atau perantaraan tidak diwajibkan dan sudah dianggap sah.
✍️Adapun dalam amalan yang berdiri sendiri, maka semua imam mujtahidin sependapat tidak perlunya niat itu, misalnya dalam membaca al-Quran, menghilangkan najis dan lain-lain.
✍️Selanjutnya dalam amalan yang hukumnya mubah atau jawaz (yakni yang boleh dilakukan dan boleh pula tidak), seperti makan-minum, maka jika disertai niat agar kuat beribadat serta bertaqwa kepada Allah atau agar kuat bekerja untuk bekal dalam melakukan ibadat bagi dirinya sendiri dan keluarganya, tentulah amalan tersebut mendapat pahala, sedangkan kalau tidak disertai niat apa-apa, misalnya hanya supaya kenyang saja, maka kosonglah pahalanya.
✍️Bersambung....๐-๐ฏ๐๐
๐๐๐ 2️⃣.
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Salam santun.
https://t.me/Aswaja_Cyber
Komentar
Posting Komentar