🥀☠️MANFAAT MEMPERBANYAK INGAT MATI DAN CUKUPLAH KEMATIAN SEBAGAI NASEHAT

⚛️*DAKWAH FOREVER*📡
🌐.https://t.me/tinta_sufi
🌐.https://t.me/aswaja_cyber

              ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

✍️Hikmah :
🥀☠️MANFAAT MEMPERBANYAK INGAT MATI DAN CUKUPLAH KEMATIAN SEBAGAI NASEHAT

🍂Kematian adalah takdir seluruh makhluk baik dari golongan manusia jin, hewan dan makhluk-makhluk lain.
🍂Setiap manusia memiliki ajal, dan kematian tidak bisa dihindari dan kita tidak ada yang bisa lari darinya.
✍️Namun sayang, sedikit manusia yang mau bersiap menghadapinya.
🍂Semua yang bernyawa pasti akan mati sesuai ajalnya atas izin, takdir dan ketetapan-Nya.
🍂Siapapun yang ditakdirkan mati pasti akan mati meski tanpa sebab, dan siapapun yang dikehendaki tetap hidup pasti akan hidup.
✍️Dan sebab apapun yang datang menghampiri tidak akan membahayakan yang bersangkutan sebelum ajalnya tiba karena Allah Ta’ala telah menetapkan dan menakdirkannya hingga batas waktu yang telah ditentukan.
✍️Tidak ada satupun umat yang melampaui batas waktu yang telah ditentukan.

🍂Mengingat kematian akan menimbulkan rasa khawatir di dunia yang fana karena kita akan menuju negeri akhirat yang abadi.
🍂Kematian tidak mengenal usia, waktu ataupun penyakit tertentu agar setiap orang mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
🍂Manusia tidak pernah lepas dari kondisi lapang dan sempit, sehingga dengan mengingat kematian, maka manusia tidak akan terlena ataupun berputus asa dari takdir.
👳Manusia yang mengingat kematian akan dimuliakan dalam 3 (tiga) hal,
👇Yaitu :
✅Segera bertaubat,
✅Hati qanaah,dan
✅Giat ibadah. 

🌹Bagi yang masih diberikan kesempatan untuk menghirup udara dan masih diberi kesehatan perbanyaklah mengingat mati
 
1️⃣. 🥀Mengingat mati adalah ibadah yang sangat dianjurkan.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ.

👇Artinya:
✒️“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan:
☪️“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
✒️“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”.
📚(HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi).

2️⃣. ☠️Maut kapan saja bisa menghampiri dan tidak akan pernah keliru dalam hitungannya, maka jauhilah perbuatan dosa dari kesyirikan, bid’ah dan maksiat lainnya.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

👇Artinya:
✒️“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”
📚(QS. Al A’raf: 34).

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا

👇Artinya:
✒️“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila. datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
📚(QS. Al Munafiqun: 11).

3️⃣. ☠️Maut tidak ada yang mengetahui kapan datangnya melainkan Allah Ta’ala semata, tetapi dia pasti mendatangi setiap yang bernyawa, maka jauhilah hal-hal yang tidak bermanfaat selama hidup.

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

✒️“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. 
Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
📚(QS. Ali Imran: 185).

إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

👇Artinya:
✒️“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. 
Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. 
Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. 
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
📚(QS. Lukman: 34).

4️⃣.🛌Siapa yang mati mulai saat itulah kiamatnya, tidak ada lagi waktu untuk beramal.

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ كَانَ الأَعْرَابُ إِذَا قَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَأَلُوهُ عَنِ السَّاعَةِ مَتَى السَّاعَةُ فَنَظَرَ إِلَى أَحْدَثِ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ فَقَالَ «إِنْ يَعِشْ هَذَا لَمْ يُدْرِكْهُ الْهَرَمُ قَامَتْ عَلَيْكُمْ سَاعَتُكُمْ»

👇Artinya:
🧕“Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
✒️“Orang-orang kampung Arab jika datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka bertanya tentang hari kiamat, kapan datangnya,
☪️Lalu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kepada seorang yang paling muda dari mereka, kemudian beliau bersabda:
✒️“Jika hidup pemuda ini dan tidak mendapati kematian, maka mulai saat itulah kiamat kalian datang.”
📚(HR. Muslim).

5️⃣. 🥀Dengan mengingat mati melapangkan dada, menambah ketinggian frekuensi ibadah

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “أكثروا ذكر هاذم اللذات: الموت، فإنه لم يذكره في ضيق من العيش إلا وسعه عليه، ولا ذكره في سعة إلا ضيقها”

👇Artinya:
👳“Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:
☪️‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
✒️“Perbanyaklah mengingat pemutuskan kelezatan, yaitu kematian, karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya ketika dalam keadaan kesempitan hidup, melainkan dia akan melapangkannya, dan tidaklah seseorang mengingatnya ketika dalam keadaan lapang, melainkan dia akan menyempitkannya.”
📚(HR. Ibnu HIbban dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’).

👳Ad Daqqaq rahimahullah berkata,

“من أكثر ذكر الموت أكرم بثلاثة: تعجيل التوبة، وقناعة القلب، ونشاط العبادة، ومن نسى الموت عوجل بثلاثة: تسويف التوبة، وترك الرضا بالكفاف، والتكاسل في العبادة” تذكرة القرطبي :

👇Artinya:
✒️“Barangsiapa yang banyak mengingat kematian maka dimuliakan dengan tiga hal:
✅“Bersegera taubat,
✅Puas hati dan
✅Semangat ibadah,
✒️Dan barangsiapa yang lupa kematian diberikan hukuman dengan tiga hal;
✅Menunda taubat,
✅Tidak ridha dengan keadaan dan
✅Malas ibadah” 
📚(Lihat kitab At Tadzkirah fi Ahwal Al Mauta wa Umur Al Akhirah, karya Al Qurthuby).

6️⃣. 🥀Dengan mengingat mati seseorang akan menjadi mukmin yang cerdas berakal,
📖Mari perhatikan riwayat berikut:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّهُ قَالَ: كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا» قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ»

👇Artinya:
👳“Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma bercerita:
✒️“Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
✍️Lalu datang seorang lelaki dari kaum Anshar mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya:
✒️“Wahai Rasulullah, orang beriman manakah yang paling terbaik?”,
☪️Beliau menjawab:
✒️“Yang paling baik akhlaknya”,
✍️Orang ini bertanya lagi:
✒️“Lalu orang beriman manakah yang paling berakal (cerdas)?”,
☪️Beliau menjawab:
✒️“Yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah yang berakal”.
📚(HR.Ibnu Majah dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Ibnu Majah).

7️⃣. 🤗Hari ini yang ada hanya beramal tidak hitungan, besok sebaliknya.
👳Ali bin Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,

ارْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً، وَارْتَحَلَتِ الآخِرَةُ مُقْبِلَةً، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ، وَلاَ تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابَ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلاَ عَمَلَ.

👇Artinya:
✒️“Dunia sudah pergi meninggalkan, dan akhirat datang menghampiri, dan setiap dari keduanya ada pengekornya, maka jadilah kalian dari orang-orang yang mendambakan kehidupan akhirat dan jangan kalian menjadi orang-orang yang mendambakan dunia, karena sesungguhnya hari ini (di dunia) yang ada hanya amal perbuatan dan tidak ada hitungan dan besok (di akhirat) yang ada hanya hitungan tidak ada amal.”
📚(Lihat kitab Shahih Bukhari).

🕛Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga

🍂Tak ada sesuatu pun buat seorang mukmin yang mampu mengingatkan betapa berharganya nilai waktu selain kematian.
🍂Tak seorang pun tahu berapa lama lagi jatah waktu pentasnya di dunia ini akan berakhir.
🍂Sebagaimana tak seorang pun tahu di mana kematian akan menjemputnya.

💃🕺Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia sedang menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan.
🕛Karena tak ada satu detik pun waktu terlewat melainkan ajal kian mendekat.
☪️Allah swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1,
✒️“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).”

🕺💃Ketika jatah waktu terhamburkan sia-sia, dan ajal sudah di depan mata.
👄Tiba-tiba, lisan tergerak untuk mengatakan,
✒️“Ya Allah, mundurkan ajalku sedetik saja.Akan kugunakan itu untuk bertaubat dan mengejar ketinggalan.”
👐Tapi sayang, permohonan tinggallah permohonan. Dan, kematian akan tetap datang tanpa ada perundingan.

☪️Allah swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 44,
✒️“Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: ‘Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul….”

☠️Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa

💃🕺Kalau kehidupan dunia bisa diumpamakan dengan pentas sandiwara,
🛌Maka kematian adalah akhir segala peran. Apa pun dan siapa pun peran yang telah dimainkan, ketika sutradara mengatakan ‘habis’, usai sudah permainan. Semua kembali kepada peran yang sebenarnya.

💃🕺Sebagus-bagusnya peran yang kita mainkan, tak akan pernah melekat selamanya.
🕺💃Silahkan kita bangga ketika dapat peran sebagai orang kaya.
😭Silakan kita menangis ketika berperan sebagai orang miskin yang menderita.
✍️Tapi, bangga dan menangis itu bukan untuk selamanya. Semuanya akan berakhir. Dan, peran-peran itu akan dikembalikan kepada sang sutradara untuk dimasukkan kedalam laci-laci peran.

☠️Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa

📖Fikih Islam menggariskan kita bahwa tak ada satu benda pun yang boleh ikut masuk ke liang lahat kecuali kain kafan. Siapa pun dia. Kaya atau miskin. Penguasa atau rakyat jelata Semuanya akan masuk lubang kubur bersama bungkusan kain kafan. Cuma kain kafan itu.

🤔Lalu, masih layakkah kita mengatas namakan kesuksesan diri ketika kita meraih keberhasilan.
🤔Masih patutkah kita membangga-banggakan harta dengan sebutan kepemilikan. Kita datang dengan tidak membawa apa-apa dan pergi pun bersama sesuatu yang tak berharga.

✍️Ternyata, semua hanya peran. 
✍️Dan pemilik sebenarnya hanya Allah. 
✍️Ketika peran usai, kepemilikan pun kembali kepada Allah. 
✍️Lalu, dengan keadaan seperti itu, masihkah kita menyangkal bahwa kita bukan apa-apa. 
✍️Dan, bukan siapa-siapa. 
✍️Kecuali, hanya hamba Allah. Setelah itu, kehidupan pun berlalu melupakan peran yang pernah kita mainkan.

🥀Kematian mengingatkan bahwa hidup sementara.

💃🕺Kejayaan dan kesuksesan kadang menghanyutkan anak manusia kepada sebuah khayalan bahwa ia akan hidup selamanya. Hingga kapan pun. Seolah ia ingin menyatakan kepada dunia bahwa tak satu pun yang mampu memisahkan antara dirinya dengan kenikmatan saat ini.

🧓Ketika sapaan kematian mulai datang berupa rambut yang beruban, tenaga yang kian berkurang, wajah yang makin keriput, barulah ia tersadar. 
✍️Bahwa, segalanya akan berpisah. Dan pemisah kenikmatan itu bernama kematian. Hidup tak jauh dari siklus: awal, berkembang, dan kemudian berakhir.

☠️Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga

🧘Seorang hamba Allah yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar bahwa hidup teramat berharga.
✍️Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman.
🌾Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga. Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan.

👳Mungkin, inilah maksud ungkapan Imam Ghazali ketika menafsirkan surah Al-Qashash ayat 77,
✒️“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia…” dengan menyebut, “Ad-Dun-ya mazra’atul akhirah.” (Dunia adalah ladang buat akhirat)

💞Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetik pun waktunya untuk mengingat sesuatu itu. Termasuk, ketika kematian menjadi sesuatu yang paling diingat. Dengan memaknai kematian, berarti kita sedang menghargai arti kehidupan.

             ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten. 
Salam Santun.🙏
🌐.https://t.me/aswaja_cyber

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad