cBacaan Doa I'tidal Sesuai Sunnah dan Artinya
Bacaan Doa I'tidal Sesuai Sunnah dan Artinya.
Doa i'tidal dibaca setelah rukuk dalam sholat. (Foto: ist)
Lifestyle Muslim Detail Berita
Bacaan Doa I'tidal Sesuai Sunnah dan Artinya
Kastolani Jumat, 08 Januari 2021 - 23:43:00 WIB
JAKARTA, iNews.id - Doa I'tidal dibaca dalam sholat baik fardhu maupun sunnah yakni setelah rukuk, bangkit dan tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga (laki-laki) atau dada (perempuan). I'tidal merupakan salah satu rukun dalam sholat.
Rasulullah SAW bersabda:
BACA JUGA:
Bacaan Doa Al Fatihah Lengkap Latin dan Arti serta Keutamaannya untuk Tolak Bala
ثم اركَعْ حتى تَطمَئِنَّ راكِعًا، ثم ارفَعْ حتى تستوِيَ قائِمًا
“Lalu rukuk dengan tuma’ninah, kemudian angkat badanmu hingga lurus” (HR. Bukhari).
BACA JUGA:
Amalan Zikir dan Doa Ibu Hamil agar Anak Saleh serta Persalinan Lancar
Berikut bacaan doa I'tidal:
سمع الله لمن حمده
BACA JUGA:
Dahsyatnya Doa Orang Berpuasa, Dibukakan Pintu Langit
Sami'allaahu liman hamidah
Artinya: "Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya."
Dilanjutkan dengan membaca :
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi'ta min syain ba'du.
Artinya: "Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu."
Saat I'tidal ada beberapa syarat yang perlu diketahui Muslim di antaranya, tuma'ninah atau berhenti (diam) sejenak, rukuk sebelumnya sudah sah dan tidak terlalu lama, serta tubuh tegak lurus dengan kepala.
Dalam sebuah hadis disebutkan kesunahan mengangkat kedua tangan saat I'tidal. Telah diriwayatkan dari Ata Al-Khurrasani sehubungan dengan makna firman-Nya, "wanhar" artinya angkatlah tulang punggungmu sesudah rukuk dan tegakkanlah ia serta tampakkanlah tenggorokanmu. Makna yang dimaksud ialah i'tidal.
Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa wanhar artinya mengangkat kedua tangan di saat membuka salat. Dan menurut pendapat yang lainnya lagi, wanhar artinya hadapkanlah lehermu ke arah kiblat. Ketiga pendapat ini disebutkan oleh Ibnu Jarir.
Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan hal ini telah meriwayatkan sebuah hadis yang mungkar. Untuk itu ia mengatakan:
حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْفَامِيُّ -سَنَةَ خَمْسٍ وَخَمْسِينَ وَمِائَتَيْنِ-حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ بْنُ حَاتِمٍ الْمَرْوَزِيُّ، حَدَّثَنَا مُقَاتِلُ بْنُ حَيَّانَ، عَنِ الْأَصْبَغِ بْنِ نَبَاتَةَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ السُّورَةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ} قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: "يَا جِبْرِيلُ، مَا هَذِهِ النَّحِيرَةُ الَّتِي أَمَرَنِي بِهَا رَبِّي؟ " فَقَالَ: لَيْسَتْ بِنَحِيرَةٍ، وَلَكِنَّهُ يَأْمُرُكَ إِذَا تَحَرَّمْتَ لِلصَّلَاةِ، ارْفَعْ يَدَيْكَ إِذَا كَبَّرْتَ وَإِذَا رَكَعْتَ، وَإِذَا رَفَعْتَ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوعِ، وَإِذَا سَجَدْتَ، فَإِنَّهَا صَلَاتُنَا وَصَلَاةُ الْمَلَائِكَةِ الَّذِينَ فِي السَّمَوَاتِ السَّبْعِ، وَإِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ زِينَةً، وَزِينَةُ الصَّلَاةِ رَفَعُ الْيَدَيْنِ عِنْدَ كُلِّ تَكْبِيرَةٍ.
telah menceritakan kepada kami Wahb ibnu Ibrahim Al-Qadi pada tahun dua ratus lima puluh lima Hijriah, telah menceritakan kepada kami Israil ibnu Hatim Al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami Muqatil ibnu Hayyan, dari Al-Asbagh ibnu Nabtah, dari Ali ibnu Abu Talib yang mengatakan bahwa ketika diturunkan kepada Nabi Saw. surat ini, yaitu: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. (Al-Kautsar: 1-2) Maka Rasulullah Saw. bertanya, "Hai Jibril, apakah yang dimaksud dengan nahirah yang diperintahkan kepadaku oleh Tuhanku agar aku melakukannya?" Jibril menjawab, "Bukan nahirah, tetapi Dia memerintahkan kepadamu apabila berihram untuk salat, angkatlah kedua tanganmu saat mengucapkan takbir, dan saat engkau rukuk, dan saat engkau angkat kepalamu dari rukuk, dan apabila engkau akan sujud. Karena sesungguhnya itulah salat kita dan salat para malaikat yang ada di tujuh langit. Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu itu mempunyai perhiasan, dan perhiasan salat ialah mengangkat kedua tangan di saat takbir."'
Wallahu A'lam.
Editor : Kastolani Marzuki
TAG : Doa Harian Doa I'tidal
Bagikan Artikel:
BERITA TERKAIT
Search
News
Finance
Sport
Lifestyle
Travel
Otomotif
Techno
Multimedia
Indeks
iNewsAceh
iNewsSumut
iNewsSumsel
iNewsJabar
iNewsJateng
iNewsYogya
iNewsJatim
iNewsBogor
iNewsBali
iNewsKalbar
iNewsSulsel
iNewsBabel
iNewsLampung
iNewsMaluku
iNewsPapua
iNewsCirebon
iNewsSumbar
iNewsNTB
iNewsSulut
iNewsKalsel
iNewsRegional
iNewsPurwokerto
Tentang Kami Redaksi Karir Kode Etik Disclaimer Term Of Services Privacy Policy Sitemap Kontak Kami MNC Group Businesses Profile MNC Group
Copyright © 2021 inews.id, All Rights Reserved
↑
Komentar
Posting Komentar