๐ค *๐จ๐๐๐ ๐๐ ๐บ๐๐๐๐ :๐งABDULLAH BIN SABA' ๐ค SI AGEN YAHUDI
⚛️*"๐๐ฌ๐ฐ๐๐ฃ๐_๐๐ฒ๐๐๐ซ"*๐ก
๐.Https://t.me/tinta_sufi
๐.Https://t.me/Aswaja_Cyber
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
๐ค *๐จ๐๐๐
๐๐ ๐บ๐๐๐๐ :
๐งABDULLAH BIN SABA' ๐ค SI AGEN YAHUDI
๐ค Orang-orang Yahudi adalah yang pertama kali menebarkan racun di dalam agama Islam untuk memalingkan putra-putra Islam dari agama dan akidah yang lurus.
๐งDan adalah Abdullah bin Saba’ seorang Yahudi gembong munafik yang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keislaman.
๐กDia geram melihat Islam tersiar dan tersebar di jazirah Arab, di Imperium Romawi, negeri-negeri Persia sampai ke Afrika dan masuk jauh di Asia, bahkan sampai berkibar di perbatasan-perbatasan Eropa.
๐งIbnu Saba’ ingin menghadang langkah Islam supaya tidak mendunia.
✍️Karenanya, ia merencanakan makar bersama Yahudi San’a (Yaman) untuk mengacaukan Islam dan ummatnya.
๐ค Mereka menyebarkan orang-orangnya termasuk Ibnu Saba’ sendiri ke berbagai wilayah Islam, termasuk ibukota Khalifah, Madinah.
๐ฃ️Mereka mulai menyulut fitnah dengan memprovokasi orang-orang lugu dan berhati sakit untuk menentang Khalifah Utsman Bin A'ffan.
๐คPada waktu itu juga mereka memperlihatkan rasa cinta kepada Ali bin Abi Thalib .
๐งMereka mengaku sebagai pendukung kelompok Ali,
✅Padahal Ali tidak ada sangkut pautnya dengan mereka.
๐ฃ️Fitnah ini terus menggelinding.
๐งMereka mencampur pemikiran mereka dengan akidah-akidah yang rusak.
๐งDan mereka menyebut diri sebagai “Syiah Ali” (pendukung Ali),
๐Padahal Ali membenci mereka bahkan Ali sendiri telah menghukum mereka dengan siksaan yang pedih.
๐Begitu pula putra-putra dari keturunan Ali membenci dan melaknat mereka.
๐กTapi, kenyataan ini ditutup-tutupi serta kemudian diganti secara licik dan keji.
๐งPengakuan Tokoh-tokoh Besar Syiah
✍️Seorang ‘Ulama Syiah pada abad ke-3 Hijriyah,
๐งAbu Muhammad Al-Hasan bin Musa An-Nubakhti mengatakan dalam kitabnya,
✅“Abdullah bin Saba’ adalah orang yang menampakkan cacian kepada Abu Bakar, ‘Umar dan Utsman serta para sahabat,
✅Ia berlepas diri dari mereka dan mengatakan bahwa Ali telah memerintahkannya berbuat demikian.
๐ณMaka Ali menangkapnya dan menanyakan tentang ucapannya itu.
✅Ternyata ia mengakuinya,
๐Maka Ali memerintahkan untuk membunuhnya.
๐งOrang-orang berteriak kepada Ali,
✅“Wahai Amirul mukminin! Apakah Anda akan membunuh seorang yang mengajak untuk mencintai Anda, ahlul bait, keluarga Anda dan mengajak untuk membenci musuh-musuh Anda?”
๐ณMaka Ali mengusirnya ke Madain (ibukota Iran waktu itu).
⚛️Dan sekelompok ahli ilmu dari sahabat Ali mengisahkan bahwa Ibnu Saba’ adalah seorang Yahudi lalu masuk Islam dan menyatakan setia kepada Ali.
๐ค Ketika masih Yahudi ia berkata
Bahwa Yusa’ bin Nun adalah washi (penerima wasiat) dari Nabi Musa secara berlebihan.
๐Kemudian ketika Islamnya, setelah wafatnya Rasulullah,
๐งIa mengatakan tentang Ali sebagai penerima wasiat dari Rasulullah (sebagaimana Musa kepada Yusa’ bin Nun).
๐ฃ️Dia adalah orang pertama yang menyebarkan faham tentang Imamah Ali,
๐กMenampakkan permusuhan terhadap musuh-musuh Ali (yang tidak lain adalah para sahabat yang dicintai Ali) dan mengungkap para lawannya.
✍️Dari sanalah orang-orang di luar Syiah mengatakan bahwa akar masalah “Rafdh” (menolak selain Khalifah Ali) diambil dari Yahudi.
๐Ketika kabar kematian Ali sampai ke telinga Ibnu Saba’ di Madain dia berkata kepada yang membawa berita duka,
✅“Kamu berdusta, seandainya engkau datang kepada kami dengan membawa (bukti) otaknya yang diletakkan dalam 70 kantong dan saksi sebanyak 70 orang yang adil, kami tetap meyakini bahwa dia (Ali) belum mati dan tidak terbunuh.
✅Dia tidak mati sebelum mengisi bumi dengan keadilan.”
✅Demikianlah ucapan orang yang dipercaya oleh semua orang Syiah dalam bukunya “Firaq Asy-Syiah”
๐(hal. 43-44. Cet Al-Haidariyah, Najef 1379 H).
✍️Kini setelah lebih dari seribu tahun sebagian pemimpin ulama Syiah mengingkari keberadaan sosok Ibnu Saba’ dengan tujuan supaya tidak terbongkar kebusukan mereka.
๐Namun di sisi lain, banyak kitab-kitab Syiah yang mengukuhkan tentang keberadaan Ibnu Saba’ sebagai peletak batu pertama Syiah.
๐งSebagian ulama Syiah kontemporer telah mengubah pola mereka dan mulai mengakui adanya tokoh Ibnu Saba’, setelah bukti tampak di depan mata mereka dan tidak bisa lagi mengelak.
๐งMengelak harganya sangat mahal bagi mereka sebab konsekuensinya adalah menganggap cacat sumber-sumber agama mereka.
๐งKarena itu, Muhammad Husain Az-Zen seorang Syiah kontemporer mengatakan,
✅“Bagaimanapun juga Ibnu Saba’ memang ada dan dia telah menampakkan sikap ghuluw (melampaui batas), sekalipun ada yang meragukannya dan menjadikannya tokoh dalam khayalan. Adapun kami sesuai dengan penelitian terakhir maka kami tidak meragukan keberadaannya dan ghuluwnya.”
๐(Asy-Syiah wa At-Tarikh, hal. 213).
┈┈••••❁✵๐✵❁••••┈┈
✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
๐Salam santun.
๐https://t.me/Aswaja_Cyber
Komentar
Posting Komentar