๐Ÿง˜ZUHUD BUKAN BERARTI MENINGGALKAN URUSAN DUNIA

⚛️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ•Œ*๐‘ด๐’๐’•๐’Š๐’—๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž ;

๐Ÿง˜ZUHUD BUKAN BERARTI MENINGGALKAN URUSAN DUNIA

๐Ÿง˜Zuhud merupakan suatu sikap terpuji yang disukai Allah SWT, di mana seseorang lebih mengutamakan cinta akhirat dan tidak terlalu mementingkan urusan dunia atau harta kekayaan. 
๐Ÿ’ฐMateri dan dunia ini hanya bersifat sementara, hanya sarana atau alat untuk mencapai tujuan hakiki, yaitu sebagai bekal kehidupan di akhirat kelak.

✍️Hal itu sesuai dengan
☪️Firman Allah SWT dalam
๐Ÿ“–Surat An-Nisa ayat 77 yang artinya,
✒️“Katakanlah, kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun”.
๐Ÿ“š( QS. An-Nisa ayat 77 )

๐Ÿง˜Zuhud ini bentuk kecintaan kepada akhirat.
✍️Zuhud terhadap dunia bukan berarti pula mengharamkan segala yang halal dan bukan juga menyia-nyiakan harta. 
✍️Akan tetapi zuhud terhadap dunia adalah begitu yakin terhadap apa yang ada di tangan Allah daripada apa yang saat ini dimiliki di tangan manusia itu sendiri.

✍️Selama ini dalam pengertian banyak orang, zuhud adalah menghindari meninggalkan hal-hal yang bersifat keduniaan. 
✍️Mereka tidak mengerti, mana perkara-perkara duniawi yang tercela dan harus ditinggalkan, serta mana yang boleh didekati untuk kepentingan akhirat. 

✍️Lalu lahirlah anggapan bahwa seseorang tidak akan selamat akhiratnya, kecuali jika meninggalkan dunia seisinya. 
✍️Kalau perlu menyendiri di suatu tempat terpencil, khusus untuk melakukan ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. 
✍️Sebagian orang menganggap, inilah zuhud yang hakiki.
✍️Persepsi semacam ini muncul lantaran kedangkalan terhadap ilmu agama.

๐Ÿง˜Perilaku zuhud tidak semata-mata tidak mau memiliki harta dan tidak memikirkan urusan duniawi, tetapi zuhud dalam arti yang sebenarnya merupakan kondisi mental seseorang yang tidak terpengaruh oleh harta dan benda dalam mengabdikan diri kepada Allah SWT. 
๐Ÿง˜Dengan demikian, betapapun kayanya seseorang mereka tetap hidup dalam keadaan zuhud. 
๐Ÿง˜Mereka tidak terpengaruh oleh kekayaan tersebut dalam mengabdikan diri kepada Allah, mereka juga menggunakan harta tersebut untuk mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah SWT.

๐Ÿ’™Zuhud itu adanya dalam hati.
✍️Tidak terikat hati dengan dunia , meskipun di tangannya memiliki banyak harta, pangkat, dan jabatan.

☪️Bahkan Allah SWT sendiri tidak menyuruh hamba-Nya untuk memikirkan akhirat saja, tetapi dunia juga harus kita raih dengan sebaik-baiknya. 
⚖️Sehingga prinsip keseimbangan dunia dan akhirat tetap terjaga.

☪️Sebagaimana firman Allah SWT dalam
๐Ÿ“–Surat Al Qashash ayat 77 yang artinya,
✒️“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi”.
๐Ÿ“š(QS.Al Qashash ayat 77).

๐ŸคฒPerilaku zuhud juga akan membawa kehidupan seseorang hamba selalu bersyukur terhadap nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita semua baik sedikit ataupun banyak.

๐Ÿค—Selalu berusaha untuk banyak-banyak membelanjakan harta di jalan Allah SWT. 
๐Ÿ‘Tidak bermewah-mewahan secara berlebihan.
๐Ÿค—Selalu berusaha untuk berpenampilan sederhana, dan tidak sombong serta membanggakan diri sendiri.
๐Ÿง˜Lebih mencintai Allah SWT daripada kehidupan di dunia ini.

⛔Kemudian, tidak membelanjakan harta secara boros.
✍️Bekerja dan beribadah dengan giat dan sungguh-sungguh untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, serta selalu menggunakan harta dan jabatan yang dimilikinya untuk kepentingan kehidupan di akhirat kelak.

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber




Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad