๐Ÿง˜*๐’๐ฎ๐Ÿ๐ข๐ฌ๐ฆ๐ž :☪️TIADA SEDIKITPUN MENCUKUPI TANPA KEHENDAK ALLAH SWT

⚛️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿง˜*๐’๐ฎ๐Ÿ๐ข๐ฌ๐ฆ๐ž :

☪️TIADA SEDIKITPUN MENCUKUPI TANPA KEHENDAK ALLAH SWT

๐ŸšถTelah panjang-lebar kita berbicara, tetapi sungguh penyiapan diri kita untuk menempuh jalan yang membentang di depan tidaklah cukup: tiada sedikit pun mencukupi tanpa kehendak Allah!

๐ŸŒ‘Tanpa kehendak Allah dan mereka yang dipilih-Nya, siapa pun diri kita, lembaran kita tetaplah hitam.

๐ŸคฒYaa Allah, kelimpahan-Mu memenuhi setiap kebutuhan, tidaklah diizinkan untuk menyebutkan sesuatu pun di sisi-Mu.

๐Ÿ“–Alangkah berlimpahnya petunjuk yang telah Kau anugerahkan; selama ini telah Engkau tutupi begitu banyak aib dan cacat-cela kami.

⚛️Karena setitik pengetahuan yang telah Engkau berikan sebelum kami disini sampai kini rindu kami bersatu dengan lautan-Mu.

๐Ÿง˜Setitik pengetahuan yang berada di dalam jiwa kami ini: bebaskan dia dari syahwat dan kungkungan tanah-liat ini.

๐Ÿฅ€Sebelum tanah-liat ini menghirupnya-habis, sebelum angin ini menyapunya.

๐ŸŒช️Sungguhpun, ketika dia tertiup jauh, Engkau dapat meraihnya kembali, dan memulihkannya.

๐ŸŒจ️Setitik air yang telah menguap di udara atau tertumpah ke tanah kapankah dia keluar dari perbendaharaan-Mu, wahai yang Maha-Menguasai.

๐Ÿ‚Jika dia telah beranjak memasuki ketiadaan atau seratus ketiadaan segera dia bergegas kembali jika Engkau memanggilnya.

⚔️Ratusan ribu pihak telah saling membunuh satu sama lain: Seruanmu membangkitkan kembali mereka dari ketiadaan.

๐ŸคฒYaa Rabb, karavan demi karavan melesat terus-menerus dari ketiadaan menuju keberadaan.

๐ŸŒ“Setiap malam, semua pemikiran dan pemahaman menjadi kosong, mencebur ke Laut yang dalam;

๐ŸŒ„Lalu, ketika fajar merekah, mereka yang Ilahiah itu menyembulkan kepala dari Laut, bagaikan ikan.

๐Ÿ‚Ketika musim gugur tiba, tak-terhitung cabang-ranting dan dedaunan membusuk ke dalam lautan Kematian.

๐Ÿฆ…Sementara di taman, burung gagak bergaun hitam-pekat, bagaikan pelayat yang meratapi gugurnya tanam-tanaman.

๐ŸŒฑLalu, dari Sang Penguasa datang perintah kepada ketiadaan:
✒️"Kembalikan apa yang telah engkau telan! Wahai Kematian yang hitam, kembalikanlah tanaman, bunga-bunga, dedaunan dan rerumputan yang telah engkau telan!"

๐Ÿค—Wahai saudaraku, kumpulkanlah kecerdasanmu dan pertimbangkanlah: dari saat ke saat, terus-menerus beredar musim gugur dan musim semi di dalam dirimu.

๐Ÿค—Pandanglah taman qalb: hijau dan berembun dan segar, penuh kuntum mawar, cemara dan melati;

๐ŸŒฟRanting-dahan tersembunyi lebatnya dedaunan, padang yang luas dan istana yang tinggi, tersembunyi oleh lebatnya bunga-bunga.

✍️Kata-kata ini bersumber dari Akal Sejati, bagaikan wanginya bunga-bunga, cemara dan bakung itu.

๐Ÿค”Apakah engkau bisa mencium wanginya mawar, sementara kuntumnya tiada?

๐Ÿค”Apakah bisa engkau memandang busanya anggur, sementara anggurnya tiada?

๐ŸŒนWewangian itu adalah panduan yang membimbingmu berjalan: itu akan membawamu ke Jannah dan Kautsar.

๐Ÿ˜ŽWewangian adalah obat untuk mata yang buta; dia adalah pemantik cahaya: mata Jakub terbuka oleh suatu wewangian.

๐Ÿ‘ณBau-busuk menggelapkan mata; wanginya Jusuf menyembuhkannya.

๐Ÿค—Engkau bukanlah seorang Jusuf; karenanya, jadilah seperti Jakub: bersikaplah bagaikan beliau, akrabilah linangan air-mata dan kesedihan mendalam.

✍️Dengarlah nasehat dari Hakim Sana'i ini, agar terasa kesegaran di raga rentamu:
✒️"Kehinaan memerlukan sebuah wajah bagaikan mawar; jika tidak engkau miliki wajah seperti itu, janganlah engkau beredar kesana-kemari sambil marah.

๐Ÿ•บAkhlak rendah adalah kehinaan dalam wajah yang buruk, kepiluan adalah sakit-mata di mata yang buta."

๐Ÿ‘ณPada kehadiran Jusuf jangan biarkan dirimu menyombong dan berlagak seakan dirimu cantik: tiada lain yang perlu engkau tawarkan kecuali permohonan dan rintihan seorang Jakub.

๐Ÿ‚Makna dari kematian, sebagaimana disampaikan oleh sang burung beo, adalah memohon dengan merendahkan diri: matikanlah dirimu-sendiri dalam permohonan ampun dan kefakiran jiwamu,

๐Ÿ—ก️Sehingga hembusan Isa dapat menghidupkanmu-kembali, dan membuatmu cantik dan dirahmati, sebagaimana sejatinya dirimu.

๐ŸชจBagaimanakah sebongkah batu dapat tertutupi oleh limpahan kehijauan musim Semi? Jadilah tanah, sehingga dapat engkau mekarkan beragam bunga aneka warna.

๐Ÿค—Telah bertahun-tahun engkau bagaikan batu yang tajam cobalah sesuatu yang segar: serahkanlah dirimu, jadilah seperti tanah!

✍️Sumber:
๐Ÿ“šJalaluddin Rumi, Matsnavi, I: 1877 – 1912.
๐Ÿ“šTerjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad