⚛️TAHUKAH ANDA?SEMUA ULAMA MADZHAB MEMPELAJARI TASSAWUF

⚛️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿง˜*๐’๐ฎ๐Ÿ๐ข๐ฌ๐ฆ๐ž :

⚛️TAHUKAH ANDA?
SEMUA ULAMA MADZHAB MEMPELAJARI TASSAWUF

๐Ÿ“–Seringkali kita mendengar ceramah atau tulisan yang tersebar di buku atau internet, bahwa ilmu tasawuf itu tidak ada dalam Islam.
☪️Sesuatu yang tidak ada dalam Islam artinya bid'ah, karena termasuk sesuatu yang diada-adakan.
๐Ÿ”ฅDan pelaku bid'ah akan masuk neraka.
๐Ÿ‘‡
๐Ÿง˜Maka tasawuf itu adalah sesat dan menyesatkan.

๐Ÿค”Saya pun sering bertanya-tanya, benarkah klaim sesat itu?
๐Ÿ•ŒDan sedikit banyak membaca dan bergabung dengan pengajian tasawuf, ternyata klaim-klaim seperti itu tidak berdasar.
✍️Tidak ada yang baru sebenarnya dalam prinsip-prinsip yang dipelajari dalam tasawuf.
☪️Karena sesungguhnya, di zaman nabi pun tasawuf , fiqih, tauhid diajarkan dan dipraktekkan secara serempak.
✍️Klasifikasi ilmu-ilmu Islam tersebut barulah ada setelah jauh nabi Muhammad wafat.

๐Ÿง˜Tasawuf lebih menfokuskan praktek Islam secara batiniah yaitu bagaimana mendekatkan diri kepada Allah secara ikhlas tanpa pretensi apapun kecuali kecintaan kepada sang Pencipta.
๐Ÿง˜Dan juga bagaimana kita bisa merdeka dari penyakit-penyakit hati seperti sombong, iri, dengki, kikir, dan ghibah.
✍️Karena semua penyakit itu akan berpotensi menjadi penghalang atau hijab antara manusia dengan Allah Swt.
๐Ÿ“šSedangkan ilmu Fiqih menfokuskan diri bagaimana Islam diterapkan secara lahiriah.
✍️Bisa dikatakan semacam juklak atau petunjuk pelaksanaan bagaimana umat Islam menjalankan sholat, puasa, zakat, haji, mengubur jenasah, menikah, menghitung waris dan lain-lain.
๐Ÿ‘‡Jadi Fiqih dan tasawuf pada hakekatnya adalah :
๐Ÿ‘‰Ilmu lahir dan ilmu batin.
๐Ÿ“ฟKeduanya saling melengkapi, dan tidak bisa dipisahkan.
⚛️Makanya tidak heran jika para ulama madzab pun semuanya bertarekat dan mempunyai guru tasawuf ( murshid ) yang jelas silsilahnya.

๐Ÿ‘ณIMAM ABU HANIFAH ( HANAFI ) (85 H -150 H) (Nu’man bin Tsabit - Ulama besar pendiri mazhab Hanafi)
๐Ÿ‘‡Beliau adalah murid dari Ahli Silsilah Tarekat Naqsyabandi yaitu ;
๐Ÿ‘ณImam Jafar as Shadiq ra .
๐Ÿ‘‡Berkaitan dengan hal ini,
๐Ÿ‘ณJalaluddin as Suyuthi didalam
๐Ÿ“šKitab Durr al Mantsur,
๐Ÿ“–meriwayatkan bahwa
๐Ÿ‘ณImam Abu Hanifah berkata,
✒️“Jika tidak karena dua tahun, aku telah celaka. Karena dua tahun saya bersama Sayyidina Imam Jafar as Shadiq, maka saya mendapatkan ilmu spiritual yang membuat saya lebih mengetahui jalan yang benar”.

๐Ÿ‘ณIMAM MALIKI (Malik bin Anas - Ulama besar pendiri mazhab Maliki) juga murid Imam Jafar as Shadiq ra, mengungkapkan pernyataannya yang mendukung terhadap ilmu tasawuf sebagai berikut :
✒️“Man tasawaffa wa lam yatafaqa faqad tazandaqa, wa man tafaqaha wa lam yatasawaf faqad tafasaq, wa man tasawaffa wa taraqaha faqad tahaqaq”.
Yang artinya :
✒️“Barangsiapamempelajari/mengamalkan tasawuf tanpa fiqih maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqih tanpa tasawuf dia tersesat, dan siapa yang mempelari tasawuf dengan disertai fiqih dia meraih Kebenaran dan Realitas dalam Islam.”
๐Ÿ“š(’Ali al-Adawi dalam kitab Ulama fiqih, juz 2, hal.195 yangmeriwayatkan dari Imam Abul Hasan). 

๐Ÿ‘ณIMAM SYAFI’I (Muhammad bin Idris, 150-205 H) Ulama besar pendiri mazhab Syafi’i berkata,
✒️“Saya berkumpul bersama orang-orang sufi dan menerima 3 ilmu:
1️⃣. Mereka mengajariku bagaimana berbicara
2️⃣. Mereka mengajariku bagaimana memperlakukan orang lain dengan kasih sayang dan kelembutan hati
3️⃣. Mereka membimbingku ke dalam jalan tasawuf.”
๐Ÿ“š(Riwayat dari kitab Kasyf al-Khafa dan Muzid al Albas, Imam ‘Ajluni, juz 1, hal. 341)

๐Ÿ‘ณIMAM AHMAD BIN HANBAL (164-241 H) Ulama besar pendiri mazhab Hanbali berkata,
✒️“Anakku, kamu harus duduk bersama orang-orang sufi, karena mereka adalah mata air ilmu dan mereka selalu mengingat Allah dalam hati mereka.
Mereka adalah orang-orang zuhud yang memiliki kekuatan spiritual yang tertinggi.
Aku tidak melihat orang yang lebih baik dari mereka”
๐Ÿ“š(Ghiza al Albab, juz 1, hal. 120 ; Tanwir al Qulub, hal. 405, Syaikh Amin al Kurdi)

✍️Demikian sedikit tulisan tentang catatan bahwa para ulama panutan kita pun belajar tasawuf dan menekankan betapa pentingnya belajar tasawuf sehingga ibadah yang dijalankan oleh umat Islam tidak kering dari ruh yang menghidupkan ibadah.
๐Ÿง˜Sehingga pada prakteknya ibadah tidak berhenti pada gerakan badan, tapi berlanjut dengan gerak batin yang selalu ingat kepada Allah Swt kapan dan di mana pun.

✍️Barangkali krisis dan dekadensi moral yang melanda bangsa kita, salah satunya karena nilai-nilai ajaran dalam tasawuf tidak dipraktekkan guna menyeimbangkan ilmu syariat yang sudah diamalkan.
✍️Makanya sering kita mendengar ucapan, banyak yang sudah sholat dan puasa, tapi masih mau nyuri atau korupsi.
✍️Masih mau nilep dan markup anggaran yang diamanahkan.
๐Ÿ‘‡Saatnya para ulama memperhatikan praktek keagamaan yang terintegrasi antara praktek syari'ah dan batiniah, sehingga Islam bisa dipelajari secara menyeluruh dan tidak parsial.

⚛️Terakhir, jika para ulama madzab pun mengakui dan mempelajari tasawuf, akankah para pengkritik tasawuf yang menghakimi dengan kesesatan dan bid'ah, akan mengatakan bahwa ke empat ulama madzab tersebut sesat ?

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber


Komentar