๐Ÿ•บ๐Ÿ’ƒRIYA' MENURUT IMAM GHAZALI

 
⚛️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ•Œ*๐‘ด๐’๐’•๐’Š๐’—๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž ;

๐Ÿ•บ๐Ÿ’ƒRIYA' MENURUT IMAM GHAZALI

๐Ÿ•บRiya’ adalah sikap sangat dibenci oleh agama.
๐Ÿ‘ณRiya menurut Imam Ghazali mempunyai beberapa macam.
⛔Hukum berperilaku riya adalah haram, dan wajib untuk dihindari.
⛔Bahkan ada yang menggolongkan riya’ sebagai syirik kecil.

☪️Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad.

ุงَุٔฎْูˆَูُ ู…َุงุงَุฎَุงูُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ُ ุงู„ْุดِّุฑْูƒُ ุงู„ْุงَ ุตْุบَุฑُูُุณُู‰ِูٔ„َ ุนَู†ْู‡ُ ูَู‚َุงู„َ ุงู„ุฑِّูŠَุงุกُ

✒️“Sesuatu yang sangat aku takutkan yang akan menimpa kamu ialah syirik kecil. Nabi SAW, ditanya tentang apa yang dimaksud syirik kecil itu, maka beliau menjawab yaitu riya.”
๐Ÿ“š(HR Ahmad)

๐Ÿ•บRiya’ menurut Imam Ghazali dalam
๐Ÿ“šKitabnya yang berjudul Minhajul Abidin
✒️Mengatakan bahwa perilaku riya’ adalah seseorang mengerjakan sesuatu tetapi hanya ingin memperoleh kemanfaatan dunia dengan jalan melakukan ibadah.

๐Ÿ‘ณImam al-Ghazali sendiri dalam buku
๐Ÿ“šMenuju Mukmin Sejati yang diterjemahkan oleh Abdullah bin Nuh mengatakan ada dua macam riya,
๐Ÿ‘‡Yakni :
1️⃣Pertama riya’ khusus
๐Ÿ•บYaitu riya’ yang hanya bertujuan untuk mencari keuntungan dunia saja tanpa diimbangi dengan tujuan akhirat.
๐Ÿง˜Riya’ khusus itu tidak dimiliki oleh orang-orang yang makrifat.
๐Ÿ‘ณAdapun menurut gurunya, al-Ghazali mengatakan,
✒️Riya khusus itu tidak akan terjadi pada orang yang makrifat dalam keadaan sadar akan akhirat, tetapi terjadinya itu ketika dalam keadaan lengah.

2️⃣Kedua, riya campuran.
๐Ÿ’ƒRiya’ jenis ini mempunyai tujuan dunia dan akhirat.
๐Ÿ‘ณMenurut Imam Ghazali riya’ campuran itu bisa menghilangkan seperempat bagian pahala.

๐Ÿ“šAdapun di kitab lainnya al-Ghazali juga membagi riya’ menjadi dua jenis.
๐Ÿ“šDalam buku Membersihkan Hati dari Akhlak yang Tercela yang diterjemahkan Ahmad Sunarto,
๐Ÿ‘ณImam Ghazali menyebutkan dua macam riya’,
๐Ÿ‘‡Yaitu :
1️⃣Pertama riya’ yang jelas.
๐Ÿ•บRiya’ ini yang mendorong terwujudnya sesuatu amal perbuatan hingga ia merasakan kalau tidak adanya riya. tidak ada rasa kesenangan dalam melakukan amal perbuatan.

2️⃣Kedua, riya samar.
๐Ÿ’ƒRiya’ jenis ini adalah yang tidak mampu untuk mewujudkan amal perbuatan tetapi ia merasakan kesenangan ketika melakukan amal perbuatan. 
Akibatnya orang yang memiliki riya’ yang semacam ini akan menjadi lemah semangatnya dalam melakukan amal tanpa adanya riya’ tersebut.

Wallahu A’lam bi Showab

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber


Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad