๐Ÿ’ฆHIKMAH MENGAPA ALLAH SWT MENCIPTAKAN AIR UNTUK MAKHLUKNYA

⚛️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ•Œ*๐‘ด๐’๐’•๐’Š๐’—๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž ;

๐Ÿ’ฆHIKMAH MENGAPA ALLAH SWT MENCIPTAKAN AIR UNTUK MAKHLUKNYA

๐Ÿ’งAir dihadirkan Allah dalam kehidupan manusia sebagai rezeki
๐Ÿ‘‰๐Ÿ“š(QS Al Baqarah [2]:22).
๐Ÿ’งNamun, air tidak sekadar rezeki, ia pun menjadi ayat karuniyah, tanda kebesaran-Nya, yang perlu dibaca agar kita merengkuh pesan moral
๐Ÿ‘‰๐Ÿ“š(QS Adz Dzariyat [51]: 20-21).

๐Ÿ‘‡Ada sejumlah pesan moral yang dapat dipelajari dari air.

1️⃣. Pertama,
๐Ÿ’งAir itu menghidupi.
☪️Allah SWT berfirman,
✒️"Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup."
๐Ÿ“š(QS Al Anbiya' [21]: 30).
๐ŸŒฑAir menumbuhkan tanaman, menyuburkan tanah, bahkan mengalirkan oksigen dalam darah manusia.
๐Ÿ’งDi mana pun air berada, ia bermanfaat.
๐Ÿค—Manusia pun selayaknya demikian.
☪️Rasulullah SAW bersabda,
✒️"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain."
๐Ÿ“š(HR Ahmad).

2️⃣. Kedua,
๐Ÿ’งIa bergerak tanpa henti.
7️⃣Karena jika ia diam, pasti kotor dan keruh.
๐Ÿ‘ณImam Syafii berkata,
✒️"Saya lihat air yang diam menyebabkan kotor.
✒️Bila dia mengalir, ia menjadi bersih.
✒️Dan bila tidak mengalir, ia tidak akan jernih.
๐Ÿ…Singa bila tidak meninggalkan sarangnya, dia tidak akan pernah memakan mangsanya.
๐ŸนDan anak panah bila tidak terlepas dari busurnya, tidak akan pernah mengenai sasarannya."

๐Ÿ˜กOrang yang tidak memiliki aktivitas atau pekerjaan, pikiran dan hatinya kemungkinan besar akan keruh dan kotor.
✍️Akibatnya, mata dan hatinya melihat secara negatif segala sesuatunya (suuzhan).

3️⃣.Ketiga,
๐Ÿ’งAir tak pernah bisa dipecah, atau dihancurkan.
✍️Bahkan, ia akan menenggelamkan benda-benda keras yang menghantamnya dan menghanyutkan.
๐Ÿ’ฆIa hanya akan pecah saat ia mengeras, membeku. Inilah karakter dasar air, yakni mencair, mudah meresap, menguap, dan kembali turun untuk menyejukkan.
๐Ÿ’งKarakter cair ini berguna jika seseorang menghadapi masalah.
๐Ÿ’ฆKarena bila kita bersikap mengeras, membatu, maka kita mudah pecah, stres, gampang dilempar ke sana-sini, dan seterusnya dalam menghadapi samudera kehidupan.

4️⃣. Ketiga,
๐Ÿ’งAir berpasrah diri (Islam) secara total pada tatanan (kosmos) alam.
๐Ÿž️Ia mengalir dari tempat tinggi ke arah yang lebih rendah.
๐ŸŒจ️Ia menguap bila terkena panas, membeku jika tersentuh dingin, meresap di tanah, menguap ke awan, dan turun sebagai hujan.
๐ŸŒŠIa kemudian menyatu di lautan raya, berpencar di sungai, kali, dan selokan.
๐Ÿ’งAir mengikuti harmoni alam (sunatullah) yang digariskan Allah SWT.
7️⃣Harmoni alam itu tunduk dan patuh pada prinsip keseimbangan dan keadilan ๐Ÿ‘‰(QS Ar Rahman [55]:7).
๐Ÿ’งJika kesimbangan dirusak maka air pun protes.
✍️Air berhak atas tempat resapan. Jika tidak ada tempat resapan, air akan terus mencari tempat yang paling rendah.
✍️Jika tak ada yang tepat sebagai resapannya maka terjadilah banjir. Banjir merupakan bentuk protes air karena tempat resapan serta jalan kembali ke lautan raya, tergusur oleh kerakusan dan keserakahan tangan manusia ๐Ÿ‘‰ (QS Ar Rum [30]: 41).

๐Ÿค—Sudahkah kita seperti air, yang berpasrah, tunduk, dan patuh secara total pada Allah SWT?
๐Ÿค—Sudahkah kita memelihara tatanan kehidupan secara adil?

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad