๐*๐ฉ๐๐๐๐๐๐ ๐ฏ๐๐ ๐๐๐๐ ๐ณ๐ฐ๐๐๐ ๐จ๐-๐ฎ๐๐๐๐๐๐ :๐ง*PERMULAAN HIDAYAH
⚛️*๐จ๐๐๐๐๐_๐ช๐๐๐๐๐ก
๐ง@๐ฏ๐พ๐๐๐ถ ๐ฎ๐๐ป๐พ.
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐*๐ฉ๐๐๐๐๐๐ ๐ฏ๐๐
๐๐๐๐
๐ณ๐ฐ๐๐๐ ๐จ๐-๐ฎ๐๐๐๐๐๐ :
๐ง*PERMULAAN HIDAYAH
๐คฒSegala puji bagi Allah.
☪️Shalawat dan salam atas makhluk-Nya termulia, Muhammad, Rasul dan hamba-Nya, serta atas keluarga dan sahabat beliau.
✍️Ketahuilah wahai manusia yang ingin mendapat curahan ilmu,
๐คฒYang betul-betul berharap dan sangat haus kepadanya,
⚠️Bahwa jika engkau menuntut ilmu
❎Guna bersaing,
❎Berbangga,
❎Mengalahkan teman sejawat,
❎Meraih simpati orang,
❎Dan mengharap dunia,
๐Maka
⚠️Sesungguhnya engkau sedang berusaha menghancurkan agamamu,
⚠️Membinasakan dirimu,
⚠️Dan menjual akhirat dengan dunia.
✍️Dengan demikian,
✅Engkau mengalami kegagalan,
✅Perdaganganmu merugi,
✅Dan gurumu telah membantumu dalam berbuat maksiat serta menjadi sekutumu dalam kerugian tersebut.
⚔️Gurumu itu seperti orang yang menjual pedang bagi perompak jalanan,
☪️Sebagaimana Rasul saw. bersabda,
✒️“Siapa yang membantu terwujudnya perbuatan maksiat walaupun hanya dengan sepenggal kata, ia sudah menjadi sekutu baginya dalam perbuatan tersebut.”
✍️Jika niat dan maksudmu dalam menuntut ilmu untuk mendapat hidayah, bukan sekadar mengetahui riwayat,
๐คMaka bergembiralah.
☄️Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya untukmu saat engkau berjalan
๐ณDan ikan-ikan paus di laut memintakan ampunan bagimu manakala engkau berusaha.
⚛️Tapi, engkau harus tahu sebelumnya bahwa hidayah merupakan buah dari ilmu pengetahuan.
๐งHidayah memiliki permulaan dan akhir serta aspek lahir dan batin.
✍️Untuk mencapai titik akhir tersebut, permulaannya harus tersusun rapi.
✍️Begitu pula, untuk menyingkap aspek batinnya, harus diketahui terlebih dahulu aspek lahirnya.
✍️Oleh karena itu, di sini akan aku tunjukkan padamu permulaan dari sebuah hidayah agar engkau bisa mencoba dirimu dan menguji hatimu.
✍️Apabila engkau mendapati
๐คHatimu condong pada hidayah tersebut lalu dirimu berusaha untuk menggapainya,
๐Maka
⚛️Setelah itu engkau bisa melihat perjalanan akhir darinya yang melaju dalam lautan ilmu.
✍️Sebaliknya,
๐Jika engkau mendapati hatimu berat dan lengah dalam mengamalkan apa yang menjadi konsekuensinya,
๐Ketahuilah
๐ฟBahwa jiwa yang mendorongmu untuk menuntut ilmu tersebut adalah jiwa al-ammaarah bi as-su’ (yang memerintahkan pada keburukan).
๐ฟJiwa tersebut bangkit karena taat kepada setan terkutuk untuk dijerat dengan tali tipuannya.
๐ฟIa terus memberikan tipudayanya kepadamu sampai engkau betul-betul binasa.
๐ฟIa ingin agar engkau memperbanyak kejahatan dalam bentuk kebaikan sehingga ia bisa memasukkanmu dalam kelompok orang yang merugi dalam amalnya.
๐Yaitu,
๐บMereka yang sesat di dunia ini, yang mengira bahwa mereka telah melakukan suatu perbuatan baik.
๐ฟSaat itu setan menceritakan padamu tentang keutamaan ilmu, derajat para ulama, serta berbagai riwayat di seputarnya.
๐ฟNamun, setan tersebut membuatmu lalai
☪️Dari sabda Nabi saw.,
✒️“Siapa yang bertambah ilmu, tapi tidak bertambah hidayah, ia hanya bertambah jauh dari Allah.”
☪️Juga dari sabda Nabi saw. yang berbunyi,
✒️“Orang yang paling keras siksanya di hari kiamat, adalah orang alim yang ilmunya tak Allah berikan manfaat padanya.”
☪️Nabi saw. berdoa:
✒️Allahumma innii a’udzubika min ‘ilmi laa yanfa’u wa qalbin laa yakhsya’ wa ‘amalin laa yurfa’u wa du’ain laa yusma’u
✒️“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari amal yang tak diterima, dan dari doa yang tak didengar.”
☪️Sabda Nabi saw.,
✒️“Di malam aku melakukan Isra', aku melewati sekelompok kaum yang bibir mereka digunting dengan gunting api neraka.
☪️Lalu aku bertanya,
✒️‘Siapa kalian?’
✂️Mereka menjawab,
✒️‘Kami adalah orang-orang yang memerintahkan kebaikan tapi tidak melakukannya, dan mencegah keburukan tapi kami sendiri mengerjakannya!”
✍️Oleh karena itu, jangan engkau serahkan dirimu untuk diperdaya oleh jerat tipuannya.
⚠️Celaka sekali bagi orang bodoh, karena ia tidak belajar.
⚠️Tapi celaka seribu bagi orang alim yang tak mengamalkan ilmunya!
๐Ketahuilah bahwa dalam menuntut ilmu, manusia terbagi atas tiga jenis:
1️⃣. ๐คฒSeseorang yang menuntut ilmu guna dijadikan bekal untuk akhirat dimana ia hanya ingin mengharap rida Allah dan negeri akhirat. Ini termasuk kelompok yang beruntung.
2️⃣. ๐Seseorang yang menuntut ilmu guna dimanfaatkan dalam kehidupannya di dunia sehingga ia bisa memperoleh kemuliaan, kedudukan, dan harta.
✍️Ia tahu dan sadar bahwa keadaannya lemah dan niatnya hina.
⚠️Orang ini termasuk ke dalam kelompok yang berisiko.
⚠️Jika ajalnya tiba sebelum sempat bertobat, yang dikhawatirkan adalah penghabisan yang buruk (su’ ul-khatimah) dan keadaannya menjadi berbahaya.
๐คฒTapi jika ia sempat bertobat sebelum ajal tiba,
๐คฒLalu berilmu dan beramal serta menutupi kekurangan yang ada, maka ia termasuk orang yang beruntung pula.
๐คฒSebab, orang yang bertobat dari dosanya seperti orang yang tak berdosa.
3️⃣. ๐ฟSeseorang yang terperdaya oleh setan.
๐ฐIa pergunakan ilmunya sebagai sarana untuk memperbanyak harta, serta untuk berbangga dengan kedudukannya dan menyombongkan diri dengan besarnya jumlah pengikut.
⚛️Ilmunya menjadi tumpuan untuk meraih sasaran duniawi.
⚠️Bersamaan dengan itu, ia masih mengira bahwa dirinya mempunyai posisi khusus di sisi Allah karena ciri-ciri, pakaian, dan kepandaian berbicaranya yang seperti ulama, padahal ia begitu tamak kepada dunia lahir dan batin.
✍️Orang dari kelompok ketiga di atas termasuk golongan yang binasa, dungu, dan tertipu.
⚠️Ia tak bisa diharapkan bertobat karena ia tetap beranggapan dirinya termasuk orang baik.
☪️Ia lalai dari firman Allah Swt. yang berbunyi,
✒️“Wahai orang-orang yang beriman. Mengapa kalian mengatakan apa-apa yang tak kalian lakukan?!”
๐(Q.S. ash-Shaff: 2).
☪️Ia termasuk mereka yang disebutkan Rasul saw.,
✒️“Ada yang paling aku khawatirkan dari kalian ketimbang Dajjal.”
✍️Beliau kemudian ditanya,
✒️“Apa itu wahai Rasulullah?”
☪️Beliau menjawab,
✒️“Ulama su’ (buruk).”
๐ฟSebab, Dajal memang bertujuan menyesatkan, sedangkan ulama ini, walaupun lidah dan ucapannya memalingkan manusia dari dunia, tapi amal perbuatan dan keadaannya mengajak manusia ke sana.
✍️Padahal, realita lebih berbekas dibandingkan ucapan.
✍️Tabiat manusia lebih terpengaruh oleh apa yang dilihat ketimbang mengikuti apa yang diucap.
✍️Kerusakan yang ditimbulkan oleh perbuatannya lebih banyak daripada perbaikan yang disebabkan oleh ucapannya.
✍️Karena, biasanya orang bodoh mencintai dunia setelah melihat si alim cinta pada dunia.
⚛️Ilmu pengetahuan yang dimilikinya, menjadi faktor yang menyebabkan para hamba Allah berani bermaksiat pada-Nya.
๐ฟNafsunya yang bodoh tertipu, tapi masih memberi angan-angan dan harapan padanya.
๐ฟBahkan, ia mengajaknya untuk mempersembahkan sesuatu untuk Allah dengan ilmunya.
๐ฟNafsu tersebut membuatnya beranggapan bahwa ia lebih baik dibandingkan hamba Allah yang lain.
✍️Maka dari itu, jadilah engkau termasuk golongan yang pertama.
⚠️Waspadalah agar tidak menjadi golongan kedua karena betapa banyak orang yang menunda-nunda, ternyata ajalnya tiba sebelum bertaubat sehingga akhirnya rugi dan kecewa.
⚠️Lebih dari itu, waspadalah!
๐ฟJangan sampai engkau menjadi golongan ketiga karena engkau betul-betul akan binasa, tak mungkin selamat dan bahagia.
✍️Apabila engkau bertanya,
✒️“Apa permulaan dari hidayah tersebut sehingga aku bisa menguji diriku dengannya?”
✍️Maka ketahuilah bahwa hidayah bermula dari ketakwaan lahiriah dan berakhir dengan ketakwaan batiniah.
✍️Tak ada balasan kecuali dengan takwa dan tak ada hidayah kecuali bagi orang-orang bertakwa.
๐งTakwa adalah ungkapan yang mengandung makna melaksanakan perintah Allah Swt. dan menghindarkan larangan-larangan-Nya.
✍️Masing-masing ada dua bagian.
Di sini aku akan menunjukkan kepadamu secara ringkas aspek lahiriah dari takwa dalam dua bagian tersebut secara bersamaan.
✍️Aku masukkan bagian ketiga agar tulisan menjadi lengkap dan cukup. Allah tempat meminta pertolongan.
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten.
Salam Santun.๐
๐ง@๐ฏ๐พ๐๐๐ถ ๐ฎ๐๐ป๐พ.
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar