๐Ÿ“’*๐‘น๐’Š๐’”๐’‚๐’๐’‚๐’•๐’–๐’ ๐‘ธ๐’–๐’”๐’š๐’‚๐’Š๐’“๐’Š๐’š๐’‚๐’‰ - ๐‘ฐ๐’Ž๐’‚๐’Ž ๐‘จ๐‘ณ-๐‘ธ๐‘ผ๐‘บ๐’€๐‘จ๐‘ฐ๐‘น๐‘ฐ ( 376 ๐‘ฏ - 465 ๐‘ฏ )๐Ÿ“œMUKADIMAH

⚛️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก
๐Ÿง˜*๐“๐ข๐ง๐ญ๐š ๐’๐ฎ๐Ÿ๐ข

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“’*๐‘น๐’Š๐’”๐’‚๐’๐’‚๐’•๐’–๐’ ๐‘ธ๐’–๐’”๐’š๐’‚๐’Š๐’“๐’Š๐’š๐’‚๐’‰ - ๐‘ฐ๐’Ž๐’‚๐’Ž ๐‘จ๐‘ณ-๐‘ธ๐‘ผ๐‘บ๐’€๐‘จ๐‘ฐ๐‘น๐‘ฐ ( 376 ๐‘ฏ - 465 ๐‘ฏ )

๐Ÿ“œMUKADIMAH

Bismillahir RahmaanirRahiim.

๐ŸคฒSegala puji bagi Allah Yang Maha Tunggal dengan Keagungan Diraja-Nya,
☪️Dan Maha Esa dengan Keindahan Kekuasaan-Nya,
☪️Perkasa dengan Keluhuran Ahadiyah-Nya,
☪️Maha Suci dengan Ketinggian Shamadiyah-Nya. 
☪️Maha Besar dalam Dzat-Nya dari segala cakrawala setiap yang memandang-Nya,
☪️dan bersih dalam Sifat-sifat-Nya dari segala bentuk dan proyeksi.

☪️Bagi-Nya, Segala Sifat-sifat yang khusus bagi Diri-Nya, dan ayat ayat yang terucap, bahwasanya sifat dan ucapan itu tidak sama dengan makhluk-Nya.

☪️Maha Suci Allah Yang Perkasa.
☪️Tak ada batas untuk meraih-Nya, dan ayat-ayat yang terucap.
☪️Bahwasanya sifat dan ucapan itu tidak sama dengan makhluk-Nya.

☪️Maha Suci Allah Yang Perkasa.
✅Tak ada batas untuk meraih-Nya,
✅Tak ada bilangan untuk mengukur-Nya,
✅Tak ada jarak untuk membatasi-Nya,
✅Dan tak seorang pun memberi pertolongan pada-Nya,
✅Tak ada seorang anak yang memberi syafaat pada-Nya,
✅Tak ada bilangan untuk mengumpulkan-Nya,
✅Tak ada tempat untuk tinggal-Nya,
✅Tak ada waktu yang menemukan-Nya,
✅Tak ada kepahaman untuk mengukur-Nya dan
✅Tak ada khayalan untuk memproyeksikan-Nya.

✍️Maha Luhur Allah untuk ditanyakan:
๐Ÿค”Bagaimana Dia?
๐Ÿค”Atau, di mana Dia?
๐Ÿค”Atau ciptaan-Nya diupayakan oleh periasan,
๐Ÿค”Atau kreasi-Nya dipertaruhkan dari kekurangan dan keburukan.
✍️Sebab bagi-Nya,
✅Tak satu pun yang menyamai-Nya,
✅Dan Dia Maha Mendengar lagi Mahamengetahui.
✅Dia tidak dikalahkan oelh kehidupan,
✅Dan Dia Maha Waspada lagi Maha Kuasa.

๐ŸคฒSaya memuji-Nya atas segala yang didelegasikan dan diciptakan.
๐ŸคฒDan saya bersyukur atas apa yang terangkum dalam genggaman dan tertolak,
๐ŸคฒSaya bertawakal kepada-Nya dan saya menerima,
๐ŸคฒSaya ridha terhadap apa yang telah diberikan dan apa yang tidak diberikan.

๐Ÿง˜Saya bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah dengan Keesaan-Nya. Tak ada sekutu bagi-Nya. Suatu kesaksian yang diyakini lewat tauhid kepada-Nya, dan berjalan melalui kebajikan Abadi-Nya.

๐Ÿง˜Dan saya bersaksi bahwa Muhammad saw. adalah hamba-Nya yang terpilih dan menjadi kepercayaan-Nya yang terpilih, menjadi Rasul-Nya yang diutus untuk seluruh ummmat manusia.

๐ŸคฒSemoga, senantiasa Allah mencurahkan rakhmat-Nya kepadanya, dan kepada seluruh keluarganya yang menjadi lampu penerang tak kunjung padam.
๐ŸคฒBegitu juga kepada para sahabatnya yang menjadi pintu-pintu pembuka hidayat.
๐ŸคฒSemoga salam-Nya senantiasa tercurah, dalam yang berlipat ganda banyaknya.

๐Ÿ“šKitab ini ditulis oleh
๐Ÿ‘ณAl-Faqih ila-llah, Abdul Karim bin Hawazin al-Qusyairi untuk para jamaah Sufi di negeri-negeri Islam, pada tahun 437 H. Yang bertepatan Tahun 1045 M.

1️⃣. ๐Ÿง˜Golongan Sufi

☪️Allah telh menjadikan golongan ini sebagai barisan kekasih-kekasih-Nya.
✍️Dan Dia telah mengutamakan mereka di atas seluruh hamba-hamba-Nya, setelah pra Rasul dan Nabi-Nya.
๐ŸคฒSemoga Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada mereka.
☪️Allah menjadikan hati mereka sebagai sumber rahasia-Nya, dan memberikan keistimewaan di antara para ummat melalui kecemerlangan cahaya-Nya.

๐Ÿง˜Mereka adalah para penolong bagi makhluk.
๐Ÿง˜Mereka memerankan tingkah lakunya bersama dan dengan Al-Haq.
☪️Allah menjaga mereka di tempat-tempat musyahadah, ketika ditempatkan hakikat-hakikat Ahadiyah-Nya pada mereka.
☪️Allah menolong mereka dalam menegakkan adab ubudiyah, dan Allah menempatkan secara nyata kepada mereka jalan-jalan hukum rububiyah.

๐Ÿง˜Lalu mereka menegakkan sesuai dengan kewajiban dan tugas, dan mereka mewujudkan apa yang telah dianugerahkan Allah swt. melalui kreasi dengan segala kejujuran fakir dan sifat leburnya jiwa.
๐Ÿง˜Mereka sama sekali tidak mengandalkan apa yang telah dihasilkan itu, sebagai buah amalnya. Atau kejernihan ilmu yang lahir dari tingkah laku, sebagai ilmu mereka.
☪️Segalanya dari Keagungan dan Keluhuran Allah swt. Yang berbuat sesuai dengan kehendak-Nya, memilih siapa yang diinginkan-Nya, di antara para hamba.
☪️Dia tidak dihukumi oleh makhluk. PahalaNya merupakan awal dari fadhal, dan siksa-Nya merupakan hukum keadilan, sedangkan amar-Nya merupakan qadha’.

2️⃣. Problematika Kita

✍️Kemudian, ketahuilah, semua, bahwa ahli-ahli hakikat dari golongan Sufi ini, mayoritas telah tiada, yang tersisa hanya bekasnya, saja.
๐Ÿ“œSeperti dikatakan penyair:

๐ŸŽถSedangkan kemah-kemah
Sungguh seperti kemah mereka
Aku melihat wanita-wanita yang hidup
Bukanlah wanita kemah itu

✍️Yang terjadi adalah melemahnya tharikat tersebut, bahkan tergusur.
๐Ÿ‘ณSementara para Syeikh yang membimbing mereka telah berlalu.
๐Ÿ‘ณGenerasi muda sangat sedikit yang mengikuti petunjuk dan tradisi mereka.
✍️Sehingga hilanglah wara’i, cakrawalanya menjadi sempit, justru sikap tamak dan ikatannya yang menguat.
๐ŸคŽHati mereka semakin jauh dari citra syariat.
✍️Bahkan mereka menganggap remeh dan acuh tak acuh terhadap persoalan agama, sehingga mereka terhempas pada pandangan yang tidak memisahkan halal dan haram.

✍️Selain menganggap enteng dalam melaksanakan ibadah, mereka juga meremehkan puasa dan shalat.
✍️Mereka terjerumus dalam medan kealpaan, menancapkan tonggak-tonggak syahwat, tanpa peduli menerjang larangan-larangan.
✍️Mereka bangga atas apa yang mereka peroleh dari rakyat, wanita-wanita dan orang-orang yang memiliki kekuasaan.

✍️Kemudian mereka membiarkan apa yang telah mereka langgar itu.
✍️Sehingga mereka mengisyaratkan pada hakiat-hakikat tertinggi dengan ihwalnya, lalu mengaku bahwa mereka telah bebas dan merdeka dari belenggu, mereka telah mewujudkan hakikat bertemu dengan Allah swt. (wasilah).
✍️Dan mereka merasa bahwa dirinya telah berdiri di atas kebenaran, dengan aturan-aturan hukum sendiri.
✍️Allah swt. tidak lagi memberi beban pada diri mereka.
✍️Hal-hal yang diutamakan atau dilarang-Nya, begitupun Allah tidak mencaci dan mengecam mereka.

✍️Mereka menyangka ketika dibukakan rahasia-rahasia Ahadiyah dan bertransenden kepada universalitas, maka segala aturan manusia bisa tidak berlaku.
✍️Mereka menganggap telah abadi setelah melampaui fana’nya melalui cahaya-cahaya Shamadiyah.
✍️Orang yang mempunyai pendapat berbeda dengan mereka, dianggap bukan sebanding atau setahap dengan mereka.
✍️Orang yang ingin mengganti pandangan mereka malah dianggap sebagai golongan yang harus disingkirkan di mata mereka.

3️⃣. Motivasi Penulis Risalah Ini

✍️Di saat cobaan panjang melanda kita dewasa ini secara sepintas kita melihat kisah tersebut.
๐Ÿ‘ณSaya sangat terdorong untuk membeberkan kemungkaran mereka dengan tharikat seperti itu, bahwa para pengikutnya telah berbuat keburukan, atau orang yang berbeda dengan mereka selalu di caci, bahkan suatu bencana di negeri ini menimpa orang-orang yang kontra dengan tharikat mereka, disamping mendapatkan ancaman dan siksaan.

๐Ÿ‘ณKetika saya renungkan secara mendalam atas bencana kelemahan ini, ingin rasanya membongkar dan mengikis habis pandangan mereka itu.
๐ŸคฒSemoga Allah memberikan kedermaan melalui Maha Lembut-Nya dalam menggugah orang yang mengingkari sunnah yang luhur, yang telah menelantarkan etika tharikat yang hakiki.

✍️Ketika waktu yang tersisa hanya dipenuhi dengan kesulitan, sementara generasi zaman di negeri ini telah terseret pada kebiasaannya, terbujuk oleh kemurtadannya, tiba-tiba hasrat saya menghentak dalam kalbu untuk meluruskan secara total dengan dasar-dasar yang perlu di bangun, dan kembali pada generasi Salafnya.
✍️Kemudian saya tuangkan Risalah ini pada Anda sekalian (Semoga Allah memberikan kemuliaan kepada Anda).

๐Ÿ‘ณSaya juga menguraikan sebagian perjalanan para syeikh tharikat ini, adab dan akhlak mereka, pekerjaan dan akidah dalam kalbunya.
Serta isyarat-isyarat kerinduan mereka, metode dalam menapaki tahap-tahap dari awal hingga puncaknya, agar orang yang hendak menempuh (al-murid) tharikat ini memiliki kekuatan hati.
๐Ÿ‘ณDan untuk saya, dari anda sekalian mengaharpkan adanya suatu koreksi, sebagai kesaksian.
✍️Tentu saja, keluhan ini merupakan hiburan bagi saya.
๐ŸคฒDan dari Allah Yang Maha Mulia kita mendapatkan fadhal dan pahala.
๐ŸคฒSaya memohon pertolongan kepada Allah swt. terhadap apa yang saya tuturkan, dan saya senantiasa menyerahkan semuanya kepada-Nya.
๐ŸคฒSaya memohon agar dijaga dari kekeliruan dalam Risalah ini, serta memohon ampunan dan pertolongan-Nya.
๐ŸคฒDia-lah Yang memberi fadhal secara layak, dan Kuasa terhadap apa saja yang dikehendaki-Nya. 438 H. / 1046 M.

✍️Abul Qasim Abdul Karim bin Hawazin al- Qusyairy

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten. Salam Santun.๐Ÿ™
๐Ÿง˜@๐’ฏ๐’พ๐“ƒ๐“‰๐’ถ ๐’ฎ๐“Š๐’ป๐’พ.
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar