๐Ÿ“•*๐‘ฏ๐’‚๐’…๐’Š๐’•๐’” ๐‘จ๐’“๐’ƒ๐’‚๐’Š๐’ :๐Ÿ“–*๐‘ฏ๐’‚๐’…๐’Š๐’•๐’” ๐’Œ๐’† 6️⃣ :⚛️DALIL HARAM DAN HALAL TELAH JELAS

⚛️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“•*๐‘ฏ๐’‚๐’…๐’Š๐’•๐’” ๐‘จ๐’“๐’ƒ๐’‚๐’Š๐’ :

๐Ÿ“–*๐‘ฏ๐’‚๐’…๐’Š๐’•๐’” ๐’Œ๐’† 6️⃣ :

⚛️DALIL HARAM DAN HALAL TELAH JELAS
 
ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ู†ُّุนْู…َุงู†ِ ุจْู†ِ ุจَุดِูŠْุฑٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…َุง ู‚َุงู„َ ุณَู…ِุนْุชُ ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَู‚ُูˆْู„ُ : ุฅِู†َّ ุงู„ْุญَู„ุงَู„َ ุจَูŠِّู†ٌ ูˆَุฅِู†َّ ุงู„ْุญَุฑَุงู…َ ุจَูŠِّู†ٌ ูˆَุจَูŠْู†َู‡ُู…َุง ุฃُู…ُูˆْุฑٌ ู…ُุดْุชَุจِู‡َุงุชٌ ู„ุงَ ูŠَุนْู„َู…ُู‡ُู†َّ ูƒَุซِูŠْุฑٌ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุณِ، ูَู…َู†ِ ุงุชَّู‚َู‰ ุงู„ุดُّุจُู‡َุงุชِ ูَู‚َุฏْ ุงุณْุชَุจْุฑَุฃَ ู„ِุฏِูŠْู†ِู‡ِ ูˆَุนِุฑْุถِู‡ِ، ูˆَู…َู†ْ ูˆَู‚َุนَ ูِูŠ ุงู„ุดُّุจُู‡َุงุชِ ูˆَู‚َุนَ ูِูŠ ุงู„ْุญَุฑَุงู…ِ، ูƒَุงู„ุฑَّุงุนِูŠ ูŠَุฑْุนู‰َ ุญَูˆْู„َ ุงู„ْุญِู…َู‰ ูŠُูˆْุดِูƒُ ุฃَู†ْ ูŠَุฑْุชَุนَ ูِูŠْู‡ِ، ุฃَู„ุงَ ูˆَุฅِู†َّ ู„ِูƒُู„ِّ ู…َู„ِูƒٍ ุญِู…ًู‰ ุฃَู„ุงَ ูˆَุฅِู†َّ ุญِู…َู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ู…َุญَุงุฑِู…ُู‡ُ ุฃَู„ุงَ ูˆَุฅِู†َّ ูِูŠ ุงู„ْุฌَุณَุฏِ ู…ُุถْุบَุฉً ุฅِุฐَุง ุตَู„َุญَุชْ ุตَู„َุญَ ุงู„ْุฌَุณَุฏُ ูƒُู„ُّู‡ُ ูˆَุฅِุฐَุง ูَุณَุฏَุชْ ูَุณَุฏَ ุงู„ْุฌَุณَุฏُ ูƒُู„ُّู‡ُ ุฃَู„ุงَ ูˆَู‡ِูŠَ ุงู„ْู‚َู„ْุจُ

[ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆู…ุณู„ู…]


✍️Terjemah hadits / ุชุฑุฌู…ุฉ ุงู„ุญุฏูŠุซ :

๐Ÿ‘ณDari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata:
✍️Saya mendengar
☪️Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
✒️Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas.
Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak.
Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya.
Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan.
Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan.
Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “.
๐Ÿ“š(Riwayat Bukhori dan Muslim)

✍️Catatan :

· Hadits ini merupakan salah satu landasan pokok dalam syari’at.
๐Ÿ‘ณAbu Daud berkata :
✒️Islam itu berputar dalam empat hadits, kemudian dia menyebutkan hadits ini salah satunya.


✍️Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ุงู„ููˆุงุฆุฏ ู…ู† ุงู„ุญุฏูŠุซ :

1️⃣. Termasuk sikap wara’ adalah meninggalkan syubhat .

2️⃣. Banyak melakukan syubhat akan mengantarkan seseorang kepada perbuatan haram.

3️⃣. Menjauhkan perbuatan dosa kecil karena hal tersebut dapat menyeret seseorang kepada perbuatan dosa besar.

4️⃣. Memberikan perhatian terhadap masalah hati, karena padanya terdapat kebaikan fisik.

5️⃣. Baiknya amal perbuatan anggota badan merupakan pertanda baiknya hati.

6️⃣. Pertanda ketakwaan seseorang jika dia meninggalkan perkara-perkara yang diperbolehkan karena khawatir akan terjerumus kepada hal-hal yang diharamkan.

7️⃣. Menutup pintu terhadap peluang-peluang perbuatan haram serta haramnya sarana dan cara ke arah sana.

8️⃣. Hati-hati dalam masalah agama dan kehormatan serta tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan persangkaan buruk.

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber




Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad