๐Ÿ“’*๐‘น๐’Š๐’”๐’‚๐’๐’‚๐’•๐’–๐’ ๐‘ธ๐’–๐’”๐’š๐’‚๐’Š๐’“๐’Š๐’š๐’‚๐’‰ - ๐‘ฐ๐’Ž๐’‚๐’Ž ๐‘จ๐‘ณ-๐‘ธ๐‘ผ๐‘บ๐’€๐‘จ๐‘ฐ๐‘น๐‘ฐ ( 376 ๐‘ฏ - 465 ๐‘ฏ )๐Ÿ“š*BAB 1️⃣ - PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI๐Ÿ“œBagian 2️⃣ - MA'RIFATULLAH

⚛️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก
๐Ÿง˜*๐“๐ข๐ง๐ญ๐š ๐’๐ฎ๐Ÿ๐ข

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“’*๐‘น๐’Š๐’”๐’‚๐’๐’‚๐’•๐’–๐’ ๐‘ธ๐’–๐’”๐’š๐’‚๐’Š๐’“๐’Š๐’š๐’‚๐’‰ - ๐‘ฐ๐’Ž๐’‚๐’Ž ๐‘จ๐‘ณ-๐‘ธ๐‘ผ๐‘บ๐’€๐‘จ๐‘ฐ๐‘น๐‘ฐ ( 376 ๐‘ฏ - 465 ๐‘ฏ )

๐Ÿ“š*BAB 1️⃣ - PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI

๐Ÿ“œBagian 2️⃣ - MA'RIFATULLAH

๐Ÿ‘ณAbu Bakr asy-Syibly berkata:
✒️“Allah adalah Yang Esa, yang dikenal sebelum ada batas dan huruf. Maha Suci Allah, tidak ada batasan bagi Dzat-Nya, dan tidak ada huruf bagi Kalam-Nya.”

๐Ÿ‘ณRuwaym bin Ahmad ditanya mengenai fardhu pertama, yang difardhukan Allah swt. terhadap makhluk-Nya.
 ✍️Ia berkata:
✒️“Ma’rifat.”
☪️Karena firman Allah swt.:
✒️“Aku tidak menciptakan jin manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku.”
๐Ÿ“š(Qs. Adz-Dzariyaat : 56).

๐Ÿ‘ณIbnu Abbas’ menafsiri Illa liya’buduun dimaksudkan adalah Illa liya’rifuuun (kecuali untuk ma’rifat kepada-Ku).

๐Ÿ‘ณAl-Junayd berkata:
✒️“Haat hikmah pertama yang dibutuhkan oleh hamba adalah Ma’rifat makhluk terhadap Khalik, mengenal Sifat-sifat Pencipta dan yang tercita bagi Sang makhluk merasa hina ketika dipanggil-Nya dan mengakui kewajiban taat kepada-Nya.
✒️Barangsiapa tidak mengenal Rajanya, maka ia tidak mengakui terhadap raja, kepada siapa kewajiban-kewajiban harus diberikan.

๐Ÿ‘ณAbu Thayib –Maraghy berkata:
✒️“Akal mempunyai bukti, hikmah mempunyai isyarat, dan Ma’rifat mempunyai Syahadat.
✒️Akal menunjukkan, hikmah mengisyaratkan, dan ma’rifat menyaksikan bahwa sanya kejernihan ibadat tidak akan tercapai kecuali melalui kejernihan tauhid.”

๐Ÿ‘ณAl-Junayd ditanya soal tauhid, jawabnya:
✒️“Menunggalkan Yang Maha Tunggal dengan mewujudkan Wahdaniyah-Nya lewat keparipurnaan Ahadiyah-Nya.
✒️Bahwa Dia-lah Yang Esa yang tiada beranak dan tidak diperanakkan.
✒️Dengan kontra terhadap antagoni, keraguan dan keserupaan tanpa upaya menyerupakan dan bertanya bagimana, tanpa proyeksi dan pemisalan tidak ada sesuatu pun yang menyami-Nya.
✒️Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

๐Ÿ‘ณAbu Bakr az-Zahir Abady ditanya tentang Ma’rifat.
✍️Jawabnya:
✒️“Ma’rifat adalah nama.
๐Ÿ‘‡Artinya,
✍️Wujud pengagungan dalam kalbu yang mencegah dirimu dari penyimpangan dan penyerupaan.”

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten. Salam Santun.๐Ÿ™

๐Ÿง˜@๐’ฏ๐’พ๐“ƒ๐“‰๐’ถ ๐’ฎ๐“Š๐’ป๐’พ.
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad