KUASAI ILMU HATI, BARU YANG LAIN

⚛️*๐‘จ๐’”๐’˜๐’‚๐’‹๐’‚_๐‘ช๐’š๐’ƒ๐’†๐’“๐Ÿ“ก
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ@๐“‚๐“…๐“Š ๐’ฅ๐’ถg๐’ถ๐’น ๐’ฉ๐“Š๐“ˆ๐’ถ๐“ƒ๐“‰๐’ถ๐“‡๐’ถ

              ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

⚛️KUASAI ILMU HATI, BARU YANG LAIN

๐Ÿ“–Ketika membaca beberapa karya al-Ghazali termasuk magnum opusnya, Ihya’ Ulumuddin, yang berarti menghidupkan ilmu-ilmu agama, ada satu hal yang mengganjal.
✍️Ganjalan itu adalah pandangan yang sering ia lontarkan, bahwa ilmu batin (ukhrawi) lebih utama dari ilmu lahir (duniawi).

✍️Pandangan demikian rasanya justru kontra produktif dan dapat mengkerdilkan keluasan cakrawala ilmu bagi pribadi muslim, sehingga akan melahirkan generasi yang terbelakang dan anti kemajuan.
๐Ÿ‘ณPendapat al-Ghazali itu sekilas juga berseberangan dengan semangat cinta ilmu yang sejak awal digelorakan oleh Nabi Muhammad melalui pesan-pesan hadis dan ayat Alquran.

๐Ÿค”Akan tetapi, benarkan demikian?

๐Ÿค”Apa gerangan yang menyebabkan sosok yang diagung-agungkan karena keluasan ilmunya itu, sampai pada kesimpulan yang sempit, seperti disangkakan orang?
๐Ÿค”Mengapa ada orang menyangkakan demikian terhadap al-Ghazali?
๐Ÿค”Bukankah ilmu itu tanpa batas?
๐Ÿค”Dan kenapa juga ilmu dibedakan antara yang batin dan yang lahir?

๐Ÿ‘‡Mari kita melihat fakta-fakta untuk menjawab kesangsian atas pandangan al-Ghazali di atas.

✍️Sekarang ini sulit sekali menemukan pribadi-pribadi yang memiliki integritas yang kokoh.
✍️Bukan tidak ada, tapi bisa dibilang langka.
๐Ÿ’ฐCoba kita amati, sudah berapa banyak dari pejabat di negeri ini yang harus mendekam di penjara gara-gara tersandung rasuah (korupsi)?
๐Ÿ’ƒ๐Ÿ•บSudah berapa orang yang terseret kasus hukum, mulai dari tokoh, artis sampai orang awam?
✍️Mungkin sudah tidak terhitung dengan jari.

๐ŸซBeberapa kali, kita mendapati fakta miris di dunia pendidikan karena ada siswa yang tega menganiaya gurunya sendiri.
๐ŸซAtau guru yang tidak sadar kalau dirinya adalah teladan bagi siswanya, lalu bertindak asusila.
✍️Ini hanya sedikit contoh akan kelangkaan integritas di tengah masyarakat kita.
✍️Hal yang sama bisa dengan mudah ditemukan di lingkungan lain.

✅Hilangnya integritas

✍️Satu misal, baru-baru ini kita dipertontonkan kasus penipuan travel umroh, penggandaan uang, selain kasus korupsi yang tak juga reda.
Kita pun lalu bertanya, apa yang hilang dari masyarakat kita? Integritas.

๐Ÿค”What’s integrity? 
๐Ÿ“šBarbara Killinger dalam buku Integrity: Doing the Right Thing for the Right Reason, mendefinisikan :
✒️integritas sebagai suatu pilihan pribadi yang menunjukkan komitmen tanpa mengenal kompromi, yang secara konsisten menghormati moralitas, etika, spiritualitas, nilai-nilai dan prinsip-prinsip adi luhung.
 
๐Ÿค”Pertanyaan selanjutnya adalah dimana letak integritas?
๐Ÿค”Di kepala? Tidak.
๐ŸคPengertian tadi meyakinkan kita bahwa integritas itu letaknya di hati.
๐Ÿ‘ณDari sini mulai ditemukan titik terang atas pernyataan al-Ghazali, ilmu batin lebih utama dari ilmu lahir.

✍️Coba kita uraikan.
๐Ÿง Profesi apa pun di dunia cukup diperoleh dengan otak yang letaknya di kepala.
๐Ÿ‘”Seorang politisi bisa memperoleh jabatan hanya bermodal kecerdasan. Hakim, polisi atau bahkan presiden, semua posisi itu juga bisa dicapai dengan mengandalkan otak saja.
๐ŸคTapi agar menjadi politisi, hakim, polisi, presiden yang baik, butuh ilmu batin yang letaknya di hati.

๐ŸคHati atau dimensi batin manusialah yang bisa menimbang nilai baik-buruk.
✍️Dari sini, setiap manusia harus tahu mana yang baik dan yang buruk, sehingga dikenal prinsip etis.
๐Ÿ‘ณIhwal hati inilah yang menjadi pertimbangan al-Ghazali sehingga sampai pada simpulan ilmu batin penting dikuasai dulu.

๐ŸšถSeorang yang miskin ketika tahu ilmu sabar dan tawakal,
✅Tak mudah baginya terbujuk oleh nafsu agar mencuri, atau mengemis untuk bisa hidup,
๐ŸคฒTapi ia akan selalu ikhtiar dan berdoa.
✍️Inilah integritas yang tak goyah meskipun dalam kondisi sulit.
๐ŸฅผLain lagi dengan dokter yang hanya tahu ilmu fisik,
๐Ÿ–คTanpa tahu bahwa tamak itu penyakit hati,
๐Ÿ’ฐSehingga baginya uang adalah segalanya.
๐Ÿ’ธIa bisa saja mengobati penyakit pasien hanya kalau dibayar.

๐Ÿ‘ณDalam Ihya al-Gahazali pun mengulas secara mendalam ihwal hati di bagian yang disebut dengan rub’u al-muhlikat (seperempat ihwal perusak) dan rub’u al-munjiyat (seperempat ihwal penyelamat).
1️⃣. Yang pertama bernilai negatif,
2️⃣. Dan yang kedua bernilai positif.
✍️Dengan menguasainya, integritas seseorang dapat dipastikan terbangun dengan kokoh.

☪️Nabi bersabda,
✒️“Tiga ihwal yang merusak adalah kikir yang dipelihara, nafsu yang tak dikekang, dan ujub (sombong) dengan keadaan dirinya“.

๐Ÿ‘ณRupanya, benar pernyataan al-Ghazali yang disangsikan sebelumnya.
๐ŸคIlmu batin itu selayaknya dikuasai lebih dulu daripada ilmu lahir, termasuk sains.
๐Ÿง‘‍๐Ÿ’ผKetika seorang siswa telah dididik dengan kemahiran ihwal hati, ia akan mengerti akhlak, kemudian terbentuk karakter dan terbangunlah integritas yang akan ia pegang selama hidupnya.

✍️Entah siswa itu nantinya berprofesi sebagai ilmuan, polisi, dokter, atau bahkan presiden sekalipun, ia selalu menjunjung nilai-nilai luhur yang telah diserap dalam dirinya. Itulah integritas.
✍️Dan hari ini, di Indonesia sosok berintegritas itu semakin langka.

             ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten. 
Salam Santun.๐Ÿ™
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ@๐“‚๐“…๐“Š ๐’ฅ๐’ถg๐’ถ๐’น ๐’ฉ๐“Š๐“ˆ๐’ถ๐“ƒ๐“‰๐’ถ๐“‡๐’ถ
https://t.me/aswaja_cyber


Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad