๐Ÿง”KRITIK TERHADAP BUKU SALAFI WAHABI :๐Ÿ“–" AJARAN MADZHAB SYAFI'I YANG DI TINGGALKAN "

⚛️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿง”*๐‘ฒ๐’†๐’”๐’†๐’”๐’‚๐’•๐’‚๐’ ๐‘พ๐’‚๐’‰๐’‚๐’ƒ๐’Š :

๐Ÿ“”*KRITIK TERHADAP BUKU SALAFI WAHABI :
๐Ÿ“–" AJARAN MADZHAB SYAFI'I YANG DI TINGGALKAN "

✍️Informasi buku yang ditulis Ust. Firanda Andirja, seorang da’i yang cukup dikenal kalangan muda.
✍️Bahkan dibesar-besarkan sebagai ulama Indonesia di Madinah.
๐Ÿ‘‡Buku yang beliau tulis adalah
๐Ÿ“”“Ajaran Madzhab Asy-Syafi’i yang Ditinggalkan”.

✍️Sepintas dari judul yang ditampilkan, bahasa yang ditonjolkan buku ini begitu “surprising”.
✍️Dari judulnya, buku ini tampaknya ingin mencoba mengurai dan menjelaskan apa itu Madzhab Imam Asy-Syafi’i–madzhab fikih yang populer di Indonesia.

✍️Saya bukan ahli fikih, atau bukan juga saya berada dalam kapasitas sebagai pengamat fikih.
✍️Dalam kaitan ini, saya mencoba memposisikan diri sebagai pembelajar fikih–khususnya Fikih Syafi’i.
๐Ÿ‘‡Ketika mendengar kata
⚛️” Madzhab Imam Asy-Syafi’i”,
๐Ÿค”Yang terbayang di benak pikiran saya yang serba terbatas adalah metodologi yang tertuang di dalam Arrisalah, fatwa-fatwa Imam Asy-Syafi’i yang tersebar di Kitab al-Umm, Majmu’ Syarah Muhadzdzab, al-Hawi fil Fatawi, dan kitab-kitab besar lainnya.

✍️Singkatnya, bagi saya yang awam, membaca Fikih Syafi’i bukanlah pekerjaan yang mudah.
๐ŸŽ“Simpulan itu setidaknya didasarkan kepada tidak terhitungnya lulusan Doktor dari Al-Azhar yang membahas kitab-kitab Fikih Syafi’i, mulai dari matan Abu Syuja’ hingga al-Umm.

๐Ÿ“”Saya takjub ketika membaca buku yang tebalnya 527 halaman dan 18 bab ini.
๐Ÿค”Ketakjuban saya didasarkan kepada kemampuannya membaca, menganalisis, menyaring dan menyimpulkan masalah-masalah dalam fikih Mazhab Syafi’i yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan.

✍️Kemampuan itu–sependek pembacaan saya terhadap karya-karya fikih Syafi’i–hanya dimiliki para ulama Syafi’iyyah baik dari kalangan mutaqaddimin maupun mutaakhirin.
✍️Seminim pengetahuan yang saya miliki, di antara ulama yang rajin membaca, menganalisis dan menyimpulkan pendapat-pendapat mazhab Syafi’i adalah :
๐Ÿ‘ณImam al-Nawawi,
๐Ÿ‘ณImam Zakariya al-Anshori,
๐Ÿ‘ณImam Ibrahim al-Baijury,
๐Ÿ‘ณImam Muhammad al-Syirbini al-Khatib dan
๐Ÿ‘ณImam Ibnu Hajar al-Haitsami.
๐Ÿ‘‡
๐Ÿ“šHasil dari analisis mereka itu kebanyakan dituangkan ke dalam kitab berjilid-jilid.

๐Ÿ‘ณSedangkan para ulama sesudah mereka, seperti :
๐Ÿ‘ณSyaikh Muhammad Nawawi Umar al-Bantany,
๐Ÿ‘ณSyaikh Muhammad Satho’, Syaikh Mahfud al-Tarmasy dan lainnya
๐Ÿ‘‡Dikenal sebagai perawi fikih
⚛️Madzhab Syafi’i yang kini dipahami masyarakat muslim Indonesia.
๐Ÿ“šMereka yang disebut sebagai perawi Madzhab itu pun karya-karyanya sangat banyak dan banyak pula analisis yang diberikan di dalam karya-karyanya itu.

๐Ÿ‘‡Maka dari itu,
๐Ÿ“–Ketika saya membaca judul dari karya Ustad Firanda ini,
๐Ÿ˜ฒSaya terkejut karena secara tidak langsung beliau ingin memposisikan diri sejajar dengan para ulama yang dimaksud.
๐Ÿค”Namun, yang menjadi pertanyaan besar saya,
๐Ÿ‘‡
๐Ÿง”Berada di posisi yang mana beliau ini?

– Mujtahid Madzhab?
– Mujtahid Fatwa?
– Perawi Madzhab?

✍️Dari semua kategori pertanyaan yang diajukan,
✍️Hingga tulisan ini dibuat,
๐Ÿ‘ŽTidak ditemukan penjelasan yang memadai tentang posisi Ustad Firanda di dalam Madzhab Syafi’i.

๐Ÿ˜ฒKeterkejutan kedua saya terhadap buku ini adalah ketika membaca daftar isi 18 bab yang menjadi bahasan tentang Madzhab Asy-Syafi’i.
๐Ÿ—’️Di dalam daftar itu, saya menemukan pembahasan yang sependek pengetahuan saya,
๐Ÿ‘ŽTidak dijumpai di dalam bahasan fikih Syafi’i.
๐Ÿ‘‡Pembahasan-pembahasan yang dimaksud itu adalah:

1️⃣. ⛔๐ŸšฌHaramnya rokok.

๐Ÿค”Di kitab fikih Syafi’i apa terdapat bahasan tentang rokok.
๐Ÿ“šApakah di level matan seperti matan Abu Syuja’, matan Safinah, muqaddimah Hadromiyyah, matan Azzubad Ibnu Ruslan, atau matan Qurratul ‘ayn?
๐Ÿ“šApakah di level Syarah matan seperti al-Iqna’, Kifayatul Akhyar, Fathul Mannan, Kasyifatus Sajฤ, atau Fathul Mu’in?
๐Ÿ“šApakah di level Hasyiyah, seperti Hasyiyah Baijury, Hasyiyah I’anat Tholibin?
๐Ÿ“šApakah di level syarah kitab menengah seperti Mughny al-Muhtaj, Tuhfatul Muhtaj, atau Fathul Wahhab?
๐Ÿ“šAtau apakah di level kitab-kitab besar dalam mazhab Syafi’i?

2️⃣. ⚛️Tercelanya Fanatik Madzhab.

๐Ÿค”Di mana bahasan ini bisa dijumpai di dalam bahasan fikih Syafi’i?

3️⃣. ⛔Larangan pengagungan kuburan.

๐Ÿค”Seperti apa ibarot yang tertulis di dalam fikih Syafi’i tentang masalah ini?

4️⃣. ๐ŸคฒBid’ahnya Tahlilan.

๐Ÿ“”Bahasan tentang ini hanya ditemukan di kitab I’anat ul-Thalibin,
๐Ÿ‘‡
๐ŸฑItu pun tentang makruhnya memaksa keluarga mayyit mengeluarkan makanan bagi pen-takziyah,
๐Ÿ‘‡
✍️Dan tidak berbicara tentang keharaman tahlilan. Bahkan penulis I’anat ul-Thalibin menganggapnya sebagai perkara mustahab (yang disukai).

5️⃣. ๐Ÿ’ซAllah di Atas Langit.

✍️Sependek bacaan saya terhadap fikih Syafi’i,
๐Ÿ‘‡
✍️Saya tidak menemukan dicampur aduknya bahasan fikih dengan bahasan ilmu kalam,
๐Ÿ‘‡
๐Ÿง”Seperti dibayangkan ustad penulis ini.

6️⃣. ๐Ÿ“–Masalah Mengirim Pahala Bacaan Al-Qur’an.

๐Ÿง”Kenapa ustad Firanda mempermasalahkan perkara yang sudah muttafaq di kalangan madzhab Syafi’i?
๐Ÿ‘‡Dan itu sudah ditegaskan
๐Ÿ‘ณImam al-Suyuthi, yang merupakan mujtahid madzhab
๐Ÿ‘‡Di dalam karyanya
๐Ÿ“šSyarhus Shudur.

7️⃣. ๐Ÿ“–Al-Qur’an Kalamullah, bukan Makhluk.

๐Ÿค”(Asyaa’irah=Mu’tazilah=Liberal). Di mana ada bahasan ini di dalam Fikih Syafi’i?
๐Ÿง”Bahkan mungkin Ustad Firanda akan mengingkari
๐Ÿ‘‡
๐Ÿ‘ณFakta bahwa Imam Syafi’i pernah berguru kepada seorang Mu’tazilah.
๐Ÿ‘ณImam Fakhruddin al-Razi di dalam Manaqib Imam Syafi’i menulis bahwa:
✍️Imam Syafi’i mempunyai guru berpaham Mu’tazilah bernama Ibrahim bin Yahya al-Aslami.
๐Ÿ‘ณImam al-Razi menulis:

ูˆู‡ุฐุง ู„ุง ูŠุถุฑ ุจุงู„ุดุงูุนูŠ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู„ุงู†ู‡ ูƒุงู† ูŠุฃุฎุฐ ู…ู†ู‡ ุงู„ูู‚ู‡ ูˆุงู„ุญุฏูŠุซ ู„ุง ุฃุตูˆู„ ุงู„ุฏูŠู†.

✒️Namun ini tidak membahayakan bagi (pemikiran) Imam Asy-Syafi’i karena beliau hanya mengambil ilmu fikih dan hadits dari gurunya itu bukan ilmu ushuluddin (pokok-pokok agama).
๐Ÿ“š(Lihat Dr.Nahrawi Abdussalam, al-Imam Asy-Syafi’i fi Madzhabaihi, hal.56)

8️⃣. ⛔Haramnya Mencari Keberkahan yang tidak Syar’i.

✍️Masalah ini merupakan masalah yang diperselisihkan di dalam Madzhab Syafi’i sendiri,
๐Ÿค”Kenapa dianggap menjadi masalah aqidah?

9️⃣. ๐Ÿง˜Celaan terhadap Sufi Ekstrem.

๐Ÿ”Ÿ. ๐Ÿ‘ณPengingkaran terhadap Wali

✍️Dari 10 uraian itu, kita dapat menerka sebenarnya apa yang diinginkan oleh Ustad Firanda melalui penggunaan Madzhab Syafi’i sebagai judul bukunya. 
Wallahu a’lam bishShowab…

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber




Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad