๐Ÿง KEMULIAAN AKAL MENURUT IMAM AL-GHAZALI

⚛️*๐‘จ๐’”๐’˜๐’‚๐’‹๐’‚_๐‘ช๐’š๐’ƒ๐’†๐’“๐Ÿ“ก
@๐’ž๐“ธ๐“‡๐“ฎ๐“‰๐’ถ๐“ƒ ๐’ซ๐“ฎ๐“ƒg๐“ฎ๐“‚๐’พ๐“ˆ ๐’Ÿ๐“Š๐“ƒ๐’พ๐’ถ. 

              ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿง KEMULIAAN AKAL MENURUT IMAM AL-GHAZALI

๐Ÿ•‹Agama islam merupakan agama yang memuliakan akal, karena dengan akal yang sehat, seseorang dapat membedakan yang benar dan salah.
✍️Bahkan, diantara maqoshidus syari’ah atau tujuan-tujuan syari’at adalah hifdzul aqli atau menjaga akal.
๐ŸธOleh karena itu, minum khamer (minuman keras) dan hal-hal yang dapat merusak akal itu dilarang karena agama islam sangat memuliakan akal hifdzul aqli.

๐Ÿ“–Dalam karyanya yang berjudul
๐Ÿ“šMukhtasor Ihya’ Ulumiddin, sebuah kitab ringkasan dari kitab induknya, yakni kitab Ihya’ Ulumiddin, yang keduanya pengarangnya adalah Imam Ghazali, menerangkan dalam bab pasal tentang akal dan kemuliannya.

✍️Disini, penulis mengelompokkan penjelasan Imam Al-Ghazali tersebut dalam dua poin,
๐Ÿ‘‡Yakni:
1️⃣. Pertama, Definisi serta kemulian akal.
2️⃣. Kedua, Hakikat akal.

๐Ÿ“–Pembahasan pertama adalah definisi akal dan kemuliannya.
๐Ÿ‘ณImam Ghazali mendefinisikan akal dengan tempat tumbuhnya ilmu.
๐Ÿ‘ณLalu, Imam Ghazali melanjutkan dengan menyebutkan dalil yang menujukkan kemuliaan akal,
☪️Yakni berupa sabda nabi Muhammad Saw.
๐Ÿ‘‡Yang berbunyi:

ุงูˆู„ ู…ุง ุฎู„ู‚ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนู‚ู„ ูู‚ุงู„ ู„ู‡ ุงู‚ุจู„ ูุฃู‚ุจู„ ุซู… ู‚ุงู„ ู„ู‡ ุฃุฏุจุฑ ูุฃุฏุจุฑ ูู‚ุงู„ ูˆุนุฒุชูŠ ูˆุฌู„ุงู„ูŠ ู…ุง ุฎู„ู‚ุช ุฎู„ู‚ุง ุงูƒุฑู… ุนู„ูŠ ู…ู†ูƒ ุจูƒ ุขุฎุฐ ูˆุจูƒ ุงุนุทูŠ ูˆุจูƒ ุงุซูŠุจ ูˆุจูƒ ุงุนุงู‚ุจ

๐Ÿ‘‡Artinya :
๐Ÿง Paling awalnya sesuatu yang diciptakan oleh Allah adalah akal. ☪️Kemudian Allah berkata padanya:
✒️“Datanglah”,
๐Ÿง Kemudian akal menghadap.
☪️Lalu Alah berkata pada akal,
✒️“mundurlah”
๐Ÿง Kemudian akal mundur.
☪️Kemudian Allah berkata, demi kemuliaan dan keagunganku, tidaklah aku menciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau (akal). Denganmu aku mengambil, denganmu aku memberi pahala, denganmu aku menyiksa.

๐Ÿ‘‡Selain itu,
๐Ÿ‘ณImam Ghazali juga menukil hadits sebagaimana berikut :

ูˆَู‚ุงู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ุณَุฃَู„ุช ุฌุจุฑูŠู„: ู…َุง ุงู„ุณุคุฏุฏ ؟ ู‚ุงู„ ุงู„ุนู‚ู„

๐Ÿ‘‡Artinya:
☪️Nabi Muhammad Saw. bertanya pada Jibril,
✒️Apa pemimpin yang bisa membimbing?
☄️Jibril menjawab,
✒️“Akal.”

๐Ÿ“–Dari hadits ini bisa kita tarik kesimpulan mengapa akal itu sangat mulia kedudukannya, yakni dengan akal kita bisa membedakan mana yang baik dan buruk, benar dan salah.
๐Ÿค—Berbeda hal dengan nafsu yang selalu memandang perkara dengan yang enak-enak saja.
✍️Oleh karena itu, bila seseorang menggunakan akalnya, maka ia dapat terbimbing kepada kebenaran dan kebaikan.
✍️Tapi sebaliknya, bila akalnya ia kesampingkan dan memilih hawa nafsu, maka ia terbimbing pada kejelekan dan keburukan.

๐Ÿ“–Pada poin kedua,
๐Ÿ‘ณImam al-Ghazali menerangkan hakikat akal itu sendiri.
๐Ÿ‘ณMenurutnya, hakikat akal ada potensi atau kemampuan tertanam yang memungkinkan menangkap hal-hal yang bisa diketahui yang bersifat abstrak.
๐Ÿง Akal itu seolah-olah cahaya yang ditaruh (oleh Allah) di hati, yang mana akal itu siap untuk mengetahui sesuatu.
Dan proses mengetahui sesuatu itu berbeda-beda sesuai dengan berbeda-bedanya kemampuan akal seseorang.

✍️Kesimpulannya, kemuliaan akal menurut imam Ghazali adalah dengan akal seseorang dapat tertuntun menuju kebenaran dengan kebaikan, karena akal adalah lawan dari hawa nafsu yang selalu mengajak pada perkara yang enak-enak saja.
✍️Selain itu, karena hakikat akal sendiri merupakan cahaya yang berada dihati untuk mengetahui sesuatu yang bersifat abstrak.

              ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten. 
Salam Santun.๐Ÿ™
๐Ÿชถ@๐’ž๐“ธ๐“‡๐“ฎ๐“‰๐’ถ๐“ƒ ๐’ซ๐“ฎ๐“ƒg๐“ฎ๐“‚๐’พ๐“ˆ ๐’Ÿ๐“Š๐“ƒ๐’พ๐’ถ. 
https://t.me/aswaja_cyber


Komentar