Jangan Sampai Menyalahkan Keadaan, Ini 5 Waktu yang Tepat untuk Menghafal Al-Qur'an dan Pelajaran
Jangan Sampai Menyalahkan Keadaan, Ini 5 Waktu yang Tepat untuk Menghafal Al-Qur'an dan Pelajaran
Kadang di antara kita mungkin merasa frustasi ketika hafalan tentang pelajaran atau ayat-ayat Al-Qu'an tak kunjung nempel di kepala.
Padahal berulang kali sudah berusaha menghafal tapi tetap saja banyak hal yang terlupa.
Kalau sudah begini, apa yang mesti diperbaiki?
Dalam Islam, khususnya bagi para pencari ilmu, sangat dianjurkan untuk memperhatikan berbagai faktor yang bisa menunjang kesuksesan belajar. Hafalan yang menjadi salah satu metode belajar penting untuk memperhatikan waktu.
Maksudnya, kita harus pandai-pandai memilih waktu yang tepat untuk menghafal.
Jangan sampai, kita menghafal suatu pelajaran atau ayat-ayat Al-Qur'an pada saat yang tidak kondusif. Bahkan, kegagalan kita menghafal membuat kita menyalahkan keadaan.
"Saya kok nggak hafal-hafal, pasti gara-gara dia berisik terus."
Umpatan semacam itu jangan sampai terjadi.
Menurut Mukaddimah Majmu’ Syarh Muhadzzab, Imam al-Khatib al-Baghdadi memberikan pilihan waktu yang tepat untuk bisa menghafal pelajaran.
1. Pada sepertiga malam terakhir
Pada waktu ini, berdasarkan berbagai riwayat disebutkan bahwa malaikat turun ke muka bumi untuk menebar rahmat. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan menghafal pada waktu ini sejalan dengan dianjurkannya kita salat malam dan memanjatkan doa.
Dalam sebuah syair disebutkan, "Waktu larut malam adalah saat termuliakannya keadaan orang–orang suci. Dan pada waktu itu pula Sang Maha Mulia semakin pemurah dengan anugerah untuk mereka yang menepati janji mengunjungi–Nya (salat malam)."
2. Pada saat pagi hari
Biasanya, pagi hari adalah waktu yang tenang dan pikiran masih jernih. Maka dari itu, para ulama menganjurkan agar menghafal pada waktu pagi.
3. Pertengahan siang hari
Pada waktu ini, umumnya digunakan untuk mencari rezeki dari Allah Swt. Tetapi, pada waktu ini pula menurut para ulama juga cocok dimanfaatkan untuk menghafal pelajaran.
4. Pada saat malam hari
Dalam kitab Ta’limul Muta’allim karangan Imam Al-Zarnuji dikatakan, "Bukankah sebuah kerugian, ketika malam hari terlewatkan tanpa manfaat sedangkan umurku terus dihisab."
5. Saat dalam keadaan lapar
Di antara kita mungkin pernah merasa bahwa saat lapar justru banyak ide yang mengalir dan banyak sesuatu yang teringat. Hal ini karena secara psikis ada tekanan untuk melakukan sesuatu daripada kelaparan.
Akan lebih baik lagi, jika lapar yang dirasakan disebabkan karena sedang berpuasa. Tentu, keberkahan akan semakin berlipat ganda.
Selain itu, memperbanyak lapar karena puasa juga menjadi salah satu bagian obat hati.
Manfaat lapar karena sering puasa juga disebutkan Rasulullah saw ketika ia mendapati Abu Juhaifah sedang bersendawa di hadapan Rasulullah.
Rasulullah saw bersabda, "Pendekkanlah sendawamu! Sesungguhnya manusia yang paling lama lapar di akhirat nanti, adalah mereka yang paling banyak kenyang di dunia”. (HR. Al-Baihaqi).
Itulah beberapa waktu yang direkomendasikan untuk menghafal. Jangan sampai karena kita salah memilih waktu membuat kita menyalahkan keadaan.
Komentar
Posting Komentar