๐Ÿ‘ณIMAM GHAZALI :✨IDUL FITRI SEBAGAI PENGINGAT AKAN AKHIRAT.


⚛️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ•Œ*๐‘ด๐’๐’•๐’Š๐’—๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž ;

๐Ÿ‘ณIMAM GHAZALI :
✨IDUL FITRI SEBAGAI PENGINGAT AKAN AKHIRAT.

๐Ÿ‘ณImam Al-Ghazali dalam masterpiece-nya,
๐Ÿ“šIhya ‘Ulumiddin berpesan,
✒️“Setelah selesai berpuasa, tanamkanlah dalam hati antara rasa takut (khauf) dan harap (raja’).
✒️Karena seseorang tidak tahu, apakah puasanya diterima, sehingga termasuk hamba yang dekat dengan Allah. Atau sebaliknya, puasanya ditolak, sehingga termasuk orang yang mendapat murka dari-Nya.
✒️Hendaklah setiap selesai beribadah tanamkan rasa seperti itu.”
๐Ÿ“š(lihat Ihya ‘Ulumiddin, cetakan al-Haramain, juz 1, hal. 236)

๐Ÿ‘ณMuhamad Abror, Pengasuh Madrasah Baca Kitab, di laman resmi Nahdlatul Ulama menulis :
๐Ÿ•Š️Rasa takut (khauf) dan harap (raja’) bagaikan dua sayap seekor burung.
๐Ÿ•Š️Jika hanya satu sayap saja, seekor burung tidak mungkin terbang dengan sempurna.
๐Ÿ•Š️Jika tidak memiliki keduanya, sayap kanan dan sayap kiri, maka burung itu akan jatuh dan tidak bisa terbang lagi.

๐Ÿง˜Demikian juga seorang Mukmin ketika telah melakukan ibadah.
๐Ÿง˜Usai ibadah itu dilaksanakan, dalam hati harus ditanamkan rasa takut dan harap.
๐Ÿง˜Takut, jikalau ibadahnya tidak diterima.
๐ŸคฒJuga harus berharap agar ibadahnya diterima dan mendapat balasan surga dari-Nya.

⚖️Antara khauf dan raja’ harus imbang.
๐Ÿ™Jika rasa khauf (takut) berlebih, akan terlalu takut terhadap dosa dan menganggap kesalahan tidak bisa diampuni, sementara sejatinya Allah maha pemurah dan maha pengampun.
✍️Sehingga bisa timbul rasa putus asa atas ampunan dan rahmat (kasih sayang Allah).

๐ŸคฒBegitu juga sebaliknya, tidak boleh raja’ (berharap) berlebih, karena bisa berakibat berharap berlebih akan diterimanya suatu amal perbuatan dan diampuninya dosa.
✍️Sehingga dikhawatirkan akan meremehkan dosa itu sendiri.

๐Ÿ˜ทSetelah satu bulan berpuasa dengan segala amal ibadah di dalamnya, kita juga harus tanamkan rasa takut dan harap.
✍️Tentu, selama satu bulan itu tidak sedikit kemaksiatan yang telah kita lakukan.
๐Ÿ™Kita harus takut; jangan-jangan puasa kita tidak diterima.
๐ŸคฒTapi, di sisi lain juga harus diimbangi rasa harap; mengharapkan akan diterimanya segala amal ibadah yang kita lakukan selama bulan puasa dan berharap diampuninya semua kesalahan yang telah dilakukan.

๐Ÿ‘‡Gambaran khauf dan raja’ adalah sebagaimana hadis berikut,

ู„َูˆْ ูŠَุนْู„َู…ُ ุงْู„ู…ُุคْู…ِู†ُ ู…َุง ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ْุนُู‚ُูˆْุจَุฉِ، ู…َุง ุทَู…ِุนَ ุจِุฌَู†َّุชِู‡ِ ุฃَุญَุฏٌ، ูˆَู„َูˆْ ูŠَุนْู„َู…ُ ุงู„ْูƒَุงูِุฑُ ู…َุง ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„ู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ุฑَّุญْู…َุฉِ، ู…َุง ู‚َู†َุทَ ู…ِู†ْ ุฌَู†َّุชِู‡ِ ุฃَุญَุฏٌ

Artinya,
✒️“Seandainya seorang mukmin mengetahui siksa yang ada di si Allah, niscaya tidak ada seorang mukmin pun yang menginginkan surga-Nya. Dan seandainya orang kafir itu mengetahui rahmat Allah, maka niscaya tidak ada seorang kafir pun yang berputus asa untuk mengharapkan surga-Nya.”
๐Ÿ“š(HR. Abu Hurairah)

๐Ÿ‘ณSyekh Utsman bin Hasan bin Ahmad al-Khuwayri
๐Ÿ“šDalam Durratun Nashihin
๐Ÿ“–Menceritakan kisah seorang laki-laki yang bernama Shalih bin Abdullah ketika bertemu dengan hari raya Idul Fitri.
๐Ÿ‘‡Berikut kisahnya:

✨Saat Idul Fitri tiba,
๐Ÿ‘ณShalih bin Abdullah akan pergi ke mushola untuk melaksanakan shalat.
๐Ÿง˜Usai shalat, Shalih langsung pulang ke rumahnya. Lalu ia kumpulkan seluruh keluarganya.
⛓️Di hadapan keluarganya itu, ia mengikat lehernya dengan rantai besi dan menaburkan abu di kepala serta sekujur tubuh.
๐Ÿ˜ญKemudian ia menangis dengan begitu keras.

๐Ÿ‘ชMelihat keganjilan itu, keluarganya heran dan bertanya,
✒️“Wahai Shalih, bukankah ini hari raya, hari bersuka cita.
๐Ÿค”Kenapa engkau bersedih seperti ini?”

๐Ÿ‘ณShalih menjawab,
✒️“Aku tahu ini adalah hari raya Idul Fitri.
✒️Tapi, selama ini aku telah melaksanakan perintah-perintah Allah, dan aku tidak tahu, apakah amalku diterima atau tidak?!”

๐Ÿ•ŒLalu Shalih duduk di emperan mushola.
๐Ÿ‘ชLagi-lagi, keganjilan Shalih itu memancing perhatian warga.
✒️“Mengapa engkau tidak duduk di tengah mushola saja?” tanya warga.

๐Ÿ‘ณShalih menjawab,
✒️“Aku datang untuk meminta belas kasih (rahmat) Allah, maka di sini lah tempat yang layak untuk seorang peminta.”
๐Ÿ“š(lihat Durratun Nashihin, hal 277)

๐Ÿ“–Kisah Shalilh tersebut memiliki pesan moral yang sangat mendalam.
✨Saat Idul Fitri tiba, kebanyakan orang memaknai hari itu sebagai hari bersuka cita.
✍️Sampai kadang terlalu larut dalam kesenangan dunia.
☪️Itulah mengapa pada malam Idul Fitri, Rasulullah menganjurkan kita untuk menghidupkankannya dengan beribadah dan memperbanyak mengingat Allah.

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber


Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad