๐Ÿง˜*๐‘ต๐’‚๐’”๐’†๐’‰๐’‚๐’• ๐‘บ๐’–๐’‡๐’Š.
DARI UJIAN HINGGA TERBUKANYA PINTU HIDAYAH.

๐Ÿ™Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
๐ŸคฒBismillaahirrahmaanirrahiim Ash-sholatu wasalamu ‘alaika wa ‘ala aalika yaa sayyidii yaa rosuulalloh ‘allimnii wa robbinii…

☪️Jika Allah menghendaki hambanya untuk menjadi baik, maka hamba tadi akan diberikan ujian agar dengan ujian tersebut hamba tadi mau memohon pertolongan dan kembali Fafirruu ilalloh warosuulihi SAW…

๐Ÿง˜Ketika seorang hamba Allah diuji oleh Allah,
⛓️Mula-mula hamba tadi akan mencoba melepaskan dirinya dari ujian atau cobaan yang
menyusahkannya itu.
๐ŸคฒJika tidak berhasil, maka ia akan meminta pertolongan kepada orang lain yang dipandangnya sesuai tingkat kebutuhannya, misal susah dalam bidang ekonomi terbelit utang maka hamba tadi akan meminta pertolongan dari orang yang dinilai kaya.
๐Ÿ›ŒBegitupun Jika ia sakit, maka ia akan meminta pertolongan kepada dokter atau sejenisnya.
๐Ÿ‘‡Jika hal inipun tidak berhasil,
☪️Maka barulah hamba tadi akan menghadapkan wajahnya kepada Allah SWT untuk memohon pertolongannya.

✍️Namun biasanya selagi ia masih bisa menolong dirinya sendiri, ia tidak akan meminta pertolongan kepada orang lain.
✍️Dan selagi pertolongan orang lain masih ia dapatkan, maka ia tidak akan meminta pertolongan kepada Allah.
☝️Diakui atau tidak ini adalah realita yang terjadi disekitar kita.

☪️Jika ia tidak mendapatkan pertolongan dari Allah,
๐Ÿง˜Maka ia akan terus memohon dan meratap, shalat, berdoa, bermujahadah hingga menyerahkan dirinya dengan penuh harapan kepada Allah Ta’ala,
✍️Namun yang perlu untuk diketahui,
☪️Allah tidak akan menerima ratapannya, sebelum dia memutuskan diri dari keduniaan.
⛓️Setelah ia terlepas dari hal-hal keduniaan, maka barulah akan tampak ketentuan dan keputusan Allah pada orang itu dan lepaslah ia dari hal-hal keduniaan, selanjutnya hanya ruh sajalah yang tinggal padanya. 
✍️Maka terkadang tertundanya sebuah doa itu bisa melahirkan jiwa yang bersih.
๐Ÿง˜Sebab justru dengan istikomahnya ia dalam berdoa, bersolawat, bermujahah kemudian lalu tumbuh kesadaran dari hati yang tadinya berdoa itu karna mengharap akan dikeluarkan dari masalah yang sulit, menjadi hati yang tumbuh Mahabbah sehingga berdoa itu kemudian meningkat karna rasa cinta dan karna dasar perintah Allah.

✍️Jika dengan sebab ujian kemudian orang ini menjadi sadar maka selanjutnya yang tampak olehnya segala perbuatan adalah Allah semata dan tertanamlah di dalam hatinya kepercayaan yang sesungguhnya tentang Tauhid (ke-Esa-an Allah) bahwa Pada hakekatnya, tidak ada pelaku atau penggerak atau yang mendiamkan, kecuali Allah saja.
✍️Kalau didalam ilmu Wahidiyah ini disebut “Billah” Tidak ada kebaikan dan tidak ada keburukan, tidak ada kerugian dan tidak ada keuntungan, tidak ada faidah dan tidak pula ada anugerah, tidak terbuka dan tidak pula tertutup, tidak mati dan tidak hidup, tidak kaya dan tidak pula miskin, melainkan semuanya di tangan Allah, semuanya billah. 
✍️Hal demikian sulit sekali dimengerti kecuali oleh orang yang hatinya sudah dipancari hidayah dari Allah Ta ‘ala. Semisal perkataan “perbuatan maksiat juga Allah yang membisakannya” juga tidak dapat diterima bahkan diingkari jika hatinya belum tumbuh kesadaran sepiritual ilmu ketauhitan.

Selanjutnya ketika kebutuhan sepiritualnya meningkat maka akan meningkat juga pengetahuannya dan dorongan cahaya didalam Qolbiyahnya tentang bagaimana caranya agar bisa wusul kepada Allah. Jika ia kemudian mendapatkan guru Rohani yang kamil mukamil yaitu guru yang telah sempurna dan dapat juga menyempurnakan muridnya untuk bisa juga wusul kepada Allah, maka terhadap guru inilah Hamba Allah itu memasrahkan jiwa dan raganya. tidak ubahnya seperti bayi yang berada di pangkuan ibunya, atau seperti mayit yang sedang dimandikan, atau seperti bola di kaki pemain bola; melambung, bergulir ke atas, ke tepi dan ke tengah, senantiasa berubah tempat dan kedudukannya semua ia pasrahkan kepada guru mursyidnya. Ia tidak mempunyai daya dan upaya lagi jiwa dan raganya dipasrahkan dengan sebenar benarnya pasrah kepada gurunya. Maka dengan demikian hilanglah murid tadi keluar dari dirinya dan masuk ke dalam perbuatan Allah Atas bimbingan dari guru mursyidnya itu.

Hamba Allah semacam ini, hanya melihat Allah dan perbuatan-Nya. Yang didengar dan diketahuinya hanyalah Allah. Jika ia melihat sesuatu, maka yang dilihatnya itu adalah perbuatan Allah. Jika ia mendengar atau mengetahui sesuatu, maka yang didengar dan diketahuinya itu hanyalah firman Allah. Dan jika ia mengetahui sesuatu, maka ia mengetahuinya itu melalui pengetahuan Allah hingga jadilah ia hamba yang Ridha kepada Allah. Bertambah dekatlah ia kepada Tuhannya. Bertambah cintalah ia kepada Allah. Bertambah khusyu’lah ia mengingat Allah. Bersemayamlah ia ‘di dalam Allah’. Allah memimpinnya dan menghiasinya dengan kekayaan cahaya ilmu melalui para kekasihNya dan para malaikatNya Maka terbukalah tabir yang menghalanginya dari rahasia-rahasia Allah Yang Maha Agung. Ia hanya mendengar dan mengingat Allah Yang Maha Tinggi. kemanapun ia menghadap bahkan ketika menghirup segelas kopi yang terlihat hanya wajahnya.

YAA SYAFI’AL-KHOLQISH SHOLAATU WASSALAAM ” ‘ALAIKA NUUROL KHOLQI HAADIYAL ANAAM WA ASHLAHUU WA RUUHAHU ADRIKNII ” FAQODH DHOLAMTU ABADAW-WAROBBINII
WA LAISA LII YAA SAYYIDII SIWAAKA ” FA-IN TARUDDA KUNTU SYAKHSON HAALIKAA .

YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !……. (3x)

YAA AYYUHAL-GHOUTSU SALAAMULLOOH ” ‘ALAIKA ROBBINII BI-IDZNILLAAH
WANDHUR ILAYYA SAYYIDII BINADHROH ” MUUSHILATIL-LIL-HADLROTIL’ALIYYAH.
Al Fatihah…..

Silahkan dibagikan semoga bermanfaat…


Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad