๐‘น๐’Š๐’”๐’‚๐’๐’‚๐’•๐’–๐’ ๐‘ธ๐’–๐’”๐’š๐’‚๐’Š๐’“๐’Š๐’š๐’‚๐’‰ -๐‘ฐ๐’Ž๐’‚๐’Ž ๐‘จ๐‘ณ-๐‘ธ๐‘ผ๐‘บ๐’€๐‘จ๐‘ฐ๐‘น๐‘ฐ ( 376 ๐‘ฏ - 465 ๐‘ฏ )


⚛️๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก
๐Ÿง˜*๐“๐ข๐ง๐ญ๐š ๐’๐ฎ๐Ÿ๐ข

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“’*๐‘น๐’Š๐’”๐’‚๐’๐’‚๐’•๐’–๐’ ๐‘ธ๐’–๐’”๐’š๐’‚๐’Š๐’“๐’Š๐’š๐’‚๐’‰ - ๐‘ฐ๐’Ž๐’‚๐’Ž ๐‘จ๐‘ณ-๐‘ธ๐‘ผ๐‘บ๐’€๐‘จ๐‘ฐ๐‘น๐‘ฐ ( 376 ๐‘ฏ - 465 ๐‘ฏ )

๐Ÿ‘ณIMAM AL-QUSYAIRI, SUFI YANG PRIHATIN ATAS PENYIMPANGAN TASSAWUF

๐Ÿ‘ณImam al-Qusyairi adalah salah satu ulama besar dunia tasawuf yang pemikiran dan karya-karyanya menjadi rujukan dalam kajian tasawuf di dunia.
๐Ÿ‘ณIa bernama lengkap Abul Qasim ‘Abdul Karim bin Hawazin bin ‘Abdul Malik bin Talhah bin Muhammad al-Qusyairi an-Naisaburi asy-Syaf’i, lahir di kota Ustuwa, Naisabur pada 376 H/986 M.

๐Ÿ‘ณKarir intelektual Al-Qusyairi dimulai dengan belajar kepada para ulama Naisabur, yang mana kota tersebut pada waktu itu menjadi pusat keilmuwan dan kebudayaan di kawasannya. 
๐Ÿ‘ณBeberapa ulama besar yang pernah menjadi guru Al-Qusyairi adalah :
✅Abul Qasim al-Yamani,
✅Abu Bakar Muhammad at-Thusi,
✅Al-Asfarayini,
✅Abu Bakar al-Baqilani,
✅Abu Ali ad-Daqqaq dan lain sebagainya.

๐Ÿ‘ณDari gurunya yang bernama Abu Ali ad-Daqqaq lah,
๐Ÿ‘ณAl-Qusyairi banyak mempelajari ilmu yang berkaitan dengan tasawuf.
๐Ÿ‘‡Tetapi,
๐Ÿ‘ณAl-Qusyairi tidak hanya mempelajari ilmu-ilmu yang hanya berkaitan dengan urusan batin manusia, beliau juga mempelajari ilmu-ilmu yang berhubungan dengan zahir manusia.
✍️Dan kemudian apa yang beliau pelajari, membawanya untuk menyatukan dua kutub besar dalam Islam
๐Ÿ‘‰Yaitu syariat dan hakikat,
๐Ÿง˜Yang mana pada masa Al-Qusyairi banyak para sufi yang menyimpang dalam pengamalan ajaran tasawuf.

๐Ÿ‘ณAl-Qusyairi adalah ulama besar tasawuf, yang mengembalikan tasawuf kepada landasan doktrin Ahlus Sunnah wal Jama’ah, hal ini sebagaimana pernyataannya yang ada dalam kitab Risalatul Qusyairih fi Ilmit Tasawuf. 
✍️Beliau mengatakan;
✒️“Ketahuilah! Para tokoh aliran ini (para sufi) membina prinsip-prinsip tasawuf atas landasan tauhid yang benar, sehingga doktrin mereka terpelihara dari penyimpangan”.

๐Ÿง˜Banyaknya amalan-amalan tasawuf yang dipraktikkan secara berlebihan, menjadikan Al-Qusyairi sedih terhadap apa yang menimpa jalan tasawuf pada waktu itu.
๐Ÿ‘ณAl-Qusyairi mengecam para sufi yang melakukan zuhud berlebihan, yang membuat mereka keluar dari arti zuhud yang sebenarnya.
๐Ÿ‘ณMereka mengamalkan zuhud dengan meninggalkan total hal-hal yang berbau dunia, karena bagi mereka berhubungan dengan hal-hal yang bersifat duniawi akan menghambat jalan untuk menuju sang pencipta.

๐Ÿ˜ทAl-Qusyairi mengkritik para sufi yang mengamalkan zuhud secara totalitas, seperti perbuatan puasa terus menerus dan tidak berbuka.
๐ŸฅผMemakai pakaian yang kotor, dan tidak memperhatikan kebersihan.
๐Ÿ‘ณAl-Qusyairi mengkritik para sufi yang mengamalkan tasawuf, tetapi meninggalkan aspek-aspek yang ada di lain tasawuf, seperti fikih dan lain sebagainya.
๐Ÿ‘ณAl-Qusyairi juga mengecam para sufi yang menggunakan pakaian selayaknya orang miskin, tetapi tindakan mereka bertentangan dengan pakaian mereka. Karena hal-hal tersebut akan membawa pada riya’ dalam diri manusia.

๐Ÿ‘ณDari kegalauannya terhadap para sufi yang berlebihan itulah,
๐Ÿ“šIa mengarang kitab yang bernama Ar-Risalatul Qusyairiyah.
✍️Salah satu alasan beliau mengarang kitab tersebut adalah untuk meluruskan jalan tasawuf telah menyimpang, yang pada waktu itu tercemari dengan perbuatan-peruatan yang mengandung kurafat.

๐Ÿ‘‡Selain itu,
⚛️Ia juga dikenal sebagai ulama pembela paham Asy’ariyah dari serangan Mu’tazilah,
๐Ÿš️Bahkan pernah dipenjara karena membela paham Asy’ariyah, dan melawan ulama-ulama Mu’tazilah, yang waktu itu dekat dengan pemerintah.

⚛️Sebagai ulama besar tasawuf,
๐Ÿ‘ณAl-Qusyairi mempunyai pengaruh penting terhadap perkembangan dan pemahaman tasawuf setelahnya.
๐Ÿ‘ณBahkan Abu Wafa al-Ganimi at-Taftazani, menempatkan al-Qusyairi dalam posisi penting di dunia tasawuf abad ke-5 Hijriah.
๐Ÿ‘ณPeran penting al-Qusyairi dalam dunia tasawuf ditunjukkan dengan berbagai macam karyanya tentang tasawuf,
๐Ÿ‘‡Salah satunya adalah
๐Ÿ“šAr-Risalatul Qusyairiyah yang menjadi kitab induk dalam kajian-kajian tasawuf di dunia.

✍️Beberapa murid Al-Qusyairi yang terkenal diantaranya adalah :
✅Abu Bakar Ahmad bin Ali bin Tsabit al-Khatib al-Baghdady,
✅Abu Muhammad Ismail bin Abul Qasim al-Ghazy an-Naisaburi,
✅Abu Abdullah Muhammad ibnu Fadhl bin Ahmad al-Farawy.
✍️Adapun karya-karyanya yang terkenal adalah :
๐Ÿ“šTafsir Latha’if al-Isyarat,
๐Ÿ“šAr-Risalah al-Qusyairiyah fi Ilmi Tasawuf,
๐Ÿ“šAl-Fatawa,
๐Ÿ“šSyikayah Ahlus Sunnah,
๐Ÿ“šAt-Taisir fi Ilmi Tafsir,
๐Ÿ“šAdab Shufiyyah dan lain sebagainya.

✍️Ia wafat di Naisabur pada 465 H/1072 M, dengan meninggalkan berbagai deretan khazanah keilmuwan Islam khususnya dalam bidang tasawuf.

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten. Salam Santun.๐Ÿ™
๐Ÿง˜@๐’ฏ๐’พ๐“ƒ๐“‰๐’ถ ๐’ฎ๐“Š๐’ป๐’พ.
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad