๐*๐ฉ๐๐๐๐๐๐ ๐ฏ๐๐ ๐๐๐๐ ๐ณ๐ฐ๐๐๐ ๐จ๐-๐ฎ๐๐๐๐๐๐ :๐งMENASEHATI DIRI
⚛️๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐*๐ฉ๐๐๐๐๐๐ ๐ฏ๐๐
๐๐๐๐
๐ณ๐ฐ๐๐๐ ๐จ๐-๐ฎ๐๐๐๐๐๐ :
๐งMENASEHATI DIRI
✍️Berbicara tentang nasihat,
Aku melihat diriku tak pantas untuk memberikannya.
✍️Sebab, nasihat seperti zakat.
Nisab-nya adalah mengambil nasihat atau pelajaran untuk diri sendiri.
๐คSiapa yang tak sampai pada nisab, bagaimana ia akan mengeluarkan zakat?
๐กOrang yang tak memiliki cahaya tak mungkin dijadikan alat penerang oleh yang lain.
๐ดBagaimana bayangan akan lurus bila kayunya bengkok?
☪️Allah Swt. mewahyukan kepada Isa bin Maryam,
✒️“Nasihatilah dirimu!
Jika engkau telah mengambil nasihat, maka nasihatilah orang-orang.
Jika tidak, malulah kepada-Ku.”
☪️Nabi kita saw bersabda,
✒️“Aku tinggalkan untuk kalian dua pemberi nasihat:
๐Yang berbicara dan yang diam.”
๐Pemberi nasihat yang berbicara adalah Alquran,
๐Sedangkan yang diam adalah kematian.
✍️Keduanya sudah cukup bagi mereka yang mau mengambil nasihat.
๐คSiapa yang tak mau mengambil nasihat dan keduanya,
๐คBagaimana ia akan menasihati orang lain?
๐ณAku telah menasihati diriku dengan keduanya.
✍️Lalu aku pun membenarkan dan menerimanya dengan ucapan dan akal,
๐Tapi tidak dalam kenyataan dan perbuatan.
๐ณAku berkata pada diri ini,
๐“Apakah engkau percaya bahwa Alquran merupakan pemberi nasihat yang berbicara dan juru nasihat yang benar, serta merupakan kalam Allah yang diturunkan tanpa ada kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya?”
๐Ia menjawab,
✒️“Benar.”
☪️Allah Swt. berfirman,
✒️“Siapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepadanya balasan amal perbuatan mereka di dunia dan mereka di dunia ini tak akan dirugikan.
✒️Mereka itulah yang tidak akan memperoleh apa-apa di akhirat kecuali neraka.
✒️Dan gugurlah semua amal perbuatan mereka serta batallah apa yang mereka kerjakan”
๐(Q.S. Hud: 15-16).
๐ฅAllah Swt. menjanjikan neraka bagimu karena engkau menginginkan dunia.
๐Segala sesuatu yang tak menyertaimu setelah mati, adalah termasuk dunia.
๐คApakah engkau telah membersihkan diri dan keinginan dan cinta pada dunia?
๐ฅผSeandainya ada seorang dokter Nasrani yang memastikan bahwa engkau akan mati atau sakit jika memenuhi nafsu syahwat yang paling menggiurkan,
๐Niscaya engkau akan takut dan menghindarinya.
๐คApakah dokter Nasrani itu lebih engkau percayai ketimbang Allah Swt.?
✍️Jika itu terjadi, betapa kufurnya engkau!
๐ฅAtau apakah menurutmu penyakit itu lebih hebat dibandingkan neraka?
✍️Jika demikian, betapa bodohnya engkau ini!
✍️Engkau membenarkan tapi tak mau mengambil pelajaran.
✍️Bahkan engkau terus saja condong kepada dunia.
๐ณLalu aku datangi diriku dan kuberikan padanya juru nasihat yang diam (kematian).
✍️Kukatakan,
✒️“Pemberi nasihat yang berbicara (Alquran) telah memberitahukan tentang pemberi nasihat yang diam (kematian),
☪️Yakni ketika Allah berfirman, ✒️‘Sesungguhnya kematian yang kalian hindari akan menjumpai kalian.
✒️Kemudian kalian akan dikembalikan kepada alam gaib.
✒️Lalu Dia akan memberitahukan kepada kalian tentang apa yang telah kalian kerjakan’
๐(Q.S. al-Jumuah: 8).”
✍️Kukatakan padanya,
✒️“Engkau telah condong pada dunia.
๐คTidakkah engkau percaya bahwa kematian pasti akan mendatangimu?
๐Kematian tersebut akan memutuskan semua yang kau punyai dan akan merampas semua yang kau senangi.
✍️Setiap sesuatu yang akan datang adalah sangat dekat, sedangkan yang jauh adalah yang tidak pernah datang.
☪️Allah Swt. berfirman,
✒️‘Bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kenikmatan pada mereka selama beberapa tahun?
✒️Kemudian datang pada mereka siksa yang telah dijanjikan untuk mereka?
✒️Tidak berguna bagi mereka apa yang telah mereka nikmati itu.’
๐(Q.S. asySyuara: 205-206).”
๐งJiwa yang merdeka dan bijaksana akan keluar dari dunia sebelum ia dikeluarkan darinya.
๐ค Sementara jiwa yang lawwamah (sering mencela) akan terus memegang dunia sampai ia keluar dari dunia dalam keadaan rugi, menyesal, dan sedih.
๐Lantas ia berkata,
✒️“Engkau benar.”
✍️Itu hanya ucapan belaka tapi tidak diwujudkan.
๐ค Karena, ia tak mau berusaha sama sekali dalam membekali diri untuk akhirat sebagaimana ia merancang dunianya.
๐ค Ia juga tak mau berusaha mencari rida Allah Swt. sebagaimana ia mencari rida dunia.
๐ค Bahkan, tidak sebagaimana ia mencari rida manusia.
๐ค Ia tak pernah malu kepada Allah sebagaimana ia malu kepada seorang manusia.
๐ค Ia tak mengumpulkan persiapan untuk negeri akhirat sebagaimana ia menyiapkan segala sesuatu untuk menghadapi musim kemarau.
๐ค Ia begitu gelisah ketika berada di awal musim dingin manakala belum selesai mengumpulkan perlengkapan yang ia butuhkan untuknya, padahal kematian barangkali akan menjemputnya sebelum musim dingin itu tiba.
✍️Kukatakan padanya,
✒️“Bukankah engkau bersiap-siap menghadapi musim kemarau sesuai dengan lama waktunya lalu engkau membuat perlengkapan musim kemarau sesuai dengan kadar ketahananmu menghadapi panas?”
๐Ia menjawab:
✒️“Benar.”
✒️“Kalau begitu”,✍️kataku,
✒️“Bermaksiatlah kepada Allah sesuai dengan kadar ketahananmu menghadapi neraka dan bersiap-siaplah untuk akhirat sesuai dengan kadar lamamu tinggal di sana.”
๐Ia menjawab,
✒️“Ini merupakan kewajiban yang tak mungkin diabaikan kecuali oleh seorang yang dungu.”
Ia terus dengan tabiatnya itu.
✍️Aku seperti yang disebutkan oleh para ahli hikmat,
✒️“Ada segolongan manusia yang separuh dirinya telah mati dan separuhnya lagi tak tercegah.”
๐ณAku termasuk di antara mereka. Ketika aku melihat diriku keras kepala dengan perbuatan yang melampaui batas tanpa mau mengambil manfaat dari nasihat kematian dan Alquran, maka yang paling utama harus dilakukan adalah mencari sebabnya disertai pengakuan yang tulus.
๐คHal itu merupakan sesuatu yang menakjubkan.
๐ณAku terus-menerus mencari hingga aku menemukan sebabnya.
๐คTernyata aku terlalu tenang.
⚠️Oleh karena itu berhati-hatilah darinya.
✍️Itulah penyakit kronis dan sebab utama yang membuat manusia tertipu dan lupa.
๐Yaitu,
๐Keyakinan bahwa maut masih lama.
✍️Seandainya ada orang jujur yang memberikan kabar pada seseorang di siang hari bahwa ia akan mati pada malam nanti atau ia akan mati seminggu atau sebulan lagi, niscaya ia akan istikamah berada di jalan yang lurus dan pastilah ia meninggalkan segala sesuatu yang ia anggap akan menipunya dan tidak mengarah pada Allah SWT.
✍️Jelaslah bahwa siapa yang memasuki waktu pagi sedang ia berharap bisa mendapati waktu sore, atau sebaliknya siapa yang berada di waktu sore lalu berharap bisa mendapati waktu pagi, maka sebenarnya ia lemah dan menunda-nunda amalnya.
๐ถIa hanya bisa berjalan dengan tidak berdaya.
✍️Karena itu, aku nasihati orang itu dan diriku juga dengan nasihat yang diberikan
☪️Rasullah saw ketika beliau bersabda,
✒️”Salatlah seperti salatnya orang yang akan berpisah (dengan dunia).”
☪️Beliau telah diberi kemampuan berbicara dengan ucapan yang singkat, padat, dan tegas. Itulah nasihat yang berguna.
๐งSiapa yang menyadari dalam setiap salatnya bahwa salat yang ia kerjakan merupakan salat terakhir, maka hatinya akan khusyuk dan dengan mudah ia bisa mempersiapkan diri sesudahnya.
๐ค Tapi, siapa yang tak bisa melakukan hal itu, ia senantiasa akan lalai, tertipu, dan selalu menunda-nunda hingga kematian tiba.
Hingga, pada akhirnya ia menyesal karena waktu telah tiada.
๐คฒAku harap ia memohonkan kepada Allah agar aku diberi kedudukan tersebut karena aku ingin meraih yg tapi tak mampu.
๐คAku juga mewasiatkan padanya agar hanya rida dengannya dan berhati-hati terhadap berbagai tipuan yang ada.
๐คTipuan jiwa hanya bisa diketahui oleh mereka yang cendekia.
๐Semoga bermanfaat….
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar