๐Ÿ“’*๐€๐ฅ-๐‡๐ข๐ค๐š๐ฆ ๐๐š๐ฌ๐š๐ฅ 3️⃣1️⃣ ๐Ÿ‘ณ๐‘ฐ๐’ƒ๐’๐’– ๐‘จ๐’•๐’‰๐’‚๐’Š'๐’๐’๐’‚๐’‰ ๐‘จ๐’” - ๐‘บ๐’‚๐’Œ๐’‚๐’๐’…๐’‚๐’“๐’Š :๐Ÿง‘‍๐Ÿฆฏ*JANGAN MENUNGGU KESEMPATAN


⚛️*๐‘จ๐’”๐’˜๐’‚๐’‹๐’‚_๐‘ช๐’š๐’ƒ๐’†๐’“๐Ÿ“ก
@๐’ž๐“ธ๐“‡๐“ฎ๐“‰๐’ถ๐“ƒ ๐’ซ๐“ฎ๐“ƒg๐“ฎ๐“‚๐’พ๐“ˆ ๐’Ÿ๐“Š๐“ƒ๐’พ๐’ถ. 

              ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“’*๐€๐ฅ-๐‡๐ข๐ค๐š๐ฆ ๐๐š๐ฌ๐š๐ฅ 3️⃣1️⃣ 
๐Ÿ‘ณ๐‘ฐ๐’ƒ๐’๐’– ๐‘จ๐’•๐’‰๐’‚๐’Š'๐’๐’๐’‚๐’‰ ๐‘จ๐’” - ๐‘บ๐’‚๐’Œ๐’‚๐’๐’…๐’‚๐’“๐’Š :

๐Ÿง‘‍๐Ÿฆฏ*JANGAN MENUNGGU KESEMPATAN

ู„ุงุชุชุฑَู‚ู€َّุจْ ูُุฑُูˆุบ َุงู„ุงุบูŠุงุฑِ ูَุงِู†َّ ุฐٰู„ูƒَ ูŠَู‚ุทَุนูƒَ ุนู† ูˆุฌูˆุฏِ ุงู„ู…ุฑุงู‚ุจุฉِ ู„ู‡ُ ููŠู…ุงَ ู‡ُูˆَ ู…ู‚ِูŠู…ُูƒَ ููŠู‡ِ

✒️"Jangan menantikan habisnya penghalang-penghalang untuk lebih mendekat kepada Allah,
Sebab yang demikian itu akan memutuskan engkau dari kewajiban menunaikan hak terhadap apa yang Allah telah mendudukkan engkau di dalamnya.
[Sebab yang demikian itu memutuskan kewaspadaanmu terhadap kewajibanmu]."

๐Ÿ‘‡Syarah

✍️Yang dituntut bagi salik,
๐Ÿ‘‡Yaitu
๐Ÿง˜Selalu melakukan amal ibadah, dan selalu mengawasi taqdirnya Allah pada amal yang kau kerjakan,
✍️Jangan terpengaruh dengan apa-apa yang menjadikan kau ragu dan penghalang-penghalangnya ibadah.

๐Ÿ‘ณ Abdullah bin Umar rodhiyallohu 'anhu berkata:
✒️"Jika engkau berada di waktu senja, maka jangan menunggu tibanya pagi,
✒️Demikian pula jika engkau berada di waktu pagi, jangan menunggu sore hari.
✒️Pergunakanlah kesempatan di waktu muda, sehat, kuat dan kaya untuk menghadapi masa tua, sakit, lemah dan miskin."

๐Ÿ‘ณSahl bin Abdullah at-Tustary berkata:
✒️"Jika tiba waktu malam maka jangan mengharap tibanya siang hari, sehingga engkau menunaikan hak Allah, waktu malam itu.
✒️Dan menjaga benar-benar hawa nafsumu, demikian pula bila engkau berada pada pagi hari."
☪️Allah berfirman:
✒️"Kami [Allah] akan menguji kamu dengan kejahatan dan kebaikan, sebagai ujian dan kepada Kami kamu akan dikembalikan."
๐Ÿ“š(QS. al-Anbiyaa 35 ).

✍️Kadangkala ujian itu berupa, sehat, sakit, kesulitan, kelapangan, kekayaan dan kemiskinan.
✍️Ujian keyakinan terhadap Allah subhanahu wata'ala, sampai di mana ia mensyukuri nikmat dan bagaimana ia bersabar menghadapi musibah.

               ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

✍️Semoga bermanfaat….
Silahkan di share tanpa merubah konten. 
Salam Santun.๐Ÿ™
๐Ÿชถ@๐’ž๐“ธ๐“‡๐“ฎ๐“‰๐’ถ๐“ƒ ๐’ซ๐“ฎ๐“ƒg๐“ฎ๐“‚๐’พ๐“ˆ ๐’Ÿ๐“Š๐“ƒ๐’พ๐’ถ. 
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad