⚛️๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈๐*๐๐ฅ-๐๐ข๐ค๐๐ฆ ๐๐๐ฌ๐๐ฅ 2️⃣ :
⚛️๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐*๐๐ฅ-๐๐ข๐ค๐๐ฆ ๐๐๐ฌ๐๐ฅ 2️⃣ :
๐คSyahwat dan Himmah
๐ง"TAJRID dan KASAB"
ุฅِุฑَ ุงุฏَ ุชَُููู ุงููุชَّุฌْุฑِ ْูุฏَ ู
َูุนَ ุฅَِูุงู
َูุฉِ ุงَِّููู ุฅِ َّููุงَู ِูู ุงْูุฃَุณْุจَุงุจِ ู
َِู ุงูุดََّْูููู ุฉِ ุงْูุฎََِّููููุฉِ.
َู ุฅِุฑَุงุฏَ ุชَُูู ุงْูุฃَุณْุจَุงุจَ ู
َุนَ ุฅَِูุงู
َุฉِ ุงَِّููู ุฅِ َّููุงَู ِูู ุงููุชَّุฌْุฑِ ْูุฏِ ุงِูุญِุทَุงุทٌ ู
َِู ุงِْููู
َّุฉِ ุงْูุนََِّูููููุฉِ
✒️"Keinginanmu untuk tajrid, sementara Allah masih menegakkan engkau di dalam asbab, merupakan syahwah yang tersamar (halus).
✒️Dan keinginanmu kepada asbab, pada saat Allah sudah menegakkan engkau dalam tajrid, merupakan suatu kejatuhan dari himmah yang tinggi."
๐Syarah
๐ณDalam pasal ini, Ibnu Atha'illah menggunakan beberapa istilah baku dalam khazanah sufi, yang harus dipahami terlebih dahulu agar mendapatkan pemahaman yang utuh.
๐Istilah-istilah itu adalah:
1️⃣. Tajrid,
2️⃣. Asbab,
3️⃣. Syahwat
4️⃣. Himmah.
☄️Tajrid secara bahasa memiliki arti:
✍️Penanggalan, Pelepasan, atau Pemurnian.
๐งSecara maknawi adalah penanggalan aspek-aspek dunia dari jiwa (nafs), atau secara singkat bisa dikatakan sebagai pemurnian jiwa.
⚖️Asbab secara bahasa memiliki arti:
✍️Sebab-sebab atau sebab-akibat.
๐งSecara maknawi adalah status jiwa (nafs) yang sedang Allah tempatkan dalam dunia sebab akibat.
๐Semisal
๐ณIskandar Zulkarnain yang Allah tempatkan sebagai raja di dunia, mengurusi dunia sebab-akibat.
๐Syahwah (atau syahwat) secara bahasa memiliki arti:
✍️Tatapan yang kuat, atau keinginan.
๐คSecara maknawi merupakan keinginan kepada bentuk-bentuk material dan duniawi,
๐Seperti
๐ฐHarta, makanan dan lawan jenis.
๐Berbeda dari syahwat,
✍️hawa-nafsu (disingkat "nafsu")
๐Adalah
✍️Keinginan kepada bentuk-bentuk non-material, seperti ego, kesombongan, dan harga diri.
๐งHimmah merupakan lawan kata dari syahwat, yang juga memiliki arti keinginan.
๐คNamun bila syahwat merupakan keinginan yang rendah,
๐Maka
๐งHimmah adalah keinginan yang tinggi, keinginan menuju Allah.
☪️Adakalanya Allah menempatkan seseorang dalam dunia asbab dalam kurun tertentu-misalnya,
๐
๐ง๐งUntuk mencari nafkah, mengurus keluarga, atau memimpin negara.
☪️Bila seseorang sedang Allah tempatkan dalam kondisi asbab itu, namun dia berkeinginan untuk tajrid (misalkan dengan ber-uzlah), maka itu dikatakan sebagai syahwat yang samar.
☪️Sebaliknya, saat Allah menempatkan seseorang dalam tajrid, namun dia justru menginginkan asbab, maka itu merupakan sebuah kejatuhan dari keinginan yang tinggi.
๐งInilah pentingnya untuk berserah diri dalam bersuluk, agar mengetahui kapan seseorang harus tajrid dan kapan seseorang harus terjun dalam dunia asbab.
✍️Semua kehendak seorang salik haruslah bekesesuaian dengan Kehendak Allah.
๐งSebagai seorang yang beriman, haruslah berusaha menyempurnakan imannya dengan berfikir tentang ayat-ayat Allah, dan beribadah dan harus tahu bahwa tujuan hidup itu hanya untuk beribadah(menghamba) kepada Allah,sesuai tuntunan Al-qur'an.
๐งTetapi setelah ada semangat dalam ibadah, kadang ada yang berpendapat bahwa salah satu yang merepoti/mengganggu dalam ibadah yaitu bekerja(kasab).
✍️Lalu berkeinginan lepas dari kasab/usaha dan hanya ingin melulu beribadah.
✍️Keinginan yang seperti ini termasuk keinginan nafsu yang tersembunyi/samar.
✍️Sebab kewajiban seorang hamba, menyerah kepada apa yang dipilihkan oleh majikannya. Apa lagi kalau majikan itu adalah Allah yang maha mengetahui tentang apa yang terbaik bagi hambanya.
๐งDan tanda-tanda bahwa Allah menempatkan dirimu dalam golongan orang yang harus berusaha [kasab], apabila terasa ringan bagimu, sehingga tidak menyebabkan lalai menjalankan suatu kewajiban dalam agamamu, juga menyebabkan engkau tidak tamak [rakus] terhadap milik orang lain.
๐งDan tanda bahwa Allah mendudukkan dirimu dalam golongan hamba yang tidak berusaha [Tajrid]. Apabila Tuhan memudahkan bagimu kebutuhan hidup dari jalan yang tidak tersangka, kemudian jiwamu tetap tenang ketika terjadi kekurangan, karena tetap ingat dan bersandar kepada Tuhan, dan tidak berubah dalam menunaikan kewajiban-kewajiban.
๐ณSyeikh Ibnu 'Atoillah berkata :
✒️"Aku datang kepada guruku Syeikh Abu Abbas al- mursy.
✒️Aku merasa, bahwa untuk sampai kepada Allah dan masuk dalam barisan para wali dengan sibuk pada ilmu lahiriah dan bergaul dengan sesama manusia (kasab) agak jauh dan tidak mungkin.
✒️Tiba-tiba sebelum aku sempat bertanya,
๐ณGuru bercerita:
✒️Ada seorang ahli dibidang ilmu lahiriah, ketika ia dapat merasakan sedikit dalam perjalanan ini, ia datang kepadaku sambil berkata: Aku akan meninggalkan kebiasaanku untuk mengikuti perjalananmu.
๐ณAku menjawab:
✒️Bukan itu yang kamu harus lakukan, tetapi tetaplah dalam kedudukanmu, sedang apa yang akan diberikan Allah kepadamu pasti sampai kepadamu.
๐Semoga bermanfaat….
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar