๐Ÿง•SAYYIDAH NAFISAH, ULAMA PEREMPUAN GURU IMAM SYAFI'I

๐ŸŒ๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿง˜*๐‘ฒ๐’Š๐’”๐’‚๐’‰ ๐‘ท๐’‚๐’“๐’‚ ๐‘บ๐’–๐’‡๐’Š :
๐Ÿง•SAYYIDAH NAFISAH, ULAMA PEREMPUAN GURU IMAM SYAFI'I

๐Ÿ“–Ini kisah tentang perempuan suci, cicit dari Nabi Muhammad Saw.
๐Ÿง•Ia juga seorang ilmuwan terkemuka di masanya,
๐Ÿ‘‡Sehingga
๐Ÿ‘ณImam Syafi’i pun berguru padanya. ๐Ÿง•Sayyidah Nafisah (145 H -208 H), itulah namanya.
✍️Makamnya di Kairo, Mesir, sampai sekarang masih dipenuhi para peziarah.

๐Ÿง•Sayyidah Nafisah, Perempuan yang disebut-sebut sebagai sumber pengetahuan keislaman yang berharga (Nafisah al-‘Ilm), pemberani, sekaligus ‘abidah zahidah (tekun menjalani ritual dan asketis).
✍️Bahkan, sebagian orang mengatagorikannya sebagai wali perempuan dengan sejumlah keramat.

๐Ÿง•Sejak kecil, Sayyidah Nafisah sudah hafal Al-Qur’an dan setiap selesai membaca Al-Qur’an beliau selalu berdoa,
๐Ÿคฒ“Ya Allah, mudahkanlah aku untuk berziarah ke makam Nabi Ibrahim”.
✍️Ia memahami bahwa Nabi Ibrahim adalah bapak moneteisme sejati, sekalligus bapak Nabi Muhammad lewat jalur Nabi Ismail yang notabene keturunan Nabi Ibrahim. 
✍️Sedangkan Sayyidah Nafisah sendiri adalah keturunan dari Nabi Muhammad.

✍️Dengan mengunjungi makam Nabi Ibrahim, boleh jadi ia berharap menarik benang merah perjuangan para leluhurnya. 
✍️Ketika Allah mengabulkan doanya dan ia bisa berziarah ke makam kakek moyangnya, Nabi Ibrahim, terjadilah peristiwa spiritual (yang sebaiknya tidak perlu diceritakan di sini).

๐Ÿง•Ketika ia berusia 44 tahun, ia tiba di Kairo pada 26 Ramadhan 193 H.
๐Ÿ“œKabar kedatangan perempuan yang luar biasa ini telah menyebar luas.
๐Ÿง•Ia pun disambut oleh penduduk Kairo yang merasa bersyukur didatangi oleh Sayyidah Nafisah. Ratusan orang tiap hari datang hendak menemuinya.
✍️Dari mulai berkonsultasi, meminta doa ataupun mendengar nasihat dan ilmu darinya.

✍️Bahkan, dikabarkan banyak yang sampai bermalam di luar kediamannya, menunggu kesempatan untuk bisa bertemu. 
๐Ÿง•Lambat laun, Sayyidah Nafisah merasa waktunya tersita melayani umat. 
๐Ÿง•Ia memutuskan untuk meninggalkan Kairo dan kembali ke Madinah agar bisa berdekatan dengan makam kakeknya, Nabi Muhammad Saw.

✍️Tapi, penduduk Kairo keberatan dan memelas agar Sayyidah Nafisah membatalkan keputusannya untuk mudik ke Madinah. 
๐Ÿ‘ณGubernur Mesir turun tangan. Ia melobi Sayyidah Nafisah untuk bertahan di Kairo. 
๐Ÿ‘ณGubernur menyediakan tempat yang lebih besar baginya, sehingga kediamannya bisa
menampung umat lebih banyak.
๐Ÿ‘ณGubernur juga menyarankan agar ia menerima umat hanya pada hari Rabu dan Sabtu saja. 
✍️Di luar waktu itu, ia bisa kembali berkhalwat beribadah menyendiri.

๐Ÿ‘ณGubernur menunggu beberapa saat. 
๐Ÿง•Sementara Sayyidah Nafisah terlihat diam, menunggu petunjuk Allah. 
✍️Akhirnya, setelah mendapat izinNya, ia pun menerima tawaran Gubernur dan memutuskan tinggal di Kairo sampai ajal menjemputnya.

๐Ÿ‘‡Sebelum tiba di Mesir,
๐Ÿ‘ณImam al-Syafi’i sudah lama mendengar ketokohan perempuan ulama ini dan mendengar pula bahwa banyak ulama yang datang ke rumahnya untuk
mendengarkan pengajian dan ceramahnya. 
๐Ÿ‘ณAl-Syafi’i datang ke kota ini lima tahun sesudah Sayidah Nafisah.

✍️Beberapa waktu kemudian,
๐Ÿ‘ณAl-Syafi’i meminta bertemu dengannya di rumahnya. 
๐Ÿง•Sayidah Nafisah menyambutnya dengan seluruh kehangatan dan kegembiraan. 
✍️Perjumpaan itu dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan yang sering. ✍️Masing-masing saling mengagumi tingkat kesarjanaan dan intelektualitasnya.

๐Ÿ‘ณBila Al-Syafi’i berangkat untuk mengajar di masjidnya di Fustat, ia mampir ke rumahnya. 
๐Ÿ‘ณBegitu juga ketika pulang kembali ke rumahnya. 
✍️Dikabarkan bahwa al-Syafi’i adalah ulama yang paling sering bersama Sayyidah Nafisah dan mengaji kepadanya,
✍️Justru dalam status Imam al-Syafi’i sebagai tokoh besar dalam bidang usul al-fiqh dan fiqh.

✍️Kita tahu bahwa sebelum datang ke Mesir, 
๐Ÿ‘ณImam al-Syafi’i sudah terlebih dahulu terkenal dan harum namanya di Baghdad. 
✍️Fatwa-fatwa Imam al-Syafi’i di Baghdad dikenal sebagai ‘qaul qadim’, sedangkan fatwa beliau di Kairo dikategorikan sebagai ‘qaul jadid’. 
๐Ÿ•ŒPada Ramadhan, al-Syafi’i juga sering shalat Tarawih bersama Sayyidah Nafisah di masjid ulama perempuan ini.

✍️Begitulah kedekatan kedua orang hebat ini. 
๐Ÿ‘ณManakala Imam al-Syafi’i sakit, ia mengutus sahabatnya untuk meminta Sayidah Nafisah mendoakan bagi kesembuhannya. 
✍️Begitu sahabatnya kembali, sang Imam tampak sudah sembuh. 
๐Ÿ‘ณKetika dalam beberapa waktu kemudian al-Syafi’i sakit parah, sahabat tersebut dimintanya kembali menemui Sayyidah Nafisah untuk keperluan yang sama, meminta didoakan.

๐Ÿง•Kali ini, Sayyidah Nafisah hanya mengatakan,
✒️“Matta’ahu Allah bi al-Nazhr Ila Wajhih al-Karim”
(Semoga Allah memberinya kegembiraan ketika berjumpa denganNya). 
๐Ÿ‘ณMendengar ucapan sahabat sekaligus gurunya itu, Al-Syafi’i segera paham bahwa waktunya sudah akan tiba.

๐Ÿ‘ณAl-Imam kemudian berwasiat kepada murid utamanya,
๐Ÿ‘ณAl-Buwaithi, meminta agar Sayyidah Nafisah menyalati jenazahnya jika kelak dirinya wafat.
๐Ÿ‘ณKetika al-Syafi’i kemudian wafat, jenazahnya dibawa ke rumah sang ulama perempuan tersebut untuk dishalatkan.

๐Ÿ‘ณMenurut KH. Husein Muhammad, di antara nasihat Sayyidah Nafisah kepada para muridnya adalah:

1️⃣. Jika kalian ingin berkecukupan, tidak menjadi miskin, bacalah QS.Al-Waqi’ah [56].

2️⃣. Jika kalian ingin tetap dalam keimanan Islam, bacalah QS.Al-Mulk [67].

3️⃣. Jika kalian ingin tidak kehausan pada hari dikumpulkan di akhirat, bacalah QS.Al-Fatihah [1].

4️⃣. Jika kalian ingin minum air telaga Nabi di akhirat, maka bacalah QS.Al-Kautsar [108].

๐Ÿง•Sayyidah Nafisah adalah fakta sejarah bahwa seorang perempuan bisa menjadi seorang ulama tersohor, bahkan menjadi guru bagi seorang Imam Syafi’i.
๐Ÿง•Kita merindukan munculnya Sayyidah Nafisah berikutnya di dunia Islam.

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar