๐งMENGAPA JUMLAH RAKAAT TARAWEH BERBEDA BEDA?
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
๐งMENGAPA JUMLAH RAKAAT TARAWEH BERBEDA BEDA?
✍️Salah satu perdebatan yang muncul tiap bulan Ramadhan adalah polemik jumlah rakaat shalat Tarawih. ๐Di Indonesia, setidaknya ada dua kubu soal tarawih ini:
๐Kalangan yang shalat tarawih 8 rakaat,
๐Dan kalangan yang tarawih 20 rakaat.
Tentu hal ini mudah kita dapati.
✍️Mulanya pemahaman akan adanya shalat tarawih di bulan Ramadhan ini adalah bentuk riil dari hadits Nabi:
ู
َْู َูุงู
َ ุฑَู
َุถَุงَู ุฅِูู
َุงًูุง َูุงุญْุชِุณَุงุจًุง ุบُِูุฑَ َُูู ู
َุง ุชََูุฏَّู
َ ู
ِْู ุฐَْูุจِِู
✒️“Barangsiapa bangun (shalat malam) di bulan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka diampuni baginya dosa-dosa yang telah lalu.” ๐(HR Bukhari dan Muslim)
✍️Istilah tarawih sendiri belum ada pada masa Nabi.
☪️Nabi hanya mencontohkan shalat malam yang beliau lakukan selama Ramadhan.
๐ณBaru belakangan di masa Khalifah Umar bin Khattab, shalat di malam hari Ramadhan ini disebut tarawih, dan mulai diselenggarakan secara berjamaah.
๐Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim,
☪️Disebutkan Nabi shalat di masjid Nabawi pada suatu malam Ramadhan.
๐ณPara sahabat yang tahu lantas mengikutinya.
๐Seiring waktu semakin banyak yang mengikuti aktivitas Nabi ini.
๐Dua malam setelahnya,
☪️Nabi masih melakukan shalat tersebut, dan semakin banyak yang mengikuti.
✍️Namun setelah hari keempat dan beberapa hari setelahnya, Nabi tidak muncul di masjid.
๐คOrang-orang heran.
๐ณPada suatu pagi, para sahabat menanyakan hal ini kepada Nabi.
☪️Nabi menjawab,
✒️“Sebenarnya tidak ada yang menghambatku untuk turut serta bersama kalian.
✒️Hanya saja aku takut nanti hal ini akan menjadi wajib.”
☮️Beberapa mazhab fiqih pada dasarnya tidak banyak berbeda tentang pendapat seputar jumlah rakaat tarawih.
✍️Sebagaimana disebutkan
๐ณIbnu Rusyd
๐Dalam Bidรขyatul Mujtahid, beda jumlah ini adalah soal afdhaliyah saja. ๐ณImam Malik bin Anas pada salah satu pendapatnya,
๐ณKemudian Imam Abu Hanifah,
๐ณImam asy-Syafi’i,
๐ณImam Ahmad bin Hanbal,
๐ณDan begitu pula Dawud azh Zhahiri,
๐Memilih
๐งUntuk tarawih dengan 20 rakaat. ✍️Ada juga pendapat yang menyatakan tarawih itu sejumlah 36 rakaat, meski tidak populer.
๐ณImam Ibnu Qudamah mencatat dalam al-Mughni bahwa sebab perbedaan ini adalah dasar hadits dan riwayat sahabat yang digunakan.
๐ณImam Malik bin Anas, sebagaimana ulama lain,
๐Menggunakan riwayat dari Yazid bin Ruman yang mauquf atau disandarkan pada perilaku sahabat, ๐Bahwa
๐งOrang-orang sembahyang tarawih pada masa Umar bin Khattab dengan dua puluh rakaat, diimami sahabat Ubay bin Ka’ab.
✍️Hal ini berbeda dengan keterangan yang disampaikan salah satu ahli hadits generasi awal,
๐Yaitu
๐ณAbu Bakar bin Abi Syaibah, yang juga guru Imam Malik.
✍️Ia menyebutkan menemui orang-orang di Madinah shalat sebanyak 36 rakaat.
✍️Kalangan yang berpendapat bahwa tarawih dilakukan delapan rakaat menyandarkan pada hadits berikut:
ุนَْู ุฃَุจِู ุณََูู
َุฉَ ุจِْู ุนَุจْุฏِ ุงูุฑَّุญْู
َِู ุฃََُّูู ุณَุฃََู ุนَุงุฆِุดَุฉَ -ุฑุถู ุงููู ุนููุง-: ََْููู َูุงَูุชْ ุตَูุงَุฉُ ุฑَุณُِูู ุงَِّููู -ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ- ِูู ุฑَู
َุถَุงَู؟ َูุงَูุชْ: ู
َุง َูุงَู َูุฒِูุฏُ ِูู ุฑَู
َุถَุงَู َููุงَ ุบَْูุฑِِู ุนََูู ุฅِุญْุฏَู ุนَุดْุฑَุฉَ ุฑَْูุนَุฉً: ُูุตَِّูู ุฃَุฑْุจَุนَ ุฑََูุนَุงุชٍ َููุงَ ุชَุณْุฃَْู ุนَْู ุญُุณَِِّْููู َูุทَُِِّูููู، ุซُู
َّ ุฃَุฑْุจَุนًุง َููุงَ ุชَุณْุฃَْู ุนَْู ุญُุณَِِّْููู َูุทَُِِّูููู، ุซُู
َّ ُูุตَِّูู ุซَูุงَุซًุง. َُْูููุชُ: َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุชََูุงู
ُ َูุจَْู ุฃَْู ุชُูุชِุฑَ؟ َูุงَู: ุชََูุงู
ُ ุนَِْููู َููุงَ ََููุงู
ُ َْููุจِู
Artinya:
๐ณDiriwayatkan dari Abu Salamah,
✍️ia pernah bertanya kepada Aisyah: ✒️“Bagaimana shalat Nabi Muhammad di bulan Ramadhan?”
๐งAisyah menjawab,
✒️“Beliau tak menambah pada bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat: shalat empat rakaat, yang betapa bagus dan lama, lantas shalat empat rakaat, kemudian tiga rakaat.
๐งAku pun pernah bertanya:
✒️Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum menunaikan shalat witir?
☪️Beliau menjawab:
✒️“mataku tidur, tapi hatiku tidak.”
๐Hadits ini yang menjadi dasar kalangan yang bertarawih dengan delapan rakaat – plus tiga rakaat witir. ✍️Kendati demikian, hadits di atas oleh banyak ulama dinilai sebagai hadits yang berkaitan dengan jumlah rakaat dan tata cara witir,
๐
๐งBukan tarawih.
✍️Dengan begitu, jumlah rakaat tarawih ini berbeda disebabkan perbedaan pemahaman atas hadits. ✍️Bila Anda hendak memilih delapan, dua puluh, atau lebih banyak dari itu, ketahuilah bahwa tidak ada keterangan eksplisit dalam hadits Nabi seputar jumlah rakaat tarawih.
๐ณMenurut keterangan Ibnu Hajar al-Asqalani
๐Dalam Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari,
๐ณSebagaimana dikutip KH Ali Mustafa Yaqub
๐Dalam bukunya Hadits-Hadits Palsu Seputar Ramadhan
✍️Pada dasarnya tiada ketetapan tertentu dari Nabi dalam hadits seputar rakaat tarawih.
๐ณPara ulama yang memilih pendapat 20 rakaat di atas
๐
✍️Memilih berdasarkan sisi keutamaannya, karena dalilnya masih disandarkan pada perbuatan sahabat di masa Umar bin Khattab dan tidak dikomentari oleh sahabat lain.
✍️Pun jika ada yang memilih jumlah rakaat yang berbeda, jelas bukan masalah. Semoga ibadah kita di bulan Ramadhan, khususnya tarawih, mendatangkan ridla Allah.
๐Semoga bermanfaat….
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar