πKISAH SEORANG HAKIM YANG JADI KURIR SEDEKAH
πππππππ ππππππ‘
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
ππ΄πππππππ π°ππππ ;
πKISAH SEORANG HAKIM YANG JADI KURIR SEDEKAH
π€Hari itu adalah hari raya idul fitri.
πSeorang qadli (hakim) bernama Abu Abdillah al-Mahamili mengikuti shalat ‘Id di sebuah masjid di kota Madinah.
πSelepas shalat, ia pun pergi ke rumah Dawud bin Ali, seorang ulama papan atas.
✍️Maksud kedatangannya ini adalah untuk sekadar memberikan ucapan selamat lebaran.
π️Tiba di rumah Dawud,
πAl-Mahamili dihadapkan kepada suatu pemandangan yang sungguh tidak biasa:
π³Seorang Dawud bin Ali makan seadanya.
π₯Hanya dengan semangkuk sisa ayakan gandum dan sepiring daun-daunan.
πApa yang dilihat itu membuat hati al-Mahamili miris dan kasihan.
✍️Ia pun segera menyampaikan maksud kedatangannya,
π€Yakni memberikan ucapan selamat lebaran dan setelah itu pamit.
πAl-Mahamili berkunjung kerumah al-Jurjani, seorang hartawan yang sangat dermawan.
π³Kebetulan rumah al-Jurjani bersebelahan dengan rumah Dawud.
✒️“Ada angin apa ini, sampai seorang qadli mendatangi rumahku?,”
ππ³Tanya al-Jurjani menyambut kedatangan al-Mahamili.
✒️“Ini ada urusan penting,”
ππJawab al-Mahamili.
πAl-Mahamili lantas bercerita tentang keadaan
π³Dawud bin Ali,
✍️Seorang ulama besar namun hidupnya benar-benar berada di bawah garis kemiskinan.
✍️Ia juga menyatakan keberatannya atas (dugaan) kelalaian al-Jurjani.
✒️“Bukankah engkau terkenal sebagai orang yang sangat dermawan?. Bagaimana mungkin Dawud bin Ali tidak engkau bantu?,”
ππKata al-Mahamili keberatan.
π³Al-Jurjani menjelaskan tuduhan ketidakpedulian yang ditujukan kepadanya itu.
✍️Ia menceritakan bahwa sebenarnya semalam ia telah mengutus pembantunya (Fulan) untuk memberikan uang seribu dirham kepada Dawud, namun ia menolak.
π³Dawud, kata al-Jurjani, juga berkata kepada Fulan dengan kalimat yang tegas,
✒️“Kacamata apa yang engkau gunakan untuk menilaiku?. ✒️Memangnya, apa yang engkau ketahui tentang diriku sampai engkau memberikan uang ini kepadaku?.”
πAl-Mahamili pun memberikan solusi.
✍️Ia menawarkan kepada al-Jurjani agar ia saja yang mengantarkan uang itu kepada Dawud.
✍️Siapa tau Dawud berkenan menerima. Al-Jurjani setuju.
π³Sebelum pergi ke rumah Dawud, tak lupa al-Jurjani memberikan
πΈ“uang saku” kepada al-Mahamili.
π³Ia berkata kepada al-Mahamili, πΈ“Seribu dirham ini untuk Dawud. Dan ini, seribu dirham juga, untuk Anda.”
πSingkat cerita, al-Mahamili telah berada di rumah Dawud.
π³Merasa ada yang janggal atas kedatangan al-Mahamili yang kedua kali, Dawud bertanya,
✒️“Ada apa ini? Mengapa Anda datang lagi ke rumah saya?”
πTanpa banyak bicara, al-Mahamili menyodorkan kantong berisi uang seribu dirham dan menaruhnya di hadapan Dawud bin Ali.
π€Sayangnya, gayung tak bersambut, ⛔Dawud menolak pemberian itu.
✒️“Saya kira kedatangan Anda ke rumah saya karena ada alasan terkait ilmu.
✒️Maaf, saya tak bisa menerima uang ini. Saya tak membutuhkannya,”
π³πKata Dawud penuh wibawa.
πAl-Mahamili pun pamit dengan membawa ilmu baru dari Dawud,
πYakni
✍️Tak mendewakan dunia.
πΈIa pergi ke rumah al-Jurjani untuk mengembalikan uang bagian Dawud itu.
π³Namun, oleh al-Jurjani,
⛔Uang itu ditolaknya.
✍️Ia berasalan, uang itu telah ia niatkan untuk sedekah lillahi ta’ala.
⛔Oleh karenanya, haram baginya untuk menerima kembali.
π³Al-Jurjani pun meminta tolong kepada al-Mahamili agar uang itu disedekahkan kepada mereka yang membutuhkan dan menjaga wibawanya,
✒️“Silakan uang ini Anda berikan saja kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan namun tidak memperlihatkan kemiskinannya!”.
πKisah ini penulis baca
πDari kitab ‘Uyun al-Hikayat
π³Karya Ibnu Jauzi.
πLewat kisah ini kita bisa belajar bagaimana bersikap dan memposisikan diri.
✍️Dalam konteks kekayaan materi, sebagaimana kisah di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa kekayaan hendaknya selalu digunakan untuk membantu sesama.
✍️Juga, kemiskinan jangan sampai membuat diri menjadi hina dan meminta-minta.
πKepandaian memposisikan diri ini penting dimiliki setiap orang dalam segala lini kehidupan.
πMisalnya,
π³️Dalam konteks bernegara, pemimpin harus adil terhadap rakyat dan rakyat juga harus taat kepada pemimpin.
π«Dalam hal pengetahuan, yang pandai mengajar dan yang belum pandai semangat untuk belajar.
π¨π©π§π¦Dalam hal berumah tangga, suami harus tanggung jawab dan istri taat kepada suami.
✍️Begitu seterusnya. Bila semua orang bisa bersikap sesuai posisinya masing-masing, alangkah indahnya kehidupan ini.
πSumber:
πIbn al-Jauzi, Jamaluddin Abi al-Farj bin. ’Uyun al-Hikayat. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 2019.
πSemoga bermanfaat….
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ππ·ππ²ππ±πͺπΏπ΅π²π·πΌ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar