๐Ÿ—ฃ️SUNNAH SAAT ADZAN DAN SUNNAH SAAT MENDENGAR ADZAN.

๐ŸŒ๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“–๐‘ด๐’๐’•๐’Š๐’—๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž ;

๐Ÿ—ฃ️SUNNAH SAAT ADZAN DAN SUNNAH SAAT MENDENGAR ADZAN.

✍️Sunah saat adzan maupun sunah saat mendengar adzan sangatlah penting untuk dipahami. Selain menambah kualitas ibadah, hal ini juga akan menambah semangat ibadah. Tentu selain menambah pahala, juga akan membuat hati semakin nyaman.

✍️Seperti diketahui, pengertian sunah sendiri adalah suatu perkara yang jika dilakukan mendapat pahala jika ditinggalkan tidak berdosa. Salah satu, perkara sunah yang dapat rutin kita lakukan adalah saat adzan atau mendengar adzan.

✍️Seperti kita tahu, pahala dan keutamaan adzan memeang sangat besar. 
๐Ÿ‘ญBahkan manusia, jin dan makhluk lain yang mendengarnya akan menjadi saksi kelak di hari kiamat. 
๐Ÿ“–Hal ini, seperti yang disampaikan Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alayhi Wasallam dalam sebuah hadits, yang artinya:
✒️“Karena sesungguhnya tidak ada manusia, jin, atau suatu hal lain yang mendengar panjangnya suara muadzin kecuali ia menjadi saksi bagi muadzin tersebut di hari kiamat,”
๐Ÿ“š(HR Bukhari).

๐Ÿ—ฃ️Pengertian Adzan

✍️Sebelum membahas sunah saat adzan maupun sunah saat mendengar adzan, ada baiknya kita pahami lebih dulu pengertian adzan itu sendiri.
๐Ÿ‘‡Secara bahasa,
Adzan berasal dari kata 'adzina yang memiliki arti mendengar, memperhatikan dan menginformasikan sesuatu.

✍️Sementara menurut istilah, pengertian adzan yaitu seruan yang menandai masuknya sholat lima waktu dan dilafazhkan dengan lafazh-lafazh tertentu.

๐Ÿ—ฃ️Orang yang mengumandakan adzan disebut sebagai muadzin.

✍️Sunah - Sunah Saat Adzan
Seperti kita tahu, adzan merupakan penanda bagi masuknya waktu sholat fardhu. Ketika seseorang adzan, atau mendengar adzan, ada beberapa amalan sunah yang dapat dilakukan. 

✍️Ada beberapa sunah yang dapat dilakukan muadzin saat adzan. 
๐Ÿ‘ณHal ini sebagaiaman disebutkan Musthafa Al-Khin dan Musthafa Al-Bugha
๐Ÿ“šDalam Kitab Al-Fiqhul Manhaji ala Madzhabil Imamis Syafi’i.

๐Ÿ‘‡Berikut ulasan lengkapnya.

1️⃣. ๐Ÿ•‹Menghadap Kiblat
sunah saat adzan

✍️Sunah saat adzan pertama adalah menghadap kiblat. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh ulama salaf dan khalaf, bahwa arah yang paling baik dan paling mulia adalah kiblat.

2️⃣. ๐Ÿ’งSuci dari Hadats Kecil dan Besar

✍️Ketika hendak adzan disunahkan seorang muadzin untuk bersuci lebih dulu, sehingga suci dari hadats kecil maupun besar. 
✍️Makhruh hukumnya jika seseorang adzan sementara masih memiliki hadats, apalagi jika dalam keadaan junub. 
๐Ÿ“–Hal ini sesuai dengan hadits riwayat ๐Ÿ‘ณAbu Dawud, yang artinya:
☪️“Rasulullah Saw bersabda,
✒️‘Saya memakruhkan menyebut nama Allah SWT kecuali dalam keadaan suci,’ atau disebutkan dengan kata ‘ala thaharatin.’”

3️⃣. ๐Ÿ—ฃ️Berdiri sunah saat adzan

✍️Sunah saat adzan berikutnya adalah berdiri. 
Hal ini sesuai dengan perintah Rasulullah Shalallaahu 'Alayhi Wasallam, kepada Bilal agar berdiri untuk mengumandangkan adzan.
 ☪️“Rasulullah SAW bersabda,
✒️‘Wahai Bilal, berdirilah dan kumandangkan adzan untuk shalat.’”

4️⃣. ๐Ÿ—ฃ️Menengok ke Kanan & ke Kiri

✍️Menengok di sini maksudnya tidak seluruh badan, namun hanya kepalanya saja. 
✍️Yaitu menengok ke kanan saat mengucapkan ‘Hayya alas shalah’, dan menengok ke kiri saat mengucapkan ‘Hayya alal falah’. 
✍️Hal ini sebagaimana disebutkan
๐Ÿ“–Dalam hadits Bukhari yang artinya:
✒️“Sesungguhnya Abu Juhaifah RA berkata, ‘Aku melihat Bilal mengumandangkan adzan, kemudian aku mengamati mulutnya ke arah sini dan sini ketika adzan kanan dan kiri: ‘Hayya alas shalah dan hayya alal falah.’’”

5️⃣. ๐Ÿ—ฃ️Mengulang Adzan

✍️Mengulang adzan di sini maksudnya yaitu saat muadzin mengucapkan kedua kalimat syahadat, yang dilakukan secara lirih lebih dulu baru selanjutnya diucapkan dengan keras. 
๐Ÿ“–Hal ini berdasarkan hadits riwayat Abu Mahdzurah dalam Sahih Muslim.

6️⃣. ๐Ÿ—ฃ️Tatswib

✍️Sunah saat adzan ini khusus dilakukan saat muadzin mengumandangkan adzan shalat subuh. 
✍️Yaitu mengucapkan “As-Shรขlatu khairun minan naum” setelah mengucapkan “Hayya alal falah”.

7️⃣. ๐Ÿ—ฃ️Memiliki Suara Bagus

✍️Seorang muadzin yang mengumandangkan adzan, disunahkan memiliki suara yang bagus. 
✍️Hal ini bertujuan untuk menarik simpati masyarakat, dengan harapan dapat tergerak untuk segera menuju masjid.

☪️Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu 'Alayhi Wasallam,
๐Ÿ‘ณyang diriwayatkan Abu Dawud dalam Sunan-nya. 
☪️Dalam pesan Rasul tersebut dijelaskan, bahwa diperintahkannya Bilal untuk adzan dikarenakan ia memiliki suara yang kuat dan juga indah.

8️⃣. ๐Ÿ—ฃ️Berakhlak Baik

✍️Seseorang yang mengumandangkan adzan disunahkan memiliki akhlak baik dan juga terpercaya. 
✍️Sebab hal ini sangat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan masyarakat, terutama terkait waktu sholat yang benar-benar sudah masuk atau belum.

9️⃣. ๐Ÿ—ฃ️Tidak Berlaku Tamthit
Sunah bagi muadzin berikutnya adalah tidak berlaku tamthit. 
✍️Tamthit di sini maksudnya adalah mencaci dan merendahkan, yaitu memanjangkan bacaan adzan terlalu panjang dan melagukannya seperti halnya nyanyian. 
✍️Hal ini bahkan hukumnya makruh.

๐Ÿ”Ÿ. ๐Ÿ—ฃ️Adzan Dua Kali
Disunahkan juga untuk adzan dua kali, yaitu saat sebelum masuk waktu fajar (shalat subuh) dan setelah masuk waktu fajar.

1️⃣1️⃣. ๐Ÿ—ฃ️Membaca Do'a dan Shalawat.

๐ŸคฒSetelah selesai adzan muadzin disunahkan untuk membaca sholawat berikut doanya:

Allรขhumma Rabba hรขdzihi -da‘watit tรขmmati, wash shalรขtil-qรขimah, รขti sayyidanรข Muhammadanil washilah wal fadhรฎlah, wad darajatar rafรฎ’ah wab ’atshu maqรขman mahmรปdanil ladzรฎ wa’adtah.

Artinya,
✒️“Ya Allah Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna dan shalat yang tetap didirikan, karuniakanlah Nabi Muhammad wasilah (tempat yang luhur) dan kelebihan serta kemuliaan dan derajat yang tinggi dan tempatkanlah dia pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan.

๐Ÿ—ฃ️Muadzin disunahkan untuk membaca doa dan shalawatnya secara lirih. Maksudnya suaranya lebih lirih dari suara saat adzan dan terpisah dari adzan tersebut. Tujuannya agar orang-orang tidak mengira bahwa sholawat dan doa yang dibaca merupakan bagian dari lafazh adzan.

๐Ÿ—ฃ️Sunah Saat Mendengar Adzan
Selain bagi yang mengumandangkan, terdapat juga sunah saat mendengar adzan.
✍️Salah satunya adalah dengan membalas lafadz adzan yang diucapkan oleh muadzin. 
☪️Hal ini sesuai dengan sabda Nabi,
✒️“Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. 
✒️Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. 
✒️Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. 
✒️Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa’atku.”
๐Ÿ“š(HR. Muslim no. 384).

✍️Berdasarkan penjelasan hadits tersebut, berikut penjelasan mengenai sunah yang dapat kita lakukan saat mendengar adzan.

1️⃣. Menjawab Adzan

✍️Sunah saat mendengar adzan pertama yang dianjurkan oleh baginda Nabi adalah menjawab adzan, dengan jawaban sebagaimana ucapan muadzin.
✍️Amalan pertama yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah menjawab azan seperti apa yang diucapkan oleh muadzin.
๐Ÿ‘ณDari Abu Basyr, ia berkata: aku mendengar Abu al-Malih bercerita dari Abdullah bin ‘Utbah, dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha bahwa sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mendengar muadzin (mengumandangkan adzan), Nabi berucap sebagaimana ucapan muadzin hingga ia diam (berhenti).”
๐Ÿ“š(Hadits hasan riwayat Imam Ibnu Khuzaimah, Imam al-Hakim, Imam al-Nasai, Imam Ahmad, dan Imam Abu Ya’la)

✍️Kita dapat melanggengkan sunah ini, yaitu menjawab lafadz adzan satu persatu sesuai yang diucapkan muadzin. Hanya saja pada lafazh " hayya ala assholat dan hayya ala alfalaah" balasan yang kita ucapkan yaitu lafazh‘la haula walla quwwata illa billah”.

๐Ÿ‘ณDari Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mendengar muadzin mengumandangkan adzan beliau berucap seperti yang diucapkan muadzin. 
✍️Ketika muadzin berucap: “ Hayya ‘alash shalah, hayya ‘alal falah,” Nabi mengucapkan: “ Laa haula wa laa quwwata illaa billahi” (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah). 
๐Ÿ“š(Hadits hasan riwayat Imam Ahmad bin Hanbal)

✍️Dalam hal ini, saat muadzin mengucapkan suatu lafazh kita hendaknya diam, khusyu dan menghayatai makna dari makna lafazh tersebut, kemudian saat muadzin selesai mengucapkannya kita langsung menjawabnya.

2️⃣. Bersholawat kepada Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alayhi Wasallam

๐ŸคฒSunah saat mendengar adzan selanjutnya adalah bersholawat kepada Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alayhi Wasallam. 
๐ŸคฒSetelah bersholawat, kita juga dianjurkan membaca do'a seperti yang telah disunahkan Rasulullah. 
☪️Rasulullah SAW bersabda: 
✒️Barangsiapa yang berucap ketika mendengar adzan: ‘Asyhadu alla ilaha illallaah wahdahu laa syariika lah, radliitu billaahi rabba wa bil-islaami diina wa bi-muhammadin nabiyya’ 
✒️(Aku bersaksi tidak ada tuhan kecuali Allah yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku ridha dengan Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi), maka diampuni (dosanya).”
๐Ÿ“š(Hadits shahih riwayat Imam al-Hakim, Imam Ibnu Majah, dan Imam Ibnu Abi Syaibah).

3️⃣. Membaca Do'a agar Diberi Syafaat

๐ŸคฒSelanjutnya, kita juga disunahkan untuk membaca do'a agar diberi syafaat pada hari kiamat kelak. 

☪️Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:
✒️“Barangsiapa yang yang berucap ketika mendengar panggilan (adzan): “ Allahumma rabbi hadzihid da’watit tammah washshalaatil qaa ’imah aati muhammadan al-wasiilata wal fadliilata wab’atshul maqaamal mahmuudal ladzii wa’adtah”
✒️(Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan sempurna dan pemilik shalat yang didirikan ini, anugerahilah Muhammad wasilah (tempat yang luhur) dan fadhilah (keutamaan), bangkitkanlah dia pada kedudukan yang terpuji [sebagaimana] yang telah Engkau janjikan), maka ia (orang yang membacanya) akan mendapatkan syafaat di hari kiamat.” 
๐Ÿ“š(Hadis Riwayat Imam al-Bukhari, Imam Ibnu Hibban, Imam Abu Dawud, Imam al-Tirmidzi, Imam al-Nasai, Imam Ibnu Majah, Imam al-Baihaqi, dan Imam Ahmad bin Hanbal)

4️⃣. Membaca Doa agar Diampuni Dosanya

๐ŸคฒSaat mendengar adzan, kita juga disunahkan membaca do'a agar diampuni dosanya.

☪️Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
✒️“ Barangsiapa yang berucap ketika mendengar adzan: ‘Asyhadu allaa ilaha illallaah wahdahu laa syariika lah, radliitu billaahi rabba wa bil-islaami diina wa bi-muhammadin nabiyya’ 
✒️(Aku bersaksi tidak ada tuhan kecuali Allah yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku ridha dengan Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi), maka diampuni (dosanya).” 
๐Ÿ“š(Hadis Riwayat Imam al-Hakim, Imam Ibnu Majah, dan Imam Ibnu Abi Syaibah)

5️⃣. Membaca Do'a Khusus.

๐ŸคฒSaat adzan mulai berkumandang hingga selesai, saat itulah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. 
๐ŸคฒBagi kita umat muslim, bisa memanfaatkan momen ini untuk berdo'a sesuai keinginan kita. 
๐ŸคฒSelama keinginan kita baik, insya Allah akan dikabulkan.

✍️Demikian pembahasan mengenai sunah saat adzan dan sunah saat mendengar adzan. 
๐ŸคฒSemoga kita senantiasa diberi hidayah dan kekuatan, untuk senantiasa dapat mengikuti setiap sunah Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alayhi Wasallam tercinta.

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad