dibaca normal 2 menit
Home News
Jumlah Rakaat Salat Tarawih di Bulan Ramadan & Dalilnya
Penulis: Beni Jo
04 Mei 2019
View non-AMP version at tirto.id
Jumlah Rakaat Salat Tarawih di Bulan Ramadan & Dalilnya
Saat bulan puasa Ramadan, umat Islam disunnahkan untuk melakukan saat tarawih di malam hari.
tirto.id - Ketika bulan Ramadan tiba, umat Islam tidak hanya mengerjakan ibadah salat wajib lima waktu. Terdapat salat tarawih, salat sunnah yang dilakukan pada malam hari, yang khusus dilakukan pada bulan Ramadan. Di Indonesia, pada umumnya tarawih dikerjakan setelah menjalankan salat isya'.
Dalil pengerjaan salat tarawih ini beragam. Salah satunya dikutip dari Buku Saku Sukses Ibadah Ramadhan karya Ma'ruf Khozin terbitan Pengurus Pusat Lajnah Ta'lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) (2017:28), disebutkan dari Abu Huraihah, Nabi Muhammad bersabda, “Barang siapa beribadah di malam Ramadan karena iman kepada Allah dan mengharap pahala, maka ia dihapus dosanya yang telah lampau" (H.R. Bukhari)
Terdapat dua pendapat umum tentang jumlah rakaat dalam salat tarawih. Yang pertama, adalah 8 rakaat, dan dengan demikian secara total salat malam yang dikerjakan adalah 11 rakaat ditambah dengan tiga rakaat salat witir. Yang kedua, adalah 20 rakaat, dan dengan demikian secara total 23 rakaat, ditambah dengan tiga rakaat salat witir. Kedua pendapat itu sama-sama memiliki dalil.
Dalil Salat Tarawih 8 Rakaat
Dalil salat tarawih dikerjakan dengan delapan rakaaat adalah hadis Nabi Muhammad SAW diriwayatkan oleh Imam al-Bukhārī dari ’Ā’isyah r.a. sebagai berikut.
عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّى فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ وَهِىَ الَّتِى يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ [رواه مسلم]
Artinya: Dari ‘Ā’isyah, istri Nabi saw, (diriwayatkan bahwa) ia berkata, "Pernah Rasulullah melakukan salat pada waktu antara setelah selesai Isya yang dikenal orang dengan ‘Atamah hingga Subuh sebanyak sebelas rakaat di mana beliau salam pada tiap-tiap dua rakaat, dan beliau salat witir satu rakaat [H.R Muslim].
Dalam "Dasar Salat Tarawih Empat Rakaat Satu Kali Salam" di situs web resmi Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Terdapat pula riwayat lain dari Abī Salamah Ibn ‘Abd ar-Raḥmān, bahwa ia bertanya kepada ‘Ā’isyah mengenai salat Rasulullah di bulan Ramadhan. ‘Ā’isyah menjawab, "Nabi tidak pernah melakukan salat sunat di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau salat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau salat tiga rakaat [H.R al-Bukhārī dan Muslim].
Dalil Salat Tarawih 20 Rakaat
Sementara dikutip dari Buku Saku Sukses Ibadah Ramadhan (2017:28), beberapa tabiin meriwayatkan pengerjaan salat tarawih dengan jumlah 20 rakaat pada masa pemerintahan Umar bin Khattab.
Yang pertama, Said bin Yazid, yang menyampaikan, "Umar [bin Khattab] mengumpulkan umat Islam di bulan Ramadhan dengan Imam Ubay bin Ka’b dan Tamim al-Dari, dengan 21 rakaat [dalam riwayat lain 23 rakaat]. Mereka membaca ayat-ayat ratusan. Baru selesai ketika menjelang Subuh" (Riwayat al-Baihaqi dalam al-Sunan 2/496, Abdurrazzaq dalam alMushannaf 4/260)
Selain itu, Yazid bin Rauman menyebutkan, "Umat Islam di masa Umar beribadah di malam bulan Ramadhan dengan 23 rakaat" (al-Muwatha’ Malik, 1/115). Sedangkan Yahya bin Said al-Qathan menyatakan, "Umar memerintahkan seseorang menjadi imam salat Tarawih dengan umat Islam sebanyak 20 rakaat" (Riwayat Ibnu Abi Syaibah, al-Mushannaf, 2/163).
Imam al-Tirmidzi sendiri pernah berkata, "Mayoritas ulama mengikuti riwayat Umar, Ali dan sahabat Rasulullah yang lainnya sebanyak 20 rakaat. Ini adalah pendapat al-Tsauri, Abdullah bin Mubarak dan al-Syafii. Al-Syafii berkata: Seperti ini yang saya jumpai di Negeri kami Makkah. Umat Islam salat 20 rakaat" (Sunan al-Tirmidzi 3/169).
Baca juga:
Daftar Lokasi Rukyatul Hilal untuk Sidang Isbat Awal Ramadan 2019
Bacaan Doa Buka Puasa Ramadan dan Dalil Ibadah Puasa
Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2019 atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - ben/fds)
Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus
Salat tarawih bisa dikerjakan dengan delapan rakaat atau 20 rakaat
Berita Menarik Lainnya
Betapa Mudahnya Sipil Punya Senjata, dari Koboi hingga Teroris
Bangun Kabel Internet, Google & Facebook Makin Sulit Dikontrol?
Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda & Demo Buruh yang Mengguncang
Para Pejabat Belanda yang Jadi Predator Seksual Sebelum Perang Jawa
Amburadul Tata Niaga Jahe: Produksi Surplus tapi Impor Jalan Terus
Assassin, Pasukan Teror dari Lembah Alamut
Para Kutu Loncat di Partai Demokrat Kubu Moeldoko yang Kudeta AHY
Testimoni Kuli: Kejanggalan Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung
Legenda Umbu Landu Paranggi dan Persada Studi Klub di Malioboro
Kasus Lapkeu Garuda: Bukti KAP Taraf Internasional Bisa Kebobolan
Dari Sejawat
3 Gunung Terindah di Indonesia yang Tidak Boleh Anda Lewatkan portalmadura.com
Rio Ferdinand Masih Sesalkan Keputusan Louis van Gaal Buang Tiga Pemain MU Ini - Berita Bola gilabola.com
Kepemimpinan Digital dan Masa Depan Pendidikan Kita timesindonesia.co.id
Pemerintah Izinkan Salat Tarawih dan Salat Idul Fitri Berjamaah terasmaluku.com
Diskusi Kesiapan PON XX Papua 2021, Pangdam Cenderawasih Terima Kunjungan Kerja Deputi V KSP RI abadikini.com
Belum Terima Koreksi BAP dari JPU, Penyidik Akan Ajukan Perpanjangan Masa Penahanan Tersangka PEN balipuspanews.com
Desak SBY Buat Partai Buru Kubu Moeldoko Malah Diteriaki Maling law-justice.co
Diduga Terlibat Sabu, Penyanyi Dangdut Situbondo Ditangkap faktualnews.co
PKS Kota Semarang Dorong Pemerintah Sejahterakan Nelayan beritajateng.net
PIB Bojonegoro Dorong UMKM Berkembang blokbojonegoro.com
© 2021 tirto.id - All Rights Reserved.
Komentar
Posting Komentar