๐CUKUPKAH SUTRAH DALAM SHALAT DENGAN SAJADAH?
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐๐ด๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฐ๐๐๐๐ ;
๐CUKUPKAH SUTRAH DALAM SHALAT DENGAN SAJADAH?
☮️Dalam Fiqh Islam terdapat anjuran untuk membuat Sutrah (penghalang) bagi yang hendak melaksanakan shalat baik bagi yang melaksanakan shalat sendirian maupun ketika ia menjadi imam, sehingga dalam menghalangi berlalunya seseorang di hadapannya ketika ia sedang melaksanakan shalat.
๐ณDari Abi Sa’id Al Khudri Ra ☪️Rasulullah Saw. bersabda:
ุฅุฐุง ุตูู ุฃุญุฏูู
ูููุตู ุฅูู ุณุชุฑุฉ ، ูููุฏู ู
ููุง ، ููุง ูุฏุน ุฃุญุฏุง ูู
ุฑ ุจูู ูุฏูู
✒️“Jika kalian melaksanakan shalat, maka shalatlah dibelakang sutrah (penghalang), hendaknya ia dekat dengannya, dan tidak membiarkan siapapun untuk berlalu di hadapannya (yaitu antara dirinya dan sutrahnya)”. ๐(HR. Al Bukhari dan Muslim)
๐Hikmah Perintah Untuk Membuat Sutrah
๐ณPara ulama menyebutkan beberapa hikmah sunnahnya membuat sutrah. diantaranya adalah:
✍️Lebih menjamin terpeliharanya pandangan mata dari sesuatu di depan sutrah.
✍️Diharapkan pandangannya lebih khusyuk melihat ke arah tempat sujudnya.
✍️Mencegah dosa bagi seseorang yang melalui di hadapan orang yang sedang melaksanakan shalat.
☪️Rasulullah Saw. bersabda:
ูู ูุนูู
ุงูู
ุงุฑ ุจูู ูุฏู ุงูู
ุตูู ู
ุงุฐุง ุนููู ู
ู ุงูุฅุซู
ููุงู ุฃู ููู ุฃุฑุจุนูู ุฎูุฑุง ูู ู
ู ุฃู ูู
ุฑ ุจูู ูุฏูู
✒️“Sekiranya yang berlalu di hadapan seseorang yang sedang melaksanakan shalat tahu dosa apa yang ia lakukan, niscaya berhenti selama 40 lebih baik baginya daripada ia melalui seseorang yang sedang melaksanakan shalat”.
๐(HR. Al Bukhari dan Muslim).
๐ณSebahagian ulama menafsirkan maksud 40 adalah empat puluh hari, adapula yang menafsirkan 40 waktu shalat, atau 40 tahun. Wallahu A’lam
✍️Adapun bagi seorang makmum maka sutrahnya adalah sutrah imamnya.
✍️Jika seorang makmum batal shalatnya tidak menjadi masalah ketika ia berlalu di hadapan makmum lainnya.
๐
✍️Sebab dalam shalat berjamaah yang tidak boleh dilalui adalah antara tempat berdiri imam dan sutrah sang imam.
✍️Jenis-jenis dan derajat Sutrah:
๐Sutrah atau penghalang bagi yang shalat banyak derajatnya.
✍️Yang terbaik adalah dibelakang tiang atau dinding.
✍️Lalu dengan tongkat, kayu atau sesuatu yang berdiri kira-kira 3/4 dzira’ (hasta). jika satu hasta 62 cm, maka tongkat atau kayu tersebut minimal 46,5 cm.
๐Jika tidak didapatkan apapun juga boleh dengan sebuah garis.
✍️Tentu dengan sajadah lebih dari sekedar garis.
☮️Dalam mazhab imam As Syafi’i sutrah ini ada 4 derajatnya atau empat urutan.
๐Harus dijaga sesuai dengan urutan berikut:
1️⃣. Dinding atau tiang mesjid
2️⃣. Tongkat atau kayu yang ia tegakkan minimal 46.5 cm
3️⃣. Sajadah yang ia bentangkan
4️⃣. Garis yang ia gariskan di permukaan lantai.
๐Empat urutan ini harus dijaga untuk mendapatkan pahala sunnah dalam pembuatan sutrah.
☪️Sabda Rasulullah Saw :
✒️“Jika kalian shalat hendaknya meletakkan sesuatu di hadapannya. Jika tidak ada maka berdirikanlah tongkatnya.
ูุฅู ูู
ููู ู
ุนู ุนุตุง ูููุฎุท ุฎุทุง ، ุซู
ูุง ูุถุฑู ู
ุง ู
ุฑ ุฃู
ุงู
ู
Jika ia tidak memiliki tongkat, maka hendaknya ia gariskan sebuah garis, lalu tidak mengapa jika ada sesuatu yang melewati di hadapannya”.
๐(HR. Abu Daud dari Abu Hurairah Ra).
๐Semoga bermanfaat….
┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐๐ท๐ญ๐ฒ๐๐ฑ๐ช๐ฟ๐ต๐ฒ๐ท๐ผ
https://t.me/aswaja_cyber
Komentar
Posting Komentar