๐Ÿ‘ณAL-GHAZALI : ๐Ÿ‘ปSUNGGUH BODOH, MENGKRITIK TAPI TIDAK MEMAHAMI SESUATU YANG DI KRITIK

๐ŸŒ๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈

๐Ÿ“–๐‘ด๐’๐’•๐’Š๐’—๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’”๐’๐’‚๐’Ž ;
๐Ÿ‘ณAL-GHAZALI : 
๐Ÿ‘ปSUNGGUH BODOH, MENGKRITIK TAPI TIDAK MEMAHAMI SESUATU YANG DI KRITIK

๐Ÿ‘ณAl-Ghazali termasuk ulama yang unik. 
๐Ÿง˜Meskipun ia lebih dikenal sebagai sufi dengan masterpiece-nya, Ihya’ Ulumiddin, ternyata ia pernah mengkritik ilmu filsafat.
✍️Ia menulis kitab berjudul Tahafut al-Falasifah/The Incoherence Of Philosophy (Kerancuan Para Filsuf). ๐Ÿ“šKitab ini khusus mengkritik tema metafisika (ilahiyat) dan sains (thabi’iyat) dalam ajaran filsafat di zaman al-Ghazali.

๐Ÿค”Namun tahukah Anda bahwa sebelum al-Ghazali mengkritik filsafat, ia mempelajari dan mendalami dulu ajaran-ajaran filsafat.
✍️Ia menulis kitab berjudul Maqashid al-Falasifah (ide pemikiran para Filsuf). 
๐Ÿ“šDalam kitab ini, al-Ghazali banyak mengulas dan menceritakan pemikiran-pemikiran para Filsuf menurut hasil pemahannya tanpa terlebih dahulu melontarkan kritiknya. ✍️Lebih tepatnya, kitab ini adalah sebagai mukaddimah sebelum masuk dalam kitab Tahafut al-Falasifah.
✍️Dalam pendahuluan kitab ini, ia mengatakan:

ูุฅู† ุงู„ูˆู‚ูˆู ุนู„ู‰ ูุณุงุฏ ุงู„ู…ุฐุงู‡ุจ ู‚ุจู„ ุงู„ุฅุญุงุทุฉ ุจู…ุฏุงุฑูƒู‡ุง ู…ุญุงู„، ุจู„ ู‡ูˆ ุฑู…ูŠ ูู‰ ุงู„ุนู…ุงูŠุฉ ูˆุงู„ุถู„ุงู„

✒️“Mengkritik sebelum memahami apa yang mau dikritik adalah suatu kemustahilan, bahkan bisa dikata itu adalah tuduhan dalam kebodohan dan kekeliruan”.

๐Ÿ‘ณUntuk itulah al-Ghazali kemudian memfokuskan dirinya untuk mempelajari filsafat Ibnu Sina dan al-Farabi melalui kitab-kitabnya.
✍️Uniknya, al-Ghazali belajar filsafat secara otodidak di sela-sela kesibukannya mengajar di Madrasah Nizamiyah Baghdadh, yang pada saat itu sudah mencapai sekitar tiga ratusan siswa. 
✍️Setiap ada waktu luang, ia selalu menyempatkan diri untuk belajar filsafat.

๐Ÿ‘ณDengan kejeniusannya, al-Ghazali sudah dapat memahami filsafat sedalam-dalamnya selama waktu kurang dari dua tahun. 
✍️Kemudian ia menghabiskan waktu satu tahun lagi untuk kembali merenungkan hasil pemahamannya tentang filsafat dan mencari titik-titik pembahasan yang perlu untuk dikritik dan dikaji ulang.

๐Ÿง”Beberapa orang mungkin boleh tidak setuju dengan beberapa kritiknya, namun ada satu hal penting yang perlu kita teladani bersama,
๐Ÿ‘‡Yaitu:
✍️Kritiklah sesuatu yang telah kita ketahui dan pelajari. 
✍️Jangan mengkritik sesuatu yang tidak kita fahami, apalagi hanya ikut-ikutan orang yang sebenarnya tidak faham dengan sesuatu tersebut.

๐Ÿ‘ณBerpijak pada pendapat al-Ghazali di atas, mengkritik sesuatu yang tidak kita fahami hanya menjerumuskan kita pada suatu tuduhan yang tak berdasar dan hanya menjadi sebuah kebodohan bagi kita sendiri. 

๐Ÿ™Semoga bermanfaat….

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad