☮️๐’๐„๐‰๐€๐‘๐€๐‡ ๐๐„๐‘๐‰๐”๐€๐๐†๐€๐ ๐‰๐€๐Œ'๐ˆ๐˜๐˜๐€๐‡ ๐๐€๐‡๐ƒ๐€๐“๐”๐‹ '๐”๐‹๐€๐Œ๐€Bagian 2️⃣

๐ŸŒ๐€๐’๐–๐€๐‰๐€ ๐‚๐˜๐๐„๐‘๐Ÿ“ก

            ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
๐Ÿฆ‹*๐พโ„Ž๐‘Ž๐‘ง๐‘Ž๐‘›๐‘Žโ„Ž ๐ผ๐‘ ๐‘™๐‘Ž๐‘š :
☮️๐’๐„๐‰๐€๐‘๐€๐‡ ๐๐„๐‘๐‰๐”๐€๐๐†๐€๐ ๐‰๐€๐Œ'๐ˆ๐˜๐˜๐€๐‡ ๐๐€๐‡๐ƒ๐€๐“๐”๐‹ '๐”๐‹๐€๐Œ๐€

Bagian 2️⃣

๐Ÿ“œTahun 1926-1929

☮️Setelah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’ lahir pada tanggal 31 Januari 1926 M, maka Comite Hejaz dibubarkan. Sedangkan semua tugas Comite Hejaz yang belum dilaksanakan, dilimpahkan seluruhnya kepada Jam’iyyah NU.
๐ŸคฒAlhamdulillah, meskipun Jam’iyyah NU baru saja lahir, ternyata telah mampu melaksanakan tugas-tugas yang berat; baik tugas yang dilimpahkan oleh Comite Hejaz, maupun tugas yang diharapkan oleh ummat Islam kepadanya. Tugas-tugas tersebut antara lain:

๐Ÿ“œPada bulan Februari 1926 M.
Setelah berhasil menyelenggarakan kongres Al Islam di Bandung yang dihadiri oleh tokoh-tokoh organisasi Islam selain NU, seperti:
✒️PSII,
✒️Muhammadiyah dan lain-lainnya. Diantara keputusan kongres tersebut adalah mengirimkan dua orang utusan, yaitu:
๐Ÿ‘ณH.Umar Said Tjokroaminoto dari PSII dan
๐Ÿ‘ณKH. Mas Mansur dari Muhammadiyah,๐Ÿ‘‡
Ke Muktamar Alam Islam yang diselenggarakan oleh raja Ibnu Saud (raja Saudi Arabia) di Makkah.
✍️Disamping itu, Jam’iyyah NU juga mengirimkan utusan yang khusus membawa amanat NU, yaitu:
๐Ÿ‘ณKH. Abdul Wahab Hasbullah dan
๐Ÿ‘ณKH. Ahmad Ghonaim Al Misri.
๐ŸคฒAlhamdulillah kedua utusan ini berhasil dengan baik.

✍️Kedua beliau ini pulang dengan membawa
๐Ÿ—ž️Surat dari raja Sa’ud ke Indonesia ✒️Tertanggal 28 Dzul Hijjah 1347 H/13 Juni 1928 M.
✒️Nomor: 2082, yang isinya antara lain :
✒️Menyatakan bahwa raja Ibnu Sa’ud menjanjikan akan membuat satu ketetapan yang menjamin setiap ummat Islam untuk menjalankan Agama Islam menurut paham yang dianutnya.

๐ŸคฒSesuai dengan yang diharapkan oleh bangsa Indonesia, maka sejak lahir,
☮️Jam’iyyah NU telah berani memberikan reaksi secara aktif terhadap rencana pemerintah Penjajah Belanda mengenai :
๐Ÿ‘‡
✒️Ordonansi Perkawinan atau Undang-Undang Perkawinan, yang isinya mengkombinasikan hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum yang dibawa Belanda dari Eropa.
✒️Pelimpahan pembagian waris ke Pengadilan Negeri (Nationale Raad) dengan menggunakan ketentuan hukum di luar Islam.
✒️Persoalan pajak rodi, yaitu pajak yang dikenakan kepada warga negara Indonesia yang bermukim di luar negeri.
✒️Dan lain-lainnya.

Walhasil, meskipun NU tidak pernah menyatakan sebagai Partai Politik, namun yang ditangani adalah soal-soal politik.

Bersambung...
๐Ÿ™Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a'lamu bishowaab.

           ┈┈••••❁✵☘︎✵❁••••┈┈
@ ๐“๐“ท๐“ญ๐“ฒ๐“’๐“ฑ๐“ช๐“ฟ๐“ต๐“ฒ๐“ท๐“ผ
https://t.me/aswaja_cyber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☮️PENJELASAN STRUKTUR ORGANISASI NAHDATUL ULAMA LENGKAP DENGAN BAGANNYA.

KEUTAMAAN SHALAWAT FATIH

Jenis Pakaian di Masa Nabi Muhammad